PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 9


__ADS_3

Ayu mulai sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Leo setelah Leo memberitahu kalau ia menikah di rumah mereka.


Sedangkan Ika merasa sangat marah mendengar Leo akan menikah.


"Leo bukan mencari Adnan malah sibuk mau menikah, apa kak Ayu tidak memikirkan bagaimana nasib Diba," kata Ika kepada Rido. Tapi Rido tidak menanggapi perkataan Ika, melihat suaminya seperti itu Ika semakin kesal.


"Percuma bicara kepada papa, papa selalu membela mereka," kata Ika sambil bangun dari duduknya meninggalkan Rido, Rido geleng geleng kepala melihat tingkah Ika.


Ika pergi kekamar, setelah itu ia keluar kembali.


"Pa, mama pergi belanja sebentar," kata Ika pamit kepada Rido.


"Hmm," Rido berdehem menjawab perkataan istrinya, melihat suaminya seperti itu Ika semakin kenal. Tapi Ika tidak mau lagi ribut dengan Rido akhirnya ia pergi.


Dengan hati gembira Ayu berbelanja persiapan pernikahannya Leo dan Elsa di sebuah mall, tidak sengaja Ika melihat Ayu, melihat Ayu yang terlihat bahagia emosi Ika meluap.


"Anakku menderita dibuat anaknya tapi ia tidak perduli," gumam Ika. Lalu Ika mendatangi Ayu yang sedang asik berbelanja.


"Wah bahagianya kakak sekarang, tidak seperti anakku dan aku menderita gara gara anak kakak," ucap Ika dengan nada marah.


"Kamu bicara apa sih Ka? kakak tidak mengerti," tanya Ayu lembut.


"Halah jangan pura pura tidak tau, kakak berbahagia menyiapkan pesta pernikahan Leo, sementara kakak tidak perduli dengan nasib Diba," ujar Ika.


"Kakak juga memikirkan nasib Diba, tapi kakak tidak tau harus bagaimana menolongnya, kakak sudah lelah mencari Adnan tapi tidak ketemu," kata Ayu menjelaskan agar Ika tidak lagi berprasangka buruk kepadanya.


"Kakak pandai bersilat lidah, perkataan kakak membuat semua orang percaya kepada kakak, tapi aku tidak percaya," kata Ika meninggalkan suaranya, karena sudah banyak orang yang menonton mereka, Ayu pergi meninggalkan Ika.


"Aku belum selesai bicara!" kata Ika agar Ayu berhenti, tapi Ayu tidak perduli karena ia sudah malu di lihat banyak orang. Melihat Ayu pergi meninggalkannya Ika semakin marah kepada Ayu.


**


Saat ini Elsa gelisah, ia sampai tidak konsentrasi bekerja mengingat ancaman Neneknya kalau ia tidak meminta uang lamaran sebesar seratus juta kepada Leo pernikahan mereka batal. Ia tidak berani meminta uang kepada Leo karena Leo sudah memberikan uang banyak kepada mereka menurutnya.


Saat Elsa sibuk melayani pembeli, suara ponselnya berbunyi, lalu ia mengangkatnya.


"Halo, Nek," kata Elsa setelah menerima telepon dari Mawar.


"Kamu sudah meminta uang lamaranmu kepada Leo?" tanya Mawar, ia sengaja menghubungi Elsa karena sudah tidak sabar menerima uang lamaran Elsa.


"Belum Nek, Elsa masih sibuk," jawab Elsa beralasan.

__ADS_1


"Kamu tinggalkan pekerjaanmu sebentar, Leo kan atasanmu tidak mungkin dia memecat calon istri nya" kata Mawar menghasut Elsa.


"Ya sudah ini aku ke ruangan kak Leo, aku tutup dulu teleponnya Nek," kata Elsa.


"Iya, tapi jangan sampai lupa yang Nenek katakan," ujar Mawar mengingatkan.


"Iya, Nek," jawan Elsa. sambungkan telepon terputus.


Elsa mondar mandir di depan pintu ruangan Leo, ia sangat sungkan meminta uang lamaran kepada Leo, tapi ia juga tidak mau kalau sampai ia tidak jadi menikah. Dengan mengumpulkan keberaniannya Elsa terpaksa memberanikan diri masuk keruangan Leo.


Tok, Tok, Tok!


"Permisi, Pak, apa boleh saya masuk?" tanya Elsa. Leo tersenyum mendengar perkataan Elsa yang menurutnya lucu, mereka sebentar lagi akan menikah tapi Elsa tetap sungkan kepadanya.


