PERFECT BAD COUPLE

PERFECT BAD COUPLE
CHAPTER 2


__ADS_3

"Heh kalian ngapain malah disini?!" Teriak seorang cowok dan membuat mereka bertiga menoleh ke arah suara itu.


"Ya bolos lah bodoh!" Rena memutar bola mata nya malas.


"Kalian ayo ikut gue ke bk!" Ucap Brian sambil menunjuk mereka berempat.


"Kita gak mau!" Jawab mereka bertiga kompak


"Kalian harus dihukum!"


"Bodoh amat!"


Ana menarik kerah milik Brian "Lo siapa? Nyuruh-nyuruh kita ke BK seenak jidat lo yang lebar heh?"


"Gue ketos disini dan gue berhak menghukum siapapun yang melanggar peraturan disini!"


"Oh, ya?"


Bruk


"Jangan maksa, cuma ketos jabatan sementara aja sok sok an. Palingan nanti ganti lagi ketos baru, bukan lo lagi." Ucap Ana dengan nada dingin nya.


"Cabut," Mereka berempat keluar dari kantin dan meninggalkan Brian yang masih termenung dengan omongan Ana.


"Na, lo kok berani sama tuh ketos?" Tanya Tania sambil melihat Ana dan Ana pun menoleh.


"Dia kan cuma ketos amatir yang sok sok an. Lagian juga sama sama makan nasi nya aja kok, ngapain harus takut?" Jawab Ana santai sambil melipat kedua tangannya.


"Wah emang terbaik." Ucap Rena sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Terus kita sekarang ngapain?" Tanya Tania, mereka berhenti berjalan dan berpikir


"Kelas aja deh, udah gak mood bolos lagi." Jawab Ana dan diangguki mereka bertiga.


Mereka berempat berjalan beriringan melewati koridor-koridor yang sepi karena masih jam pelajaran dan mereka langsung masuk ke dalam kelas tidak peduli ada guru ataupun tidak ada guru.


"Heh, kalian berempat sini." Panggil Bu Degina dan mereka berempat berjalan ke meja Bu Degina.


"Kalian habis darimana hah?" Tanya Bu Degina sambil menatap mereka berempat yang berdiri didepan meja guru.


"Bu deg, kita lagi bolos hari ini dan hari ini saya lagi males ikut pelajaran matematika yang bikin otak pecah dan pusing." Jawab Ana santai dan membuat Bu Degina mendelik sekaligus marah.


"Keluar kalian!" Suruh Bu Degina sambil menggebrak meja.


"Yaudah bu, kita keluar dulu ya. Jangan kangen loh ya Budeg, tapi kalo kangen sama saya gak papa kok cuma sayangnya saya gak kangen sama Budeg." Celetuk Tania dan membuat semua teman-temannya yang ada dikelas tertawa.


"Jangan tertawa! Kalo kalian masih tertawa, silahkan keluar!" Mereka semua langsung diam dan kelas menjadi hening karena amukan dari Budeg.


"Kita kemana nih?" Tanya Rena.


"Ke rooftop yok, cari udara seger." Ajak Tania.


"Yaudah, yok."


Mereka berempat berjalan menuju rooftop untuk menyejukkan pikiran mereka.


"Weh dingin bener disini," Ucap Tania sambil merapikan rambutnya yang terhempas angin.


"Ya emang." Ucap Rena sambil merasakan angin yang menghembus ke tubuhnya.


Drrtt drrrttt drrrt


"Hp siapa tuh yang bunyi?" Tanya Karina.


"Hp gue mati," Jawab Tania.


"Hp gue gak ada kuota nya, biasa bokek." Jawab Rena dan semua memutar bola matanya malas.


"Hp lo kali na" Ana mengecek hp nya dan benar hp nya yang berbunyi.


"Bentar"


"Halo"


"Halo sil"


"Siapa?"


"Lo gak inget gue siapa sil? Gue itu orang yang sering cari masalah sama lo dulu, bolos pelajaran bareng."


"Rendra?"


"Yeps lo benar sil, gue Rendra"


"Eh apa kabar bro?"


"Baik bro, kalo lo?"

__ADS_1


"Baik juga"


"Masih suka bolos gak nih? Apa udah tobat?"


"Gue masih suka bolos dong, masa seorang Reynatasya Silviana Deandra berhenti bolos?"


"Wah lo tetep jadi Silvia yang dulu ya"


"Ya dong harus!"


"Oiya gue ada kabar"


"Apa tuh?"


"Gue besok pindah di SMA lo, kita bisa buat masalah bareng, bolos bareng, hahaha gue jadi pengen cepet cepet pindah dan langsung ketemu sama lo Sil"


"Semoga kita bisa sekelas ya ndra"


"Iya gue berharap kita bisa sekelas"


"Udahan dulu ya ndra"


"Oke"


"Siapa na?" Tanya Karina kepo


"Rendra, temen smp kita dulu," Jawab Ana.


"Ntar ada yang mau ikut ke mall gak?" Tanya Tania.


"Mau, kalo ada traktirannya" Sahut Karina.


"Ck, lo mah serba traktir mulu kar." Gerutu Tania.


"Iyalah Karina Gheatisya Alvrenda gituloh yang paling cans di geng bad girl." Celetuk Karina


"Bisa-bisa duit gue habis sebelum thr inimah gara-gara di porotin si karina" Kata Tania sambil memutar bola matanya malas.


"*****, parah lo!" Karina menonyor kepala Tania


"Ada yang mau ikut lagi?"


"Gue ikut" Jawab Rena.


