
Seorang ibu sudah berumur berdiri di jendela memandang lurus kedepan, wajahnya menunjukan kalau saat ini ia memikul beban yang sangat berat, helaian nafas serasa berat di tarik mengingat semua masalah yang ia hadapi saat ini.
FLASHBACK
Saat Ayu membantu bibi membuat sarapan pagi tiba tiba Adela berlari menghampirinya.
"Ma, ayo kita susul kak Leo, saat ini kak Leo pergi ke hotel xxxx dengan penuh kemarahan, kak Adnan tertangkap basah sama kak Diba, aku takut kak Leo lepas kontrol, kita harus mencegahnya," kata Adela dengan penuh khawatiran. Ayu sangat terkejut mendengar perkataan anaknya.
"Iya," jawab Ayu. Lalu mereka berdua pergi menyusul Leo, sesampainya mereka di hotel, mereka melihat Leo memukuli Adnan Ayu dan Adela berlari melerai mereka.
"Sudah hentikan!" kata Ayu. Tapi Leo seakan tuli tidak mau mendengarkan perkataan mamanya.
"Tolong aku Ma, aku tidak bersalah," kata Adnan memohon.
"Hentikan kak, kakak tidak kasihan melihat kak Andan sudah babak-belur, Andan itu adik kakak," kata Adela sambil menarik Leo agar tidak lagi memukul Adnan.
"Adnan harus diberi pelajaran agar ia tau kesalahannya, kau lihat sedikitpun dia tidak merasa bersalah bahkan mengakui perbuatanya saja dia tidak mau sudah jelas tertangkap basah," kata Leo dengan penuh emosi dan kesedihan.
"Aku tidak melakukanya kak, aku tidak tau kenapa aku bisa berada di kamar hotel ini, pasti kak Diba yang menjebakku," jawab Adnan.
"Aku tidak menjebak siapapun aku juga tidak tau kenapa aku bisa ada di hotel ini, hiks..Hiks..hiks," jawab Diba sambil menangis. Emosi Leo kembali meluap saat mendengar tangis pilu adiknya.
Saat Leo ingin kembali melayangkan pukulan kepada Adnan, Ayu bersujud di kaki Leo.
"Mama mohon, jangan kau pukuli lagi adikmu, kita bisa bicarakan masalah ini dengan kepala dingin, walaupun kau memukul adikmu sampai mati, itu tidak akan menyelesaikan masalah," kata Ayu memohon.
"Kenapa kakak masih membela anak kakak yang jelas-jelas bersalah," kata Ika protes.
__ADS_1
"Kakak tidak membela anak kakak, tapi dengan memukul Adnan sampai babak-belur juga tidak akan menyelesaikan masalah, kita cari jalan keluar bagaimana baiknya," jawab Ayu. Ika kembali ingin bicara tapi Rido menahannya agar diam.
"Ya sudah kita bicarakan bagaimana baiknya, ayo kita keluar, kalian pakai baju kalian," kata Rido dingin, mereka pergi satu persatu keluar dari kamar hotel sedangkan Ayu masih berdiri termenung.
"Ya Allah begitu berat kalau beri aku cobaan ini, hati ku sakit saat Leo memukul adiknya, aku tidak menyalahkan Leo memukul adiknya, mungkin rasa kecewa Leo yang membuat dia memukul adiknya, tapi aku tidak tega melihat anakku diperlakukan seperti itu, kenapa bang Rido diam saja saat anaknya dipukul seharusnya ia melerai pertengkaran anaknya, kalau aku tidak datang mereka akan membiarkan anak anakku saling menyakiti, kenapa mereka begitu kejam," kata Ayu didalam hatinya.
"Ma, ayo kita keluar," kata Adela menyadarkan lamunan Ayu. Ayu menganggukkan kepalanya lalu mereka keluar, sedangkan Adnan membersihkan badannya kekamar mandi, Dida melamun memikirkan nasibnya kedepan.
"Ya Allah kenapa semua ini bisa terjadi, aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai di hotel ini bersama Adnan," kata Diba dalam hati, Diba terus melamun sampai ia tidak menyadari kalau Andan sudah keluar dari kamar mandi.
