
Hari ini Elsa bangun pagi sekali, ia segera membereskan rumah dan membuat sarapan, setelah selesai ia pergi ke rumah bu Miftah.
"Assalamualaikum," kata Elsa setelah didepan pintu rumah bu Miftah.
"Wa, allaikumsalam," jawab Bu Miftah dari dalam.
"Masuk Elsa!" kata bu Miftah.
"Iya, Bu," jawab Elsa. Lalu Elsa masuk, sesampai di dalam bu Miftah memperkenalkan anak dan juga suaminya kepala Elsa.
"Ini loh Pa, yang mama ceritakan kemarin," kata bu Miftah kepada suaminya.
Lalu Elsa menyalami suami bu Miftah, tapi suami bu Miftah menggenggam erat tangan Elsa. Elsa segera menarik tangannya. Sedangkan suami bu Miftah yang bernama Fahrul tersenyum manis kepada Elsa, Elsa segera membuang mukanya ke lain arah menghindari tatapan mata Fahrul.
"Elsa," kata Elsa saat berjabat tangan dengan anaknya bu Miftah.
"Deddy," ujar Deddy.
"Ya sudah ayo ibu antar ke dapur!" kata bu Miftah lalu membawa Elsa ke dapurnya ia memberitahu apa saja yang harus dikerjakan Elsa.
Elsa sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah jadi ia tidak canggung lagi mengerjakannya pekerjaannya di rumah bu Miftah, bu Miftah salut melihat Elsa yang cekatan membereskan rumah.
"Kamu sangat pintar memasak, masakanmu juga enak, ibu suka masakanmu," kata bu Miftah memuji Elsa setelah Elsa selesai memasak.
"Syukurlah kalau ibu suka masakanku, tadinya aku sempat ragu takutnya ibu tidak suka masakanku," jawab Elsa.
"Besok kamu lagi yang masak ya! Soalnya ibu tidak terlalu pandai masak, suami ibu dan Deddy pasti suka masakanmu," kata bu Miftah.
"Iya, Bu," jawab Elsa.
**
Sedangkan di rumah sakit tempat Melly dirawat saat ini ramai, pasalnya keluarga Leo datang menjenguk Melly.
Saat ini mereka berdiskusi bagaimana dimana Melly tinggal kedepannya.
Ayu menyarankan kalau Melly tinggal di rumahnya, bukan tanpa alasan Ayu menyuruh Melly tinggal di rumahnya, karena Ayu tidak tega melihat Melly kalau tinggal di kontrakkan sendirian itu akan membuat melly susah melakukan aktivitasnya sendirian, kalau Melly pulang kampung ia tidak bisa kuliah, karena itu Ayu menyarankan tinggal bersama mereka agar ia bisa membantu merawat Melly.
__ADS_1
Setelah mereka berdiskusi, mereka memutuskan kalau Melly tetap tinggal di kota tepatnya di rumah Ayu sampai Melly sembuh, sedangkan ayahnya kembali pulang ke kampung.
**
Sorenya Elsa pulang membawa sayur yang ia masak di rumah bu Miftah, bu Miftah yang memaksa ia membawa sayur itu agar ia tidak lagi memasak sampai rumah.
"Bawa apa kamu?" tanya Mawar karena penasaran dengan apa yang dibawa Elsa di tangannya.
"Sayur Nek, bu Miftah memaksa aku bawa sayur ini," jawab Elsa.
"Mana sini coba Nenek lihat!" kata Mawar tidak sabaran. Lalu Elsa memberikan kantong plastik yang ia bawa kepada Mawar. Mawar segera membukanya.
"Wah, kalau seperti ini tiap hari bisa gemuk kamu," kata Mawar merasa senang.
"Aku mandi dulu Nek," ujar Elsa malas menanggapi perkataan Neneknya, padahal ia tau Neneknya yang rakus kalau ada makanan.
"Kamu ambil dulu nasi dan air minum! Setelah itu baru kamu mandi," kata Mawar. Elsa menurut ia mengambil air minum dan nasi lalu menyerahkannya kepada Mawar, setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya.
**
Hari ini Melly sudah bisa dibawa pulang, Leo membawa Melly kerumahnya sedangkan pak Faisal kembali pulang ke kampung setelah Melly di antar kerumah Leo.
