Perfect Last God

Perfect Last God
Hidden Fear - Ch : 12


__ADS_3

[ "Apa yang sebenarnya kau takutkan, bocah..? Bukankah kau sudah pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya?" ]


Zeyn melihat dengan tatapan kosong saat Yhwach secara sempurna mencincang tubuh orang-orang itu tanpa ragu.


[ "Jika kau mempunyai alasan untuk ragu untuk melihat mayat bersimbah darah, maka seharusnya kau mempunyai alasan yang sama untuk membunuh seseorang." ]


Zeyn melihat gambaran jelas, semuanya terasa dingin dan kosong. Hanya ada seorang bocah yang menatapnya dengan tatapan kosong penuh niat membunuh.


Mereka terlihat sama untuk sekilas, tetapi perbedaan yang signifikan adalah kondisi bocah itu. Dia mempunyai mata seakan tidak peduli akan semua hal, mempunyai lingkaran hitam dibawah kelopak matanya karena stress dan kurang tidur.


Bocah itu membawa sebuah senjata yang berat melebihi tubuhnya, apalagi.. penuh dengan noda darah.


[ "Bukankah.. pria yang dibunuh dengan bola berduri itu, keadaannya sama seperti apa yang dilakukan bocah itu...? Hahaha, sebuah kebetulan sekali." ]


Zeyn menoleh ke belakang, melihat mayat tanpa kepala. Noda darah menghiasi dinding, kental dan berbau tidak sedap, secara perlahan menetes seperti rintikan air hujan.


[ "Bukankah sejatinya, keadaanmu sudah ternodai? Jangan bersikap seperti orang suci yang bahkan belum pernah melukai seseorang. Bocah itu bahkan membunuh ratusan nyawa di tangannya ketika dia baru menginjak usia 6 tahun!" ]


Tanah yang dipijaknya, perlahan berubah menjadi banyak mayat yang bertumpuk meraih kakinya. Zeyn meronta-ronta melepaskan jeratan mereka, tetapi tangannya menjadi penuh dengan darah.


[ "Apa yang sebenarnya kau lihat, bocah? Apa yang sebenarnya kau rasakan? Mengapa kau begitu ingin melepaskan semua ini? Mengapa kau ingin menjadi Manusia yang Manusiawi, padahal kau tidak mendapatkan perlakukan manusiawi. Mengapa kau ingin menjadi mereka yang tidak manusiawi?!!" ]


Zeyn berganti sudut pandang. Dia berada di sudut pandang si bocah, memegang senjata yang penuh darah itu dengan gemetar. Dia melihat tubuhnya sendiri secara perlahan dilahap oleh tumpukan mayat berdarah.


[ "Katakan padaku!! Mengapa... Mengapa kau sebegitu inginnya mengejar kemanusiaan!?!" ]


Tubuhnya sendiri, mendekatinya dan mencekik dirinya. Zeyn diangkat ke atas, sulit sekali untuk bernafas dan sangat kesakitan seolah lehernya akan patah.


[ "Mengetahui bahwa kemanusiaan adalah hal yang baik dan pasti berbuah baik, tapi.. kau terlalu naif. Itu sebabnya kau gagal. Bukan karena kau terlalu baik, tapi.. kau melupakanku." ]


Zeyn mencekik balik tubuhnya sendiri. Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mematahkan leher tubuhnya sendiri.


“Ak...u....” Cekikan di lehernya secara perlahan-lahan mulai melemah, membuatnya bisa berbicara kembali.


“Aku......... ingin menjadi manusia..... karena..... aku tahu bahwa itu ada....lah..... hal..... yang baik dan.... harus... dipertahankan...... Setidaknya..... jika aku ti..dak bisa..... membuat semu...anya kembali..... seperti yang.... diinginkan.... Aku..... Aku bisa..... memperbaikinya.......”

__ADS_1


KRKKK!!!!


Zeyn mematahkan tulang leher tubuhnya, tetapi justru cekikan di lehernya kembali menguat dan menjadi sangat kuat.


[ "KAUUUU.....!!!!!!!!!!" ]


KRRRAAKKKK!!!!


 


“Haaahhhhhh........”


Zeyn memegang lehernya yang seakan terasa seperti dicekik dan kering, padahal dia tidak kenapa-kenapa. Namun, apa yang dia alami pada saat tadi adalah hal yang sangatlah terasa nyata baginya.


“Apa.. aku melupakan sesuatu..?”


Zeyn mengingat bocah itu tetapi dia tidak mengetahuinya. Dia bisa mengetahui apa yang terjadi pada bocah itu, tetapi.. dia juga tidak mengerti apa yang terjadi.


