
Sepanjang perjalanan menuju restoran tempat kerjanya Leo memikirkan perkataan Melly.
"Apa Melly serius dengan perkataanya? Semoga saja tidak, aku tidak mau kalau sampai dia menyukaiku, itu akan membuat masalah baru," gumam Leo.
Saat Leo sampai di restoran seperti biasa, Mia, Yola, dan Wida, mencari perhatian kepada Leo, tapi Leo tidak pernah memperdulikan mereka. Baru saja Leo masuk keruangannya suara ketokan pintu terdengar.
Tok, Tok, Tok!
"Boleh saya masuk Pak?" tanya Mia dari luar.
"Silahkan," jawab Leo. Leo memperhatikan Mia yang datang membawa sesuatu ditangannya.
"Saya bawa ini untuk bapak," kata Mia sambil menyerahkan yang ia bawa.
"Taruh saja di meja! saya masih banyak pekerjaan, lain kali kamu tidak perlu bawa apapun untuk saya," kata Leo, karena Mia selalu membawa bekal untuknya, tapi kali ini Leo menolak agar Mia tidak lagi membawa bekal untuknya.
"Kenapa? Apa bapak tidak suka masakan saya?" tanya Mia ingin tau.
"Saya tidak mau merepotkan kamu, Mama saya juga membawakan bekal untuk saya, karena itu kamu tidak usah bawa bekal untuk saya lagi," jawab Leo beralasan padahal Mamanya tidak pernah membawakan bekal untuknya.
"Iya, Pak, saya permisi," kata Mia dengan nada. kecewa.
"Silahkan," jawab Leo. Lalu Mia keluar dari ruangan Leo, Leo memijit pangkal hidungnya merasa pusing melihat Mia, ia tidak tega melihat kesedihan Mia, tapi ia juga tidak mungkin terus menerima apa yang di berikan Mia hanya kerena sungkan menolak.
**
Saat ini Ayu dan pak Pajar juga Ria sedang membahas Leo dan Melly. Mereka berniat menjodohkan Leo dan Melly.
"Aku takut Leo tidak mau dijodohkan dengan Melly," kata Ayu merasa ragu untuk menjodohkan Leo dan Melly.
"Tidak ada salahnya dicoba, Papa lihat Melly sepertinya juga suka kepada Leo," kata pak Pajar, meyakinkan Ayu.
"Iya, bude juga setuju kalau mereka menikah, Melly orangnya baik, cocok dengan Leo, daripada keburu Elsa kembali datang dan menipu Leo lagi, lebih baik segera kita nikahkan mereka," kata Ria menimpali.
"Iya, itu juga yang papa takutkan, papa tidak tau lagi kalau sampai Leo kembali kepada Elsa," kata pak Pajar, ia sengaja menjodohkan Leo dengan Melly agar Leo tidak lagi memikirkan Elsa, karena menurutnya Elsa perempuan baik baik.
"Ya, nanti aku coba bicara kepada Leo," jawab Ayu pada akhirnya.
"Kamu harus bisa meyakinkan Leo! bude kasihan kepada Melly, laki laki mana yang mau kepadanya dengan kondisinya seperti itu, Leo beruntung karena orang tua Melly tidak menuntutnya macam-macam seharusnya Leo mempertimbangkan itu," kata Ria.
__ADS_1
"Iya sih, bude, Ayu juga kepirikan dengan nasib Melly," jawab Ayu.
Mereka terus bercerita tentang niat mereka menjodohkan Leo dan Melly.
**
Malam harinya Ayu masuk ke kamar Leo.
"Sedang apa kamu?" tanya Ayu. Leo terkejut melihat Mamanya masuk ke kamarnya, Leo segera mematikan ponselnya, tadinya ia memandang foto Elsa yang ada di ponselnya.
"Tidak ada, Ma, cuma main geme," jawab Leo, ia terpaksa bohong.
"Ada yang ingin mama bicarakan kepadamu," kata Ayu memulai pembicaraan.
"Mama mau bicara apa?" tanya Leo penasaran.
"Mama berniat menjodohkan denganmu dengan Melly, mama lihat kalian cocok bagaimana apa kamu setuju mama jodohkan dengan Melly?" tanya Ayu.
"Kenapa mama punya pemikiran menjodohkan kami?" tanya Leo karena penasaran.
"Mama sudah lama memikirkan menjodohkan kalian, semenjak Melly tinggal di rumah kita mama semakin merasa bersalah kepadanya, tiap hari mama melihat ia susah beraktivitas karena kakinya tidak bisa berjalan, laki laki mana yang mau menerimanya dengan kondisinya seperti itu, kalau pun ada itu akan jadi bumerang di rumah tangganya, karena itu mama berharap kamu mau menikah dengannya," kata Ayu menjelaskan.
