Perfect Last God

Perfect Last God
Adventure! - Ch : 8


__ADS_3

“Kuhhhhh.... Haahhhhh.... Haaaahhhhhhh...”


Zeyn terkapar tak berdaya di rerumputan yang hijau. Meskipun angin bertiup kencang, tidak membuat keringatnya mengering, malah semakin deras seakan melapisi tubuhnya dengan air keringatnya sendiri.


“Anda sudah terbiasa dengan latihan ini, Tuan. Saya merasa senang melihat perkembangan Anda... Tidak, Saya sangat-sangat senang melihat perkembangan Anda.” Ucap Yhwach.


‘Kehhh! Aku benar-benar seperti akan mati saat ini juga! Pak tua Yhwach benar-benar melebihkan latihannya, tidak seperti kemarin!’


“Maafkan Saya, Tuan. Hari ini Saya tidak akan menyembuhkan Anda dan membantu memulihkan kondisi Anda. Hal ini agar tubuh Anda bisa beradaptasi dan lebih kuat.”


“Baik, baik. Aku mengerti...” Zeyn berusaha berdiri menggunakan sisa tenaganya, lalu mengulurkan tangannya ke arah Yhwach.


“Air...”


Yhwach memberikan sebuah kantung berisi air kepada Zeyn, yang langsung diambil oleh Zeyn dan juga langsung meminumnya dalam sekali tegukan saja.


“Akhirnya.. neraka ini berakhir juga... Ak–”


[ Selamat atas pencapaian Anda! ]


[ Anda mendapatkan 2 Tiket Pemanggilan Super dan 4 Tiket Pemanggilan biasa! ]


Zeyn terdiam mendengarnya, lalu dia melompat dengan semangat. Wajahnya yang tadi lesu dan kelelahan, berubah menjadi kegembiraan yang puas. Dia benar-benar menantikan hal ini, karena dia ingin memanggil bawahannya yang lain!


‘Skill Pemanggilanku seperti Skill System yang sering kubaca dalam beberapa Novel, tapi juga tidak. Aku tidak bisa mengajaknya mengobrol atau berinteraksi, dia hanya akan berfungsi ketika aku meraih pencapaian tertentu. Benar-benar aneh.’


Alasan kenapa Zeyn agak melupakan Skill-nya yang satu ini, karena memang Zeyn tidak memahami Skill-nya sendiri. Dia hanya menebak-nebak dari apa yang dia ketahui dari Novel atau bahkan Game yang dia mainkan di kehidupan sebelumnya.


‘Tapi.. aku senang!! Kalau begitu, bagaimana dengan statusku? Hmmm...’


[ Nama : Zeyn Leonardo ]


[ Umur : 10 Tahun ]


[ Ras : Manusia/Quincy ]


[ Kemampuan : Reishi - Blut - Blut Vene - Blut Arterie - The Truth of Full Resurrection ]


[ Keahlian : Pengguna Pedang - Petarung Tangan Kosong ]


[ Bawahan : Yhwach ]


‘Tunggu dulu... Dimana Skill Pemanggilan? Eh, kalau diingat-ingat, Skill itu memang tidak ada. Tapi aku bisa menggunakannya. Kenapa? Hah? Apa tidak teridentifikasi atau semacamnya?’


Zeyn menjadi bingung, mencoba berpikir lagi. Dia tak ingat kalau Skill Pemanggilan ternyata bukanlah sebuah Skill di dalam Statusnya, itu seperti.. gaib dan tidak terdaftar, tidak teridentifikasi entah kenapa.


Namun, hal yang membuat Zeyn tertarik dengan Status baru nya ini adalah.. kemampuan bernama «The Truth of Full Resurrection», singkat saja «TFR».


‘Hmmm... Apaan ini?’

__ADS_1


[ «The Truth of Full Resurrection» ]


[ Penjelasan : Sebuah kemampuan yang bisa menjadi apapun, menguasai apapun, memahami apapun, melakukan apapun, mengambil apapun, melahap apapun, dan menjadi Yang Terkuat lebih dari apapun itu. ]


“...” Zeyn semakin bingung, heran, dan tidak tahu harus berbuat apa. Sebuah Skill aneh seperti ini muncul dalam Statusnya, yang membuatnya jelas keheranan. Darimana datangnya Skill ini, padahal dia tidak melakukan apapun selain berlatih.


“Aku lelah...”


“Bagaimana kalau Anda tidu–”


“Cih! Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama.”


“Baiklah kalau itu mau Anda.”


 


Keesokan harinya, Zeyn dari pagi-pagi buta sudah bersiap-siap untuk menjalani latihan khususnya. Meski agak ragu, tapi sejujurnya dia juga senang dan merasa keren karena penampilannya saat ini sudah seperti seorang Petualang.


Membawa Pedang, mengenakan Armor besi, dan tentunya membawa banyak persediaan untuk di perjalanan nanti.


“Huft... Tapi tetap saja... Tiga tahun? Itu terlalu lama, tapi... Ya, memang harus dijalani, kan. Tidak ada pilihan lain.”


Zeyn merasa bahwa latihan khusus ini cukup berbahaya, tetapi baginya yang sudah merasakan dilatih keras hingga hampir mati berkali-kali oleh Yhwach, dia merasa tidak terlalu begitu takut.


Juga, Yhwach berada di sampingnya sebagai bawahannya, selalu mematuhinya dan siap melindunginya kapanpun itu. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi baginya.


Lagipula, Zeyn malas mengurus Yhwach, jika ditambah satu lagi, dia akan semakin malas.


“Zeyn! Kamu sudah siap?” Terdengar suara Vierra dari luar kamarnya.


“Ya, tunggu sebentar!” Zeyn melihat-lihat lagi barang bawaannya. Setelah merasa semuanya sudah siap, dia langsung membawa tasnya dan pergi keluar kamar.


