
...~•Selamat Membaca•~...
...~•-•~...
"Berani-beraninya main-main sama gue!" Reana tertawa puas melihat Zayn yang meringis kesakitan karena genggamannya, ia berjalan pergi meninggalkan Zayn sendirian.
Reana berkeliling di perpustakaan mencoba mencari apakah ada buku yang menarik perhatiannya, ia memeriksa setiap rak buku berharap mendapatkan sesuatu yang menarik untuk di baca.
Sesekali Reana mengambil buku pelajaran dan membacanya untuk menambah ilmu, bahkan tanpa sengaja Reana menemukan sebuah surat cinta terselip di beberapa buku.
Membaca gombalan di surat itu membuat Reana tersenyum sendiri, ia merasa terhibur dengan kisah cinta orang lain walaupun ia belum pernah merasakan jatuh cinta.
"Kapan ya gue bisa dapet surat cinta dari seseorang"
"Ahhh pengen rasanya bisa jatuh cinta, kira-kira gimana ya rasanya jatuh cinta pada seseorang?"
"Saat jantungmu berdetak kencang ketika bertemu dengannya, kamu merasa rindu saat tak bertemu, apa sungguh jatuh cinta semanis itu?"
Reana berpikir keras mengingat kisah cinta yang ia baca di beberapa novel dulu. Karena di jaga ketat oleh Kakeknya membuat Reana tak bisa dekat dengan lelaki sembarangan, ia hanya bertemu dengan lelaki yang memiliki hubungan bisnis dengan Kakeknya.
Reana kembali berkeliling berputar dari rak buku satu ke rak buku yang lain, tatapannya terhenti di sebuah rak buku paling ujung.
Reana berjalan menuju rak paling ujung dan mendongak menatap buku yang terletak di rak paling atas.
Ia membaca judul buku tersebut,
"Ketika Jatuh Cinta padamu..."
"Apa itu judul novel?" Reana tersenyum sumringah ketika membaca judul novel tersebut.
Reana berjinjit mencoba meraih buku tersebut tetapi tak sampai, ia mencoba melompat kecil dan berhasil menyentuh sedikit buku itu.
Reana semakin meninggikan lompatan membuatnya berhasil meraih buku itu tetapi buku itu terlepas dari genggamannya hingga buku itu jatuh tepat mengenai kepalanya.
"Akhh!!" Reana meringis kesakitan ketika buku jatuh mengenai kepalanya, ia mengusap-usap kepalanya pelan berusaha menghilangkan rasa sakit.
"Kenapa harus jatuh tepat di kepala gue sih!" Kesal Reana kesakitan.
Sambil mengelus kepalanya kesakitan, Reana berusaha untuk mengambil buku itu yang terjatuh di lantai. Tapi saat ia berniat mengambil buku itu, tangan seseorang berhasil meraih buku itu terlebih dahulu.
Reana melirik ke arah seseorang itu, ternyata dia adalah Ethan.
"Kok bisa ada Ethan di sini! Gue harus bersikap gimana nih! Ini pertama kalinya gue ketemu sama dia setelah perdebatan beberapa hari lalu!"
Ethan memperhatikan buku yang ia ambil, ia melihat judul buku tersebut kemudian mengangguk-anggukkan kepala, Reana yang melihat itu hanya bisa menggaruk belakang kepalanya tak tahu harus bagaimana.
"Udah ah gue gak peduli! Mending gue ambil aja bukunya!"
"Terima ka-"
__ADS_1
Reana berniat mengambil buku yang berada di tangan Ethan sambil mengucapkan terima kasih. Tapi belum selesai Reana mengucapkan terima kasih, Ethan mengembalikan buku itu ke rak paling atas seperti semula.
Reana tak percaya dengan apa yang dilakukan Ethan ditambah lagi Ethan tak merasa bersalah sama sekali karena berjalan pergi meninggalkan Reana.
"Hei!!" Teriak Reana pelan sambil menarik baju belakang Ethan kuat, Ethan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Reana.
"Lo tahu kan kalau gue dari tadi lompat-lompat buat ambil buku itu?" Tanya Reana
"Terus?" Sahut Ethan singkat
"Harusnya lo kasih buku itu ke gue tapi kenapa lo malah balikin ke atas rak buku?!" Kesal Reana masih bisa menahan agar tak berteriak keras karena mereka sedang berada di perpustakaan.
"Kalau bukunya balik ke rak, lo bisa lompat-lompat buat ambil lagi" Sahut Ethan tak merasa bersalah.
"Wahh.. lo yang balikin kenapa gue harus capek-capek lompat buat ambil lagi?" Reana mulai panas
"Gue cuma ambil buku yang jatuh ke lantai dan balikin ke tempat semula, apa gue salah?"
