PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 8


__ADS_3

Seperti biasa pagi ini Elsa membereskan rumah setelah bangun dan membuat sarapan baru pergi kerja, terlihat wajahnya menunjukan kesedihan berbeda dengan Mawar juga Fikri mereka sangat gembira karena mereka saat ini banyak menang uang.


"Pa, Nek," Elsa berangkat dulu," kata Elsa sambil menyalami tangan Mawar juga Fikri. Lalu Elsa pergi, sesampainya di tempat kerja, teman teman Elsa menyindirnya.


"Enaknya sekarang dengan modal menyuguhkan tubuhnya saja bisa jadi pacar bos," kata Yola menyindir.


"Iya, kadang aku heran melihat perempuan kelihatanya polos tapi ternyata genit," kata Wida menimpali.


"Ampun deh, muka tembok sampai mau mendatangi Bos keruangannya," kata Yola ikut menyindir Elsa.


Elsa semakin tertekan mendengar perkataan sahabatnya. Ia hanya bisa menghapus dada ia tidak pernah berani melawan teman kerjanya karena ia sangat membutuhkan pekerjaan, ia takut kalau ia melawan mereka ia akan di tegur bos mereka, karena itu ia tidak pernah melawan mereka walau teman temanya memperlakukan dia kurang baik selama ini.


"Hai, sayang, sudah sarapan? tanya Leo yang tiba-tiba datang saat ia sibuk dalam lamunannya.


"Sudah, kak," jawab Elsa gugup. Elsa masih malu walau sudah menjadi calon istri Leo, melihat tingkah Elsa Leo semakin gemes. Lain halnya dengan teman kerja Elsa mereka semakin membenci Elsa melihat Leo perhatian kepada Elsa.


"Lihat tuh, Elsa di goda pak Leo, pasti dia semakin sombong kedepannya karena pak Leo sudah jadi pacarnya," kata Mia. Mereka terus menggosip Elsa dan Leo.


Sedangkan Leo mengajak Elsa ke ruangannya, saat ini Elsa sudah di ruangan Leo.


"Sayang, kita menikahnya secara sederhana saja dulu ya kita undang teman terdekat dan keluarga saja, nanti kalau aku sudah punya uang baru kita bikin pesta meriah, uang kakak tidak ada lagi untuk biasa pesta, walaupun ada tidak mungkin kita bisa menyiapkan pesta pernikahan dalam satu minggu," kata Leo sambil melihat wajah Elsa, Leo penasaran melihat Elsa seperti banyak pikiran.


"Iya, kak," jawab Elsa singkat.


"Kamu kenapa sayang? Apa yang kamu pikirkan? " tanya Leo ingin tau.


"Tidak ada," jawab Elsa, setelah mengatakan itu Elsa menundukkan kepalanya takut air matanya jatuh.


"Kamu tidak usah bohong, kalau ada masalah cerita sama kakak," kata Leo sambil mengambil tangan Elsa dan menggenggamnya. Elsa segera memeluk Lao.


"Aku sangat mencintaimu kak," kata Elsa. Tepat saat Yola masuk keruangan Leo, Yola sengaja masuk keruangan Leo tanpa mengetuk pintu karena penasaran apa yang di lakukan Elsa dan Leo di dalam ruangan itu.


Elsa segera melepaskan pelukannya dari pelukan Leo.


"Maaf Pak, aku tidak tau ada orang lain di dalam," kata Yola pura-pura merasa bersalah.


"Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu!" kata Leo menegur Yola.

__ADS_1


"Maaf Pak, aku buru buru, Mia tiba tiba muntah muntah terus, dia ijin pulang," kata Yola beralasan padahal mereka kompak bersandiwara agar tidak kena marah.


"Ya sudah suruh dia pulang!" kata Leo.


"Terimakasih Pak, kau begitu saya permisi dulu," ujar Yola.


"Iya," jawab Leo. Yola keluar dari ruangan Leo. Sesampainya diluar temanya heboh bertanya.


"Bagaimana, sedang apa mereka di dalam? tanya Mia dan Wida penasaran.


"Seperti dugaan kita, saat aku masuk Elsa memeluk pak Leo," jawab Yola.


"Wah yang benar?" tanya Mia memastikan perkataan Yola.


"Iya, yang parahnya lagi, Elsa mengatakan aku mencintaimu kepada pak Leo," kata Yola.


"Dasar perempuan gatel," kata Mia, ia begitu geram mendengar cerita Yola pasalnya ia sangat tertarik kepada Leo, sudah berulang kali ia menggoda Leo tapi Leo tidak pernah merespon dirinya.


