Perjalanan Jendral Perang

Perjalanan Jendral Perang
21. pertarungan terakhir


__ADS_3

suasana malam hari identik dengan ketenangan tapi tidak berlaku disebuah hutan di ibu kota.


bughh bugh bugh suara pukulan saling beradu.


dua sosok saling bertukar pukulan dan jurus yang mereka miliki.


Brak salah satu dari sosok menabrak sebuah pohon.


kriet brak pohon tersebut langsung tumbang.


"sialan kau Dit"ucap Raizel seraya berdiri


Aditya hanya terkekeh melihat hal itu


"kenapa kamu tidak menghindar Rai"ucap Aditya


"jangan tertawa ayo kita bertarung dengan serius"ucap Raizel dengan marah dan mengeluarkan senjata dari jubahnya.


srek


"oh kamu ingin beradu pedang dengan ku?"ucap Aditya saat melihat Raizel mengeluarkan sebuah pedang


"iya aku tahu jika kamu lebih unggul menggunakan pedang dibandingkan denganku, tapi kamu sudah gak akan memakai pedang lagi kan?"ucap Raizel menodongkan pedang kearah Aditya,


"itu memang benar, tapi jika terpaksa aku akan menggunakan pedang lagi"ucap Aditya mengeluarkan sebuah pisau dari jubahnya.


wush wush wush


suara angin menggerakkan jubah mereka berdua saat saling diam memegang senjata ditangan mereka.


wush Raizel menyerang dengan kecepatan tinggi


tring tring tring tring tring


Raizel mengayunkan pedangnya ke titik vital dan titik buta Aditya tapi,


Aditya menangkis semua serangan dari Raizel, serangan terus berlanjut hingga Aditya membalas serangan dari Raizel.


tring


Raizel menangkis serangan dengan pedangnya,saat Raizel ingin melakukan serangan lagi dia melihat serangan lainnya.


tring tring tring crash


Aditya berhasil melukai punggung Raizel dengan pisaunya.


"kau hanya ingin beradu kecepatan dengan ku apakah otakmu sudah rusak Rai"ucap Aditya setelah berhasil melukai Raizel.


Raizel mengusap punggungnya dan dia langsung menatap Aditya dengan dingin.


"hahahaha akhirnya kamu serius Dit saat melawanku jika begitu, aku akan serius juga"ucap Raizel dengan keras


boom ledakan aura membunuh sangat mengerikan keluar dari tubuh Raizel, hingga semua hewan yang ada didalam hutan ketakutan dan memilih meninggalkan hutan dengan cepat.


Aditya juga merasakan aura yang keluar dari tubuh Raizel,dia hanya tersenyum dan...


bom ledakan Aditya juga mengeluarkan aura membunuhnya.


Dua aura membunuh yang sangat mengerikan saling bertabrakan dan jika bisa digambarkan, dua aura membunuh saling bertarung.


Karena kedua aura membunuh saling bertabrakan suasana malam hari yang tadi tenang sekarang menjadi mencekam, bahkan kedua aura tersebut bisa dirasakan oleh orang-orang yang berada di ibukota.


Ibu kota

__ADS_1


semua orang di ibu kota merasakan jika suasana malam hari ini tiba-tiba berubah menjadi mencekam, mereka semua buru-buru kembali kerumah mereka masing-masing.


keluarga Wijaya


kepala keluarga Wijaya tepatnya kakek Annanisa juga merasa aura membunuh Aditya dan Raizel.


"ada apa ini kenapa aku merasa aura membunuh yang sangat mengerikan dari hutan ibu kota"ucap kakek Annanisa yang terbangun dari tidurnya.


hal itu juga di rasakan oleh keluarga Burton


"aura membunuh yang sangat mengerikan"ucap kakek Sherly yang sedang duduk di sebuah kursi di ruang tamu.


sebuah markas di ibu kota


"siapa yang memiliki aura membunuh yang mengerikan seperti ini"ucap sosok misterius


semua keluarga besar di ibukota juga merasakan hal yang sama.


