
Mawar mengadu kepada Fikri tentang Elsa yang mengabaikannya.
"Fik, kamu kasih pelajaran si Elsa! dia sudah berani melawan Mama," kata Mawar mengadu.
"Kenapa dengan anak itu? Apa yang ia katakan kepada Mama?" tanya Fikri ingin tau karena tidak biasanya Elsa mau melawan mereka.
"Tadi saat Mama bicara dia meninggalkan Mama, tidak biasanya dia seperti itu, karena itu kamu kasih dia pelajaran! biar gak semakin berani," kata Mawar panjang lebar.
"Mungkin Elsa lagi capek Ma," jawab Fikri dengan santai karena menurutnya itu bukan masalah besar.
"Kamu itu, dikasih tau tidak mau dengerin," kata Mawar. Setelah mengatakan itu Mawar meninggalkan Fikri, Fikri geleng geleng kepala melihat tingkah mamanya.
**
Keluarga Milly baru saja sampai, Leo menahan nafas saat melihat orang tua Melly, Leo segera menyalami bapak yang datang, Leo belum tau bapak itu siapanya Melly.
"Kamu orang yang mengabari kemarin?" tanya Faisal sambil memperhatikan Leo.
"Iya, Pak," jawab Leo. Lalu pak Faisal menghampiri anaknya yang belum sadar.
Pak Faisal mengelus kepala anaknya yang tertutup hijab lalu ia mencium kening anaknya.
Leo semakin merasa bersalah melihat kesedihan pak Faisal.
"Kamu kalau mau pulang silahkan! Biar bapak yang menjaga anak bapak," kata pak Faisal.
"Saya hari ini tidak masuk kerja, saya di sini saka menemani bapak," jawab Leo, Leo merasa heran dengan sikap ayahnya Melly.
"Kenapa bapak itu tidak bertanya bagaimana kejadiannya atau marah dan minta pertanggungjawaban dariku," kata Leo dalam hati, karena sikap pak Faisal diluar pemikirannya.
"Kalau begitu, bapak minta tolong jaga sebentar Melly! Bapak mau keruangan Dokter," kata pak Faisal.
"Iya, Pak," jawab Leo. Lalu pak Faisal pergi mendatangi Dokter yang menangani anaknya.
Sedangkan Leo duduk dikursi tidak jauh dari Melly.
"Tiiidaakk!
Terdengar suara jeritan Melly, Leo terkejut mendengar Melly menjerit, lalu Leo mendekat.
"Kamu kenapa?" tanya Leo. Melly diam dan memperhatikan Leo juga tempatnya saat ini.
"Dimana aku? Apa aku sudah disurga?" tanya Melly menduga-duga karena seingatnya ia ketabrak mobil.
__ADS_1
"Kamu di rumah sakit," jawab Leo.
"Siapa kamu?" tanya Melly.
"Saya Leo," jawab Leo.
Melly bisa bernafas lega setelah tau kalau dia belum meninggal, ia tidak bisa bayangkan bagaimana kalau ia meninggal pasti ayahnya sangat sedih ditinggal sendiri. Melly dan ayahnya hanya hidup berdua ibunya sudah meninggal saat ia baru lahir.
"Kamu haus?" tanya Leo. Melly menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, aku duduk di kursi itu, kalau kamu mau sesuatu panggil aku!" ujar Leo. Kembali Melly menggelengkan kepalanya. Ia merasa sungkan kepada Leo. Lalu Leo duduk kembali di tempatnya tadi.
Pak Faisal masuk keruangan anaknya dengan wajah sendu. Pak Faisal sangat sedih setelah tau anaknya tidak bisa berjalan. Setelah ia masuk ia melihat anaknya sudah sadar, pak Faisal menghampiri anaknya.
"Syukurlah akhirnya kamu sadar Nak," kata pak Faisal dengan nada gembira.
"Ayah disini?" tanya Melly. Ia heran melihat ayahnya berada satu tempat dengannya satunya ayahnya di kampung.
"Iya, Nak, Nak Leo menghubungi ayah dan mengabari kalau kamu barada dirumah sakit, karena merasa khawatir dengan keadaanmu ayah ke sini," jawab pak Faisal.
"Aku mau kekamar mandi sebentar," kata Melly. Lalu ia mencoba menggerakkan kakinya tapi tidak bisa, ia coba berulang kali tetap tidak bisa.
"Kenapa kakiku tidak bisa aku gerakkan Ayah?" tanya Melly.
"Kamu yang sadar ya Nak, untuk sementara kakimu tidak bisa berjalan," kata pak Faisal.
