
malam yang tenang dan damai dengan pemandangan yang indah disebuah pulau kosong ada dua pemuda yang sedang bertarung dengan senjata ditangan mereka.
"Trang Trang"suara dentuman besi yang bersentuhan, dua pemuda tersebut sedang bertarung dengan pedang sebagai senjata
"shus shus " Suara ayunan pedang dengan kecepatan tidak bisa diikuti oleh mata merusak apa saja yang ada didepannya, tempat tersebut sudah berantakan karena pertarungan dua pemuda tersebut.
"ayo dit jangan tahan kemampuan untuk bertarung dengan ku"ucap Raizel seraya mengayunkan pedangnya
Aditya hanya diam seraya menangkis pedang Raizel
mereka terus bertarung tanpa memperdulikan sekitarnya
"Trang Trang "Suara dentuman pedang terus berlanjut
Aditya mengayunkan pedangnya dari depan untuk menyerang, Raizel yang melihat serangan itu berniat untuk menahannya dan gantian menyerang, tapi niat Raizel pupus tiba-tiba pop hilang dan sudah berada dibelakang Raizel dengan pedang sudah menempel dileher Raizel.
"kau sudah mulai serius ya"ucap Raizel seraya berdiri dengan cepat dan menjaga jarak dari Aditya
Raizel mengangkat pedangnya dan memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang lawan kapan saja
"hah.. bersiaplah"dari sudut mulut Raizel mengeluarkan uap udara
"teknik pernafasan api gerbang kesatu buka"gumam Raizel
walaupun Raizel bergumam Aditya masih bisa mendengarnya, Aditya memasang kuda-kudanya
"pernafasan bulan gerbang kesatu buka"ucap Aditya
udara di sekitar Aditya dan Raizel menjadi mencekam dengan membuka teknik pernafasan masing-masing
"wus" Raizel menerjang dengan mengayunkan pedang di tangannya
"tang" ayunan pedang dari Raizel di tangkis dengan mudah oleh Aditya, pertarungan antara mereka terus berlanjut sampai dari salah satu mereka berdua menyerah.
taang tang tang tang Suara dentuman keras dari perang mereka berdua
Raizel mengayunkan pedangnya dengan membabi buta tanpa memperdulikan sekitarnya entah berapa banyak pohon yang tumbang terkena sayatan pedangnya.
Sedangkan Aditya menangkis semua serangan dari Raizel tanpa membalas, Aditya menunggu celah untuk menyerang karena dia tahu dari teknik pernafasan api.
Pernafasan api adalah pernafasan yang sangat sulit untuk dilatih, untuk melatih pernafasan api harus bisa menahan dari panasnya api bukan hanya itu jika fisik tidak cocok dengan pernafasan ini maka seseorang akan mati.
srak..... ayunan pedang dari Raizel mengenai pohon yang cukup besar, pohon itu pun langsung tumbang 'krek krek kabooom'suara pohon tumbang.
"kali ini tidak akan meleset"ucap Raizel seraya menerjang Aditya
tang ayunan pedang dari Raizel ditangkis Aditya mereka menahan perang masing-masing.
"apa kau sedang bercanda"tanya Raizel
Aditya menggeleng
"lalu kenapa Lo gak pake tangan kiri saat bertarung denganku"teriak Raizel dengan marah
__ADS_1
"kau kira gue akan kalah kalau Lo pake tangan kiri?"tanya Raizel dengan marah
"ayo pake tangan kiri Lo Dit"ucap Raizel
"kau yang memintanya"ucap Aditya
Aditya langsung menjaga jarak dari Raizel dan memindah kan pedang ke tangan kirinya
"bersiaplah untuk kalah"ucap Aditya dengan dingin
"gue gak akan kalah dengan mudah"seru Raizel
Raizel memasang kuda-kudanya, tiba-tiba udara disekitar Raizel menjadi panas dan tubuhnya mengeluarkan api
"ayo majulah Aditya"teriak Raizel
Aditya masih menggenggam pedang ditangan kirinya seraya memasang kuda-kudanya dan juga udara disekitar Aditya menjadi mencekam.
