Perjalanan Jendral Perang

Perjalanan Jendral Perang
14. Makan malam


__ADS_3

sore hari matahari hampir tenggelam dan akan digantikan oleh bulan, disebuah gedung lantai paling atas ada beberapa orang yang sedang bersitegang.


"pergilah dari hadapanku jika tidak, jangan salahkan aku akan melakukan kekerasan"ucap pria tampan didepan Aditya


Aditya hanya menatap pria tampan tersebut


"ou kamu tidak pergi dari hadapanku haha bagus bagus"ucap pria tampan itu dengan menepuk tangannya


"hajar dia"ucap pria tampan tersebut


Pengawal pria tampan tersebut langsung bergerak untuk menghajar Aditya, saat hendak menghajar Aditya


"apa yang kamu lakukan Davies suruh pengawalmu untuk mundur, jika tidak aku tidak mau makan malam denganmu"ucap Naura


pria tampan tersebut langsung menoleh, saat mendengar ucapan Naura


"kalian berhenti"ucap Davies


pengawal Davies berhenti saat hendak menghajar Aditya


"kenapa tuan muda? banyak pengawal Nona Naura yang sombong dan ingin tampil hebat didepan nona Naura"ucap pengawal Davies


"sudah kubilang berhenti kalian akan ada waktu untuk menghajarnya"ucap Davies


semua pengawal Davies mengangguk dan menoleh ke arah Aditya


"kali ini kamu beruntung"ucap pengawal Davies


Aditya hanya diam dia menatap semua pengawal Davies dengan dingin bukan Aditya yang beruntung tapi pengawal Davies yang beruntung.


"jadi kamu mau makan malam bersamaku sayang"ucap Davies


Naura hanya mengangguk, ada jejak kesedihan diwajahnya


"baiklah kita akan makan malam di restoran keluarga Ball"ucap Davies


semua orang keluar dari gedung dan akan menuju ke restoran keluarga Ball


Naura ada disamping Davies dia hanya diam saat dirangkul oleh Davies


Aditya dan pengawal Davies mengikuti mereka dari belakang.


Saat didepan gedung mereka kaget dengan mobil Nissan skyline terparkir disana.


"siapa pemilik Nissan skyline ini? kenapa bisa terparkir disini?"tanya Davies dengan kaget


Naura juga kaget saat melihat mobil tersebut


"tidak tahu tuan muda"jawab pengawalnya


"sial pemilik mobil ini sangat hebat, dia dikejar banyak polisi tadi siang tapi tidak terkejar padahal polisi juga sudah menggunakan helikopter tapi tetap saja mobil ini bisa lolos"terang Davies kagum walaupun dia tuan muda terkaya di ibu kota dia tidak berani kejar-kejaran dengan polisi apalagi jumlah polisinya sangat banyak.


Naura dan semua pengawalnya kaget saat mendengar ucapan Davies.


"siapa pemilik mobil ini?"batin Naura dan menoleh kearah Aditya yang ada di belakangnya


"apa dia pemilik mobil ini"tebak Naura dalam hati


"tuan muda apakah itu benar?"tanya pengawal Davies


Davies mengangguk


"itu benar karena mobil ini sudah menjadi buronan polisi"ucap Davies


semua orang yang ada disitu hanya mengangguk


Sementara itu Aditya dia mendekat kearah mobil Nissan skyline itu, dia mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya.


Tiitt bunyi mobil Nissan skyline tersebut


Aditya membuka pintu penumpang


"nona Naura silahkan masuk"ucap Aditya

__ADS_1


Naura kaget saat melihat hal itu


"sial pemilik mobil itu ternyata kamu"ucap Davies terkejut


semua pengawal Davies juga ikut terkejut


Naura hanya mengangguk seraya mendekat kearah Aditya


"apa yang kamu lakukan sayang"ucap Davies


"aku akan bersama pengawal ku"jawab Naura yang sudah duduk didalam mobil


Aditya menutup pintu mobil, dia berjalan memutar untuk masuk ke dalam mobilnya.


bruuummmm suara mobil yang dinaiki oleh Aditya dan Naura


mobil Nissan skyline tersebut langsung pergi tanpa menunggu Davies dan pengawalnya


"sial dia langsung pergi"ucap Davies dengan marah


......................................................


Jalan raya ibu kota dengan sang Surya mulai tenggelam dimakan oleh laut.


Sebuah mobil Nissan skyline melaju dengan kecepatan tinggi dan melewati mobil lainnya dengan lincah.


Didalam mobil


"dimana restoran keluarga Ball nona?"tanya Aditya


"sebentar aku akan membuka maps untuk menuju kesana"jawab Naura mengeluarkan ponsel yang ada didalam tas yang dia bawa


setelah beberapa saat Naura meletakkan ponselnya didepan Aditya


"itu adalah rute menuju ke restoran keluarga Ball"ucap Naura


"terimakasih nona"ucap Aditya


Naura hanya mengangguk, dia menatap keluar jendela melihat mobil yang sedang mereka lewati.