"Kamu pulang sana, nanti keburu pak Leo lihat kamu!" kata Yola agar Mia pulang karena mereka sudah merencanakan kalau ia beralasan masuk keruangan Leo tanpa mengetuk pintu karena Mia sakit.


Sementara itu saat ini Leo dan Elsa masih sibuk membahas pernikahan mereka.


"Pernikahan kita di rumahmu atau rumah kakak?" tanya Leo ingin tau.


"Aku tidak bisa memastikannya dimana, nanti aku tanya Nenek dulu," jawab Elsa.


"Ya sudah sepulang kerja kamu tanya Nenek setelah itu kamu kabari kakak," kata Leo sambil menggenggam tangan Elsa.


"Iya, kak," jawab Elsa sambil tersenyum dipaksa.


**


Saat ini Elsa mendatangi Mawar di kamarnya, tidak seperti kemarin Mawar selalu menungu Elsa didepan pintu rumah, tapi kini Mawar tidak perduli karena ia sudah dapat uang. Mawar mengerutkan keningnya melihat Elsa masuk ke kamarnya.


"Ada perlu apa kamu datang ke kamar Nenek?" tanya Mawar sambil memandang wajah Elsa.


"Kak Leo tanya pernikahan kami dimana, di rumah kita atau rumah kak Leo?" tanya Elsa.

__ADS_1


"Di rumahnya saja, rumah kita terlalu kecil untuk menampung banyak orang mana bisa," jawab Mawar beralasan.


"Ya sudah Elsa keluar dulu," kata Elsa lalu melangkah menuju pintu, tapi langkah Elsa terhenti mendengar perkataan Neneknya.


"Tapi uang lamaran kamu sebelum pernikahan harus diberikan," ujar Mawar.


"Elsa tidak ada meminta uang lamaran," jawab Elsa merasa bingung dengan perkataan Neneknya.


"Ya kamu minta, mana ada orang menikah tidak di kasih uang oleh pihak laki-laki," kata Mawar, sedangkan Elsa merasa bingun pasalnya Leo tidak ada membahas kesana.


"Elsa sungkan minta uang lamaran kepada kak Leo, kemarin kita sudah diberikan uang banyak, uang itu saja ganti uang lamarannya Nek, Elsa takut uang kak Leo sudah habis," jawab Elsa, ia berusaha menolak secara halus agar Neneknya tidak marah.


"Tidak bisa seperti itu, kamu harus meminta uang lamaran seratus juta, kalau tidak kalian tidak jadi menikah," kata Mawar mengancam. Kaki Elsa lemas mendengar perkataan Neneknya.


Elsa keluar dari kamar Neneknya dengan wajah lesu, banyak beban pikirannya saat ini, ia bingung harus bagaimana ia juga sangat sungkan meminta uang kembali kepada Leo. Elsa merenung di kamarnya tiba-tiba suara ponselnya berbunyi, lalu melihat siapa yang menghubungi, setelah tau Leo yang menghubungi ia ragu untuk menerimanya, tapi ponselnya terus berdering, terpaksa ia mengangkat telepon dari Leo.


"Halo Kak," kata Elsa setelah menerima telepon dari Leo.


"Dari mana saja sayang? kok lama angkat telepon kak," tanya Leo.


"Tadi aku di kamar mandi," jawab Elsa beralasan.


"Oh, kamu sudah tanya Nenek?" tanya Leo ingin tau.


"Kata Nenek di rumah kakak saja acaranya, rumah kami terlalu kecil untuk menampung orang banyak tidak cukup," jawab Elsa sambil menarik nafas panjang untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.


"Ya sudah kalau begitu, soalnya mama kak dari kemarin tanya terus, kamu kapan bisa kakak bawa bertemu dengan mama?" tanya Leo pasalnya Elsa belum pernah ketemu dengan Ayu.


"Aku juga tidak tau kak, kakak tau sendiri aku tiap hari sibuk," jawab Elsa.


"Ya sudah kalau begitu di pernikahan kita saja kamu bertemu dengan mama," kata Leo sambil tertawa kecil.


"Iya kak," jawab Elsa ikut tersenyum.


"Kak tutup dulu teleponnya, jangan lupa makan ya sayang," kata Leo.


"Iya, Kak," jawab Elsa. Telepon terputus. Elsa tersenyum setelah telepon terputus, ia sejenak melupakan beban pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2