PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 7


__ADS_3

Sepulang dari rumah Elsa Leo menemui mamanya.


"Ma, aku sudah bicara kepada orang tua Elsa tentang niatku ingin melamar Elsa, orang tua Elsa menerima lamaranku tapi papanya meminta pernikahan kami harus di laksanakan sebelum mereka pergi satu minggu lagi, bagaimana mana pendapat mama?" tanya Leo kepada Ayu.


"Kok kesannya terburu-buru ya," jawab Ayu bertanya tanya.


"Leo juga berpikir seperti itu, tapi papa Elsa mengatakan alasannya, papa juga Nenek Elsa akan pindah minggu ini karena itu papa Elsa menyuruh kami menikah sebelum mereka pindah," ujar Leo menjelaskan.


"Kalau begitu kalian menikah secara sederhana saja dulu, keluarga dan teman terdekat saja yang di undang," kata Ayu.


"Iya, Ma, aku ikut kata mama saja," jawab Leo.


Sedangkan Fikri dan Mawar saat ini mereka sangat bahagia karena rencana mereka berjalan lancar.


"Aku tidak sabar lagi melihat kesedihan Ayu saat pernikahan Leo," ujar Mawar.


"Iya, Ma, jangan lupa besok rencana kita selanjutnya mama atur beritahu Elsa apa saja yang harus ia lakukan!" kata Fikri.


"Kamu tenang saja urusan Elsa biar mama yang atur," jawab Mawar.


"Bagus, ya sudah kita istirahat ini sudah tengah malam," ujar Fikri.


"Iya," jawab Mawar. Lalu mereka pergi ke kamar masing masing-masing.


Pagi harinya Elsa bangun dengan penuh semangat, ia terus tersenyum saat mengerjakan pekerjaan rumah. Mawar mencibir melihat Elsa seperti itu.


"Berbahagialah kamu untuk saat ini sebelum menangis, aku akan pastikan kalian tidak akan menikah," kata Mawar dalam hati sambil memperhatikan Elsa dari kejauhan.


Setelah pekerjaannya selesai Elsa mendatangi Mawar.


"Nek, aku pergi," kata Elsa sambil menyalami Mawar.


"Iya, kamu harus hati-hati di jalan," jawab Mawar sok perhatian.


"Iya, Nek," jawab Elsa. Lalu Elsa pergi ke restoran tempatnya bekerja.


"Pagi sayang," kata Leo pelan agar teman kerja Elsa tidak mendengar.


"Apaan sih," jawab Elsa karena malu pasalnya Leo belum pernah bicara seperti itu kepadanya.


"Kok, tidak dijawab," kata Leo kembali menggoda Elsa.


"Sudah ah, nanti didengar teman Elsa," kata Elsa tersenyum malu.

__ADS_1


"Biarin," ujar Leo. Elsa mencubit perut Leo.


"Aauu sakit sayang," kata Leo manja. Mereka terus bermesraan tanpa tau banyak mata yang melihat mereka.


"Sepertinya pak Leo dan Elsa pacaran," kata Yola teman Elsa.


"Iya, kemarin aku lihat Elsa masuk ke ruangan pak Leo," kata Wida menimpali.


"Aku rasa Elsa yang menggoda pak Leo agar pak Leo mau pacaran dengannya," kata Mia menimpali, mereka terus bergosip sambil memperhatikan Elsa dan Leo.


Sorenya setelah Elsa pulang di antar Leo, Mawar segera menarik tangan Elsa kekamarnya walau heran Elsa tetap menurut.


"Kamu hubungi Leo, bla bla bla," kata Mawar mengajari Elsa.


"Aku tidak mau Nek, kasihan kak Leo, mana ada ia punya uang segitu," jawab Elsa menolak.


"Kamu menurut atau kamu mau di kurung papamu seperti waktu itu," kata Mawar mengancam.


Terpaksa Elsa menurut walau ia tidak setuju dengan rencana Neneknya, lalu ia menghubungi Leo.


"Halo, ada apa sayang, sudah kangen ya, baru saja berpisah sudah kangen," ujar Leo dari sebrang sana, Mawar mencibir mendengar perkataan Leo.


"Hiks..hiks..hiks, kita putus saja kak, karena aku mau menikah dengan pak Arif," kata Elsa. Sontak Leo menginjak pedal hem mobilnya sakit terkejutnya.


