
Matahari semakin tinggi menandakan siang hari.
Mansion Naura ruang tamu.........
Naura menangis masih menangis di pelukan 01
"sudah berhenti menangis nona saya janji kita akan bertemu kembali"ucap 01 mengusap lembut rambut Naura
Naura menggelengkan kepalanya
"gak kamu gak boleh pergi"jawab Naura semakin memeluk erat tubuh 01 dia tidak menyadari jika posisinya saat ini sedang di pangkuan 01.
01 hanya menghela nafas pelan dia bergerak menyentuh dagu Naura untuk menatap matanya.
"lihat mata saya nona apakah ada kebohongan disana"ucap 01 menatap Naura dengan warna mata merah darah
Naura menatap mata 01 dengan wajah sedihnya tapi saat melihat mata merah darah 01 dia langsung teringat laki-laki yang menjadi kekasihnya 5 tahun yang lalu.
POV 5 YANG LALU
Saat itu Naura dan Aditya sedang belanja disebuah pusat perbelanjaan di kota.
Aditya setiap kali keluar akan selalu pake masker tapi itu tidak menutup auranya.
mereka berdua berjalan menuju sebuah toko baju untuk membeli baju untuk Naura, saat sedang memilih baju Naura di goda oleh beberapa pemuda kaya.
"hey cantik sendirian aja?"tanya salah satu pemuda
Naura hanya diam dan meneruskan memilih baju yang akan dia beli.
"dingin banget sih Jan dingin-dingin dong nanti cantiknya hilang Lo hahaha"goda nya lagi
Naura masih sabar dia melihat Aditya hanya cuek saja, tapi saat dia ingin kesal dengan Aditya tiba-tiba pemuda yang menggodanya terpental dari toko baju tersebut.
"jangan salahkan aku jika kamu gak ingin cacat"ucap Aditya dengan wajah dingin
Semua orang yang melihat itu ketakutan karena mata Aditya menyala berwarna merah darah.
Naura juga kaget karena melihat sisi lain dari diri Aditya.
"udah Dit kita pulang aja ya"pinta Naura dengan ketakutan di wajahnya. Aditya hanya mengangguk dia memeluk pinggang Naura dan menggelegar pergi dari toko tersebut.
POV SELESAI
Naura sangat terkejut saat melihat mata merah darah milik 01, dengan tangan bergetar dia membuka topeng 01.
click saat topeng 01 terbuka sontak Naura langsung memeluk 01 dengan sangat erat dan tidak ingin melepaskannya.
"kamu jahat Dit hiks hiks kamu jahat"ucap Naura memeluk erat tubuh Aditya.
Aditya hanya tersenyum melihat Naura memeluknya dengan erat.
"maafkan aku tapi aku harus pergi lagi untuk menyelesaikan misi untuk terakhir kalinya"ucap Aditya membalas pelukan Naura.
Naura tidak mendengarkan ucapan Aditya dia hanya menangis.
15 menit kemudian........
__ADS_1
Naura melonggarkan pelukannya dari Aditya dia mendongak dan menatap wajah Aditya.
"maaf ya sayang tapi aku harus pergi lagi karena misi ini sangat penting"ucap Aditya sambil mencium kening Naura dengan lembut.
Naura menggelengkan kepalanya dia tidak ingin jika di tinggalkan lagi oleh Aditya.
"gak Dit gak hiks hiks kamu gak boleh pergi lagi"ucap Naura
tanpa aba-aba Aditya langsung menggendong Naura menuju ke kamar.
Saat tiba di kamar Aditya membaringkan tubuh Naura dan menindihnya.
Aditya mencium bibir Naura dengan lembut, tanpa ada penolakan sama sekali.
Ciuman yang lembut berubah menjadi cium panas tanpa sadar tangan Aditya sudah menjelajah di tubuh Naura.
saat ciuman usai bibir Aditya menuju leher Naura.
"akhh"de*sah Naura saat merasakan bibir Aditya mencium lehernya.
Tanpa di sadari Naura jika dia sudah Tel*njang hanya menyisakan pertahan terakhirnya.
Dengan lembut Aditya melepaskan br* milik Naura saat melihat pay*dara jelas di depan wajah nya tanpa menunggu lama dia langsung menyesapnya dengan lembut. Lengkuhan keluar dari mulut Naura.
"ahhh"de*ah Naura dengan menjambak rambut Aditya.
Aditya semakin liar tangannya menyentuh bagian i*tim Naura.
Siang itu terjadilah pergulatan sampai tengah malam.
Sekitar jam 2 malam Naura terbangun dari tidurnya dia melihat Aditya yang sedang disampingnya dan sudah berpakaian lengkap.
"erhhh"Naura mencoba bergerak tapi tubuhnya terasa sangat sakit apalagi bagian i*timnya.