"Kamu buka pintu hatimu untuk Melly! Mama yakin kamu bisa mencintai Melly kalau kamu mencoba membuka hatimu, lupakan Elsa! dia bukan perempuan baik baik yang pantas untuk kamu cintai," kata Ayu menasehati anaknya.
Leo terdiam, ia sangat berat menerima perjodohannya dengan Melly karena ia tidak mencintai Melly. Melihat anaknya diam Ayu mendesah.
"Ya sudah, kamu pikirkan dulu perjodohan kalian, mama keluar dulu, kalau kamu sudah mengambil keputusan beritahu mama!" kata Ayu.
"Iya Ma," jawab Leo. setelah itu Ayu keluar dari kamar anaknya.
Leo gelisah memikirkan perjodohannya dengan Melly, disitu sisi ia tidak mencintai Melly, disisi lain ia juga membenarkan perkataan mamanya siapa pria yang akan mau menikahi Melly dengan keadaannya seperti itu, dan ialah penyebabnya.
**
Pagi harinya seperti biasa di rumah Ayu sarapan bersama dimeja makan. Setelah semua selesai sarapan anak anak Ayu pergi sekolah sedangkan Leo mengantar Melly kuliah. Setelah semua pergi Ria bertanya kepada Ayu.
"Kamu sudah memberitahu Leo rencana kita semalam?" Ayu mendesah mendengar pertanyaan budenya ia kepikiran kepada Leo yang sepertinya keberatan dijodohkan.
"Sudah Bude," jawab Ayu.
__ADS_1
"Terus Leo bilang apa?" tanya Ria ingin tau.
"Sepertinya Leo tidak setuju dengan rencana kita," jawab Ayu dengan lesu.
"Pasti Leo masih mengharapkan Elsa kembali padanya," kata Ria menduga-duga.
"Aku juga kurang tau Bude," jawab Ayu kembali.
"Karena itu kamu harus mendesak Leo agar mau menikah dengan Melly! dari pada Elsa keburu datang mendekati Leo dan mengajak Leo balikan, itu akan menambah masalah kalau sempat Elsa kembali," kata Ria menyampaikan ketakutannya yang belum tentu terjadi.
"Aku juga kepirikan seperti itu, sepertinya Leo belum bisa melupakan Elsa, aku takut kalau Leo terluka lagi seperti kemarin kalau sampai Elsa kembali," jawab Ayu.
"Ya sudah, bude yang mengatakan rencana kita kepada Melly, dan bude akan berusaha meyakinkan Melly agar mau menerima perjodohannya dengan Leo, tugas kamu meyakinkan Leo agar mau menerima perjodohan mereka!" kata Ria membagi tugas.
"Iya Bude, Ayu akan coba meyakinkan Leo," jawab Ayu.
**
Sementara Leo jadi canggung kepada Melly semenjak mereka di jodohkan, sedangkan Melly belum tau kalau mereka dijodohkan. Melly bertanya tanya kenapa Leo seperti menjaga jarak kepadanya.
"Kak," kata Melly. Saat ini Melly masih dalam perjalanan menuju kampusnya diantar Leo.
"Iya," jawab Leo sambil memperhatikan jalanya.
"Melly ada salah ya sama kakak?" tanya Melly karena dari ia bangun pagi sampai sekarang Leo tidak mengajaknya bicara.
"Tidak, kenapa kemu berpikir kalau kakak marah kepadamu?" tanya Leo, ia tidak sadar kalau sikapnya berubah kepada Melly.
"Kenapa kakak tidak menyapaku dari tadi?" tanya Melly.
Leo terdiam untuk sesaat, ia bingung mau jawab apa.
"Maaf ya, kalau kamu merasa kakak cuekin, kakak lagi banyak pekerjaan karena itu kakak tidak menyapamu tadi," kata Leo beralasan.
"Iya, tidak apa-apa kak, Melly ngerti, tapi kalau kakak merasa Melly jadi beban untuk kakak, Melly akan pindah dari rumah kakak," kata Melly merasa sedih dicuekin Leo.
Leo segera menginjak pedal rem mendengar perkataan Melly.
"Bukan seperti itu Mel, kakak tidak pernah menganggap kamu beban, kamu jangan sedih lagi ya, maaf kan kakak lain kali kakak tidak akan cuekin kamu," kata Leo sambil menghapus air mata Melly.
__ADS_1
Melly menganggukkan kepalanya, Leo kembali melakukan mobilnya setelah Melly tenang.