Sementara itu Davies dan pengawalnya tertinggal jauh dibelakang.


"sial dia melaju dengan kecepatan tinggi sampai aku tidak bisa menyusul"umpat Davies dengan kesal


"aku harus cepat menyusulnya"ucap Davies


mobi yang sedang dikendarai oleh Davies melaju dengan kencang melewati mobil lainnya.


Aditya mengemudikan mobil Nissan skylinenya dengan santai saat hampir ketempat yang dia tuju.


Aditya melihat restoran yang besar dan juga mewah, dia membelokkan mobilnya dan menuju ke tempat parkir yang tersedia, terlihat banyak mobil mewah saat hendak memarkirkan mobil.


"restoran ini rupanya cukup terkenal"batin Aditya yang sedang mencari tempat parkir, dia melihat ada tempat kosong dan langsung menuju ke tempat tersebut.


ciit suara rem mobil


Aditya langsung keluar dan membukakan pintu mobil untuk Naura.


"silahkan nona"ucap Aditya


Naura langsung turun dari mobil


"terimakasih"ucap Naura


Aditya hanya mengangguk, dia menutup pintu mobil dan langsung berdiri di belakang Naura.


mereka berdua berjalan menuju kedalam restoran


Saat mereka berdua memasuki restoran tersebut langsung menjadi pusat perhatian karena kecantikan yang dimiliki oleh Naura.


"lihat wanita itu dia sangat cantik"ucap pengunjung


"shut diam apa kamu tidak tahu?, jika wanita cantik itu adalah tunangan tuan muda Davies"seru temannya

__ADS_1


"jadi itu tunangan tuan muda Davies?"tanya salah temannya


semua orang membicarakan Naura sebagai tunangan Davies.


Naura menuju meja yang tersedia, dia duduk dengan tenang


"kenapa kamu masih berdiri dibelakangku?, duduklah"ucap Naura


"saya tetap seperti ini saja nona"jawab Aditya


Naura hanya menganggukkan kepalanya


"seperti biasa semua pengawal yang aku sewa selalu seperti ini"batin Naura


Nuara menghela nafas dan mengeluarkan ponselnya


Setelah menunggu cukup lama Davies tiba bersama dengan pengawalnya, semua orang langsung melihat Davies


"waw lihat itu tuan muda Davies"ucap gadis yang ada didalam restoran


"iya tuan muda Davies selalu tampan ya"ucap gadis lainnya


banyak gadis memuji ketampanan yang dimiliki oleh Davies


saat Davies mendengar itu dia hanya tersenyum dan melihat sekeliling untuk mencari Naura


Davies melangkahkan kakinya menuju kearah Naura diikuti oleh pengawalnya.


"maaf aku terlambat sayang"ucap Davies seraya menarik kursi untuk tempat duduk.


Naura hanya diam tanpa menoleh kearah Davies


"pelayan"panggil Davies


seorang pelayan langsung menuju kearahnya


"iya tuan muda"ucap pelayan tersebut


"siapkan hidangan special"ucap Davies


"baik tuan muda saya akan segera menyiapkannya"ucap pelayan tersebut dan Langsung pergi


Davies mengangguk dan memandang wajah Naura


"kamu semakin cantik sayang"ucap Davies kepada Naura


Naura menoleh


"terimakasih"ucap Naura dengan dingin


"jangan dingin begitu sayang"ucap Davies seraya ingin menyentuh tangan Naura


Naura hanya diam dia diam membiarkan tangannya disentuh oleh Davies, dia tidak bisa melawan saat ini karena keluarganya akan menjadi korbannya. Pernah Naura melawan saat dipegang oleh Davies , Davies melapor ke keluarganya dan Naura diancam jika dia menolak dipegang oleh Davies maka keluarganya akan hancur.


"jika kamu dingin terus menerus aku akan melapor ke keluargaku lho sayang"ancam Davies


"iya ada apa" jawab Naura dia juga tidak bisa melawan


"nah gitu dong sayang"ucap Davies dengan senang


saat sedang mengobrol makanan yang Davies pesan sudah tiba , semua makanan diletakkan diatas meja.


"ayo sayang kita makan"ajak Davies


"iya"jawab Naura dengan perasaan sedih


Naura dan Davies makan malam dengan tenang, saat sedang menikmati makan malam dengan tenang.


tiba-tiba masuk segerombol orang berbaju serba hitam dan membawa persenjataan lengkap.


"semua orang angkat tangan jika ada yang melawan akan kami tembak ditempat"ucap salah satu orang dari gerombolan tersebut.


Sekian dulu maaf jika kurang menarik:)

__ADS_1


Motivasi: bekerja keras lah walaupun itu pekerjaan kasar tugas seorang laki-laki itu menafkahi bukan bergaya sana sini.


__ADS_2