
“Apa kau pemilik hewan sialan itu..?”
Bocah itu terdiam tanpa berkata-kata. Dia ingin lari! Tetapi, tubuhnya tidak bisa bergerak atas kemauannya seolah-olah ditahan oleh ikatan rantai berduri yang melilit tubuhnya. Berat dan menyakitkan.
“Katakan padaku... Apa kau pemiliknya?” Zeyn berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka.
“Ma............ Maa......... Maafkan.... aku.....” Bocah itu benar-benar berjuang keras untuk menjawabnya, karena keringat dingin yang mengalir di dahinya tidak bisa membohongi..
“Jadi kau sudah tahu apa yang dilakukan hewan ini...” Zeyn menyenggol hewan kecil itu yang berada di pelukan bocah tersebut, membuat hewan itu ketakutan juga sama seperti pemiliknya.
“Maaa.... Maaafkan...... aku...”
“Sepertinya aku harus membawamu ke Penjaga setempat, agar kau mendapatkan hukuman sesuai dengan peraturan di sini. Juga, agar kau tidak mengulangi sesuatu yang seperti ini...”
“T–T–Tolong! J–J–Jangan lakukan itu!!”
“Hah? Memangnya kenapa? Kau yang salah, kenapa kau tidak mau diperbuat seperti seseorang yang tidak bersalah? Katakan...” Zeyn berdiri sambil tersenyum main-main.
“I–Itu... Karena aku mempunyai kewajiban!”
“Hah? Semua orang mempunyai kewajiban mereka, tapi dengan cara yang salah dan omong kosong seperti ini, apakah kau masih berpikir bahwa hal ini baik? Tidak, bukan?”
“A–Aku harus menafkahi keluargaku! A–Aku juga harus menyembuhkan Kakakku juga! Aku mohon, jangan laporkan aku...” Bocah itu menunduk sambil memohon dengan wajah meringis.
“Ah, aku merasa deja vu... Tapi, wah! Aku terkesan. Kau lebih muda dariku tapi sudah dibebani dengan tanggung jawab yang besar. Tapi sayangnya... Bahkan kita baru saja bertemu, kita hanya orang asing dalam sudut pandang masing-masing. Apakah aku perlu memberikan belas kasih kepada orang asing?”
Bocah itu tercengang saat mendengarnya, kata-kata yang dikatakan Zeyn terdengar realistis dan masuk akal, tapi di sisi lain.. tidak ada satupun rasa kemanusiaan, seolah-olah dia baru saja berbicara dengan makhluk lain.
“Ugh...” Zeyn memijat pelipisnya sambil menghela nafas, lalu menciptakan sebuah energi biru dari tangannya yang diarahkan ke bocah itu, seketika mengikat bocah tersebut bersama hewannya.
“Intinya aku akan membawamu! Yhwach, bawa bocah ini!”
“Baik, Tuan..”
“T–Tunggu! Aku mohon..!! Ja–Hmphh!!”
Yhwach menutup mulut bocah itu, lalu membuatnya pingsan seketika. Dia mengambil sebuah kantung besar di sekitarnya untuk memasukkan tubuh bocah itu ke dalamnya, kemudian mengangkatnya.
“Sebelum itu, kita harus mencari tahu tempat dimana lokasi kantor para Penjaga atau yah.. Polisi di tempat ini.”
Zeyn dan Yhwach berkeliling tidak jauh, sambil bertanya-tanya dengan warga setempat tentang kantor para Penjaga. Walaupun beberapa orang mencurigai tindakan mereka, atau lebih tepatnya kantung besar yang dibawa Yhwach, mereka tetap memberi tahu lokasi kantor para Penjaga Kota ini.
Setelah itu, akhirnya mereka menemukan kantor Penjaga Kota ini. Bangunan bertingkat dua dengan arsitektur sederhana berbahan kayu dan baja untuk dekorasi. Di luar, terdapat dua orang penjaga sedang mengawasi. Jadi mereka menghampiri kedua penjaga tersebut.
“Permisi, Paman...”
“Ah, hei, Nak. Ada keperluan apa datang ke sini?”
“Ini...” Zeyn menoleh ke belakang, mengisyaratkan agar Yhwach menurunkan kantung besar berisi tubuh bocah tadi.
“Aku baru saja dirampok oleh orang ini. Aku menangkapnya. Jadi aku datang ke sini ingin melaporkannya. Itu saja..”
“Boleh Saya lihat dalamnya?”
“Silakan saja...”
Penjaga itu membuka kantungnya. Seketika ekspresi wajahnya berubah, dari yang ramah menjadi keterkejutan tapi juga seolah-olah dia melihat suatu barang yang sangatlah menjijikkan.
“Ini...” Penjaga itu tanpa sadar mundur beberapa langkah ke belakang, memandang jijik tubuh bocah tersebut.
__ADS_1
“Cuih!” Penjaga satunya tanpa ragu membuang ludah ke arah pipi bocah itu. “Benar-benar hari yang menjijikkan... Tak kusangka di hari yang indah ini, berubah menjadi buruk saat melihat ini..” Ucapnya dengan rasa jijik dan kesal.
“Hah? Ada apa, Paman?”
“Nak, sepertinya kamu tidak tahu ini, ya. Pendatang baru biasanya sudah tahu soal ini, tapi biar kuperjelas. Mereka adalah yang terendah.”
“Terendah? Apa maksudnya?” Zeyn mengerutkan dahinya, menatap bingung dan heran kedua penjaga di depannya.
“Kasta mereka adalah yang terendah. Benar-benar menjijikkan. Dilihat saja akan membuat harimu buruk. Kotoran manusia saja bahkan lebih berharga daripada mereka 'yang terendah'. Ingat baik-baik itu, Nak.”
