
HAPPY READING
AUTHOR BY AXRANS
*****
"Rena Arsylla Andara, will you be my girlfriend?" Rena terkejut dengan apa yang barusan Azzarel omongkan sekaligus bingung mau menjawab apa.
"Terima! Terima! Terima!" Teriak seluruh teman kelas Azzarel.
Rena pun menghela nafas lalu menatap wajah Azzarel sambil tersenyum "Azzarel Alfrandi, yes i will be your girlfriend." Azzarel pun tersenyum sambil menatap Rena.
"O PI U' AB OYYY!"
"OYYY!"
"CIEE CIEE AZZAREL PUNYA PACAR NIE AKHIRNYA!"
"LANGGENG YAAA AZNA!"
"SELAMAT OYYY!"
"MANTAP KALI!"
"SEMOGA LANGGENG YA ZA SAMA RENA!"
"AKHIRNYA KING OF LAWAK PUNYA PACAR!"
"PJ COYY TRAKTIRANNN!"
"SELAMAT OYYYY!"
"Selamat ye bro, semoga langgeng sama Rena." Ucap Danu sambil menepuk bahu Azzarel.
"Ciahh anaqqu gak jomblo lagi, selamat yaa naq!" Ucap Dani sambil merangkul bahu Azzarel.
"Gue acungin jempol deh cara lo nembak Rena tadi, mantap kali!" Ucap Fino sambil tertawa.
"Selamat yaa Azzarel dan Rena, longlast selalu oyy dan jangan lupa bahagia!" Ucap NTK (Nia, Tania, dan Karina)
"Iya kawan ku, gue bakalan jagain Rena kok dan yang minta pj, tenang aja gue bakalan traktir kalian." Jawab Azzarel sambil merangkul bahu Rena.
"ASYIKKK!"
"ASHIAPP!"
"KALENG NEYENG?!" Teriak Danu.
"BAHAGIA SELALU TANPA BATAS! ORA URUS BACOTANE WONG, LOSS GAK REWEL!" Jawab Azzarel dkk dan Ana dkk lalu tertawa.
"Ehm!" Semua anak X IPA-1 dan Ana dkk pun menoleh lalu mendelik karena orang yang tadinya berdehem.
"Ehm!" Semua anak X IPA-1 dan Ana dkk pun menoleh lalu mendelik karena orang tadinya berdehem.1
"Napa oy kok lihatnya gak bisa santuy gitu? Gue ganteng ya?" Ucap seorang cowok sambil menopang dagunya dengan jari jempol dan telunjuk nya-Fian. Iya, dia adalah Fian dan sekarang penampilan Fian bukan seperti anak sekolah lagi, melainkan seperti orang dewasa.
"Gimana gak langsung diem orang pake kemeja gitu, tambah gans sumpah."
"Gans kali."
"Na, boleh gak cowok lo gue copy biar gue gak jomblo."
"Itu Fian?!"
"Beneran dia Fian?!"
"Beh, tambah ganteng aja sih."
"Apa kabar kalian sem-"
Grep
__ADS_1
Bukan Ana yang memeluk Fian, tetapi Teresa. Dia gak peduli kalo ada Ana didepan kelasnya sedangkan Fian kaget lalu terdiam. Ana pun yang melihat itu hanya diam kemudian tersenyum miring sambil mengepalkan tangannya dan Fian pun melirik Ana yang terlihat akan marah besar ke Teresa.
"Wah, cari masalah nih anak."
"Gak bener inimah!"
"Teresa cari mati nih sama Ana."
"Wah, auto masuk RS nih si Teresa."
"Gila si Teresa langsung nyamber meluk Fian, padahal didepan ada Ana yang ngelihat."
"Dasar cabe!"
"Cari mati ***** nih anak!"
"Wahhh ngajak gelot Ana nih anak!"
"***** si Teresa minta di geplak"
"Wah, dateng dateng ngajak berantem nih anak."
Dughh
"Awwss" Teresa meringis sambil melepaskan pelukannya dari Fian dan Fian pun langsung berlari menuju sahabat sahabatnya.
"SIAPA YANG NGELEMPAR GUE PAKE BUKU PAKET HAH?!"
"Gue!"
Teresa menoleh dan dia melihat ada seseorang yang maju ke arahnya sambil menatap Teresa dingin, dia Ana.
