PERFECT BAD COUPLE

PERFECT BAD COUPLE
CHAPTER 6


__ADS_3

HAPPY READING


AUTHOR BY AXRANS


"Mangkanya suruh abang kamu terima perjodohan ini! Kalau abang kamu gak mau menerima perjodohan ini, ya mama sita fasilitas yang kalian berdua punya."


"Bang abang gue yang paling ganteng terima ya perjodohannya? Biar semua fasilitas kita gak di sita, yaya abang mau kan? Please bang, Ziyad janji deh gak bakalan usilin abang lagi pas belajar. Mau kan bangg? Ya ya abang mau kan?" - Pinta Fino sambil menggoyang tubuh Fian.


"Bingung," - Kata Fian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Zidan, apa kamu udah gak sayang sama mama hah?" - Ucap Gina dengan mata yang berkaca kaca.


"Masih"


"Yaudah mangkanya terima perjodohan ini! Apa susahnya sih?!"


"Ya, susah."


"Apa susahnya?" - Tanya Gina.


"Ya susah, belum punya kerja." - Jawab Fian.


"Kamu sudah di beri saham milik papa kamu jadi gak perlu khawatir, gimana?" - Ucap Gina.


"Gak tau," - Jawab Fian bingung.


"Haduh, punya anak kok satu nya kulkas satu nya oven." - Gina menepuk keningnya.


"Coba kamu pikirkan dulu Zidan." - Ujar Riana dan Fian mengangguk.


"Gimana? Mau gak nerima perjodohan ini?"


"Hm,"


"YAY SEMUA FASILITAS ZIYAD GAK JADI DI SITA!!" - Teriak Fino kesenangan membuat Gina dan Riana menggelengkan kepalanya karena tingkah Fino.


"Yaudah Ri ini kita tinggal nentukan tanggalnya aja, kapan ya enaknya?" - Ucap Gina.


"Mending secepatnya Gi, menurutku sih seminggu lagi aja." - Usul Riana.


"Hahh maa yang bener aja nikahnya seminggu lagi?" - Sahut Ana.


"Biar gak ribet nanti nya, mangkanya mama dan mama nya Zidan mempercepat perjodohan ini."


"Ma, mending kita tunangan dulu aja baru nikah. Jangan nikah dulu, soalnya Silvia masih mau ngelanjutin pendidikan Silvia setinggi mungkin."


"Gak, kalian harus nikah langsung gak pake tunangan tunangan!"


"Yaudah deh ma, terserah mama."


"Nah gitu dong!"


"Oiya, satu lagi Silvia kamu nanti berangkat dan pulang sekolah di antar oleh Zidan, gak pake penolakan!" - Lanjut Riana.


"Iya maa"


"Yaudah Ri berarti masalah perjodohan ini sudah selesai, kami pamit dulu mau pulang" - Ucap Gina lalu berdiri diikuti Fian dan Fino


"Ya Gi, Silvia anterin tante Gina sama Zidan sampai depan pagar gih."


"Iya ma."


"Ck, gue aslinya gak mau sama nih anak tapi gue terpaksa nerima perjodohan ini" Batin Ana.


"Silvia, Mama sama Zidan pulang dulu ya." Ucap Gina.


"Iya tan, hati-hati." - Jawab Ana.


"Jangan panggil tante dong, mama aja."


"Iya, m-ma."

__ADS_1


"Nah gitu dong, baru namanya menantu mama."


"Ya udah, Silvia kami pulang dulu ya." - Ana mengangguk dan mobil Fian pun sudah melesat menjauh dari depan rumah Ana dan Ana pun langsung masuk ke dalam rumah.


"Maaa" - Panggil Ana sambil ambruk ke sofa panjang yang di duduki oleh mama nya.


"Ada apa?" - Jawab Riana sambil tersenyum seraya mengelus rambut Ana.


"Selvin kapan pulang? Silvia udah kangen sama Selvin." - Tanya Ana.


Ya seperti kalian tau kalau Ana memiliki kembaran, yaitu Reynatasya Selvinia Deandra. Di sekolah sering di panggil Nia sedangkan di rumah di panggil Selvin. Mereka berdua sempat tinggal serumah pada saat mereka berdua berumur 6 tahun tetapi tidak lama kemudian, Selvin ingin pindah tinggal di rumah kakek dan neneknya.


"Mama gak tau Sil, coba kamu telfon dulu" - Jawab Riana dan Ana pun mengangguk lalu menelpon Selain.


Tuuuut tuuuuutt tuuuuutt


"Halo?"


"Ini selvin adek gue kan?"


"Iya kak ini selvin adek lo, masa gue ini kambing jalanan?"


"Hehehe, lo kapan kesini? Gue kangen sama lo dek."


"Gue juga kangen kok kak sama lo. Oiya kata kakek, gue bakalan di pindah ke SMA Pelita, tempat lo sekolah."


"Wah kebetulan dong, kelas gue juga kekurangan cewek."


"Yaudah kak, gue bakalan ngabarin lo kalau gue sudah sampai sana."


"Oke dek gue tunggu!"


"Dadah kak."


"Daah."


"Gimana kabar Selvin Dil?" - Tanya Riana sambil berhadapan dengan Ana


"Wah, kita bakalan serumah lagi sama Selvin."


"Iya, ma."


"Yaudah kamu masuk kamar gih, tidur udah malam"


"Oke, ma."


Ana memasuki kamar nya dan langsung merebahkan dirinya di kasur nya.


"Gue kira bakalan di jodohin sama kakak kakak eh ternyata di jodohin sama fmFian" - Gumam Ana lalu terkekeh pelan.


"Udah ah, mending gue tidur." - Ana pun tertidur dan memasuki alam mimpi nya.


12.00 P.M


Drrrttt drrrrtt


"Ck, siapa sih malem malem wa gue?!" - Gerutu Ana dengan suara khas orang bangun tidur.


0836*******


P


P


Ana


Siapa?


0836*******


Fian

__ADS_1


Ana


Oh, Ada apa kok wa gue malam malam?


Zidan


Ga apa apa


Ana


Haah ganggu lo


Zidan


Hm?


Ana


Kalo gak udah gue blok nih nomer lo, ihh jangan dingin dingin dong! gak pekaan jugaa!


Zidan


Masa?


Ana


Auk ah gelap


Zidan


Tidur.


Ana


Kalau gue gak mau?


Zidan


Tidur, udh mlm.


Ana


Gamau


Zidan


Tidur.


Ana


Iya dehh, nurut ae sama Fian.


Zidan


Nurut tidur gk bls cht!


Ana


Iya bawel.


Zidan


Malam.


Ana


Malam juga hyhy.


(Read)


"Lanjutin mimpi lagiii uwahhh" - Ana langsung memejamkan mata nya dan mulai memasuki mimpinya lagi.

__ADS_1


*******


__ADS_2