"Kamu harus ikhlas Nak! apa yang terjadi denganmu saat ini adalah kehendak Allah, tidak baik kalau kita mengeluh," kata pak Faisal menasehati anaknya.
"Tapi bagaimana dengan kuliahku Ayah? Kalau aku tidak bisa berjalan hiks..hiks..hiks," kata Melly sambil menangis pilu.
"kamu tenangkan pikiranmu! Nanti kita pikirkan bagaimana jalan keluarnya agar kamu bisa kuliah," ujar pak Faisal.
Leo bersujud di kaki pak Faisal, ia sangat merasa bersalah setelah mendengar perkataan mereka apalagi melihat Melly yang begitu sedih setelah tau ia tidak bisa berjalan.
"Maafkan aku Pak! Karena kesalahanku anak bapak tidak bisa berjalan," kata Leo menyesali kecerobohannya sehingga membuat orang lain tidak bisa berjalan.
"Kamu bangun Nak? Tidak baik seperti itu, semua yang terjadi atas kehendak Allah, karena itu bapak tidak menyalahkan siapa-siapa, bapak berusaha ikhlas menerima semua cobaan ini," kata pak Faisal bijak.
Mendengar perkataan pak Faisal, Leo semakin sedih, ia segera memeluk pak Faisal.
"Bapak orang baik yang pernah aku kenal, aku beruntung bertemu dengan bapak, aku janji akan membiayai pengobatan Melly sampai ia bisa berjalan," kata Leo.
**
__ADS_1
Hari ini Elsa kembali pergi mencari pekerjaan, ia coba bertanya kesana kemari namun tidak ada yang memberikannya pekerjaan. Karena sudah lelah Elsa duduk di teras rumah orang mengistirahatkan dirinya yang sangat lelah. Tiba tiba ada yang menyapanya.
"Cari siapa Dik?" tanya pemilik rumah. Elsa buru buru bangun dari duduknya dan menyapa pemilik rumah.
"Maaf Bu, saya numpang duduk di sini," kata Elsa memberitahu agar pemilik rumah tidak marah.
"Saya pikir kamu ada perlu dengan saya, ya sudah silahkan duduk! Kamu orang yang beru pindah itu ya? Soalnya saya baru lihat kamu," tanya pemilik rumah yang bernama bu Miftah.
"Iya, Bu," jawab Elsa.
"Kenalkan nama ibu Miftah, namamu siapa?" tanya bu Miftah ramah.
"Mana saya Elsa Bu," jawab Elsa.
"Nama yang cantik secantik orangnya," kata bu Miftah ramah.
"Ibu bisa saja bercandanya," ujar Elsa.
"Ibu tidak bercanda ibu serius, kamu habis dari mana?" tanya bu Miftah heran melihat Elsa yang kelihatan lelah.
"Habis cari kerja Bu, tapi belum dapat," jawab Elsa dengan nada lesu.
"Emang kamu mau kerja apa?" tanya bu Miftah.
"Apa saja Bu, asalkan halal," jawab Elsa.
"Kamu mau kerja di rumah ibu? bantu ibu bersih bersih rumah," kata bu Miftah menawarkan.
"Mau Bu," jawab Elsa dengan cepat.
"Ya sudah, mulai besok pagi kamu sudah bisa kerja!" kata bu Miftah.
"Iya, Bu," jawab Elsa dengan hati gembira.
Elsa pulang dengan hati gembira karena ia sudah dapat pekerjaan.
"Kamu sudah dapat kerja?" tanya Mawar kembali setelah Elsa masuk rumah.
"Sudah Nek, kerja bersih bersih di rumah bu Miftah," jawab Elsa.
"Ya sudah, untuk sementara kerja pembantu juga tidak apa-apa, tapi kamu tanya tanya kerja juga ketempat yang lain! Kalau ada kerjaan yang lebih besar gajinya untuk apa kerja gaji sedikit," kata Mawar.
"Iya, Nek," jawab Elsa, lalu ia pergi ke kamarnya menganti bajunya setelah itu ia membereskan rumah seperti biasa.
__ADS_1
Setelah semua pekerjaan Elsa selesai ia beristirahat, di dalam kamar Elsa merebahkan badannya, lalu ia membuka ponsel barunya dan melihat foto Leo, tangannya terulur menyentuh foto Leo.
"Aku merindukanmu Kak," gumam Elsa sambil memejamkan matanya, tidak terasa air matanya mengalir menahan rasa rindunya kepada Leo.