"Pak Arif adalah teman papa, papa banyak hutang kepada pak Arif dan tadi pak Arif datang menawarkan dua pilihan papa di penjara atau aku yang menikah dengan beliau kalau tidak bisa mengembalikan uang yang di pinjam papa," kata Elsa.


"Kamu tenang dulu, kita bisa bicarakan dengan kepala dingin," kata Leo.


"Tidak ada jalan keluarnya kak, satu satunya jalan aku harus menikah dengan pak Arif,"ujar Elsa.


"Berapa hutang papamu?" tanya Leo.


"Empat ratus juta," jawab Elsa. Leo terkejut mendengar hutang papanya Elsa sebanyak itu, ia sendiri tidak punya uang segitu.


"Kamu tenang dulu, kakak akan usahakan pinjaman, kamu jangan mengambil keputusan menikah dengan pak Arif," kata Leo.


"Aku tidak mau memberatkan siapapun kak, biarkan aku menikah dengan pak Arif menebus hutang papa," kata Elsa.


"Tidak, aku tidak rela kalau kamu harus menikah dengan orang lain, kakak akan usahakan uang itu, kamu tunggu kabar dari kakak," kata Leo lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban Elsa karena ia tidak mau lagi mendengar Elsa yang terus menolak tawarannya.


Setelah telepon terputus Mawar tertawa puas, Elsa sedih melihat sikap Neneknya seperti itu, ia sangat mencintai Leo ia tidak tega melihat Leo harus mengusahakan uang sebanyak itu untuk mereka.


"Bagus, kamu memang cucu yang baik, ya sudah nenek keluar kamu siapkan makan malam Nenek sudah lapar," kata Mawar lalu keluar dari kamar Elsa.

__ADS_1


Air mata Elsa keluar, ia tidak tahan memendam rasa sedihnya, tadinya ia sudah bahagia karena akan menikah dengan orang yang ia cintai, tapi melihat sikap Neneknya ia yakin Nanak dan papanya saat ini sedang merencanakan sesuatu kepada Leo, karena ia tau mereka sangat membenci keluarga Leo.


Sedangkan Leo saat ini mengusahakan uang, ia terpaksa meminjam uang papanya karena uang dia tidak cukup. Setelah ia mendapat uang dari papanya ia menghubungi Elsa.


Elsa mendengar suara ponselnya berbunyi, ia segera mengangkatnya melihat Elsa menerima telepon dari seseorang Mawar segera mendekat, ia tidak mau kalau Elsa sampai meninggalkan rencana mereka.


"Halo, kak," kata Elsa setelah menerima telepon dari Leo.


"Halo sayang, aku sudah mendapatkan uang untuk membayar hutang papamu," kata Leo dari sebrang sana, mendengar perkataan Leo Mawar sangat senang. Sedangkan Elsa semakin sedih.


"Kamu kirim nomor rekeningmu biar kakak kirim," kata Leo.


"Iya, kak," jawab Elsa dengan suara lesu.


"Kamu jangan sedih lagi, masalahnya kan sudah selesai, kamu jaga kesehatan jangan lupa makan ya sudah kakak tutup dulu," kata Leo.


"Iya, kak," jawab Elsa. Telepon terputus.


"Berhasil, kita dapat uang banyak," kata Mawar dengan hati gembira.


"Fik! sini," kata Mawar memanggil Fikri yang sedang berada di kamarnya.


"Apa Ma," jawab Fikri.


"Uangnya sudah di kirim Leo," kata Mawar heboh.


"Yang benar Ma," kata Fikri memastikan.


"Iya, kamu ambil sana uangnya," kata Mawar kepada Elsa.


"Ini sudah malam Nek," jawab Elsa.


"Ayo papa temani," kata Fikri.


"Aku belum selesai masak," kata Elsa.


"Sudah kamu tanggalkan saja, kita makan diluar," kata Fikri.


Akhirnya Elsa pergi bersama Fikri.


Setelah mendapatkan uang Fikri mengantar Elsa pulang, sedangkan uang pergi bersenang senang bersama temanya.


Elsa termenung di kamarnya ia sangat takut kalau pernikahannya dengan Leo tidak jadi, ia sudah terlanjur mencintai Leo. Tapi ia tidak bisa bebas dari papa juga neneknya berulang kali ia mencoba untuk pergi tapi Fikri selalu menemukanya hal itu membuat Elsa berpikir untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2