
Sore harinya setelah Leo pulang dari kerja, ia segera mendatangi mamanya.
"Ma," kata Leo menyapa Ayu.
"Iya, Nak, kamu baru pulang?" tanya Ayu yang sedang sibuk di dapur.
"Iya, Ma, aku memutuskan menerima perjodohanku dengan Melly," ujar Leo memberitahu. Sontak Ayu menatap Leo.
"Kamu serius dengan perkataanmu?" tanya Ayu.
"Iya, Ma," jawab Leo yakin.
"Syukurlah, Mama harap kamu bersungguh-sungguh menerima Melly, bukan karena terpaksa," kata Ayu.
Leo terdiam, pasalnya ia terpaksa menerima perjodohan dirinya dengan Melly, tapi ia bertekad ingin membuka hatinya untuk Melly agar ia tidak tersiksa menjalankan pernikahan mereka nantinya.
"Untuk saat ini jujur Leo belum ada perasaan apa-apa dengan Melly Ma, tapi Leo akan berusaha mencintai Melly walau aku tidak tau hasilnya seperti apa," jawab Leo jujur.
"Mama doakan semoga kamu bisa cepat mencintai Melly, kamu harus membuang kenanganmu bersama Elsa," kata Ayu.
"Iya, Ma," jawab Leo.
"Ya sudah kamu mandi sana!" kata Ayu.
"Oke," jawab Leo, lalu ia pergi ke kamarnya.
Sedangkan Ayu merasa senang karena Leo menerima perjodohannya, Ayu segera memberitahu kepada pak Pajar juga bude Ria, mereka sangat senang mendengarnya.
Sedangkan Leo merasa sedih harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai.
Saat ini Leo sedang memandang foto Elsa di ponselnya, ia ragu untuk menghapus foto Elsa.
"Kenapa begitu berat hanya menghapus fotomu, apalagi menghapus namamu dari hatiku, kau begitu pandai membuat hatiku hancur," gumam Leo sambil memandang foto Elsa.
Tok, Tok, Tok!
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Leo buru buru mematikan ponselnya.
"Boleh mama masuk?" kata Ayu dari luar.
"Masuk Ma," jawab Leo dari dalam.
"Mama mau bicara tentang perjodohan kamu," kata Ayu memulai pembicaraannya.
"Apa lagi yang harus dibicarakan?" tanya Leo karena tidak mengerti kemana arah pembicaraan mamanya.
__ADS_1
"Kamu bilang kamu setuju dengan perjodohanmu dengan Melly, mama ingin bertanya kapan kita melamar melly?" tanya Ayu ingin tau.
"Aku belum kepikiran sampai kesana Ma, hutangku kepada papa belum lunas, kalau pun aku mau melamar Melly, tunggu hutangku ludah dulu, Melly juga masih kuliah," jawab Leo.
Ayu terdiam mendengar perkataan anaknya, ia pikir Leo akan segera melamar Melly kalau sudah setuju, ternyata pemikirannya salah.
"Apa tidak sebaiknya kalian tunangan dulu?" tanya Ayu.
"Aku tanya Melly dulu," jawab Leo singkat.
"Ya sudah kalau seperti itu, mama keluar dulu," kata Ayu.
"Iya, Ma," jawab Leo.
**
Sedangkan Elsa sebenarnya tidak betah bekerja di rumah bu Miftah, tapi ia belum dapat pekerjaan di tempat lain, karena itu ia masih bertahan kerja di rumah bu Miftah, yang membuat ia tidak tahan suami bu Miftah sering menggodanya, membuat ia selalu was-was.
Seperti pagi ini saat Elsa memasak di dapur, bu Miftah pergi kepasar, suami bu Miftah mencuri kesempatan menggoda Elsa.
"Jangan seperti itu Pak," kata Elsa protes saat tangan Pahrul mengelus pipi Elsa.
"Kamu jangan jual mahal, kalau kamu mau melayani saya, saya akan beri uang banyak kepadamu, kamu tidak perlu bekerja seperti ini," kata Pahrul menawarkan.
"Saya bukan perempuan seperti itu Pak, tolong berhenti menggodaku! Aku disini bekerja untuk cari uang yang halal," jawab Elsa menolak.
"Hentikan Pak! Kalau bapak terus seperti ini saya akan adukan perbuatan bapak kepada ibu," kata Elsa mengancam.
"Kamu pikir dia akan percaya dengan perkataanmu, coba saya," kata Pahrul menantang.