Aditya yang melihat Naura kesakitan merasa bersalah karena dia menggempur Naura sampai larut malam.
"mau kemana?hmm"tanya Aditya dengan lembut
"kamar mandi"jawab Naura, dia tidak sadar jika sekarang tidak mengenakan pakaian sehelai pun.
tanpa bicara Aditya langsung menggendong Naura menuju ke kamar mandi.
Saat berada di gendongan Aditya Naura baru sadar jika dia tidak mengenakan pakaian sehelai pun.
"turunkan aku Dit aku malu"ucap Naura bersemu merah menutupi bukit kembarnya dan bagian i*timnya dengan tangannya.
Aditya hanya tersenyum dan tidak peduli dengan perkataan Naura.
Aditya menurunkan Naura di dalam bathtub dia menyalakan air dan memandikan Naura dengan lembut Aditya mengusap punggung Naura dengan sabun dan membilas rambut Naura.
Setelah 20 menit Aditya memandikan Naura.
Aditya keluar dengan Naura digendongnya sama seperti sebelum.
Aditya merebahkan Naura di atas kasur, Aditya mencarikan pakaian untuk dipakai Naura. Setelah mencarikan pakaian Aditya memakaikan pakaian tersebut kepada Naura.
Setelah selesai Aditya menggendong Naura menuju dapur untuk makan karena dia tahu jika Naura juga pasti sedang lapar.
__ADS_1
Aditya mendudukan Naura di salah satu kursi ruang makan sebelum dia menuju kearah dapur.
"kamu tunggu disini aku akan memasak sesuatu"ucap Aditya setelah mendudukan Naura, dia berjalan kearah dapur untuk memasak.
Cukup lama Naura menunggu Aditya memasak.
Saat masakan matang Aditya langsung membawanya ke meja makan untuk di hidangkan, bau harum masakan Aditya memang menggugah selera buktinya Naura langsung berbinar saat Aditya menghidangkan masakannya.
setelah selesai menata masakannya di atas meja makan Aditya melayani Naura dengan cekatan dia menawarkan beberapa masakannya.
"ini untukmu agar stamina bisa pulih lagi"ucap Aditya menyodorkan piring kearah Naura.
Naura hanya menurut dia memakan masakan Aditya dengan lahap, sesekali dia juga melihat Aditya yang tersenyum.
15menit kemudian............
Naura memakan masakan Aditya dengan lahap, tanpa dia sadari telah menghabiskan semua masakan Aditya.
Naura menatap semua piring kotor yang ada di meja makan dan berinisiatif untuk mencucinya, tapi saat ingin berdiri Naura merasakan sakit di antara pahanya.
"kamu jangan bergerak, aku akan mencucinya"ucap Aditya berdiri dan memunguti semua piring kotor berada di meja.
"tapi aku ingin mencucinya dan membantumu"ucap Naura dengan wajah menahan rasa sakit.
"tidak perlu biar aku saja"ucap Aditya membawa piring kotor menuju dapur.
Naura hanya menatap Aditya dengan haru dia seakan menjadi ratu yang di manjakan oleh raja.
Naura hanya tersenyum dan merasa bersyukur karena dapat mengenal Aditya.
Setelah mencuci piring Aditya kembali ke meja makan, dia mendekati Naura dan seperti biasa tanpa aba-aba langsung menggendong Naura menuju ke kamar.
Aditya merebahkan Naura diatas kasur,
"terima kasih Dit, atas makanannya"ucap Naura setelah dia dibaringkan oleh Aditya.
"sama-sama, tapi ini gak gratis"ucap Aditya
"gak gratis? Baiklah aku akan membayarnya"ucap Naura yang tidak mengerti ucapan Aditya
"aku gak butuh uang, tapi....."ucap Aditya menjeda Kalimatnya dan menarik turunkan alisnya
"tapi apa?"ucap Naura belum juga mengerti tapi saat dia melihat Aditya Menaik turunkan alisnya dia mengerti dan juga kaget.
"apa kamu tidak merasa lelah Dit,kita melakukannya sampai tengah malam dan kamu kayaknya belum tidur"ucap Naura menatap Aditya dengan kaget.
Tanpa menjawab Naura Aditya langsung menerkam Naura.
"aku menginginkan lagi"ucap Aditya menatap wajah Naura
"tapi--mmmprt"ucapan Naura terpotong karena Aditya sudah menciumnya.
Kayaknya malam ini akan Aditya dan Naura akan melanjutkan kegiatan tadi siang.
Pesan: jika kamu kurang beruntung coba lihat lah kebawah maka kamu akan melihat seberapa beruntungnya kamu.
Maaf jarang update karena ya karena aku gak bisa nulis kata-kata merangkainya aja aku perlu 2 hari atau 3 karena ini novel gak sesuai ekspektasi aku, maaf banget.
__ADS_1