"Apa? Gak terima lo kalo gue lempar buku paket hah?" Ucap Ana sambil melipat kedua tangannya didepan dada dan Ana pun melihat tangan Teresa yang mengepal, tanda dia bakalan nampar Ana.
Teresa melayangkan tangannya di depan muka Ana dan dengan sigap Ana langsung mencegah tangan Teresa yang ingin menampar dirinya.
Bruk
"Ups, maaf gue sengaja." Ucap Ana sambil tertawa mengejek dan Teresa mulai emosi.
"Ups, gue lupa kalo dia inikan nurutnya cuma sama om om club gak sama lainnya." Teresa melorotkan matanya, bagaimana Ana bisa tau kalo dia sering sama om om?
"Sok tau lo! Lo itu yang sering ke club bareng om om bukan gue!" Bantah Teresa dengan nada ketus dan Ana tersenyum miring.
"Gue? Apa perlu bukti ya? Oke, gampang." Ana mengeluarkan sesuatu dari saku roknya kemudian menaruh benda itu di meja dengan cara menggebrak meja sedangkan Teresa yang melihat itu langsung terdiam dan ketakutan.
Itu sebuah foto, ada dua orang yang sedang berjalan memasuki club sambil bergandengan tangan dan terpampang jelas wajah orang itu adalah Teresa dengan seorang om om.
Teresa terdiam karena melihat foto itu sedangkan Ana melipat kedua tangannya "Diem kan? Sekarang terbukti kan siapa yang sering ke club bareng om om? Lo yang sering sama om om Teresa, bukan gue."
"Njir ngeri bener, main nya sama om om gitu."
"Jijik gue cohhh lihat cewek kayak Teresa."
"Masih perawan gak tuh? Jangan jangan udah jebol itu."
"Dih, kenapa ya kepseknya mau aja masukin anak club gini."
"Sepatutnya anak ini udah di kick out dari sekolah ini."
"Cih, dasar cewek club memperjelek nama sekolah!"
"Orang tuanya pasti marah banget ya kalo tau anaknya suka ngeclubing sama om om."
"Ya jelas lah! Gimana gak marah orang main nya sama om om."
"Jijik ah, gak mau gue deket deket sama Teresa."
"Jangan mau deket deket sama Teresa guys! Nanti kalian diajak ketemu sama om om, hiii jijik."
"Jijik ah,"
__ADS_1
"Ih, dasar anak club! Jauh jauh dari kita!"
"Cih, ternyata beneran cabe cabean ya."
"Dasar, cewek cabe cabean!"
Lindzy, Tika, dan Desi berjalan mendekati Teresa dan Ana kemudian menunduk ke arah Ana. Ana bingung, kenapa mereka tiba tiba menunduk ke arahnya?
"Ana, maafin kita bertiga atas kejadian beberapa hari yang lalu itu. Kita bertiga mau berdamai dan berteman dengan lo, lo mau kan?" Ucap Lindzy, Tika, dan Desi dan diangguki Ana kemudian mereka bertos ria.
"Sorry ya Teresa, kita bertiga udah muak dengan semua rencana busuk lo dan gak mau ngelakuin apa yang lo suruh lagi, kita bertiga ingin bebas." Lindzy, Tika, dan Desi kembali ke bangku mereka kemudian melemparkan tas Teresa di bangku belakang yang kosong itu dan duduk bercerita cerita ria.
"Enak kan dijauhi teman teman? Lo kan lebih mementingkan diri lo sendiri tanpa mementingkan sahabat sahabat lo. Ya, jangan salahin mereka lo kalo lo dijauhin." Teresa tetap diam menatap sahabatnya yang memberikan tatapan sinis kepadanya.
Ana menyodorkan sebuah kertas ke arah Teresa "Nih, surat panggilan wali murid dari kepsek. Lo kasih langsung ya ke orang tua lo, jangan dibuang." Teresa langsung menyaut surat itu.
"Ayo, balik ke kelas." Ucap Ana dan diangguki sahabat sahabatnya.
"Naa, tungguin gue!" Fian teriak sambil mengejar Ana yang sudah jauh dari kelasnya.
"Naa!"
"ANA SAYANG PLIS BERHENTII!" Ana pun berhenti sedangkan Fino, Rena, Nia, Karina, dan Tania masih berjalan kemudian memasuki kelas.