"Assalamualaikum," terdengar suara bu Miftah dari luar, Elsa bisa bernafas lega setelah Bu Miftah pulang, sedangkan Pahrul segera pergi dari hadapan Elsa.
"Wa, allaikumsalam," jawab Pahrul dari dalam.
"Loh, papa belum pergi kerja?" tanya bu Miftah merasa haran, pasalnya suaminya tadi sudah pamit mau pergi kerja.
"Ada yang ketinggalan Ma, jadi papa balik, ya sudah papa pergi dulu," ujar Pahrul, lalu ia pergi. Sedangkan Elsa geleng geleng kepala melihat tingkah Pahrul.
**
Ria kembali mendatangi Melly kekamarnya.
"Kamu sedang apa?" tanya Ria.
"Rebahan Oma," kata Melly sambil bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Oma hanya ingin menyampaikan, kalau Leo menerima perjodohan kalian, sekarang tinggal menunggu jawabanmu, apa kamu bersedia menerima perjodohan ini?" tanya Ria.
Melly berpikir untuk beberapa saat, ia masih ragu kepada Leo, ia menduga kalau Leo menerima perjodohan mereka hanya karena merasa bersalah telah membuat ia tidak bisa berjalan.
"Aku belum bisa memutuskan untuk saat ini, beri aku waktu untuk berpikir Oma," jawab Melly.
"Ya sudah, kamu pikir dulu!" kata Ria.
Lalu Ria keluar dari kamar Melly menuju kamarnya, sesampainya di kamarnya, pak Pajar segera bertanya.
"Bagaimana, apa Melly menerima perjodohan mereka?" tanya pak Pajar ingin tau.
"Sepertinya Melly masih ragu Pa, ia belum menjawab," jawab Ria dengan nada lesu.
"Apa yang membuat dia ragu?" tanya pak Pajar merasa heran.
"Mama juga tidak tau pasti, apa yang membuat ia ragu," jawab Ria.
"Ya sudah, kita doakan saja semoga mereka berjodoh," kata pak Pajar.
"Iya, Pa, kita tidur yuk! Ini sudah tengah malam," kata Ria sambil memejamkan matanya.
"Iya, Ma," kata pak Pajar, lalu mereka tidur.
**
Pagi ini saat Leo mengantar Melly ia bertanya langsung kepada Melly.
"Kamu sudah tau kalau kakak menerima perjodohan kita?" tanya Leo ingin tau.
"Iya, Kak," jawab Melly.
"Apa kamu juga menerima perjodohan kita?" tanya Leo.
Melly terdiam untuk beberapa saat, sebelum menjawab.
"Sebenarnya sudah lama aku punya rasa kepada kakak, perlakuan kakak membuat aku nyaman, tapi aku tidak berani mengutarakan perasaanku, jujur saat Oma Ria memberitahu kalau kita di jodohkan, aku sangat sedang Kak, tapi aku sadar aku tidak mungkin egois untuk memaksakan kakak menerima perjodohan kita, kalau memang kakak merasa tidak ada rasa kepadaku, tidak perlu kakak menerima perjodohan kita, aku tidak marah kalau kakak menolak perjodohan kita," kata Melly.
Leo menarik nafas panjang sebelum bicara.
"Jujur kakak hanya menganggap kamu adik, tapi kakak ingin membuka pintu hati kakak agar bisa menerimamu dan bisa mencintaimu, bantu kakak ya, kakak yakin kalau kakak bisa mencintaimu, kamu mau kan bantu kakak," kata Leo sambil menggenggam tangan Melly.
Melly menganggukkan kepalanya tanda setuju. Tidak terasa mereka sampai di kampus Melly. Seperti biasa Leo mengantar Melly sampai ke kelasnya.
Tapi bagi Melly hari ini adalah hari sepesial untuknya, karena Leo sudah berjanji akan berusaha mencintainya.
__ADS_1
Sedangkan Leo bertekad ingin melupakan Elsa, karena itu ia menerima Melly, ia yakin ia bisa melupakan Elsa kalau ia menerima Melly.
"Aku pasti bisa melupakanmu, kau tidak pantas untukku cintai," kata Leo seolah bicara kepada Elsa sambil memandang foto Elsa, lalu ia menghapus foto Elsa yang ada di ponselnya. Setelah ia menghapus foto Elsa, dada Leo terasa sesak menahan kesedihannya.