"Iya, masuk," jawab Leo. Lalu Elsa membuka pintu ruangan Leo. Leo tersenyum kepada Elsa.


"Ada apa sayang? rindu ya," kata Leo setelah Elsa masuk, Elsa semakin mamu di goda Leo.


"Bukan, aku mau," kata Elsa terhenti karena tidak sanggup mengatakan apa yang Ingin ia sampaikan.


"Hayo, mau apa?" tanya Leo, ia kembali menggoda Elsa. Elsa menarik nafas panjang lalu menghembuskannya menghilangkan kegugupan dirinya.


"Aku mau meminta uang lamaran," kata Elsa. Setelah mengatakan itu Elsa menunduk tidak berani melihat wajah Leo.


"Aku perlu uang itu untuk membeli persiapan pernikahan kita," kata Elsa beralasan agar Leo tidak curiga.


"Ya sudah aku kirim dulu," kata Leo lalu mengambil ponselnya ingin mentransfer ke rekening Elsa.


"Uang lamaranku seratus juga Kak," kata Elsa. Leo terkuat mendengar permintaan Elsa.


"Uang kakak tidak sampai segitu," ujar Leo mengatakan sejujurnya.


"Tapi kalau uangnya tidak segitu aku tidak mau menikah dengan Kakak," kata Elsa.


"Ya sudah nanti kakak cari pinjaman dulu, setelah dapat baru kakak transfer," kata Leo.


"Kalau tidak ada sekarang, kita tidak jadi menikah," kata Elsa memaksa, Leo heran melihat sikap Elsa seperti tidak biasanya. Tapi Leo menepis semua pikiran buruknya kepada Elsa.


"Tunggu sebentar kakak telepon papa," kata Leo, Elsa menganggukkan kepalanya, Elsa sebenarnya sudah malu sekali dengan sikapnya sendiri, tapi demi ia bisa bersama dengan orang yang ia cinta terpaksa ia menebalkan mukanya.


Leo menghubungi Radit, ia kembali meminjam uang papanya, untuknya Radit memberikan pinjaman kepada Leo.

__ADS_1


"Kakak sudah dapat uangnya, tunggu kakak transfer ke rekeningmu," kata Leo. Elsa menganggukkan kepalanya. Lalu Leo mentransfer uang seratus juga ke rekening Elsa.


"Sudah sayang," kata Leo sambil menunjukan bukti transferannya yang ada di ponselnya kepada Elsa.


"Terimakasih Kak," kata Elsa.


"Cuma itu saja?" tanya Leo, Elsa heran dengan pertanyaan Leo.


"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Elsa bingung.


"Tidak ada, ya sudah tidak perlu di bahas," ujar Leo mengalihkan pembicaraannya karena melihat Elsa masih polos.


**


Sementara itu di rumah Radit saat ini mereka membahas Leo.


"Papa merasa perempuan yang akan menikah dengan kakakmu bukan perempuan baik baik," kata Radit menyampaikan isi hatinya kepada Diba.


"Kenapa papa berkata seperti itu?" tanya Diba.


"Keluar calon istri kakakmu meminta uang sangat banyak kepada kakakmu, kalau perempuan baik baik tidak mau seperti itu," jawab Radit.


"Mungkin memang calon kak Leo membutuhkan uang, papa tidak boleh suudzon," kata Diba menegur papanya.


"Bukan suudzon tapi menang itu faktanya," jawab Radit.


"Tidak baik berprasangka buruk kepada orang lain, kita doakan saja agar istri kak Leo perempuan baik baik dan bisa menerima kekurangan kakak apa adanya," kata Diba mencoba berpikir positif.


"Amin," jawab Wulan diikuti bu Risma.


Saat Elsa sampai di rumah, Mawar sudah menunggunya di depan pintu.


"Assalamualaikum Nek," kata Elsa sambil menyalami Mawar.


"Kamu sudah meminta uang lamaranmu kepada Leo?" tanya Mawar ingin tau.


"Sudah Nek," jawab Elsa sambil terus berjalan menuju kamarnya, Mawar segera menarik tangan Elsa menghentikan langkah Elsa.


"Mana uangnya? " tanya Mawar bersemangat.


"Belum aku ambil Nek," jawab Elsa.

__ADS_1


"Ya sudah kamu ambil sana uangnya!" kata Mawar, terpaksa Elsa pergi mencairkan uang yang di berikan Leo kepadanya.


__ADS_2