
HAPPY READING
AUTHOR BY AXRANS
*********
Tringg tringg
Ana mengucek kedua mata nya, lalu duduk dipinggiran kasur sambil mengambil hpnya dan mematikan alarm hp nya. Ana pun berdiri dan meregangkan otot ototnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk ritual mandi pagi nya.
"Bangun oyy, udah pagi!" Ucap Nia sambil mengetuk pintu kamar Ana.
"Iya gue udah bangun, lagi mandi ini!" Teriak Ana dari dalam kamar mandi.
"Yaudah, habis mandi lo langsung turun ke bawah ya oyy, sarapan."
"Iya bawel!"
Ana pun sudah selesai melakukan ritual pagi nya dan langsung memakai seragam abu abu nya lalu turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi semuanya!" Ucap Ana sambil menarik kursi lalu mendudukinya.
"Pagi nak." Jawab Riana sambil tersenyum dengan memegang sendok.
"Papa mana ma? Udah berangkat ke kantor ya?" Tanya Ana.
"Iya, papa udah berangkat duluan. Kata papa, ada rapat mendadak di surabaya kayak Zidan." Jawab Riana dan Ana pun menganggukkan kepala nya.
"Mangkanya jadi orang jangan kebo amat oyy, kan jadinya gak tau apa-apa deh."
"Dih, kayak lo gak pernah ngebo aja!" Riana hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah si kembar yang selalu bertengkar, susah akur.
"Udah-udah, kalian sekarang berangkat sekolah gih biar gak telat." Suruh Riana dan si kembar pun mengganguk.
__ADS_1
"Iya ma, kita berdua berangkat dulu." Jawab mereka berdua dan mereka berdua pun keluar dari rumah dengan menaiki motor mereka masing-masing.
***
Mereka berdua pun memarkirkan sepeda motornya lalu berjalan ke koridor-koridor kelas yang lumayan sepi karena masih pagi dan berjalan menuju kelas X IPS-3, yaitu kelas Rega.
"Permisi," Ucap Ana sopan dengan nada dingin dan semua yang ada didalam kelas pun menoleh, salah satu cewek IPS 3 pun menghampiri Ana dan Nia.
"Cari siapa ya?" Tanya seorang cewek berambut hitam sebahu yang bername tag Ferrisa Dinallyn.
"Rega." Jawab Ana dingin dan Risa pun berpikir sejenak.
"Kayaknya sih di rooftop, coba lo samperin di rooftop."
"Hm."
Ana dan Nia pun mengelenggang pergi dari kelas X IPS 3 menuju rooftop dan benar kata ferrisa! Rega ada dirooftop sedang melamun.
"REGA CANTIKKK," Panggil Ana dan Rega pun menoleh lalu menghampiri Ana dan Nia.
"Lo kenapa kok jarang nonggol di markas? Ada masalah kah? " Tanya Ana sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Gue lagi jagain Lisya, kasihan dia dirumah sendirian dan juga lagian mama sama papa gue kan sudah punya anak sebelum gue lahir di dunia ini." Jawab Rega sambil tersenyum miris.
Ana merasa iba dan memegang bahu Rega sambil mengelusnya perlahan "Yang sabar ya oyy. Lo pasti kuat, gue yakin itu." Rega mengganguk perlahan.
"Yaudah, kita berdua balik dulu ya oyy, bayyy Rega cantikk." Nia melambaikan tangannya ke arah Rega sambil terkikik pelan.
"GUE COWOK ANYING BUKAN CEWEK!" Teriak Rega hingga menggema di rooftop dan senyum pun terbit dari bibir Rega.
Ana dan Nia pun berjalan menuju kelas melewati koridor IPS yang sepi dan ada seseorang yang berada didepan pintu dengan mengeluarkan kaki nya sengaja untuk menjegal Ana.
Dugh
__ADS_1
"*****!" Bukan Ana yang memekik tapi orang yang ingin menjegal Ana.
"Emang enak kena jegalan orang yang mau lo jegal ha?" Tanya Ana sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan sinis.
"Anjing lo na! Awas aja gue bakalan balas perbuatan lo!" Teriak Teresa hingga mengema diseluruh koridor IPS.
"Gue tunggu kok balasannya beb, bebek darat." Ana dan Nia melanjutkan berjalan menuju kelas nya dengan santai, yaitu X IPA-7
"WEH VALEN BAYAR KAS! LO UDAH NUNGGAK BERKALI KALI!" Ana dan Nia sudah sangat mengenali suara siapa itu. Dia adalah Karina Gheatisya Alvrenda, Karina bukanlah bendahara tapi kenapa dia yang menagih kas? Karena bendahara nya gak berani nagih ke Valen.
"BAYAR KAS GOBLOK! NGAKUNYA ORANG KAYA TAPI BAYAR KAS 2.000 AJA GAK BISA TAPI KALO BELI GINCU YANG MEHONGG AJA BISA! CEPETAN BAYAR OYY, KASIHAN DINAR DI OMELIN TERUS TERUSAN SAMA BU RESA GARA GARA LO NUNGGAK KAS TERUS!" Omel Karina dengan suara keras nan melengking, itu sudah menjadi ciri ciri seorang Karina Gheatisya Alvrenda.
"Dih, gue mampu yaa bayar kas. Enak aja lo bilang kalo gue gak mampu bayar kas!" Sahut Valen tak kalah ngegasnya dengan Karina.
"Oke, karena lo bilang kalo lo mampu bayar kas bayar nih tunggakan lo selama seminggu, harus lunas!"
"Dih, ogah males." Valen tetap berkutat pada hp nya dan gak peduli dengan omongan Karina.
Karina langsung menyaut hp milik Valen dan mengangkat hp milik Valen ke atas, pertanda dia ingin membanting hp itu tanpa peduli pemilik hp marah atau tidak sedangkan pemilik hp pun mendelik dan langsung berdiri sambil mengebrak meja.
"CEPET BAYAR KALO LO GAK BAYAR JANGAN SALAHIN GUE KALO NGEBANTING HP INI!"
"JANGAN DI BANTING HP GUE!" Valen berjalan mendekati Karina untuk mengambil hp miliknya dan Karina pun langsung berjinjit agar Valen tidak bisa mengambil hp itu. Ohh tidak semudah itu ferguso!
"Balikin hp gue cepett!" Valen berjinjit agar bisa mengambil hp miliknya di tangan Karina yang terus menaikkan tangannya.
"Bodo amat, bayar kas dulu baru gue kasih hp lo." Valen pun kesal lalu berjalan ke arah Dinar dan menyodorkan uang 20.000 dengan mengebrak meja Dinar.
"Santuy oyy, ngegas bae kau anak chilli." Sahut Chesya, teman sebangku Dinar sedangkan Valen langsung melototkan mata nya.
"Wah, mata nya melotot dong, it is mean to me harus banting nih hp lo." Ucap Karina sambil memutar hp milik Valen di tangannya dan Valen pun kembali melotot kemudian menggeleng kan kepala nya. Karina pun langsung menyodorkan hp Valen dan Valen pun langsung menyaut hp miliknya dengan kesal lalu duduk di tempat duduknya.
***
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN VOTE BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BUAT UPDATE SETIAP HARI ❤️