Perfect Last God

Perfect Last God
Huh? - Ch : 6


__ADS_3

“...” Jujur saja. Perbincangan ini membuat Zeyn sangat bingung dan juga penasaran. Semakin dia tahu faktanya, semakin dia ingin melakukan hal-hal gila.


[ "Sementara diriku, tidak mau menjadi Dewa dan tidak mau mewakili apapun. Aku mewakili diriku sendiri, identitas dan eksistensiku di dunia ini. Mereka menganggapku tidak ada, tetapi kehadiranku akan selalu ada dimana-mana." ]


“... Saya mengerti.”


[ "Baguslah. Ada yang ingin kau tanyakan lagi?" ]


“Tidak ada. Saya kira itu sudah cukup untuk menjadikan keyakinan Saya tidak tergoyahkan.”


[ "Baguslah, Jiwa bodoh. Perbincangan ini berakhir sampai sini saja. Kita akan bertemu lagi.. di lain waktu." ]


Zeyn melihat kegelapan dihisap habis, menghancurkan semuanya, dan mengembalikan dirinya.


Dia membuka matanya, melihat langit malam yang penuh bintang. Melihat sekelilingnya, terdapat Yhwach yang sepertinya sedang menjaganya yang berbaring.


“Tuan, Anda sudah bangun, ya.”


“Berapa lama aku tidur? Sial..”


“Tidak lama.”


“Tidak lama, ya.” Zeyn ragu ketika melihat langit yang sudah gelap gulita.


“Tapi, Saya kagum dengan Anda bisa mengendalikan energi dengan cukup bagus saat berbaring tadi.”


“Ya, aku berusaha maksimal untuk hari ini. Untuk kedepannya, mohon bantuannya.”


“Anda tidak perlu berbicara seperti itu. Bagaimanapun, Saya juga ikut senang melihat Anda yang semakin kuat. Ini adalah kepuasan Saya.”


“Baiklah. Aku akan kembali.” Ucap Zeyn sambil mengenakan bajunya kembali, tapi dia langsung sadar bahwa tubuhnya telah disembuhkan. Luka-lukanya tadi hilang.


“Kau yang menyembuhkanku?”


“Ya. Saya pikir, orang tua Anda akan khawatir dan panik ketika melihat luka-luka seperti itu di tubuh Anda. Tidak wajar bagi mereka melihat anak seusia Anda dipenuhi luka berdarah. Makanya Saya berinisiatif menyembuhkannya.”


“Hoohh. Bagus. Terima kasih.”


“Tidak, tidak. Anda terlalu menyanjung Saya.”


“Kau yang terlalu rendah diri.”


 


Setelah itu, Zeyn kembali ke Mansion Leonardo, dan seperti yang telah dia duga sebelumnya, orang-orang langsung menyambutnya dengan pertanyaan dan rasa kekhawatiran.

__ADS_1


“Kemana saja kamu Zeyn?! Ibunda sangat khawatir.”


“Aku bermain-main saja.. sampai lupa waktu.”


Vierra menatap tajam Zeyn. “Jangan berbohong. Ibunda tidak suka dibohongi. Cepat katakan.” Ucapnya.


“B–Baiklah. Aku bermain dan berlatih. Cuma itu saja.”


“Dimana?”


“Tempat rahasia yang dibuat olehku dan teman-temanku.”


“Dimana tempatnya?!”


Kenapa orang-orang tidak tahu kalau Zeyn selama ini berlatih di taman belakang adalah karena Yhwach telah memasang penghalang agar keberadaan mereka tidak diketahui.


“Jika aku mengatakannya, tempat itu bukan lagi tempat rahasia lagi.”


Vierra masih menatap tajam Zeyn, lalu menghela nafas lega.“Baiklah. Ibunda menyerah.” Vierra langsung memeluk Zeyn dengan erat.


“Ibunda hanya khawatir denganmu. Sudah wajar jika seorang Ibu khawatir dengan putranya yang bermain dari pagi sampai tengah malam.” Ucap Vierra.


‘Tengah malam? Heh! Dari mananya tidak lama! Yhwach itu...’


“Tubuhmu sangat berkeringat. Lebih baik kamu mandi dan temui Charlotte di kamarnya.”


