
Akhirnya setelah perjalanan yang panjang, mereka sampai di Kerajaan Neganda. Kerajaan besar yang letaknya paling dekat dengan Rumah Zeyn.
Setelah mereka melewati Desa ke Desa, Kota ke Kota, akhirnya mereka sampai di Kerajaan pertama, dan ini adalah pertama kalinya Zeyn melihat sebuah Kerajaan di kehidupan keduanya.
“Neganda mempunyai makanan khas mereka, loh! Bagaimana kalau kita langsung makan-makan? Setuju?!”
“““Yaa!!”””
“Kalau begitu, kita cari Restorannya!”
Zeyn terdiam melihat semua orang bersemangat.
‘Hei, bagaimana dengan pendapatku? Lagipula, misi kalian adalah mendampingiku, mengapa kalian terlihat bersenang-senang sendiri?! Woy!!’ Dia ingin berteriak seperti itu, tapi tidak jadi dan memilih untuk mengikuti mereka.
Gerbang yang besar dan menerima siapapun untuk masuk ke dalam Kerajaan. Zeyn mengamati Jhon dan yang lainnya sedang diperiksa oleh Ksatria yang menjaga Gerbang ini.
Berbeda ketika saat Kota ataupun di Desa, mereka hanya diminta untuk mengeluarkan Tanda Pengenal atau Kartu Petualang saja, tapi saat memasuki Kerajaan, mereka juga ditanya mengenai tujuan mereka datang ke sini.
Setelah itu, akhirnya mereka bisa masuk dan melihat-lihat Kerajaan Neganda. Bangunan-bangunan yang tertata rapih, bersih, dan kokoh, terbuat dari bebatuan kasar tetapi justru menonjol khas dari Kerajaan ini.
Zeyn menatap dengan tatapan berseri-seri, melihat kesana-kemari dengan rasa penasaran yang tinggi. Banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang di sini yang sedang beraktivitas, kebanyakan adalah Manusia tetapi seiring berjalannya waktu, dia juga melihat beberapa Ras lainnya.
‘Elf! ...Ras Binatang! ...Wah! Itu pasti Guild Petualang!’
Benar-benar banyak sekali hal baru yang Zeyn temui di sini, membuatnya sangat bersemangat. Jhon dan yang lainnya hanya melihat Zeyn yang terlihat kegirangan, membuat mereka tersenyum satu sama lain.
Kereta kuda berhenti tepat di depan sebuah Restoran yang sangat ramai. Zeyn bisa mendengar sorak sorai dari dalam Restoran tersebut. Mereka semua turun dari kereta kuda, dan bergegas masuk ke dalam.
Terro mengaitkan tali ke sebuah batang pohon agar kudanya tidak pergi. Lalu dia menyusul masuk ke dalam, tapi ketika dia di dalam.. dia melihat Zeyn dan yang lainnya sudah dikerumuni oleh beberapa orang.
“Woh! Terro! Apakah semuanya berjalan baik-baik saja?”
__ADS_1
“Ah! Y–Ya. Tentu saja.”
Mereka semua sibuk berbincang-bincang, meninggalkan Zeyn yang menjadi kesal dan memilih untuk duduk di salah satu tempat. Menunggu beberapa menit, Jhon dan yang lainnya datang menghampiri mereka dengan orang-orang tadi.
“Yah, maafkan kami, Tuan Muda. Tapi kami tidak bisa mengabaikan teman-teman kami.”
“Hahahaha! Jadi ini adalah Putra Keluarga Leonardo. Senang bertemu dengan Anda. Saya temannya Wask.”
“Ah, ya. Senang bertemu dengan kalian.”
Pelayan sayang menghampiri dan bertanya soal makanan apa yang mereka inginkan. Piuer menginginkan makanan khas Kerajaan ini, jadi Zeyn mengikutinya saja karena tidak tahu soal makanan-makanan di sini.
Makanannya benar-benar lama. Zeyn bosan menunggunya, tapi mungkin karena Restoran ini juga ramai jadi pesanan mereka lama dibuatnya.
