PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 4


__ADS_3

Diba membuka matanya ia memperhatikan tempatnya saat ini.


"Apa aku sudah di surga," kata Diba bicara sendiri, matanya menyapu seluruh ruangan tempatnya saat ini. Ia melihat banyak keluarga berkumpul tidak jauh darinya, ia juga melihat mamanya menangis.


Leo melihat Diba sudah membuka matanya segera mendekat.


"Kamu sudah sadar, apa yang kamu rasakan?" tanya Leo, semua orang yang berada di ruangan itu seketika melihat kearah Diba.


"Aku di mana?" tanya Diba.


"Kamu di rumah sakit," jawab Leo. Ika segera mendekat.


"Kamu jangan nekat lagi melakukan percobaan bunuh diri, mama sangat khawatir dengan keadaanmu, apa kamu tidak kasihan milahat mama yang mengkhawatirkan kamu," ujar Ika menasehati anaknya.


"Maafkan Diba Ma, hiks..hiks..hiks," kata Diba sambil menangis.


"Sudah tidak usah nangis, kami semua menyayangimu," ujar Leo. Lalu Radit mendekat.


"Maafkan papa ya Nak, karena ulah papa dimasa muda kamu menanggung akibatnya, kamu jangan melakukannya lagi ya, percobaan bunuh diri sangat di benci Allah, papa selalu ada untukmu," kata Radit.


"Iya, Pa, maafkan Diba sudah membuat semua orang khawatir," kata Diba.


"Iya, Nak, tapi jangan ulangi lagi ya," jawab Radit.


Leo pulang dengan wajah lesu, saat ia sampai di rumah ia terkejut melihat mamanya ketiduran di sopa, lalu Leo mendekat, saat ia ingin membangunkan mamanya Ayu terbangun.


"Bagaimana keadaan Diba?" tanya Ayu dengan penuh khawatiran.


"Diba sudah sadar, kondisinya juga sudah mulai pulih, mama tidak usah terlalu memikirkan masalah ini Mama harus jaga kesehatan," kata Leo, agar mamanya tidak terlalu kepirikan.


"Syukurlah kalau Diba sudah mulai membaik, mama merasa bersalah," ujar Ayu.


"Sudah Leo katakan mama tidak usah terlalu memikirkan masalah ini," kata Leo kembali.


"Ya sudah kita tidur," kata Ayu.


"Iya, Ma," jawab Leo, lalu mereka pergi ke kamar masing-masing.


**

__ADS_1


Sedangkan di sebuah rumah sederhana saat ini sedang membahas rencana mereka yang ingin menghancurkan keluarga Ayu.


"Semua rencana kita berjalan seperti yang kita harapkan, mereka saat ini sedang kacau," ujar Fikri kepada mamanya.


"Bagus, kita tinggal melancarkan rencana kita selanjutnya," jawab Mawar.


"Mama tenang saja, aku akan buat keluarga mereka bercerai berai, dan membuat mereka menderita sama seperti yang kita rasakan selama beberapa tahun," ujar Fikri dengan penuh dendam di hatinya.


"Mama belum tenang, kalau keluarga mereka belum merasakan apa yang mama rasakan selama ini, kamu sudah memberitahu Elsa agar ia mendekati Leo?" tanya Mawar.


"Sudah Ma, mulai besok ia akan melancarkan rencana kita," jawab Fikri.


"Ya sudah kalau begitu mama istirahat dulu," kata Mawar.


"Iya, Ma, mama harus jaga kesehatan," jawab Fikri.


Elsa adalah anak tiri Fikri, Fikri menikah dengan janda punya anak satu, ia sengaja mau menikah dengan pengacara janda tua agar ia bebas dari penjara. Setelah ia menikah sekitar lima tahun istrinya meninggal, Fikri yang menguasai harta mendiang istrinya, sedangkan Elsa seperti boneka mereka, apa saja yang mereka sukur Elsa menurut karena takut kepada Fikri.


Mereka juga yang menjebak Diba dan Adnan agar keluarga mereka pecah berantakan, dan yang menodai Diba adalah Fikri, setelah ia puas menggauli Diba ia membuka baju Adnan seolah-olah Adnan yang menggauli Diba.


Semua harta orang tua Elsa habis di buat Fikri main judi juga main perempuan, sekarang mereka hidup susah, tinggal di rumah kontrakan Reok.