'wus' tiba-tiba Aditya sudah didepan Raizel dan menyerang dengan pedangnya secara horizontal, tapi serangan itu ditangkis oleh Raizel.
'tang' saat Raizel sudah menangkis serangan dari Aditya dan akan mengayunkan pedangnya kedepan Aditya sudah menghilang.
"sial kecepatan ini"ucap Raizel
'belakang'batin Raizel 'tang'bener dugaan Raizel serangan dari belakang.
'kecepatannya tidak masuk akal'batin Raizel, kini dia hanya menahan serangan Aditya dari segala arah
'aku harus fokus untuk mengetahui posisi Aditya 'batin Raizel
*tang.. tang.. tang..*
'pasti serangannya dari belakang'batin Raizel
Aditya saat hendak menyerang dari belakang, karena Raizel sudah mengetahui serangannya maka Raizel menghindar dari serangan Aditya dan membalas serangan tersebut.
"kena Lo Dit"ucap Raizel saat sudah berhasil menghindar serangan dari Aditya, Raizel menusuk perut Aditya dengan pedangnya.
"aku Menang Dit" ucap Raizel dengan bangga
"apakah begitu"
Raizel kaget saat mendengar suara itu, diapun menoleh melihat Aditya yang mengarahkan pedang dilehernya.
"sejak kapan, terus siapa yang aku tusuk ini?"tanya Raizel
klik Aditya menjentikkan jarinya, Raizel tersadar ternyata hanya menusuk batang pohon.
"kau kalah"ucap Aditya menjauhkan pedangnya dari lehernya Raizel
"hahaha iya gue ngaku kalah, hufft teknik apa yang kau pake itu dit? padahal gue yakin nusuk Lo"tanya Raizel seraya berdiri
"ilusi"jawab Aditya singkat dan menyimpan pedangnya.
__ADS_1
"sejak kapan Lo belajar ilusi Dit?, kenapa bisa begitu ya?, bagaimana caranya Dit?berondongan pertanyaan diucapkan oleh Raizel.
"tanya satu persatu aku belajar saat luang"jawab Aditya dengan malas
"ajari gue dong Dit"mohon Raizel
"simpan dulu pedangmu"ucap Aditya
"tapi nanti ajari aku ya Dit"mohon Raizel lagi,
"nanti kalau luang"jawab Aditya dengan malas
"hahaha oke dit" ucap Raizel sembari menyimpan pedangnya
mereka berdua beristirahat saat selesai bertarung, dan Raizel terus saja meminta Aditya untuk mengajari teknik ilusi
"cepet lah Dit sekarang aja"ucap Raizel yang sedang duduk
Aditya hanya menggelengkan kepalanya
"yah Lo gak asik Dit"ucap Raizel dengan cemberut
sudah setengah jam mereka beristirahat dan saat nya mereka kembali ke tenda mereka, sambil membawa pedang di punggung mereka berdua berjalan untuk kembali.
"oh iya Dit nanti kita bakalan nemenin Aurel dan Naura untuk melihat bintangkan?"tanya Raizel
"tidak tahu"jawab Aditya
saat mereka berdua asyik mengobrol ada kejadian yang membuat mereka terkejut.
Aurel dan Naura yang akan dilecehkan oleh Lucas dan teman-temannya.
Raizel yang melihat kejadian itu sangat marah dan mendekati Lucas dan teman-temannya.
"apa yang sedang kalian lakukan"tanya Raizel dengan suara dingin
ilustrasi pedang dan topeng
topeng dan pedang Raizel
topeng dan pedang Aditya
sekian dulu ya maaf kalau kurang menarik:)
Pesan: perang kecil itu mempertaruhkan nyawa dan perang besar itu memerangi hawa nafsu
__ADS_1