Perjalanan Dari Cupu Menjadi Suhu

Perjalanan Dari Cupu Menjadi Suhu
Flashback 2


__ADS_3

...​​•~Selamat Membaca~•...


...~•-•~...


Keesokan harinya Reana masuk ke sekolah seperti biasa, siswa itu sudah menunggu Reana di depan gerbang sekolah.


"G-gue pengen ngomong sama lo..." Ucap siswa itu gugup, Reana melirik ke arah siswa itu lalu mengangguk.


Siswa itu mengajak Reana ke belakang sekolah menghindari dilihat siswa orang-orang.


"Boneka yang gue kasih kemarin, di mana?" Tanya siswa itu.


"Kenapa tiba-tiba tanya tentang boneka itu ni bocah?"


Reana bingung harus menjawab apa, karena boneka itu sudah ia berikan pada pak Supir.


"Kenapa emangnya?" Tanya Reana mencoba mengalihkan pertanyaan.


"Lo kasih ke orang lain kan?" Tanya siswa itu lagi.


"Kok dia bisa tahu kalau bonekanya gak ada di gue? hmmm dari pada bohong, lebih baik gue jujur aja deh nanti ribet jadinya, gue kan gak salah apa-apa."


"Maaf, bonekanya gue kasih ke Pak Supir gue, soalnya anaknya pengen boneka" Jawab Reana santai.


"Harusnya lo jangan kasih boneka itu! Lo kan bisa beliin dia yang lain.." Bentak siswa itu tiba-tiba membuat Reana terkejut.


"Loh.. kok lo marah? Gue kan udah minta maaf, lagian kemarin juga gue udah bilang gak perlu kasih gue, tapi lo maksa!" Balas Reana teriak.


"M-maaf Reana karena bentak lo.." Ucap siswa itu merasa bersalah, ia memegang kedua tangan Reana, Reana terkejut refleks menepis tangan siswa itu kasar.


"Lo jangan asal-asal pegang gue! Sejak kemarin lo lancang banget berani pegang gue terus!" Teriak Reana kesal, ia berjalan meninggalkan siswa itu tanpa menunggu balasan siswa itu.


...*...


Reana menidurkan kepalanya di meja, tanpa sengaja tatapannya tertuju ke luar kelas, terlihat siswa itu sedang memperhatikannya, dengan cepat Reana mengalihkan pandangannya.


"Kenapa gue ngerasa cowok itu aneh banget!" Batin Reana sedikit merasa takut.


Reana mulai merasa aneh, kemanapun ia pergi pasti siswa itu juga ada di sana, ia merasa siswa itu mengikutinya.


Saat di kantinpun siswa itu mengikutinya, Reana tak tahan dengan situasi ini, ia mencoba menanyakannya pada temannya.


"Lea.. lo kenal siswa itu gak? Yang duduk di pojok ngeliat ke arah sini" Tanya Reana ke Lea, temannya.


Lea mencoba mencari siswa yang dimaksud Reana.


"Ahh siswa itu? Siswa yang dulu sering dibully itu?" Tanya Lea, dengan cepat Reana mengangguk.

__ADS_1


"Lo jangan deket-deket sama dia, dia itu orangnya aneh banget, pernah saat dia dateng ke sekolah terus di sapa sama guru Biologi, dia malah bilang kalau guru Biologi itu suka sama dia"


"Bukannya dia aneh banget? Padahal cuma nyapa doang, dan guru kan udah sewajarnya nyapa muridnya"


"Dan lagi, waktu gak sengaja seorang siswi ngeliatin dia, dia malah nyamperin siswi itu terus bilang kalau dia gak suka sama siswi itu, padahal siswi itu juga mana mungkin suka sama dia!"


"Intinya lo jangan pernah ngeliatin dia apalagi sampe bicara sama dia, bisa-bisa dia ngira lo suka sama dia"


"Apalagi kalau seandainya sampe nerima barang dari dia, ishh gue gak bisa bayangin! Hati-hati deh nanti lo kenapa-kenapa, soalnya kan lo cantik inceran semua orang" Nasihat Lea, Reana terdiam mematung.


"Gue udah ngeliatin dia, bales sapaan dia, udah bicara sama dia, dan juga nerima hadiah dia... Mampus gue!"


"Terus, sekarang kenapa dia bebas kayak gitu? Kok udah gak dibully lagi?" Tanya Reana.


"Gue juga gak tahu, gue denger-denger sih katanya orang yang kenal sama dia punya drajat yang tinggi jadi brandalan-brandalan itu gak berani deketin"


"Mampus! Kalau kayak gini dia bakal terus merhatiin gue kayak gitu! Bisa bahaya!"


"Kalau sampe Kakek tahu, apalagi Kakek sampe tahu cowok ini juga berani pegang tangan gue, dia pasti langsung ditebas sama Kakek! Gue harus selesein masalah ini sendiri tanpa sepengetahuan Kakek"


Reana menghabiskan makanannya dan pergi masuk ke kelasnya, bahkan saat berjalan ke kelaspun siswa itu mengikutinya.


Semakin lama diperhatiin Reana semakin risih, sekarang ia tahu kenapa saat ia sendiri siswa ini selalu muncul, ternyata karena ia selalu mengikuti kemanapun Reana pergi.


Reana berjalan sendiri menuju belakang sekolah, ia sengaja berjalan sendiri agar siswa itu mengikutinya, seperti dugaan siswa itu menghampirinya.


