PERFECT BAD COUPLE

PERFECT BAD COUPLE
CHAPTER 29


__ADS_3

HAPPY READING


AUTHOR BY AXRANS


*************


Drrtt drrtt drrttt


Fian pun turun dari kasurnya dan mengambil hp nya yang bergetar di meja lalu mengangkat telfonnya.


"Halo?"


"....."


"Harus sekarang?"


"......"


Fian menghela nafas "Oke, saya akan berangkat secepatnya."


Fian pun menaruh hp nya di nakas dan naik ke kasur lalu merebahkan dirinya dipangkuan paha Ana sedangkan Ana hanya diam karena Fian yang tiba-tiba tidur dipangkuan pahanya.


"Ada apa?" Tanya Ana sambil tersenyum kemudian tangannya terulur mengelus rambut Fian dan Fian pun mendongak.


"Aku ada meeting di Surabaya, meetingnya mendadak lagi." Jawab Fian sambil menarik satu tangan Ana dan mengenggam nya sedangkan Ana menghela nafas panjang.


"Berapa hari?"


"2-3 harian."


"Yaudah kamu siap siap gih biar gak ketinggalan pesawat." Fian mengganguk lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.

__ADS_1


Ana pun menyiapkan kemeja Fian dan Fian pun keluar dengan menggosok gosok rambutnya menggunakan handuk.


"Nih." Ana menyodorkan kemeja Fian dan Fian pun mengambil kemeja itu lalu memakai nya.


"Makasih sayang." Fian mencium puncak kepala Ana dan Ana pun tersenyum lalu memeluk Fian.


"Cepet pulang ya? Aku kangen nanti kalau kamu ngga pulang pulang." Ucap Ana dan Fian pun mengacak acak rambut Ana. Menurutnya, Ana sangat lucu dan mengemaskan hari ini.


"Iya sayang, gue pasti pulang cepet. Oiya kamu lucu loh hari ini, bikin gue gemes ihh uluulu lucu banget sih istri gue ini." Jawab Fian sambil mencubit pipi Ana dan Ana langsung menempis tangan Fian.


"Ihh udah berangkat sana, nanti ketinggalan pesawat."


"Salim!" Ana pun langsung menyalimi tangan Fian.


"Apa lagi? Udah cepet berangkat!" Usir Ana dan Fian pun tertawa.


"Iya sayang, aku berangkat dulu ya? Jangan kangen!" Fian pun keluar dari kamar Ana, tapi dia memutarkan tubuhnya dan berjalan ke arah Ana.


Cup


"Ini yang ketinggalan." Jawab Fian sambil mengelus bibir Ana yang habis dia beri ciuman singkat dan membuat Ana mematung.


"Aih, first kiss gue diambil Fian tapi ngga papa lah kan suami sendiri." Batin Ana.


"Dadah sayang!" Ana mengganguk sambil melambaikan tangannya dengan tersenyum malu malu.


****


"Silvia ayo turun, kita makan malam bareng!" Teriak Riana dari bawah dan Ana pun langsung turun ke bawah.


Ana pun menarik kursi kemudian duduk disebelah mama nya dan mengambil piring lalu mengambil nasi.

__ADS_1


"Mas, katanya kedudukan Deandra group tergeser dari peringkat satu dan turun menjadi peringkat kedua, apa bener?" Tanya Riana kemudian Gio menghela nafas dan mengangguk.


"Iya, Deandra group kalah dengan Rey Company dan Rey company bisa menyuri kedudukan Deandra group itu berkat kecerdasan dan kerja keras CEO Rey company. umurnya sih tergolong masih muda, seumuran sama dengan Silvia dan Selvin." Jawab Gio sambil memainkan sendok.


"Wah, pasti orang tuanya bangga ya punya anak yang seperti itu." Gio mengganguk sedangkan Ana tersenyum bahagia, ternyata usahanya tidak terbuang sia sia.


"Ma, anak yang mama maksud adalah Ana. Ana lah CEO Rey company dan Ana lah yang membuat Deandra group tergeser dari peringkat satu. Kalau mama dan papa tau, pasti kalian bangga, tapi aku ngga mau ngasih tau sebelum ketahuan sendiri." Batin Ana.


"Oiya Silvia, kamu main berapa ronde dengan Zidan sebelum Zidan berangkat tadi?" Tanya Riana dan Ana menaikan satu alisnya, ronde apaan? Dia daritadi cuma tiduran dikasur dan gak ngapa ngapain.


"Halah kak jangan sok polos deh. Lo pasti tau, cuma pura pura gak tau." Sahut Nia sambil memainkan garpu miliknya dan Ana pun mendelik lalu tangannya terulur untuk menonyor kepala Nia.


"Gue emang gak tau bego, bukan sok polos!" Riana dan Gio mengelengkan kepala nya atas kelakuan anak kembarnya.


"Maksud mama apa ya? Silvi gak paham maksud omongan mama."


"Itu loh yang itu, kamu berapa ronde main nya?"


"Ronde ya ma?" Riana mengganguk, Ana pun menaikan kaki nya di kursi.


"Eh, eh kamu ngapain naikin kaki di atas kursi?" Riana, Gio, dan Nia menatap Ana dengan wajah yang bingung.


"Nih ronde nya ma, Zidan buat karya di lutut aku." Ana menunjukkan lututnya yang luka.


"Oh, mama kira kamu lagi ngelakuin itu. Ya gak pa?" Ucap Riana dan diangguki oleh Gio.


Ana menghela nafas "Aku belum kepikiran tentang itu dulu ma, sekarang aku mau fokus sekolah dulu."


"Aku ke kamar dulu ma, pa." Riana dan Gio mengganguk.


************

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN VOTE BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BUAT UPDATE SETIAP HARI ❤️


__ADS_2