“Ayahanda sudah menunggu. Ayo cepat.”


“Baik.”


Zeyn berjalan tepat di belakang Vierra, mereka menuju pintu utama. Di sana terdapat Geiur yang sedang berbicara dengan Ksatria dan juga beberapa orang asing, mereka tampak cukup dekat jika dilihat-lihat.


Sementara itu, Charlotte dengan senyum yang agak dipaksakan, menatapnya dengan tatapan sayu.


“Hati-hati...”


“Ya..” Zeyn mengangguk halus. Lalu dia mengangkut barang bawaannya ke dalam kereta kuda.


“Kita sudah siap berangkat, Tudan Muda!”


Zeyn menatap Ayah dan Ibunya. “Ya, aku... Intinya, aku akan berusaha semampuku.” Ucapnya.


“Baik, Nak. Mungkin kamu akan dihadapkan di situasi yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, atau rasakan saat ini. Tapi percayalah, keturunan Leonardo tidak ada yang pernah gagal dalam melewati tes ini. Justru mereka berkembang menjadi sosok.. yang.. kuat.” Geiur menepuk-nepuk kepala Zeyn sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


“Baik, Ayahanda.”


“Guhhh! Ibunda akan sangat merindukanmu! Hmph! Ayahmu benar-benar pelit, dia bahkan tidak mengijinkan Ibu untuk menemuimu.” Vierra menatap sinis Geiur. “Ibunda akan benar-benar merindukanmu! Jaga dirimu baik-baik.” Ucapnya sambil memeluk Zeyn.


Lalu, giliran Charlotte... Meskipun dia tadi sudah mengatakannya, tetapi masih ada yang ingin dia katakan lagi pada Zeyn. Jadi Zeyn menunggu dengan sabar di depan Charlotte yang bimbang akan perasaannya.


“Ayo. Pasti ada yang ingin kamu katakan kan pada Zeyn.” Vierra memberi dukungan.


“Ugh... Hmm... Zeyn, j–jika.. j–jika kamu melupakan janjimu, a–aku akan benar-benar marah dan akan memukulmu!”


“Eh... Ahahaha. Baiklah. Pukul saja semaumu.” Zeyn tersenyum kecil.


“Juga...” Charlotte menggenggam tangan Zeyn dan menatap matanya. ”Kamu harus semangat. Kita akan bertemu lagi di 3 tahun yang akan datang. Aku... Aku akan belajar banyak hal agar membuatmu puas! Aku berjanji!” Ucapnya.


“Tentu... Aku menantikan hari itu...”


 


“Ekhm! Pertama-tama, kami akan memperkenalkan diri agar Anda bisa lebih dekat dengan kami, Tuan Muda.”


Zeyn sudah di kereta kuda, menuju suatu tempat yang ia tidak ketahui. Dia tidak tahu kemana tujuannya, apa nama tempatnya, apa yang akan dilakukannya, dan apa yang menunggunya di sana.


“Saya adalah Ksatria yang dipilih untuk mendampingi Anda, Tuan Muda. Saya merasa terhormat. Nama Saya adalah Jhon.”


Pria bernama Jhon itu mengenakan baju zirah yang terlihat berat. Dia membawa pedang besi sama seperti Zeyn, tidak ada yang spesial dari penampilannya, kecuali wajahnya yang selalu menunjukkan senyuman.


“Kalau begitu, Saya adalah Piuer. Saya ditugaskan dalam misi ini sama seperti Jhon. Berbeda dengannya, Saya berada di posisi belakang dalam formasi bertempur.”


Piuer mengenakan baju zirah yang sama, tetapi dia membawa Panah dan anak panah. Dia juga mempunyai belati yang diikat di bagian atas tangan kanannya. Dia.. biasa saja.


“Saya adalah Terro. Saya dari Guild Petualang, dan secara khusus ditugaskan dalam misi ini. Saya merasa terhormat bisa berinteraksi langsung dengan Tuan Muda dari Keluarga Leonardo.”


Terro adalah Pria yang sedikit lebih berisi, lebih tinggi juga, dan mengenakan baju zirah yang lebih tebal dari yang lainnya. Dia membawa Pedang dan juga Perisai untuk melindungi orang-orang ataupun dirinya.


“Perkenalkan, nama Saya adalah Leiun. Saya dari Guild Assassin dan ditugaskan untuk mendampingi Anda. Saya ahli dalam mengintai, jadi jangan khawatir jika sewaktu-waktu Anda merasa waspada hidup dunia malam.”


Leiun adalah Pria yang lebih muda dari yang lainnya. Tidak seperti mereka, dia hanya mengenakan pelindung di bagian tangan dan kakinya saja, lalu membawa belati di pinggang serta pedang pendek di punggungnya.


“Saya adalah Wask. Penyihir tingkat 5 yang menguasai setidaknya 3 Sihir kelas Kaisar. Jika ada sesuatu yang ingin Anda tanyakan terkait Sihir ataupun hal-hal diluar itu, tanyakan saja pada Saya.”


Wask adalah Pria berjanggut, mengenakan jubah sihir berwarna hijau tanpa pelindung apapun. Dia membawa tongkat dan juga buku yang dikaitkan di pinggangnya.


“Apa aku juga perlu memperkenalkan diri?” Tanya Zeyn.


“Ya, jika Anda mau, tapi sebenarnya Anda tidak perlu melakukannya, karena kami sudah tahu soal Anda, Tuan Muda.”


“Tidak apa-apa. Namaku adalah Zeyn Leonardo. Aku menyukai seni berpedang, dan juga tertarik dengan Sihir.”


Pelatihan ini.. dimulai!

__ADS_1


__ADS_2