"Kakak tidur di kamarku saja! biar aku bisa bantu kakak kalau ada perlu, kakak tidak usah sungkan menyuruhku kalau ada perlu," kata Adela.
"Iya," jawab Melly.
"Ade, bawa Melly ke kamarmu! Biar dia istirahat," kata Ayu.
"Iya, Ma, yuk ke kamarku Kak!" kata Adela. Melly menganggukkan kepalanya. Lalu Adela mendorong kursi roda Melly menuju kamarnya.
"Ini kamarku Kak, bagaimana apa kakak suka?" tanya Adela.
"Iya, kakak suka," jawab Melly.
"Sini aku bantu kakak naik ke tempat tidur!" kata Adela. Lalu Melly naik ketempat tidur di bantu Adela.
"Ya sudah kakak istirahat! Aku keluar dulu, kalau ada apa-apa panggil saja! aku akan datang," kata Adela.
__ADS_1
"Iya," jawab Melly, lalu Adela keluar dari kamarnya, sedangkan Melly termenung memikirkan nasibnya kedepan.
"Ya Allah mau sampaikan aku terus menumpang di rumah ini," gumam Melly, ia sebenarnya tidak setuju kalau ia tinggal di rumah Ayu, karena ia tidak kenal mereka, tapi melihat kesedihan ayahnya saat ia menolak tinggal di rumah Ayu membuat Melly terpaksa setuju tinggal di rumah Ayu.
Pak Faisal takut kuliah anaknya berantakan kalau Melly ikut pulang kampung, di tambah lagi keuangan mereka tidak akan cukup untuk membiayai perobatan Melly, karena itu pak Faisal menyetujui permintaan Ayu agar anaknya bisa kuliah dan berobat.
**
Melly mulai terbiasa dengan lingkungan barunya ia juga sekarang sudah masuk kuliah, walau ia memakai kursi roda ia tetap kuliah, Leo juga selalu siaga mengantar jemput Melly pergi dan pulang kuliah.
Perhatian yang Leo berikan membuat Melly merasa nyaman dan timbullah rasa cinta di hati Melly kepada Leo, tapi Melly hanya memendam dalam hati, karena tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada Leo.
Sedangkan Leo menganggap Melly sama seperti adiknya yang lain, perhatian yang Leo berikan hanya kerena ia merasa bersalah telah membuat kaki Melly tidak bisa berjalan.
"Mell, kamu sudah selesai berkemas?" tanya Leo.
"Sudah Kak," jawab Melly.
"Ya sudah, ayo kita sarapan!" kata Leo sambil mendorong kursi roda Melly. Sesampainya di meja makan Leo juga bertanya mau sarapan apa, perhatian seperti itu yang sering Leo berikan membuat Melly mencintai Leo.
Setelah selesai sarapan Leo mengantar Melly kuliah. Leo fokus mengendarai mobilnya sedangkan Melly curi curi pandang kepada Leo tanpa Leo sadari.
"Ya Allah pantaskah aku bersanding dengan kak Leo? maafkan diri ini yang tidak tau diri mencintai kak Leo," gumam Melly.
"Mel, sudah sampai," kata Leo sambil melambaikan tangannya di depan wajah Melly karena dari tadi Melly melamun terus sampai Melly tidak sadar mereka sudah sampai di depan kampusnya.
Melly jadi gugup karena ketahuan melamun.
"Iya, Kak," jawab Melly.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? apa ada masalah di kampus?" tanya Leo karena penasaran melihat Melly dari tadi melamun terus.
"Tidak Kak," jawab Melly.
"Kamu tidak usah sungkan, kakak siap mendengar ceritamu," kata Leo agar Melly terbuka kepadanya.
"Aku cinta kakak," kata Melly keceplosan. Melly segera menutup mulutnya.
__ADS_1
"Kamu itu pagi pagi sudah bercanda, ya sudah ayo kita turun!" kata Leo. Melly bisa bernafas lega karena Leo menganggap perkataannya hanya bercanda.
Leo menurunkan Melly dari mobil dan mendorong kursi roda Melly sampai ke kelasnya setelah itu Leo pergi ke restoran tempat kerjanya.