Hutan tempat Aditya dan Raizel bertarung.


mereka berdua masih berdiri tanpa ada pergerakan. tapi saat ada sebuah daun terbang dan hampir jatuh mereka berdua bergerak secepat kilat.


wush tring tring tring tring tring


pergerakan mereka berdua seperti sebuah kilat yang saling menyambar, bahkan di sekitar mereka sudah menjadi sebuah lapangan karena pertarungan yang sangat hebat.


hutan yang tadinya rimbun kini menjadi gundul karena pertarungan Aditya dan Raizel.


Aditya menendang Raizel untuk membuat jarak


"pernafasan angin" ucap Raizel


tubuh Raizel diselimuti oleh angin yang sangat kuat dia memasang kuda-kuda untuk melancarkan serangannya.


sama halnya dengan Aditya tubuhnya di selimuti oleh petir yang sangat kuat.


wush wush


Aditya dan Raizel bergerak secepat kilat dan


tring booooooommmmmm terjadi suara ledakan yang sangat kuat saat senjata mereka bertabrakan.


krett krett


"akan aku akhiri Dit dengan kekuatan penuhku"ucap Raizel dengan lantang seraya mundur kebelakang.


"maju"jawab Aditya memasang kuda-kuda.


...........................................................


"aku sudah mengasah kemampuan ini sejak lama dan ingin mengalahkan Aditya dengan ini"batin Raizel dengan yakin


"pernafasan angin gerbang terakhir"ucap Raizel memasang kuda-kuda


Aditya yang melihat itu memasang kuda-kuda


"pernafasan petir gerbang terakhir"ucap Aditya


disekitar tubuh Raizel diselimuti oleh angin yang sangat kuat, sementara Aditya diselimuti oleh petir berwarna ungu.


wush wush wush


wush

__ADS_1


sring


kabooommmmmmmm


Raizel terpental hingga menabrak sebuah pohon besar, sementara Aditya hanya mundur beberapa langkah.


"koug koug koug"Raizel batuk darah


Aditya berjalan kearah Raizel, dia melihat Raizel yang terluka parah karena serangannya.


sring Aditya menodongkan pisau kepada Raizel


"kamu kalah"ucap Aditya


"koug koug sial"ucap Raizel


Aditya menyimpan pisau nya dan membantu Raizel untuk berdiri.


Aditya membawa mendudukkan Raizel dipohon yang cukup besar, lalu dia mengeluarkan jarum perak dari jubahnya.


"makanya jangan keras kepala"ucap Aditya seraya menancapkan ke luka Raizel untuk mengobati.


"sialan kau Dit aku kira akan menang tapi masih sama seperti dulu"ucap Raizel


Aditya hanya tersenyum dan mulai mengobati luka Raizel.


setelah beberapa menit luka Raizel sudah diobati oleh Aditya.


"sudah selesai"ucap Aditya kepada Raizel


Raizel hanya mengangguk dan langsung berdiri, mereka berdua berdiri.


"Dit apakah kamu ingin pensiun?"tanya Raizel menatap bulan


"kamu udah tahu jawabannya"ucap Aditya dengan santai


"kalau begitu aku juga akan pensiun, karena ingin hidup sama sepertimu"ucap Raizel masih menatap bulan.


Aditya hanya mengangguk,


"aku akan pulang"ucap Aditya seraya pergi kearah mobil yang dia bawa.


Raizel menoleh kearah Aditya dia hanya tersenyum.


brak brum Brum Brum


Aditya pergi meninggalkan Raizel di hutan.


"seberapa besar kekuatanmu sebenarnya Dit"ucap Raizel pelan,dia langsung pergi dari hutan dalam sekejap.


Setelah mereka berdua pergi sekelompok orang berjubah hitam mendatangi tempat mereka berdua.


"sial mereka sudah pergi"ucap salah satu kelompok tersebut


"kita akan laporkan ini ke bos"ucap temannya


"baik"jawab mereka semua


wush wush wush


sekelompok orang berjubah hitam itu langsung hilang dari tempat itu.


Sekian dulu maaf jika kurang menarik:)

__ADS_1


maaf sibuk dengan sekolah


__ADS_2