“Aku hanyalah seorang yang biasa saja, kemudian terlahir kembali ke dunia Fantasi. Itu sebuah keberuntungan. Aku tidak mempunyai latar belakang yang spesial atau trauma. Tapi.. mengapa saat itu, aku seolah memahami semuanya dan mengerti apa yang terjadi?”


[ Anda mendapatkan 4 Tiket Pemanggilan Super! ]


[ Semua Potensi dan Statistik ditingkatkan menjadi 200+ karena Gelar Anda! ]


“Hah? Apa-apaan itu? Aku tidak mengerti sama sekali dengan semua ini.”


Zeyn kembali ke Restoran, melihat Jhon dan yang lain sedang menunggunya. Tampaknya mereka sudah puas mengobrol dengan teman-teman mereka dan siap berangkat ke tujuan berikutnya.


“Maaf membuat kalian lama menunggu...”


Jhon terkejut melihat kedatangannya, lalu mengisyaratkan untuk segera naik ke kereta kuda.


“Hahahaa... Kami juga baru menyelesaikan urusan kami. Tidak apa-apa, Tuan Muda.”


Zeyn duduk di kereta kuda, menghela nafas lega dan menunduk sesaat sebelum melihat perkotaan. Dia melihat Yhwach yang mengenakan tudung untuk menyembunyikan identitas, sedang berbaur dengan keramaian, melindunginya dari belakang.

__ADS_1


“Tuan Muda, apakah wajah Anda agak pucat dari sebelumnya?” Tanya Leiun yang menatapnya dengan seksama.


“Benarkah...?” Zeyn menyentuh wajahnya dan mengingat kembali semua kejadian tadi.


“Apakah ada sesuatu yang terjadi, Tuan Muda?” Wask merasa penasaran dengan Zeyn.


Zeyn menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa. Hanya tadi.. aku menemukan bangkai hewan yang tidak menyenangkan. Bau dan.. tidak pantas dilihat.” Jawabnya.


“Oh... Ya, sudah wajar sih. Goblin dan monster rendah lainnya, kadang ketika kita memotong bagian dari tubuh mereka sebagai bukti misi, bagian itu mengeluarkan bau tak sedap yang lumayan menyengat. Tapi itu sudah menjadi risiko bagi para Petualang. Anda harus mulai membiasakannya.” Ucap Wask sambil menepuk-nepuk bahu Zeyn.


“Ya, aku akan membiasakannya mulai hari ini.”


“Kalau begitu! Kita langsung berangkat ke tujuan selanjutnya!”


Kuda-kuda itu terlihat sudah kembali bersemangat dan berenergi, siap berjalan menempuh perjalanan yang panjang. Mereka tidak lebih dari 4 jam di Kerajaan ini, hanya untuk makan dan mengobrol saja.


Padahal Zeyn tadinya ingin melihat banyak hal, tetapi setelah dirinya hampir dibunuh oleh sekelompok orang, dirinya hanya berharap kalau di kesempatan selanjutnya dia bisa melawan seorang seperti mereka dengan sungguh-sungguh.


“Oh, Terro, dimana uang yang kuberikan padamu tadi?” Tanya Zeyn.


“Ah, itu sudah Saya berikan kepada teman Saya.” Jawab Terro sambil cengengesan.


“Berikan..? Kenapa..?”


“Jangan salah paham dulu, Tuan Muda. Saya memberikan uang itu kepada teman Saya, dengan kata lain menitipkannya. Karena Saya tidak bisa pulang ke kampung halaman, jadi mau tidak mau harus meminta bantuannya.”


“Apakah kau yakin? Orang itu bisa saja mengambil kabur uangmu! Dengan nominal yang tidak sedikit, kemungkinannya menjadi lebih besar.”


“Tidak, tidak, Tuan Muda. Saya percaya padanya. Dia juga orang yang menunjukkan kepada Saya tempat pembelian obat untuk Kakak Saya, dia selalu membantu Saya mengurus Kakak Saya. Bukankah sangat tidak sopan jika mencurigainya?”


“Benar... Hanya saja, jika terlalu percaya pada sesuatu, maka harapan kita akan hilang. Lebih baik mewaspadai kemungkinan, daripada diam dan terus percaya. Itu menyakitkan...”


“Kata-kata yang bagus, Tuan. Hahahaha!” Jhon sepertinya menyukainya.


“Apa yang Anda katakan memang benar, tapi... Sejujurnya Saya ingin percaya.” Terro menutup matanya dan yakin dengan apa yang dia percayai. “Bahkan di dunia yang kejam seperti ini, setidaknya ada satu atau dua kebaikan. Itulah yang ingin Saya percayai.” Ucap Terro sambil tersenyum.

__ADS_1


“Baiklah, aku mengerti.”


__ADS_2