"Lo ikut gak na?" Tanya Tania dan hanya diangguki oleh Ana.


"Oke nanti ketemuan dirumah Rena ok?"


Kringgg


Bel pulang telah berdering, semua murid murid berhamburan keluar kelas untuk pulang menuju rumahnya masing masing.


"Yok ambil tas dikelas." Ajak Karina dan diangguki ketiganya.


"Mantap yak daritadi kita bolos," Ucap Tania sambil terkekeh pelan.


"Ya mantap sampe sampe kita disuruh Bu Deg keluar kelas" Kata Karina membuat mereka berempat langsung tertawa.


Mereka berempat berjalan beriringan menuju parkiran melewati koridor-koridor yang sepi karena semua sudah pulang menuju rumahnya masing masing.


"Gue cabut duluan,"


"Hati-hati na."


Ana menaiki sepeda motornya dan melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Ana sudah sampai perkarangan rumahnya.


"Pak buka pagarnya," Pinta Ana.


"Baik neng" Satpam itu langsung membukakan pagar rumah Ana.


Ana memarkirkan sepeda motornya di garasi lalu ia turun dan memasuki rumahnya.


"Nak" Panggil Riana.


"Apa ma?" Jawab Ana.


"Kamu ganti baju dulu nanti kesini lagi, ada yang mau mama bicarakan." Ana langsung berlari menuju kamarnya lalu mengganti seragam nya menjadi baju putih polos dengan jeans biru muda polos.


Ana langsung turun dari kamarnya dan menuju ruang tamu lalu duduk disebelah mamanya.


"Ada apa ma?" Tanya Ana.


"Sil, mama mau kamu turuti permintaan mama. Kamu mau kan menuruti permintaan mama?" Ucap Riana.


"Ya permintaan mama apa? Silvia bakalan turutin."


"Mama mau jodohin kamu sama anak teman mama,"

__ADS_1


"Apa maa?!" Pekik Ana.


"Mama sama orang tuanya sudah bicara dan katanya mereka setuju kalau kamu dijodohkan sama anaknya,"


"Tapi ma, Silvia belum kenal sama anaknya."


"Mama cuma tau nama panggilan nya, biasanya dia dirumah namanya Zidan."


Ana menghela nafas "Yaudah ma, terserah mama deh."


"Jadi nan-" Ucapan Riana terpotong karena hp Ana berdering


Drrrrtt drrrrttt drrrtt


"Sebentar ya ma," Riana mengganguk.


"Halo."


"Ck na lo lama banget sih?! Kita daritadi udah dirumah Rena, lo ngapain sih kok lama?!" Ana menjauhkan hpnya dari telinganya karena suara toa Tania.


"Iya iya maaf gue lama, lo tunggu aja dulu!"


"Cepetan!!" Ana langsung memutuskan telfonnya dengan tania.


"Ma nanti aja ya dibahasnya, Silvia mau ke mall" Ucap Ana.


"Yaudah hati hati ya nak, oiya pulangnya jangan sore-sore!" Ujar Riana


"Iya ma" Ana langsung mengambil hoodie hitam kesayangannya lalu berjalan menuju garasi dan menaiki sepeda motor nya dengan kecepatan kencang.


Brummm brummm bruummm


Ana sangat lihai mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan kencang dijalan dan akhirnya dia sudah sampai dirumah Rena.


Tinnn tinnn


"Woi Ren, buka!"


"Woiii Ren!"


"Rena Arsylla Andara!"


"Iya bentar!" Jawab Rena lalu membuka kan pagar rumahnya mempersilahkan Ana masuk.


"Mana lain nya? Katanya tinggal gue yang belom datang?" Tanya Ana setelah memarkirkan sepeda motornya.


"Lo dibohongi Tania na, katanya dia yang datang duluan padahal lo yang pertama datang duluan." Jawab Rena.


"Ck, gue belain ngebut dijalan ternyata mereka belom datang." Dumel Ana.


"Yaudah, tungguin didalam aja yuk." Ucap Rena dan hanya diangguki oleh Ana.


"Ren es jeruk dong, gue belom minun nih." Pinta Ana.


"Ya, bentar." Rena langsung berjalan menuju dapur untuk membuatkan Ana minum.


"Nih, minum." Rena menyodorkan sebuah es jeruk langsung diterima oleh ana dan menenguknya sampai habis.


"Makasih" Ana menaruh gelas itu dan diangguki oleh rena.


"Btw kita ngapain ke mall?" Tanya ana.


"Gue pengen ke gramedia sekalian kita jalan jalan" Jawab rena.


"Oh oke"


"Rena!"


"Ren buka pagernya woi! Panas nih!"1


"Iya bentar!"


"Biar gue aja yang bukain" Ana langsung keluar dari rumah rena dan membukakan pagarnya.


"E-eh ana" Ucap tania sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan ana melipat kedua tangan didadanya.


"Lo mau bohongin gue heh?" Tanya ana.


"Iya hehehe" Jawab tania cengengesan.


"Kalian kurang pro kalo mau nipu gue, mangkanya gue gak gampang ketipu" Umpat ana lalu menonyor kepala tania.


"Ren ayo berangkat!" Teriak karina pas ditelinga kanan milik ana.


"Oi bego kalo teriak jangan di telinga gue, budek nih telinga gue!" Ucap ana menonyor kepala karina lalu meniupi telinga kanan nya.1


"Ayo berangkat" Rena hanya memakai kaos hitam polos dengan jaket flanel warna hijau bermotif kotak kotak dan celana jeans yang sobek-sobek

__ADS_1


"Okeeeee"


*****


__ADS_2