
Leo merasa heran dengan sikap Elsa seperti itu.
"Apa Elsa selama ini kesepian ya, atau ada masalah yang ia hadapi saat ini dan ia butuh teman," gumam Leo menduga-duga.
"Kalau kamu ingin curhat kepadaku silahkan," ujar Leo.
"Apa tidak ada yang marah kalau aku curhat kepada bapak?" tanya Elsa.
"Tidak," jawab Leo.
"Sebenarnya aku tidak punya teman untuk bisa ku ajak cerita tentang masalahku, papaku tidak punya pekerjaan dia aku yang jadi tukang bertanggung jawab memberi makan papa dan juga Nenekku, belum lagi papa sering minta uang untuk main judi dan mabuk kalau aku tidak kasih papa pasti memukulku," kata Elsa.
Leo prihatin mendengar cerita Elsa.
"Kenapa kamu tidak pergi saja dari rumah orang tuamu?" tanya Leo.
"Aku tidak tega meninggalkan Nenek, Nenek sudah sakit sakitan, kalau aku pergi siapa yang merawat Nenek kalau aku bawa Nenek takutnya papa menuntut karena sudah membawa Nenek, belum lagi kalau Nenek sakit pasti papa menyalahkan aku membawa nenek jauh dari keluarga," jawab Elsa.
Mawar tersenyum merasa Leo sudah masuk perangkapnya.
"Aku turut prihatin dengan keadaanmu, aku doakan semoga masalahmu bisa terselesaikan," ujar Leo.
"Amin, terimakasih banyak Pak, sudah mau mendengarkan curhatanku," kata Elsa.
"Ya sudah kamu tidur ini sudah larut malam, besok biar tidak kesiangan bangunnya," kata Leo.
"Iya, Pak," jawab Elsa. lalu telepon terputus.
"Bagus, kamu harus buat dia simpati dengan semua ceritamu," kata Mawar merasa senang. Elsa hanya tersenyum menanggapi perkataan Neneknya.
"Ya sudah kamu istirahat," kata Mawar. Lalu ia keluar dari kamar Elsa. Elsa mendesah mengurangi rasa sesak di hatinya, sebenarnya ia tidak tega menjebak Leo dengan cinta palsu seperti yang di rencanakan papa dan juga Neneknya, tapi ia tidak bisa melawan perkataan mereka.
Sedangkan Leo termenung setelah mematikan teleponnya.
"Kesusahan orang beda-beda, aku merasa hidupku yang paling susah karena masalah Diba dan Adnan, tapi mendengar cerita Elsa tadi ia lebih susah karena ia susah bukan hanya materi tapi ia juga sudah melihat tingkah papanya," gumam Leo.
Setelah malam itu Leo dan Elsa semakin akrab Elsa tidak sungkan lagi bercerita banyak hal kepada Leo, Elsa merasa hidupnya berwarna setelah dekat dengan Leo, begitu juga dengan Leo ia merasa nyaman bersama Elsa tidak terasa Leo menaruh hati kepada Elsa.
"Sa, kakak merasa nyaman denganmu, apa kamu mau menjalin hubungan lebih serius dengan kakak?" tanya Leo. Elsa terkejut mendengar pertanyaan Leo, ia bingun mau jawab apa karena ia belum bertamu kepada Neneknya.
"Elsa pikiran dulu kak," jawab Elsa.
"Apa kamu tidak ada rasa kepada kakak?" tanya Leo ingin tau.
"Elsa bingung kak, apa yang Elsa rasakan saat ini apa karena Elsa tidak punya teman merasa nyaman saat kakak mau berteman denganku atau memang aku menyukai kakak, karena itu aku minta waktu untuk memastikan perasaanku," jawab Elsa beralasan, padahal ia tau betul ia sangat menyukai Leo, tapi ia takut kalau Neneknya marah kalau ia mengambil keputusan tanpa memberi tahu Neneknya.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu pikir dulu, tapi jangan lama lama mikirnya," ujar Leo.
"Iya, kak," jawab Elsa.
Sepulang dari kerja Elsa di sambut Mawar di depan pintu, ia sudah menunggu dari tadi kepulangan Elsa.
"Bagaimana hari ini, ada kemajuan?" tanya Mawar ingin tau.
"Kakak Leo menyatakan perasaannya kepadaku dan kakak Leo bla bla bla," jawab Elsa menjelaskan semua yang di katakan Leo.
"Bagus, kamu jawab apa?" tanya Mawar ingin tau.
