
Zeyn membuka matanya, merasakan silaunya cahaya yang langsung menusuk matanya. Dia bangun, duduk ditepian kasur sambil menguap lebar dan merasakan energinya sudah pulih kembali sepenuhnya setelah beristirahat semalaman.
Dia mendengar suara nafas dari sampingnya. Menoleh ke samping, ternyata benar, terdapat Charlotte yang sedang tertidur pulas di sana. Mengingat kembali tentang apa yang terjadi semalam, dia baru sadar kalau saat ini dia berada di kamar Charlotte, dan lebih buruknya dia tidur di sini.. berduaan dengan Charlotte.
‘Sial. Gara-gara kelelahan semalam, aku langsung tertidur begitu saja. Bagaimana ini? Apa yang harus ku jelaskan pada Ayahanda dan Ibunda?’
Zeyn beranjak dari kasur dan segera pergi dari kamar Charlotte, karena dia tidak mau terlalu lama di dalam sana, bagaimanapun juga dia tidak boleh terlalu dekat dengan Charlotte yang masih seorang anak-anak, ketimbang dirinya yang mempunyai jiwa seorang pria dewasa.
Tubuhnya memang anak kecil, jadi seharusnya tidak apa-apa, tetapi dia masih mempunyai harga diri untuk tidak menyentuh gadis kecil sesuci Charlotte.
“Akhirnya kamu bangun juga.”
“Eh...” Zeyn menoleh ke belakang, melihat dengan jelas Ibunya yang sedang tersenyum kepadanya.
“Apa kamu semalam tidur dengan nyenyak?”
“Err... Y–Ya, nyenyak sekali.”
“Baguslah. Sang Putri berhasil memberikan obat tidur bagi Sang Pangeran yang sangat kelelahan pada malam itu...”
“A–Apa yang Ibunda bicarakan, ya..?”
“Intinya...” Vierra mendekati wajahnya ke Zeyn dengan tatapan serius. “Kamu tidak melakukan apapun kepada Charlotte, kan?” Tanyanya.
“Tentu saja tidak! Apa yang Ibunda bicarakan?”
“Baguslah. Ibunda bisa tenang. Kalau begitu, ayo kita ke ruangan Ayahmu.”
“Eh? Mau apa?”
“Bukankah semalam Ibunda memberitahumu kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Tapi kamu malah asik tidur di kamar Charlotte. Beruntungnya Charlotte dengan sabar selalu menunggumu dan melantunkan nyanyian, bahkan saat kamu tertidur sekalipun dia masih melakukannya.”
‘Dia masih melakukannya? Apa jangan-jangan sebenarnya Charlotte mempunyai kemampuan spesial dari suaranya sehingga bisa menghasilkan obat tidur bagi orang-orang..?’ Pikir keras Zeyn.
‘Tidak, tidak. Tidak mungkin. Pasti itu cuma gara-gara diriku yang terlalu kelelahan saja.’ Zeyn berpikir untuk tidak terlalu memaksakan dirinya lain kali.
__ADS_1
“Memangnya apa yang mau dibicarakan? Kedengarannya penting dan tidak penting pada saat yang bersamaan.”
“Kenapa kamu bisa bilang ini tidak penting? Padahal ini penting, hilangkan tidak pentingnya.” Ucap Vierra.
“Soalnya, jika ini memang penting, maka seharusnya sudah dari semalam Ibunda akan membangunkanku.”
“Ohh... Yah, itu niat Ibunda, sih. Tapi kamu tahu! Imutnya Charlotte sampai melarang Ibunda dan terus memanjakanmu. Kyaa~! Dia memang imut banget!”
“...”
Zeyn berjalan di lorong, memikirkan tentang hal-hal apa saja yang dibicarakan oleh Ayah dan Ibunya tadi. Sesuatu yang memang serius dan memang seharusnya dibicarakan sedari semalam, tapi karena semalam dia kelelahan, ya maka harus hari ini juga dia bersiap-siap.