"Hari ini kamu harus bisa mendekati Leo bagaimanapun caranya!'' ujar Fikri.


"Iya, Pak," jawab Elsa. Setelah selesai sarapan Elsa pergi bekerja, sepanjang perjalanan Elsa terus berpikir bagaimana mendekati Leo sementara ia tidak pernah tegur sapa dengan Leo. Tapi ia juga takut jika tidak menuruti keinginan papanya ia akan kena amukan papanya.


Lelah berpikir akhirnya Elsa memutuskan mendekati Leo saat bekerja. Leo adalah atasan Elsa, Elsa sebagai pelayan di sebuah restoran sedangkan Leo adalah manajer di restoran itu. Sipat Leo yang dingin dan Elsa yang pemalu membuat mereka tidak pernah bertegur sapa beda dengan temanya yang lain, mau lebih dulu menyapa Leo.


Saat Elsa sibuk melayani pengunjung ia melihat Leo masuk ke restoran, ia memikirkan cara agar ia bisa bicara kepada Leo.


"Aku tidak boleh gagal, kalau aku gagal papa pasti marah," gumam Elsa. Lalu ia mendekat kepada Leo, tapi saat ia dekat nyalinya menciut, ia kembali memutar badannya dan pergi meninggalkan Leo.


Leo yang sempat melihat karyawannya mendekatinya merasa bingung.


"Ada apa anak itu, apa dia perlu sesuatu?" gumam Leo.


"Sial! kamu harus berani kalau tidak papamu akan marah," kata Elsa dalam hati seolah bicara kepadanya sendiri. Kembali Elsa memberanikan diri mendatangi Leo keruangannya saat di depan ruangan Leo, Elsa menghentikan langkahnya.


Tiba Tiba pintu terbuka Leo yang tidak melihat kedepan nyaris menabrak Elsa. Elsa terhuyung kebelakang, Leo segera menahan tubuh Elsa agar tidak terjatuh.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak memperhatikan, kamu mau apa di depan ruanganku?" tanya Leo.


"Tidak ada Pak, aku kebetulan lewat," jawab Elsa lalu ia pergi, tapi Leo segera menahannya.


"Aku tau kamu pasti ada perlu denganku, tidak mungkin kamu kebetulan lewat depan ruanganku, tugasmu di depan bukan disini," kata Leo. Tapi Elsa dian saja tidak berani menjawab karena apa yang dikatakan Leo benar.


"Apa kamu membutuh kan uang?" tanya Leo menebak. Elsa segera menganggukkan kepalanya karena dari tadi ia memikirkan jawaban pertanyaan Leo.


"Berapa yang kamu butuhkan?" tanya Leo.


"Tiga ratus ribu pak, nanti di potong setelah aku gajian," jawab Elsa terpaksa bohong.


Lalu Leo membuka dompetnya dan memberikan uang yang di butuhkan Elsa. Elsa menerima uang dari Leo.


"Terimakasih Pak," ujar Elsa.


"Iya," jawab Leo, lalu Elsa pergi dari hadapan Leo, Leo memandang Elsa sampai menghilang dari pandangannya.


"Dari wajahnya ia seperti orang lagi kesusahan," gumam Leo.


Sedangkan Elsa merasa gagal mendekati Leo.


"Bagaimana kalau papa tanya, apa aku harus bohong ke papa ya?" tanya Elsa peda dirinya sendiri.


Saat Elsa pulang ia segera di tanyai Mawar.


"Bagaimana apa kamu sudah bisa mendekati Leo?" tanya Mawar ingin tau.


"Aku hanya bicara sebentar dengan pak Leo," jawab Elsa.


"Apa kamu tidak meminta nomor ponselnya?" tanya Mawar.


"Tidak Nek," jawab Elsa.


"Bodoh, seharusnya kamu minta nomor ponsel Leo agar kamu bisa menghubunginya, ya sudah besok kamu minta nomor ponselnya," kata Mawar.


"Iya, Nek," jawab Elsa lalu Elsa pergi dari hadapan Mawar, setelah melewati Mawar Elsa bisa bernafas lega.


"Syukurlah Nenek tidak marah kepadaku, tidak seperti biasanya kalau aku tidak berhasil Nenek marah, semoga saja Nenek memang sudah berubah," kata Elsa dalam hati, lalu Elsa membereskan rumah setelah selesai ia memasak untuk makan malam, begitulah kegiatan Elsa setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2