"Reana..." Panggil siswa itu, Reana menoleh.


"Tolong jangan kasih ke orang lain lagi, ini khusus spesial gue kasih ke lo" Ucap siswa itu tersenyum menatap Reana, Reana membalas senyuman siswa itu tanpa ekspresi.


Reana menyilangkan tangannya di dada,


"Kenapa lo kasih gue hadiah? Lo tahu sendiri kan keluarga gue sekaya apa? Gue bahkan bisa beli sekalian tokonya kalau pengen boneka" Ucap Reana, senyuman siswa itu luntur.


"Bukan tentang bonekanya, tapi tentang orang yang kasih lo boneka, bukankah lebih berharga boneka dari orang yang lo suka daripada beli di toko?" Ucap siswa itu menjelaskan.


"Suka? Emang gue suka lo? Hah? Gue gak salah denger?!" Reana tak percaya dengan jawaban siswa itu.


"Bukannya lo memang suka gue ya? Bahkan lo ngebantu gue saat gue dibully, lalu lo selalu bales sapaan gue, bahkan lo nerima hadiah gue juga. Kalau lo gak suka lalu itu apa?" Tanya siswa itu kesal mulai menampilkan sifat aslinya.


Reana tersenyum sinis,


"Gue ngebantu lo karena kasihan sama lo! Bahkan gue bales sapaan lo karena kasihan lo sendirian terus, kenapa lo bisa berpikiran lebih?" Ucap Reana tak percaya.


"Kasihan? Gak mungkin! Lo gak mungkin kasihan sama gue, gue gak semenyedihkan itu sampe dikasihanin!" Teriak siswa itu mulai tak bisa mengendalikan emosi.


"Iya gue kasihan sama lo, tapi gue gak nyangka orang yang gue kasihanin semenjijikkan ini!" Sahut Reana santai.

__ADS_1


Siswa itu menggenggam erat boneka yang ada di tangannya, ia memukul dinding di belakang Reana hingga boneka itu remuk, kamera yang berada di dalam boneka itu terjatuh.


Reana melirik ke bawah dan melihat kamera itu, Reana masih bersikap santai, ia melirik ke siswa itu.


"Reana.. ini bukan seperti yang lo pikirin.." Ucap siswa itu memegang tangan Reana.


"Sekarang lo udah bener-bener jadi penjahat sebenarnya" Tegas Reana


Tanpa menunggu ucapan siswa itu, Reana melayangkan satu pukulan tepat ke wajah siswa itu.


"Akhh!!" Siswa itu meringis kesakitan


"Sekarang, biarin gue sebagai detektif memberikan pelajaran kepada seorang penjahat"


Reana memegang tangan siswa itu dan memelintirnya ke belakang punggung, ia lalu menendang lutut siswa itu hingga ia terjatuh berlutut.


"Tangan lo berani-beraninya pegang gue sembarangan!"


"Akhh!!" Siswa itu merintih kesakitan saat Reana semakin mengeratkan genggamannya lalu ia menelintir tangan siswa itu kuat.


"Jangan pernah lo muncul di depan gue lagi, kalau sampe lo muncul, bukan hanya rasa sakit, gue juga bisa ngebuat salah satu anggota tubuh lo lumpuh!" Bentak Reana kemudian melepas genggamannya kasar.


Ia melirik siswa itu masih merintih kesakitan karena genggamannya, ia berjalan kembali dan menendang perut siswa itu meluapkan emosi.


"Lo bener-bener menjijikkan!"


Reana berjalan santai pergi dari sana tanpa merasa bersalah sama sekali.


Semenjak hari itu, siswa itu benar-benar tak pernah muncul di hadapan Reana lagi, Reana merasa menyesal karena hanya memukul wajahnya sekali dan menendang perutnya, harusnya ia memukulnya beberapa kali.


Setelah beberapa hari tak bertemu, akhirnya hari ini saat sepulang sekolah Reana tak sengaja bertemu dengan siswa itu lagi.


Reana berjalan keluar menuju gerbang sekolah, ia tak sengaja melihat siswa itu sedang di bully lagi.


Reana menghentikan langkahnya dan menatap siswa itu, siswa itu juga mengalihkan tatapannya dari brandalan itu dan melihat Reana berdiri menatapnya.


Mereka berdua saling menatap, brandalan yang membully siswa itupun melihat arah tatapan siswa itu, saat mengetahui Reana berdiri di belakang mereka, mereka langsung terdiam takut melanjutkan penindasan.


Reana mengalihkan pandangan acuh seperti tak pernah mengenal siswa itu dan seperti tak melihat kejadian itu, ia berjalan pergi tanpa menghentikan penindasan seperti sebelumnya yang ia lihat.


Semenjak itu, Reana benar-benar tak pernah bertemu dengan siswa itu lagi, bahkan ia tak pernah tahu nama asli dari siswa itu sampai ia lulus, Reanapun tak ingin tahu.


...Flashback Off...


Reana mengingat kenangan itu, kenangan tentang siswa yang ia temui saat sekolah.


"Apa mungkin... Penulis cerita ini adalah siswa itu? Dan tujuan dia masukin gue ke sini adalah untuk membalas dendam... ke gue?"

__ADS_1


...~•-•~...


...~•To be Continued•~...


__ADS_2