“Tentu saja Tuan Putri akan merasa kehilangan dan khawatir jika Pangerannya menghilang dari pagi sampai tengah malam tanpa memberi kabar apapun.”


“B–Baiklah. Aku mengerti.”


“Setelah itu, baru temui Ibunda dan Ayahmu di ruang kerjanya. Ada sesuatu yang ingin Ibunda sampaikan.” Ucap Vierra sambil tersenyum tipis tetapi memberikan kesan yang.. menyeramkan.


‘Ehh... Apa ini? Ada sesuatu yang buruk? Apa jangan-jangan aku akan dihukum? Semoga saja tidak...’


Kemudian, Zeyn berjalan menuju kamarnya untuk berbenah diri. Seperti yang dikatakan Vierra, tubuhnya penuh keringat dan beraroma tidak menyenangkan gara-gara latihan seperti neraka tadi.


Tapi, tubuhnya menjadi lebih ringan dan bertenaga hasil dari latihan tadi. Meskipun belum terasa jelas, tapi hasilnya sudah bisa dia rasakan untuk sesaat, setelahnya tubuhnya dipenuhi rasa lelah yang berlebihan.


“Aku harus menemui Charlotte terlebih dahulu, kemudian menemui Ayah dan Ibu, lalu bisa beristirahat dengan tenang.”


Tubuhnya sangat kelelahan, tapi dia harus beraktivitas lagi, membuatnya sangat malas dan ingin cepat-cepat tidur di kasurnya yang nyaman.


Zeyn merapihkan penampilannya, lalu keluar dari kamarnya menuju kamar Charlotte. Kamar gadis itu tidak terlalu jauh dari kamarnya, jadi dia bisa cepat sampai dan menyelesaikan urusan ini.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


“Siapa?” Suara Charlotte terdengar dari dalam.


“Ini aku Zeyn.”


Suara itu tidak langsung menjawabnya, lalu barulah terdengar balasan.


“Masuk saja.”


Zeyn membuka pintunya dan masuk ke dalam, melihat Charlotte yang sedang duduk di kasur dengan ekspresi suram. Memang benar yang dikatakan Vierra, tampaknya Charlotte mengkhawatirkan dirinya.


“Ada apa kamu kemari?”


“Tidak. Hanya saja.. Ibunda mengatakan kalau ada seorang Tuan Putri yang sedang mengkhawatirkan Pangerannya.”


Dengan sedikit tersipu, Charlotte memalingkan wajahnya. “S–Siapa itu..?” Tanyanya.


“Dan sekarang, Tuan Putri itu berpura-pura bodoh dihadapan Pangerannya.”


“Ugh... A–Apa masalahnya mengkhawatirkan seseorang. Itu wajar-wajar saja.”


“Ya, memang benar. Siapa yang mempermasalahkannya? Justru aku senang kamu ternyata mengkhawatirkan diriku. Hehe..”


“Ghh... Jangan menggodaku.” Charlotte menggunakan bantalnya untuk menutupi wajahnya yang memerah. “Kamu seharusnya berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama lain kali, setidaknya berikan kabar.” Ucapnya.


“Baik, baik. Aku minta maaf.” Zeyn hanya tersenyum saja.


“Kamu kelelahan?”


“Ah.. ya, mungkin begitu.”


“Mungkin? Jelas-jelas kelihatannya begitu. Baringkan tubuhmu di sini.”


“Tidak, tidak. Itu–”


“Cepat.”


Entah kenapa Charlotte menjadi lebih berani, tapi Zeyn tetap mengikutinya. Dia berbaring di kasur yang nyaman dan lembut, langsung merasa ngantuk seketika.


‘Kasur yang besar dan cukup untuk empat orang, nyaman dan lembut, memang sangat hebat. ’


Tiba-tiba Charlotte mendekatinya dan membelai rambutnya dengan lambat serta kasih sayang. Zeyn terkejut dengan apa yang dilakukan Charlotte saat ini, tetapi belaian Charlotte membuatnya sangat mengantuk.


“Wahai peri~...”


Charlotte menyanyikan lagi tidur, yang membuat Zeyn semakin mengantuk dan matanya tak kuat untuk terbuka lebar-lebar.

__ADS_1


‘Ini tidak baik... Aku... Aku harus...’


Sayangnya dia langsung tertidur pada saat itu juga.


__ADS_2