Zeyn membuka pintu perpustakaan, melihat Charlotte yang sedang tenang dan santai membaca buku di dekat jendela. Jadi, dia mengambil salah satu buku di rak dan mendekati Charlotte.
“Selamat pagi..”
“Ini sudah siang.”
“Hmmfhh... Jadi ada apa?”
“Apanya?” Tanya Zeyn dengan bingung.
“Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan kan kepadaku?”
“Hmm... Ya, begitulah.”
“Aku mendengar dari para Pelayan agar jangan memasuki kantor Tuan Geiur, karena Nyonya Vierra, Tuan Geiur, dan kamu sedang membicarakan hal penting.” Ucap Charlotte.
“Hehehe... Jika Ibunda mendengarmu masih memanggilnya ‘Nyonya’, dia mungkin akan cemberut.”
“I–Itu tidak penting! L–Lagipula, aku juga butuh waktu untuk terbiasa memanggilnya seperti itu.” Charlotte memalingkan wajahnya dan sedikit menutupinya dengan buku. “Ah! Jangan mengubah topik pembicaraan!” Ucapnya.
“Baik, baik. Memang ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu.”
__ADS_1
“Apa itu..?”
Zeyn menghirup nafas, lalu.. membuangnya. “Aku juga baru tahu soal Tradisi turun temurun dari Keluarga Ayahku, kalau semisalnya.. anak laki-laki dari keluarga Leonardo, saat mereka menginjak umur 10 tahun, akan menjalani latihan khusus.” Ungkapnya.
“Latihan khusus?” Charlotte merasa penasaran, tapi juga bingung.
“Huft... Aku juga baru tahu ini, makanya agak terkejut juga. Intinya, latihan khusus ini harus dilakukan agar membuktikan bahwa mereka pantas membawa nama ‘Leonardo’ sebagai nama keluarga mereka. Dan, latihan ini akan berjalan selama kurang lebih.. 3 tahun.”
“L–Lama sekali. T–Tapi bukankah itu bagus? Karena bagaimanapun juga kamu bisa menjadi lebih kuat. Soalnya, kamu juga pastinya akan menjadi Ahli Waris keluarga ini. Hihihi...”
“Ya, masalahnya... Latihan ini dilakukan di luar, bepergian ke sana kemari, dari satu kota ke kota lain, hingga negeri seberang atau bahkan benua lain.”
Charlotte terdiam, terkejut saat mendengarnya, karena.. dia merasa enggan. Dia tidak ingin berjauhan dengan Zeyn, apalagi Zeyn akan pergi selama 3 tahun. Waktu yang.. sangat lama baginya, bagi semua orang yang merasa sama sepertinya.
“Y–Yah, i–itu bagus. Hal i–itu bisa membuatmu menjadi mandiri dan lebih berwawasan luas, seperti Tuan Geiur. Aku mendukungmu!”
“Terima kasih.” Zeyn tersenyum tenang, lalu menghembuskan nafas lega. “Aku akan berangkat besok. Aku harus bersiap-siap sekarang.” Ucapnya.
“T–Tunggu... Besok? I–Itu sangat cepat!”
“Ksatria yang mengantarku ke tempat pelatihan khusus ini, hanya bisa ditugaskan besok, karena beberapa hari ke depan Ayah banyak kesibukan di Kekaisaran, Ibunda juga ikut dengannya.”
“B–Begitu, ya...” Charlotte menggenggam erat bukunya, kepalanya menunduk ke bawah, membuat Zeyn tidak bisa melihat ekspresinya saat ini.
“Bagaimana kalau kita membuat janji?” Zeyn berdiri dan mengacungkan kelingkingnya.
“Janji?”
“Ya. Saat kita bertemu kembali, pada 3 tahun depan, aku akan memberikanmu hadiah istimewa.”
“Benarkah?!”
“Ya. Janji...”
Mereka mengaitkan jari kelingking mereka satu sama lain, Charlotte diberikan sedikit harapan dan kesenangan. Zeyn merasa lebih lega dan sekarang saatnya untuk menyiapkan mentalnya, menyambut masalah yang akan datang.
__ADS_1