PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 15


__ADS_3

Malam harinya saat Melly belajar suara ketukan pintu terdengar dari luar.


Tok, Tok, Tok!


"Mel, boleh Oma masuk?" ujar Ria dari luar.


"Boleh Oma, masuk saja pintu tidak dikunci," jawab Melly dari dalam. lalu Ria masuk.


"Kamu sedang apa? Oma tidak menganggu kan?" tanya Ria takut kalau ia menggangu Melly.


"Tidak Oma," jawab Melly sambil tersenyum.


"Syukurlah, ada yang mau Oma bicarakan padamu," kata Ria memulai pembicaraannya.


"Masalah apa Oma? Melly ada salah ya? atau Melly harus pindah dari rumah ini?" kata Melly menduga-duga apa yang akan di sampaikan Oma Ria.


"Kamu itu ya, Oma belum bicara kamu sudah lebih dulu ngarang sesukamu," kata Ria sambil tertawa karena merasa lucu dengan perkataan Melly.


"Habisnya Oma seperti ingin menyampaikan sesuatu yang serius," jawab Melly.


"Iya, Oma memang mau menyampaikan hal yang serius denganmu, tapi bukan seperti yang kamu katakan itu," ujar Ria.


"Apa sih Oma? Melly jadi penasaran," kata Melly mendesak Ria karena ingin tau.


"Apa kamu mau menikah dengan Leo?" tanya Ria sambil memandang wajah Melly menungu jawaban Melly.


Melly bahagia mendengar pertanyaan Oma Ria, tentu saja ia mau menerima Leo sebagai suaminya, ingin rasanya ia menjerit sekuatnya mengatakan kalau ia mau menikah dengan Leo, tapi ia malu.


"Apa kak Leo yang menyuruh Oma bertanya kepadaku?" tanya Melly ingin tau.


"Bukan Leo, tapi ini rencana Oma dan Opa juga Ayu, kami ingin kalian menikah karena kami merasa kalian cocok untuk menjadi pasangan suami isteri," jawab Ria sejujurnya. Melly jadi murung kembali saat ia tau yang berniat menjodohkan mereka adalah kaluarga Leo, tadinya ia pikir Leo yang menyuruh Oma Ria bertanya kepadanya.


"Apa kak Leo menerima perjodohan ini?" tanya Melly ingin tau.


"Leo belum menjawabnya, Oma harap kalian mau menerima perjodohan ini," kata Ria berharap.


Melly terdiam sejenak mendengar perkataan Oma Ria, ia menilai kalau Leo tidak mungkin mau menerima perjodohan mereka, karena ia tidak pantas bersanding dengan Leo.


"Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak mau menerima perjodohan ini?" tanya Ria, ia heran melihat perubahan wajah Melly yang kelihatanya sedih.


"Aku pikirkan dulu Oma," jawab Melly dengan nada lesu.


"Ya sudah kamu pikirkan dulu, tapi jangan lama-lama mikirnya!" kata Ria.

__ADS_1


"Iya Oma," jawab Melly. Lalu Ria bangun dari duduknya dan melangkah pergi dari kamar Melly.


Melly dan Leo sama sama tidak bisa tidur memikirkan perjodohan mereka, karena tidak bisa tidur Melly mendorong kursi rodanya keluar dari kamar, begitu juga dengan Leo ia juga keluar dari kamarnya dan mereka bertemu saat mereka sama sama mau kedepan rumah.


"Kamu mau kemana?" tanya Leo.


"Mau kedepan, aku tidak bisa tidur," jawab Melly.


"Ya sudah ayo aku bawa kedepan," kata Leo sambil mendorong kursi roda Melly.


"Apa yang sedang kamu pikirkan? sehingga kamu tidak bisa tidur?" tanya Leo penasaran.


"Kakak sendiri kenapa belum tidur?" bukanya menjawab Melly bertanya balik.


"Masalah pekerjaan yang membuat kakak pusing," jawab Leo terpaksa bohong.


"Bukan karena perjodohan kita kan?" tanya Melly memastikan.


Leo terkejut mendengar perkataan Melly, ia pikir Melly belum tau tentang perjodohan mereka.


"Siapa yang memberitahumu? tanya Leo.


"Oma Ria," jawab Melly.


"Kalau kakak merasa keberatan dengan perjodohan ini, kakak tolak saja! Aku tidak apa apa, dari pada kakak terpaksa menerima perjodohan ini tapi kakak tidak bahagia punya istri seperti aku yang tidak bisa berjalan, masih banyak perempuan diluar sana yang lebih pantas mendampingi kakak," kata Melly dengan nada sedih.