Setelah membersihkan nadanya Adnan keluar dari kamar tanpa bicara kepada Diba, melihat sikap Andan seperti itu Diba sedih, ia mencoba bangun dari tempat tidurnya, tapi rasa perih dibagian inti membuat ia meringis.
"Kok perih ya," kata Diba, ia menyingkap selimut yang menutupi badannya ia melihat bercak darah yang sudah kering lengket di sprei, ia menangis melihat itu. Lalu Diba mencoba berdiri walau ia merasa sakit di seluruh tubuhnya.
**
"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanya Radit mencoba mendengar penjelasan dari Diba juga Andan.
"Aku tidak tau, setelah aku pulang sekolah aku pergi kerja kelompok tempat temanku itu saja yang aku ingat selebihnya aku tidak ingat lagi," jawab Adnan.
"Aku juga tidak tau kenapa aku bisa di kamar hotel, kemarin ada temanku yang ulang tahun aku pergi kesana, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi," jawab Diba.
"Sepertinya ada yang menjebak kalian," kata Rio mencoba menebak.
"Sekarang kita tidak perlu membahas itu, yang perlu kita bicarakan bagaimana bentuk tanggung jawab Adnan kepada Diba, karena sudah jelas mereka melakukan hubungan suami istri, aku tidak mau kalau sampai Diba hamil tanpa suami," kata Ika protes.
"Kita harus nikahkan mereka," kata Rido memberi saran.
__ADS_1
"Aku tidak mau menikah, aku masih sekolah kalau aku menikah bagaimana dengan sekolahku," kata Adnan tidak setuju.
"Kamu jangan lari dari tanggung jawab, kamu sudah melakukannya dengan Diba kamu harus bertanggung jawab kalau tidak aku akan melaporkanmu ke polisi," kata Ika tidak terima.
"Aku lebih baik dipenjara dari pada bertanggung jawab, karena aku yakin aku tidak melakukanya kepada kak Diba," jawab Adnan.
"Kamu jangan keras kepala Nan, ini sudah menjadi keputusanku kamu harus menikah dengan Diba besok," kata Leo tegas.
"Aku tidak melakukanya kak, kenapa kakak tidak percaya kepadaku," kata Adnan.
"Ini bukan masalah percaya apa tidak, bukti sudah jelas kalau kamu melakukanya dengan Diba, aku tidak mau kalau sampai Diba hamil tanpa suami," jawab Leo.
"Kenapa kakak membela Diba, oh aku tau sekarang kalian kan kakak adik, sementara aku bukan adikmu lagi," kata Adnan. Ia merasa kalau kakaknya membela Diba tidak membelanya karena itu ia bicara seperti itu.
Mendengar perkataan Adnan rahang Leo mengeras, lalu ia ingin memukul Adnan tapi dihalangi Radit dan Parel.
"Sudah tahan emosimu, jangan terpancing dengan perkataan Adnan dia masih labil," kata Parel menasehati Leo.
"Kurang apa selama ini kakak memperjuangan kalian? kakak sampai melewatkan masa muda kakak bermain bersama teman-teman kakak seperti orang seusia kakak, agar kalian bisa sekolah dan bisa makan, tiap hari aku bekerja hanya untuk kalian, masih sanggup kau berkata seperti itu kepada kak? Apa kurang masih kurang pengorbanan kak?" kata Leo merasa sedih mendengar perkataan adiknya.
Rido seakan tertampar mendengar perkataan Leo, selama ini ia tidak terlalu banyak memberikan uang untuk biaya Adela dan Andan, karena istrinya selalu ribut kalau ia memberikan uang untuk Adela dan Adnan.
"Sudah tidak usah ribut! Adnan akan menikahi Diba besok!" kata Ayu memutuskan.
"Ma, aku tidak mau menikah," kata Adnan protes. Tapi Ayu tidak menghiraukan perkataan Adnan, Akhirnya mereka akan di dinikahkan besok.
Ayu masih larut dalam lamunannya mengingat kejadian kemarin, ia sudah berulang kali berbicara kepada Adnan agar menikahi Diba, tapi Adnan terus menolak karena ia masih sekolah, itu yang membuat Ayu gusar.
__ADS_1