“Terro, soal adikmu..”
“Ah, itu... Yah, kami miskin jadi wajar saja aku tidak bisa membeli obat untuknya.”
“Terro, kau punya Adik dan Kakak?” Tanya Zeyn dengan rasa ingin tahu.
“Iya, Tuan Muda. Mereka berdua sakit parah. Sayangnya aku gagal menyelamatkan nyawa Adikku... Tapi, kali ini.. aku tidak akan membiarkannya, aku tidak akan gagal lagi!”
“Begitu, ya. Aku hanya bisa menyemangatimu!”
“Terima kasih, Tuan Muda.”
Setelah lama menunggu, pesanan dibawa oleh para Pelayan dan dihidangkan di atas meja. Semua orang bersemangat untuk menyantapnya, hanya Zeyn saja yang terlihat seolah-olah.. tidak tertarik.
‘Tunggu... Bukankah ini cuma Mie kuah?! Biasa saja?! Tanpa toping apapun!?! Yang benar saja.’
Makanan khas Kerajaan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Mie rebus dengan kuah kaldu saja. Tapi Zeyn tidak mau berpikiran negatif dulu, dia harus mencoba rasa dari Mie ini, siapa tahu lebih enak dari apa yang dipikirkannya.
__ADS_1
Melihat orang-orang yang memakannya dengan penuh bahagia, Zeyn berpikir bahwa Mie ini memang enak. Alat makannya juga unik. Sebuah penjepit, seperti penjepit makanan di kehidupannya sebelumnya tapi juga mirip seperti sumpit.
Kegunaannya sama, untuk menjepit makanan. Ya, seperti itu.
Menggunakan penjepit itu, Zeyn menjepit mie dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia mengangkat mangkuknya dan meminum kuahnya juga.
‘Biasa. Lebih tepatnya hambar. Hanya rasa kaldu, garam, dan penyedap rasa. Bahkan juga tanpa toping! Apa-apaan?! Makanan di rumahku jauh lebih enak!’
Tapi Zeyn tidak bisa mengeluh karena lapar dan tetap memakannya terus sampai benar-benar habis tak tersisa.
“Hahaha! Bagaimana, Tuan Muda? Apakah enak?” Tanya
“Lumayan, lumayan.” Zeyn berbohong dengan baik.
Zeyn mengeluarkan uang logam dari dalam kantungnya untuk membayar tagihan makanan, dia menitipkan uangnya kepada Jhon karena dia ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini, sementara Jhon dan yang lain ingin sedikit lebih lama di sini untuk mengobrol.
“Terro, mungkin ini tidak seberapa, tapi semoga bisa membantumu untuk membeli obat...” Zeyn memberikan kantung penuh uang kepada Terro.
Terro sangat terkejut dan menatap tak percaya. “T–Tuan Muda, ini terlalu–”
“Tidak apa-apa. Ambil saja.”
Terro mengambilnya dengan wajah terharu, matanya berkaca-kaca lalu menunduk hormat kepada Zeyn. “Terima kasih banyak, Tuan Muda. Saya benar-benar berterima kasih. Saya menghargainya.” Ucapnya.
“Tentu..”
Zeyn keluar dari Restoran dan berjalan-jalan di luar. Menikmati indahnya dunia Fantasi yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya kalau dia benar-benar akan hidup di dunia seperti ini. Padahal dulu, dia hanya bisa berkhayal dan membaca buku atau sekedar menonton saja.
“Luar biasa!!”
Zeyn menunjukkan senyumannya yang paling lebar saking bahagianya dirinya.
__ADS_1
“One Pie– Eh. Tidak, tidak. Ini bukan soal mencari harta karun... Hmmm... Apa, ya. Oh... Petualangan aku datang!! Eh. Rasanya agak aneh menyebutnya begitu, karena aku kan sedang Latihan khusus. Jadi... Akrhh! Entah apapun itu, aku datang!!”