"Haah-haah-haahh huft, lo mah udah gue teriakin malah jalan terus gak berhenti." Ucap Fian dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Ada apa? Kayaknya ada yang penting gitu?" Tanya Ana sambil bersender di depan pilar tembok menatap wajah Fian yang kelelahan setelah rapat dari Surabaya.
"Papa ngajak kita ketemu untuk ngebahas sekolah ini di kantor." Jawab Fian dan Ana pun mengangguk kemudian menggandeng Fian ke kelasnya untuk mengambil tasnya.
Ana melepaskan genggaman tangannya dari tangan Fian "Tunggu, gue mau ngambil tas." Fian mengangguk.
Ana pun keluar dari kelas dengan tas yang ada di bahu kirinya "Ayo, " Fian mengangguk.
Mereka berdua pun menaiki mobil yang diparkir di depan gerbang sekolah kemudian melesat menjauh dari area sekolah menuju Dominic Group-Kantor milik keluarga Dominic.
***
Ana dan Fian sudah berada di dalam kantor Dominic Group dan banyak pasang mata yang melihat dan berbisik bisik ke arah Ana dan Fian tapi hanya mereka menanggap sebagai angin lewat saja.
Fian mendorong pintu ruangan itu tapi dia mengurungkan niat nya karena papanya masih bicara dengan seseorang. Jika dia masuk langsung jadinya gak sopan, jadi dia menunggu orang tersebut keluar.
"Saya tidak mau menerima orang ini lagi di kantor saya, karena dia sudah ganjen dan menganggu putra saya saat bekerja. Tolak saja lamaran kerja nya, carikan yang baru!" Ucap Zio ketus dengan nada dinginnya dan karyawan itu pun mengangguk kemudian keluar dari ruangan Zio.
Setelah orang tersebut keluar, barulah Fian dan Ana masuk ke dalam ruangan "Pa,"
"Ayo duduk sini." Fian mengangguk kemudian duduk di sofa diikuti Ana yang berada dibelakang nya.
"Tuh minum dulu, kalian pasti haus." Mereka berdua mengangguk.
Fian meminum teh itu kemudian menaruh gelas itu dimeja dan kedua tangannya dia jadikan satu sambil menggerakkan jarinya "Jadi, papa nyuruh aku ke kantor buat ngebahas tentang SMAPEL?" Zio mengangguk.
"Jadi gini-"
******
MOHON MAAF AUTHOR GAK UPDATE SEMINGGU KARENA LAGI BUAT NOVEL BARU SAMA AUTHOR YANG LAIN DAN BIAR KALIAN GAK NGOMEL-NGOMEL LAGI TUH AUTHOR TAMBAHIN CERITANYA.
NIH DEH AUTHOR KASIH JUGA BOCORAN NOVEL BARU AUTHOR DAN AUTHOR LAINNYA :
**Sebuah kisah empat orang remaja dengan masalahnya masing-masing.
Attalah Febrio, laki-laki berkemampuan Sindrom Savant yaitu kondisi seseorang yang mampu memperlihatkan kapasitas yang ajaib dan mendalam atau kemampuan yang jauh melebihi batas normal manusia.
Andretha, gadis yang mencintai orang yang salah. Rasa suka kepada Attalah membuatnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hati Attalah.
Syahdan, laki laki yang mempunyai tingkat kesetiakawanan yang tinggi. Ia rela dirinya sakit dan terluka, asalkan temannya bahagia dan tersenyum.
Kim So Ae-Ri, gadis asal korea selatan yang periang dan gak bisa diem. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Attalah. So Ae-Ri rela melakukan apapun demi bisa melihat Attalah dari dekat dan mengobrol dengannya. Tak disangka ternyata ada maksud lain kenapa So Ae-Ri secinta itu pada Attalah.
Bisakah ke empat orang remaja itu menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Lewat perjalanan yang penuh suka dan duka ini, dapatkah mereka menentukan ingin terus lari atau bangkit.
__ADS_1
JADI NOVEL INI MULAI UPDATE FEBRUARI / AWAL MARET DITUNGGU AJA YA.
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN VOTE NOVEL INI BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT BUAT UPDATE SETIAP HARI LAGI**.