Perjalanan Dari Cupu Menjadi Suhu

Perjalanan Dari Cupu Menjadi Suhu
Felix


__ADS_3

...~•Selamat Membaca•~...


...~•-•~...


Beberapa hari setelah kecelakaan itu, Reana benar-benar tak melaporkannya ke sekolah, Ethan dan Hanny sepertinya juga merahasikan kecelakaan itu sesuai keinginan Reana.


Sejak hari itu juga Reana tak pernah melihat Ethan, bahkan lewat di depan kelasnya saja ia tak pernah melihatnya.


Sedangkan hubungannya dengan Hanny semakin erat sejak hari itu, sekarang tujuan Reana adalah menyatukan Ethan dan Hanny dengan cara mendekati Hanny.


"Hanny, lo bener gak cerita ke Sean kan?" Tanya Reana, sudah beberapa hari ini Reana hanya bertanya tentang itu.


"Iya gue gak pernah bilang, lo tenang aja gue pinter kok jaga rahasia" Ucap Hanny tersenyum. Reana merasa lega, ia takut jika Sean mengetahui itu ia akan melapor ke sekolah.


Beberapa hari ini Reana menyelidiki siapa pelakunya, tapi saat ia mencoba melihat cctv ia tak menemukan petunjuk apapun, ini semakin membuatnya yakin bahwa penulis yang merencanakan semua ini.


Reana sama sekali tak mencurigai Julia, karena jika itu Julia ia akan melakukannya langsung di depan Reana, ia berpikir Julia juga tak mungkin mengotori tangannya jika ingin berbuat jahat seperti itu.


"Kayaknya daripada aku pusing cari pelakunya, lebih baik aku fokus menyatukan Hanny dan Ethan lalu kembali ke dunia nyata sebelum ada kecelakaan lain lagi" Batin Reana melirik ke arah Hanny yang duduk di dekatnya.


"Hanny.." Panggil Reana pelan, Hanny menoleh.


"Menurut lo, Ethan gimana?" Tanya Reana.


Hanny terlihat berpikir,


"Hmmm gimana ya, kalau soal tampang sih memang ganteng, apalagi soal kepinteran dia nomer satu di kelas, tapi mungkin masalahnya dari sifatnya yang dingin walaupun dia sebenernya hangat,"


"Kenapa? Lo mau nembak dia lagi?" Tanya Hanny balik, Reana terkejut mendengar pertanyaan Hanny.


"Hanny tahu kalau Elena nembak Ethan??"


"Hah? A-apaan! Kenapa gue harus nembak Ethan coba, lo denger dari mana?" Tanya Reana balik


"Rendy, sahabatnya Ethan. Katanya lo dulu pernah nembak dia" Jawab Hanny, dengan cepat Reana menggeleng.


"Gue gak pernah nembak Ethan, saat itu gue nembak karena latihan drama, iya latihan drama!" Jawab Reana agar Hanny tak salah paham.


"Dan lagi gue pikir Ethan itu suka sama lo, kenapa coba gue harus nembak Ethan yang jauh banget dari tipe gue" Ucap Reana memancing Hanny.

__ADS_1


"Suka sama gue? Gak mungkin.." Jawab Hanny tertawa mendengar ucapan Reana.


"Serius, Ethan suka sama lo, gue tahu banget gerak gerik orang ketika suka sama seseorang, beberapa hari ini dia perhatian kan sama lo?" Tanya Reana, Hanny terlihat berpikir.


Reana tahu bahwa Ethan perhatian pada Hanny karena membaca novelnya, walaupun beberapa scene ada yang berubah, tetapi moment Ethan dan Hanny tak ada yang berubah sama sekali.


"Hmm memang sih beberapa hari ini gue ngerasa kalau Ethan kayak perhatian gitu, bahkan nanti malem dia ngajak gue ke toko buku" Jawab Hanny mengingat ajakan Ethan tadi pagi.


"Tuh kan! Gue bilang juga apa, Ethan emang suka sama lo!" Ucap Reana antusias


"Bener, hari ini tanggal 23 maret, saat Ethan dan Hanny pergi ke toko buku dan mereka akhirnya kencan dan mulai deket satu sama lain"


"Aku gak perlu susah-susah buat deketin Hanny dan Ethan, aku hanya perlu jauhin Sean dari Hanny" Batin Reana tersenyum puas.


...***...


Reana berjalan sendiri malam-malam mengelilingi kota, ia berniat untuk membuntuti kencan Hanny dan Ethan. Bukan untuk merusak moment mereka, tapi untuk mengambil moment berdua mereka agar ia bisa tunjukkan pada Sean besok.


Reana berjalan melewati sebuah gang kecil, ia tak sengaja melihat seorang siswa yang sedang ditindas oleh beberapa brandalan.


"Cepat keluarin uang lo!" Suara teriakan salah satu brandalan itu, Reana berdiri diam dan melirik ke arah mereka.


"Apa di jalanan juga ada penindasan? Yahh gak heran jika mengingat pembulian yang terjadi padaku, dan itu lebih parah dari sekedar hanya meminta uang"


Reana berniat untuk pergi, semenjak apa yang terjadi di kehidupannya dulu karena menolong orang yang ditindas membuatnya memilih untuk menghindar daripada menolong.


Suara pukulan terdengar keras, Reana melirik dan mendapati siswa yang dipukuli adalah siswa yang ia lihat di kelas Ethan kemarin.


"Itu kan cowok cupu di kelas Ethan yang duduk di paling belakang kan? Itu dia yang dibully?"


Reana bergegas berjalan mendekati mereka.


"Kenapa main kroyok? Apa kalian pengecut karena gak bisa berantem satu lawan satu?" Ucap Reana sambil menyilangkan tangannya di dada.


Reana menatap ke arah siswa uang terduduk diam di pojokan, wajahnya babak belur karena dipukuli.


"Mereka pukul berapa kali sampai dia terlihat babak belur berantakan begitu?"


Reana menatap siswa yang mengeroyok teman sekelas Ethan itu.

__ADS_1


"Mereka ber-5, aku gak mungkin bisa ngalahin mereka kalau mereka menyerangku bersamaan"


"Hei lo!" Ucap Reana menunjuk teman sekelas Ethan itu.


"Kemarilah" Ucapnya lagi, siswa itu melihat sekitar, ia berjalan pelan tetapi dengan cepat di cegat oleh salah satu brandalan itu.


Reana menepis tangan brandalan itu lalu menendang perutnya keras membuat brandalan itu terdorong dan terjatuh menimpa teman-temannya.


Reana tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia menarik tangan siswa itu dan mengajaknya berlari.


"Lari!" Teriak Reana membuat siswa itu ikut lari bersamanya.


Brandalan dan teman-temannya ikut mengejar Reana dan siswa itu, Reana semakin mempercepat lariannya membuat siswa itu sulit mengimbanginya.


Reana menarik siswa itu untuk membantunya berlari, tetapi kemudian kaca mata siswa itu terjatuh dan tak sengaja ia menginjaknya.


"Kacamata gue!" Teriak siswa itu.


"Kita bisa membelinya nanti! Sekarang kabur dulu!" Teriak Reana.


Reana dan siswa itu mempercepat lariannya. Saat di belokan, Reana masuk ke sebuah toko yang kebetulan berada tepat di belokan itu, ia memasuki keramaian dan bersembunyi di salah satu tempat. Brandalan yang mengejarnya tadi berlari tanpa berpikir bahwa mereka bersembunyi di toko itu, mereka berhasil kabur.


Reana dan siswa itu beristirahat karena menghabiskan banyak energinya.


"Kenapa lo bisa ketemu mereka?" Tanya Reana sambil ngos-ngosan karena lelah berlari.


"Mereka... Teman SMP gue" Jawab siswa itu yang juga terlihat lelah.


Reana menarik nafas panjang, ia menatap siswa itu, tak ada nama tag yang tertempel di bajunya membuat ia tak tahu namanya.


"Gue Elena, siapa nama lo?" Tanya Reana menyodorkan tangannya.


Siswa itu menatap tangan Reana lama sebelum menjabatnya, dengan pelan ia menjabat tangan Reana.


Reana menatap lelaki itu dengan senyuman, sedangkan siswa itu menatap Reana tanpa ekspresi


"Felix"


"Apa kamu sungguh tak mengingatku, Rea?"

__ADS_1


...~•-•~...


...~•To be Continued•~...


__ADS_2