Leo terdiam ia tidak tau harus berkata apa, sedangkan Melly segera masuk kedalam rumah, sesampainya di kamar Melly menangis.


Adela terbangun karena mendengar suara orang menangis, lalu ia melihat kesamping ia melihat Melly sedang menangis sambil memandang foto Leo, Adela kembali memejamkan matanya karena ia tidak mau Melly mengetahui kalau ia melihatnya seperti itu.


"Pasti kak Melly merasa malu kalau ia tau aku melihatnya menangis," kata Adela dalam hati.


Tapi dalam hati Adela bertanya tanya kenapa Melly menangis sambil memandang foto kakaknya.


Leo juga semakin merasa tertekan melihat sikap Melly yang terlalu sensitif, belum lagi ia menolak perjodohan mereka, Melly sudah tersinggung apalagi kalau ia menolak, pasti Melly pergi dari rumah mereka, pikir Leo.


Pagi harinya semua orang yang ada dimeja makan heran melihat mata Melly bengkak, pak Pajar dan Ria pandang pandangan mereka sibuk dalam pikiran mereka masing masing.


Sedangkan Leo semakin merasa bersalah melihat mata Melly seperti habis menangis. Tidak ada yang berani menegur Melly mereka hanya menduga-duga kenapa mata Melly bengkak.


Adela menarik kakaknya menjauh dari mereka.


"Ada apa sih? Sepertinya serius?" tanya Leo penasaran.

__ADS_1


"Apa yang kakak lakukan kepada kak Melly?" tanya Adela karena ia belum tau duduk permasalahannya.


"Tidak ada?" jawab Leo.


"Tidak mungkin, kakak pasti bohong, aku lihat tadi malam kak Melly nangis sambil memandang foto kakak di ponselnya," ujar Adela. Leo terkejut mendengar perkataan Adela, dalam hatinya bertanya-tanya.


"Apa Melly ada perasaan kepadaku ya?" kata Leo dalam hati, ia semakin gusar.


"Kenapa kakak diam? Apa yang aku katakan benar kan?" tanya Adela menyelidik.


"Bukan, ini masalah orang dewasa, kamu tidak perlu tau permasalahan orang dewasa," jawab Leo. Setelah itu ia pergi meninggalkan Adela.


Seperti biasa Leo mengantar Melly ke kampusnya, sepanjang perjalanan mereka tidak bicara, Melly semakin sedih melihat sikap Leo seperti itu, sedangkan Leo canggung memulai pembicaraan.


**


Saat ini Ayu dan pak Pajar juga Ria sibuk membahas kenapa mata Melly bengkak.


"Apa melly tidak mau di jodohkan dengan Leo?" kata Ayu menduga-duga.


"Bude juga tidak tau, mungkin juga, karena baru kali ini bude lihat matanya sampai bengkak pasti dia habis menangis semalam setelah bude beritahu perjodohan mereka," jawab Ria ikut menduga-duga.


"Apa kita hentikan saja perjodohan ini? Takutnya Melly sungkan menolak perjodohan ini, dan pada akhirnya mereka tersiksa menjalani pernikahan mereka nantinya kalau diteruskan" kata Ayu meminta pendapat kepada papa dan juga budenya.


"Kita tanya saya nanti kepadanya, tidak baik mengambil kesimpulan sendiri," jawab pak Pajar.


"Iya, juga aku setuju usul papa," kata Ria menimpali.


**


"Sudah sampai," kata Leo. Tapi Melly masih asik dengan lamunannya. Leo menarik napas panjang melihat sikap Melly.


"Mel, kita sudah sampai," kata Leo untuk yang kedua kalinya sambil melambaikan tangannya di depan wajah Melly, baru Melly tersadar dari lamunannya.


"Iya, Kak," jawab Melly dengan gugup.


"Masalah perjodohan kita tidak usah terlalu kamu pikirkan! Nanti pulang dari kerja kakak akan memberitahu keputusan kakak," kata Leo.


"Iya, kak, aku akan menerima apapun keputusan kakak," jawab Melly sambil tersenyum.


"Ya sudah, yuk kakak antar," kata Leo. lalu Leo menurunkan Melly dari mobil dan mengantarnya sampai ke kelas.


siswa cewek yang melihat Leo mengantar Melly, merasa iri melihat mereka, pasalnya mereka lebih sempurna di bandingkan Melly tapi mereka tidak pernah di perlakukan seperti Melly oleh pasangan mereka dan mereka tau kalau Leo bukan keluarga Melly, mereka menduga kalau Leo adalah kekasih Melly.

__ADS_1


__ADS_2