"Ya salah! Gue mau baca buku itu tapi lo malah balikin! Ambilin gue!" Perintah Reana melotot ke arah Ethan
Ethan mengangkat sebelah alisnya,
"Kalau lo mau baca ya ambil sendiri" Sahut Ethan kemudian berniat berjalan pergi meninggalkan Reana.
"Kalau lo gak ambilin buku itu sekarang, gue bakal teriak kenceng biar seisi perpustakaan dengerin suara gue!" Ancam Reana, Ethan hanya mengangkat kedua bahunya tak peduli.
"Bener nih? Lo yakin? Gue beneran teriak loh ini!" Ancam Reana lagi.
Reana menarik nafasnya dalam sebelum mulai berteriak, ia menghirup banyak oksigen untuk mengeluarkan suara yang panjang dan berisik.
"A-"
Tepat saat Reana akan berteriak, tiba-tiba Ethan berlari ke arah Reana dan langsung menutup mulut Reana dengan telapak tangannya.
Karena Ethan berlari sedikit kencang sehingga saat mencoba menutup mulut Reana membuat tubuh Reana terdorong mundur dan bersender di rak buku.
Reana dan Ethan saling bertatapan dalam diam, tak ada yang memulai ucapan mereka terdiam mematung menatap satu sama lain.
Deg deg deg
Tiba-tiba detak jantung Reana berdetak kencang membuat Reana terkejut dan salah tingkah, Reana berusaha menepis tangan Ethan yang berada di mulutnya dan mendorong tubuh Ethan tetapi Ethan kembali menutup mulut Reana dan semakin menempelkan tubuhnya.
"Kalau lo teriak, gue gak bakal ngelepasin lo!"
"Dan lagi kalau lo beneran teriak dan orang-orang ngeliat posisi kita kayak gini, apa mereka gak berpikir yang aneh-aneh?" Bisik Ethan menyunggingkan senyuman.
*D**eg deg deg*
Lagi-lagi jantung Reana berdetak kencang, ini pertama kalinya ia merasakan jantungnya berdetak secepat ini.
__ADS_1
"Astaga kenapa jantung gue bedetak sekencang ini?? Semoga Ethan gak ngedenger suara detak jantung gue!"
Ethan meraih buku itu dengan tangannya sedangkan tangan sebelahnya masih menutup mulut Reana.
Saat Ethan mengambil buku itu, ia langsung memukul kepala Reana pelan dengan buku itu,
"Lain kali kalau mau ambil buku jangan lompat-lompat lebih baik minta orang lain, bahaya" Ucap Ethan menaruh buku itu di atas kepala Reana lalu berjalan pergi meninggalkan Reana yang masih berdiri mematung.
"Ahhh..." Reana menjatuhkan tubuhnya je lantai sambil menghembuskan nafasnya karena sedari tadi ia menahan nafasnya.
Reana menaruh tangannya ke dadanya, jantungnya masih berdetak kencang.
"Gue pasti udah gila!"
...***...
Reana berjalan kembali ke kelas sambil senyum-senyum menatap buku yang baru saja ia dapatkan.
"Akhirnya gue bisa baca novel lagi!" Reana tertawa kegirangan.
Reana langsung duduk di kursinya dan mencari earphone agar ia bisa membaca dengan tenang tanpa ada gangguan. Saat ia membuka halaman buku, senyuman Reana menghilang.
Sampul buku itu bertuliskan "Ketika Jatuh Cinta padamu", tapi saat membuka sampul judul di dalam buku itu tertulis "Pelajaran Matematika Dasar"
"Apa aku dipermainkan???"
"Entah buku ini yang mempermainkanku atau Ethan yang menukarnya! Menyebalkan!!"
"Awas Ethan! Aku gak bakal tinggal diem aja dipermainkan kayak gini!"
Reana mulai panas, ia meremas buku itu sambil menahan emosinya.
Reana melirik ke arah Julia yang sedari tadi menatapnya.
"Apa liat-liat? Kayaknya mata lo yang berani natap gue butuh dikasih pelajaran!" Ucap Julia,
Julia berjalan ke arah belakang Reana lalu mengambil keranjang sampah. Julia kembali berjalan mendekati Reana dan langsung menumpahkan sampah-sampah itu ke atas kepala Reana lalu menutup kepala Reana dengan keranjang sampah.
"Nah kalau kayak gini kan enak diliatnya" Ucap Julia tertawa puas.
Reana semakin meremas buku yang berada di depannya, ia berusaha menahan emosinya tapi ia tak bisa melakukannya.
Reana bangkit dari duduknya lalu mengambil kasar keranjang sampah yang menutupi kepalanya.
"Heii!!" Teriak Reana emosi melotot ke arah Julia.
Setelah tertipu dengan buku yang ia dapatkan ditambah dipermainkan Ethan dan sekarang emosinya menjadi berkali-kali lipat karena perlakuan yang dilakukan Julia padanya.
...~•-•~...
__ADS_1
...~•To be Continued•~...