
CH 1. Terlahir Kembali.
Di malam gelap gulita yang bersinar kan sinar rembulan dan bertabur kan jutaan bintang menghiasi langit angkasa luas, di sebuah hutan yang terletak di bagian barat Clan Mata benua tengah, sebuah Clan yang menjadi salah satu Clan terkuat di Benua Langit Biru yang terkenal dengan kekuatan matanya.
Di dalam hutan yang rimbun dan gelap gulita, terlihat seorang pemuda yang terlihat berusia dua puluh lima tahunan dengan rambut putih yang di miliki nya serta iris mata nya yang berwarna biru yang mempunyai tatapan yang tajam membuat pemuda tersebut terlihat tampan.
Jika di lihat lebih teliti, maka terlihat sebuah pupil mata yang mempunyai bentuk yang berbeda dari pupil mata pada umumnya, pupil mata yang berbeda ini lah yang membantu nya untuk dapat melihat di gelap nya malam dan rimbun nya hutan.
Dengan tergesa-gesah pemuda itu berlari di atas pepohonan hutan yang rimbun, mencoba menghindari kejaran dari sekelompok orang yang dengan cepat mengejar nya. Dengan lincah pemuda tersebut berlari dari satu pohon ke pohon yang lain, dengan sesekali dirinya melirik ke arah sekumpulan orang yang jauh di belakang nya.
Di kejauhan terlihat sekumpulan pria paruh baya dengan iris mata nya yang berwana merah serta memiliki pupil mata yang juga berbeda di kedua bola mata nya seperti pemuda berambut putih yang mereka kejar. Bedanya setiap pupil mata yang di miliki sekelompok orang ini memiliki bentuk yang berbeda-beda di setiap orang nya.
"Penghianat ... !!! Cepat berhenti, kau tak kan bisa lolos dari kami ... !!! " Teriak salah satu seorang pria paruh baya yang mengejar pemuda tersebut.
Pemuda tersebut yang mendengar teriakan dari sekelompok pria paruh baya yang mengejar nya, hanya diam tak menanggapi seolah tak mendengar suara tersebut dan terus berlari menembus rimbun nya hutan. Jika di lihat lebih teliti, maka pemuda berambut putih tersebut dengan sekelompok pria paruh baya yang mengejar nya memiliki kesamaan yang sama, yaitu baju serta lencana Clan yang terukir di bagian dada yang mereka kenakan memiliki bentuk yang sama yaitu berbentuk seperti mata, serta tak lupa pupil yang berubah bentuk yang terdapat di kedua mata mereka.
Lencana Clan dengan bentuk mata merupakan ciri khas dari lencana yang dimilik oleh Clan mata, yang dimana merupakan salah satu Clan terkuat di Benua Langit Biru. Lencana itu sendiri di bedakan menjadi empat tingkatan yaitu, Perunggu, Perak, Emas dan khusus untuk sang Patriarch berwarna Hitam.
Semakin tinggi warna lencana, semakin tinggi pula ke dudukan orang tersebut di dalam Clan. Pemuda berambut putih tersebut terlihat mengenakan Lencana Clan berwarna Perak, yang menanda kan ke dudukan nya dalam Clan cukup tinggi. Sedangkan sekelompok pria paruh baya yang mengejar nya terlihat menggunakan lencana Clan berwarna Emas, yang menandakan status mereka dalam Clan juga cukup tinggi lebih tinggi dari pemuda berambut putih yang mereka kejar.
Waktu terus berjalan, malam semakin larut aura kematian yang berada di hutan semakin terasa kental, namun hal itu tak menyulitkan pemuda tersebut untuk terus berlari.
" Penghianat ... !!! Sekarang kau mau lari kemana lagi...!!! " Teriak salah satu pria paruh baya yang merupakan seorang tetua di Clan Mata, saat ini mereka berhenti tak terlalu jauh dari pemuda berambut putih tersebut yang bernama Varel. Varel telah berhenti dari pelarian nya dan berdiri di ujung tebing jurang kematian yang mengeluarkan aura kematian yang terasa begitu kental.
Varel merupakan seorang murid dari Clan Mata, namun saat ini dirinya di anggap berkhianat karena telah mempelajari sebuah kitab terlarang milik Clan Mata. Sedang kan jurang yang berada di belakang nya di sebut jurang kematian karena jurang kematian sangat luas dan dasar jurang yang tak terlihat, dari dasar jurang kematian yang tak terlihat itu terus mengeluarkan aura kematian yang begitu kental. Sampai saat ini belum pernah ada yang kembali setelah memasuki ataupun terjatuh kedalam jurang tersebut.
" Tetua, Aku hanya mempelajari teknik Clan, apa itu salah ...? Aku juga merupakan seorang murid dari Clan Mata, aku tak akan menyebarkan nya... " Kata Varel dengan lemah, karena tenaga nya telah terkuras habis akibat mencoba meloloskan diri dari kejaran para tetua Clan.
"Omong kosong ... !!! Kau pasti ingin menguasai Clan Mata dengan teknik itu kan ... Dan juga peraturan Clan dengan tegas mengatakan hanya Patriarch yang boleh mempelajari teknik terlarang itu !!! " Ujar tetua yang lain nya dengan keras.
"Patriarch sendiri juga telah mengatakan untuk membawa mu kembali ke Clan dalam keadaan hidup atau pun mati, sebaik nya kau menyerah dan terima hukuman Clan yang telah di putuskan. " Tambah tetua yang lain nya.
Varel yang mendengar itu hanya tersenyum pahit, Patriarch sendiri pun menginginkan kematian nya dan tak mempercayainya. Dengan perlahan Varel menggelengkan kepala nya, lalu di keluarkan nya sebuah Buku dari cincin penyimpanan nya.
Sebuah Buku yang terlihat tua namun memiliki sampul yang seluruh nya berwarna emas, aura berwarna emas yang terpancar dari Buku tersebut tersebut memberikan sebuah tekanan tersendiri untuk sekitar nya.
"Bu-Buku apa itu ... ? " Tanya salah satu tetua yang terkejut dengan aura yang di keluarkan oleh buku emas tersebut.
"Buku itu ... .Jangan - jangan ... ? " Tebak Tetua lain nya yang merupakan pemimpin kelompok tersebut yang juga merupakan tetua pertama Clan Mata.
" Tak ada yang mengingat nya kah ... ? " Kata Varel pelan dengan tersenyum pahit. Varel menatap para tetua yang ada di hadapan nya itu, dengan perlahan Varel mulai menyalurkan Qi nya ke dalam Buku emas yang berada di genggaman nya lalu setelah itu Varel pun melompat kedalam jurang.
Para tetua yang melihat Varel melompat pun sangat terkejut, tak percaya dengan apa yang di perbuat oleh pemuda tersebut.
"Jangan...!!!, Hentikan dia untuk bunuh diri....!!!" