PERJALANAN CINTA ELSA.

PERJALANAN CINTA ELSA.
Part 10


__ADS_3

Setelah Elsa pulang ia segera menyerahkan uang itu kepada Mawar, karena mawar memintanya.


"Nek, aku minta uang lamaranku sedikit untuk membeli keperluanku," kata Elsa.


"Keperluanku biar Nenek yang membeli, kamu tidak perlu pikiran itu, kamu tinggal terima bersih," jawab Mawar. Elsa menganggukkan kepalanya lalu pergi ke kamarnya. sesampainya di kamar Elsa merebahkan badannya yang terasa capek seharian berkerja, tapi suara ponselnya menggangunya lalu mengangkat telepon dari Leo.


"Halo, Kak," kata Elsa setelah menerima telepon dari Leo.


"Lagi apa sayang?" tanya Leo.


"Aku lagi rebahan, badanku capek belum ada istirahat seharian," jawab Elsa.


"Ya sudah mulai besok kamu tidak usah masuk kerja sampai kita menikah!" kata Leo.


"Aku tidak mungkin libur, kalau aku libur gajiku nanti dipotong," kata Elsa dengan polosnya. Leo tidak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Elsa.


"Kenapa kakak tertawa? Apa perkataanku lucu?" tanya Elsa.


"Kamu sangat lucu sayang," jawab Leo, Elsa semakin bingun mendengar jawaban Leo. Elsa lama terdiam membuat Leo merasa bersalah telah menertawakan Elsa.


"Maaf, kamu marah ya?" tanya Leo.


"Tidak," jawab Elsa.


"Tapi kok kelihatan marah," kata Leo menggoda Elsa.


"Terserah kakak saja," jawab Elsa.


"Jangan marah dong, kakak hanya bercanda, ya sudah kamu istirahat besok kamu tidak usah masuk kerja lusa kita sudah menikah nanti kamu kecapean kalau besok masih kerja, masalah gaji tidak usah kamu pikirkan gajimu tidak akan di potong," kata Leo.


"Ya sudah aku tutup dulu teleponnya," jawab Elsa.


"Iya sayang, selamat istirahat semoga mimpi indah," ujar Leo. Lalu telepon terputus, setelah mematikan sambungan teleponnya, Elsa memejamkan matanya ia senyum senyum sendiri mengingat Leo lusa akan menjadi suaminya.


"Semoga pernikahan kami tidak ada halangan," gumam Elsa.


Tidak jauh dari Elsa Leo juga tersenyum mengingat sebentar lagi ia akan menikah dengan perempuan yang ia cintai.


**


Hari ini adalah hari pernikahan Elsa dan Leo, semua persiapan sudah di persiapkan tamu juga sudah berdatangan, Leo mencoba menghubungi Elsa namun tidak diangkat, ia penasaran karena mulai tadi malam ponsel Elsa tidak aktif.

__ADS_1


"Kemana dia? kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi mulai semalam?" kata Leo bertanya-tanya dalam hati, Leo semakin gelisah karena orang sudah mulai gelisah menunggu Elsa dan keluarganya.


**


Sementara itu Elsa membuka matanya karena mendengar suara Neneknya marah, setelah ia membuka matanya ia terkejut melihat tubuhnya yang tidak memakai baju sehelai benang pun.


"Ayo kita pergi dari sini! kamu itu bisanya buat Nenek malu," kata Mawar meninggikan suaranya. Elsa masih bingung dengan situasi saat ini.


"Ayo cepat! kok malah melamun," kata Mawar sambil menarik Elsa agar bangun dari tidurnya.


"Aku dimana Nek?" tanya Elsa karena ia merasa asing tempatnya sekarang.


"Tidak usah banyak tanya, kita harus pergi sejauh mungkin, agar Leo tidak bisa menemukan kita," jawab Mawar, Elsa terkejut mendengar perkataan Neneknya. Elsa baru ingat kalau hari ini ia akan menikah dengan Leo saat Neneknya menyebut nama Leo. Lalu Elsa melihat jam dinding kamar itu, ia melihat sudah jam sebelas siang seketika Elsa bangun dari tidurnya.


"Aku harus segera bersiap, mereka pasti sedang menungguku, kenapa Nenek tidak membangunkan aku? hari ini kan aku dan kak Leo menikah," kata Elsa, ia buru-buru turun dari tempat tidur, tapi langkah kakinya terhenti saat Neneknya bicara.


"Kamu tidak jadi menikah dengan Leo," dada Elsa sesak mendengar perkataan Neneknya.


"Kenapa Nek?" tanya Elsa merasa bingung.


"Apa kamu tidak sadar, Leo tadi sudah menangkap basah kamu sedang bersama laki laki di kamar ini," jawab Mawar, kaki Elsa gemetar mendengar perkataan Neneknya.


"Tidak mungkin Nek, aku tidak pernah tidur dengan laki-laki manapun," jawab Elsa membela dirinya.


Elsa shock melihat foto dirinya berpelukan dengan seorang pria yang tidak ia kenali, Elsa terduduk lemas tidak berdaya.


"Kita harus pergi cepat dari sini! Sebelum polisi menangkap kita, Leo sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, Leo sangat marah melihatmu tidur bersama pria lain, ia juga menyuruh kita mengembalikan uang yang ia beri kemarin, karena itu kita harus pergi sejauh mungkin agar Leo tidak bisa menemukan kita," ujar Mawar menjelaskan.


"Pria yang ada di foto itu kemana Nek? Aku harus bertemu dengannya?" tanya Elsa.


"Dia sudah kabur saat Leo tadi ada disini, polisi saat ini sedang mencarinya," jawab Mawar.


Dengan terpaksa Elsa menurut, mereka pergi meninggalkan kota tempatnya tinggal, sepanjang perjalanan air mata Elsa tidak berhenti mengalir meninggalkan kota tempat ia bertemu dengan Leo.


"Selamat tinggal tinggal kak Leo, maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa," gumam Elsa, Mawar dan Fikri tidak perduli perasaan Elsa walau Elsa menangis terus menerus sepanjang perjalanan, mereka bahagia karena sudah membuat keluarga Ayu malu, mereka sedang membayangkan wajah Leo yang panik karena calon istrinya kabur.


**


Sedangkan di keluarga Ayu saat ini sudah mulai panik, Leo mondar mandir di depan pintu rumahnya.


"Kemana dia, apa Elsa menipuku?" gumam Leo.

__ADS_1


"Coba kamu susul kerumahnya!" kata Ayu, ia sangat kasihan melihat anaknya.


"Biar aku saya yang menyusul kerumahnya, kakak kasih alamatnya," kata Rizki. Lalu Rizki pergi kerumah kontrakkan Elsa.


Sesampainya di kontrakan Fikri, Rizki mengetuk pintu rumah mereka.


Tok, Tok,Tok!


"Permisi," kata Rizki. Tapi tidak ada sahutan dari dalam. Salah satu tetangga Fikri menyapa Rizki.


"Cari siapa Dek?" tanya ibu tetangga Fikri.


"Yang punya rumah ini kemana Bu?" tanya Rizki.


"Mereka sudah pindah," jawab ibu itu. Rizki terkejut mendengar perkataan tetang Fikri.


"Kapan pindahnya?" tanya Rizki.


"Tadi sekitar jam sebes," jawab ibu itu.


"Ya sudah saya permisi dulu," kata Rizki. Ibu itu menganggukkan kepalanya. Lalu Riski pulang, sepanjang perjalanan Rizki gelisah, ia tidak tega melihat kesedihan kakaknya.


"Semoga kakak kuat menerima kenyataan kalau calon istrinya ternyata membohonginya," gumam Rizki.


Setelah Rizki sampai Leo segera bertanya.


"Dimana Elsa?" tanya Leo sambil melihat kebelakang Rizki tapi tidak ada Elsa.


"Elsa sudah pindah, ternyata selama ini kakak di tipunya," kata Rizki. Dada Leo sesak mendengar kenyataan kalau orang yang ia cintai selama ini.membohonginginya.


"Kakak harus ikhlas, lupakan Elsa dia hanya menipu kakak," kata Rizki sambil menepuk bahu Leo.


Ayu segera memeluk anaknya setelah mendengar cerita Rizki.


"Sabar Nak, mungkin Tuhan sayang padamu karena itu ia memberikan ujian ini padamu, mama yakin kamu pasti dapat perempuan lebih baik dari Elsa," ujar Ayu menasehati anaknya.


Leo tidak menjawab, ia mengeratkan pelukannya kepada mamanya, Ayu mengelus kepala Leo. Semua orang yang ada di situ ikut merasakan kesedihan Leo.


"Ya Allah kenapa kau berikan cobaan seperti ini kepada anakku," kata Ayu dalam hati.


Radit juga sangat sedih melihat kesedihan anaknya.

__ADS_1


"Ya Allah apa Leo juga harus menanggung karma karena perbuatanku dimasa lalu? tidak cukupkah hanya Diba yang menderita, apa semua anakku akan menderita karena kesalahanku dimasa lalu," kata Radit dalam hati.


__ADS_2