"Aku minta waktu berpikir Nek, karena aku belum tanya Nenek," jawab Elsa.
"Sudah kamu terima saja tawaran Leo," kata Mawar.
"Kalau kak Leo mengajakku menikah bagaimana Nek? tanya Elsa.
"Ya sudah kamu setuju saja," jawab Mawar.
"Nanak merestui hubungan kami?" tanya Elsa penasaran pasalnya ia tau kalau Nenek tidak menyukai Leo.
"Sudah kamu turuti saja apa kata Nenek, selanjutnya nanti Nenek kasih tau apa yang harus kamu lakukan," ujar Mawar. Elsa menganggukkan kepalanya.
"Permisi, boleh aku masuk kak?" tanya Elsa. Leo tersenyum ia merasa lucu dengan tingkah Elsa.
"Masuk saja Sa," jawab Leo.
"Aku mau bicara masalah semalam," ujar Elsa gugup.
"Apa kamu sudah mengambil keputusan?" tanya Leo. Elsa menganggukkan kepalanya.
"Saya mau menjalin hubungan lebih serius dengan kakak," ujar Elsa.
"Jadi kamu menerima kakak?" tanya Leo memastikan, kembali Elsa menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah besok malam saya mau ketemu papamu," kata Leo.
"Mau apa kakak ketemu dengan papa" tanya Elsa.
"Memintamu langsung kepada papamu," jawab Leo.
"Apa kak Leo akan melamar aku?" tanya Elsa.
"Iya, kakak tidak mau pacaran, lebih baik segera menikah," jawab Leo.
__ADS_1
"Apa kakak sudah memikirkan matang matang, Elsa takut kakak menyesal nantinya karena kakak belum mengenal Elsa lebih dalam lagi, apalagi kakak belum ketemu dengan orang tua Elsa," ujar Elsa merasa ragu.
"Kakak menikah bukan karena memandang dari duniawi kakak menikah karena Allah, insyaallah kalau niat kita baik akan di permudah jalanya," kata Leo meyakinkan Elsa.
Setelah mengantar Elsa pulang, Leo pulang kerumahnya, ia segera mendatangi mamanya.
"Ma, ada yang ingin aku bicarakan," kata Leo.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Ayu penasaran.
"Leo ingin melamar Elsa," ujar Leo.
"Siapa Elsa?" tanya Ayu penasaran.
"Elsa pelayan di restoran tempatku bekerja, aku ingin melamarnya," kata Leo.
"Mama selalu mendukung kamu melamar siapapun asalkan niatmu itu sungguh sungguh dan tidak akan mengecewakan orang lain," ujar Ayu menasehati.
"Terimakasih Ma, sudah merestui aku melamar Elsa," kata Leo sambil memeluk mamanya karena marasa bahagia mendengar jawaban mamanya.
**
Saat ini Leo sudah berhadapan dengan Fikri, sedangkan Elsa berada di sebelah Neneknya.
"Niat saya datang kesini ingin melamar Elsa," kata Leo.
"Saya menerima lamaranmu, saya sudah banyak mengetahui tentangmu dari Elsa," jawab Fikri.
"Jadi lamaran saya di terima?" tanya Leo memastikan pendengarannya.
"Iya, saya menerima lamaranmu demi kebahagian anak saya, Elsa sangat mencintaimu, aku mohon jangan pernah sakiti dia," kata Fikri sok bijak.
"Insyallah saya tidak akan pernah menyakiti Elsa," jawab Leo yakin.
Elsa tersenyum ia sangat bahagia karena Leo akan menjadi menjadi suaminya karena ia sangat mencintai Leo.
"Ya Allah akhirnya doaku terkabul juga, terimakasih ya Allah," gumam Elsa. Tidak jauh dari Elsa Leo juga bahagia karena lamarannya di terima.
"Saya akan segera datang bersama keluarga saya melamar Elsa secara resmi," ujar Leo.
"Begini Nak Leo, kami harus pindah dalam Minggu ini, jadi aku rasa tidak perlu keluargamu datang lagi melamar Elsa karena kamu kan sudah datang sekang melamar Elsa, saran bapak kalian menikah sebelum kami pindah!" kata Fikri memberi saran.
"Mama bisa menyiapkan pesta dalam satu minggu," jawab Leo.
"Kalau masalah resepsinya belakangan saja, yang penting kalian menikah dulu, biar bapak tenang meninggalkan Elsa kalau ia sudah menikah, soalnya kepindahan bapak tidak bisa ditunda," kata Fikri beralasan.
__ADS_1