‘Ini......... Diskriminasi.......?’ Zeyn terkejut mengetahui fakta bahwa.. Kota ini terdapat diskriminasi yang dia benci.
“Tuan yang di sana... Lebih baik Anda segera mandi dengan ritual suci, agar keburukan terhindar dari Anda. Sesuatu yang menjijikkan dari mereka harus diselesaikan dengan ritual suci.” Penjaga itu memberitahu kepada Yhwach, dan memaki-maki juga tentunya dengan rasa jijik.
“Lalu, apakah tempat ini menerima perampok sepertinya untuk ditahan?” Zeyn yang bertanya tapi dia juga sudah tahu akan jawabannya.
“Tidak, Nak. Tempat ini tidak menerima orang-orang seperti dia. Kau buang saja ke laut, mungkin akan menjadi santapan busuk bagi para Kraken dan Satrour di sana. Hahahaha!”
‘Lelucon yang buruk. Apanya yang lucu, tolol.’
“Baiklah. Kalau begitu, kami akan pergi... Yhwach, bawa dia seperti tadi. Kita ke tempat lain.”
“Baik, Tuan...” Yhwach kembali mengangkat kantung berisi tubuh bocah tadi, lalu bersiap berjalan.
“Hoi! Hoi! Hoi! Hoi! Tunggu dulu, Tuan! Jangan membawanya seperti itu! Seret saja dia! Dia tida–”
“Apa keperluanku mengikuti omong kosong kalian?” Tanya Yhwach dengan nada datar.
““Eh...””
“Perkataan Tuanku adalah sebuah kewajiban yang harus kulakukan. Jangan mengatakan omong kosong yang tidak selaras dengan perkataan Tuanku.” Selesai dengan ucapannya, Yhwach langsung mengikuti Zeyn.
“A–Ap.. Apa-apaan itu...”
“.......cah......”
“Bocah!!!”
“Woyy..!!!!!”
“Blurrbbbbb!!! Huahhhhhh...!! Apa yang terjadi?!”
Setelah berkali-kali Zeyn menggunakan air untuk membangunkan bocah itu, akhirnya bocah itu sadar kembali. Bocah itu terengah-engah, nafasnya tidak teratur, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
“Kau benar-benar merepotkan... Jika sudah sadar, berdirilah...”
Zeyn bersandar di dinding sumur, merasa kesal karena harus mengambil air dari dalam sumur untuk menyiram bocah di depannya agar kembali sadar. Tentunya bersama bantuan Yhwach dengan kekuatan magisnya.
“...” Bocah itu tetap terdiam tanpa berkata-kata.
Zeyn mendekatinya, berjongkok dan melihatnya lebih dekat. Sekarang dia benar-benar dibuat kesal oleh bocah ini.
PLAK!
“Berhenti mengigau..”
PLAK!
__ADS_1
“Waifumu tidak nyata..”
PLAK!
“Lihatlah kenyataannya...”
PLAK!
“Kau masihlah seorang pecundang..”
PLAK!
“Adududuhhh... Sakit!”
“Oh, kau sudah sadar? Kalau belum, aku akan menamparmu lagi–”
“Iya, iya, iya, iya! Aku sudah sadar..! Kumohon jangan menampar pipiku lagi!”
“Oke. Sekarang berdirilah..”
Zeyn berdiri, diikuti oleh bocah di depannya.
“Apa kau ingat apa yang terjadi sebelumnya?” Tanya Zeyn.
“Sebelumnya..... kau ingin melaporkanku. Tapi, kenapa aku bisa di sini?” Bocah itu menatap dengan bingung.
“Coba tebak!”
“Ehhh... Itu... Apa mungkin gara-gara kastaku?”
“Hmmm... Kau sepertinya tahu dan terbiasa dengan ini.”
“Yah, itu makanan sehari-hariku...”
“Jadi kau sudah berkali-kali mau dijebloskan ke Penjara? Lalu, kenapa kau masih hidup dan.. terlihat panik saat aku mau melaporkan dirimu. Padahal jelas-jelas kau sudah tahu bahwa kau tidak akan pernah bisa dijebloskan ke Penjara.”
“K–Kau memang jahat sekali, ya. Aku masih hidup, mungkin karena sial saja. Dan, kenapa aku panik... Yah, apa itu perlu ditanyakan? Semua orang pasti akan panik, kan?”
“Benar juga. Masuk akal, masuk akal... Sekarang, beritahu aku namamu, bocah brengsek...”
“Lui... Namaku Lui...”
Zeyn tersenyum, merasa bahwa bocah ini atau Lui sekarang sudah bisa berinteraksi normal dengannya. Ya, mungkin karena tadi dia benar-benar kesal dan mengintimidasi Lui sehingga membuatnya benar-benar ketakutan.
“Katakan padaku, apa yang terjadi pada Kota ini? Diskriminasi adalah hal yang paling buruk dalam tingkatan sosial...”
“Sebelum itu... Errr, bisa aku tahu namamu..?” Tanya Lui dengan sedikit keraguan.
“Aku? Zeyn... Zeyn Leonardo... Tidak senang bertemu denganmu, Lui.”
"Hah? Apaan itu?”
“Ya, biasanya orang-orang akan bilang 'Senang bertemu denganmu', tapi karena pertemuan kita terjadi karena hal tidak menyenangkan yang kau buat. Jadi aku merubah katanya menjadi 'Tidak senang bertemu denganmu'. Kau benar-benar menjengkelkan kau tahu...”
“Errr, oke..? Kurasa aku harus minta maaf lagi.”
“Ya, tentu saja.”
“Aku minta maaf.”
__ADS_1
“Hehe...”
“...”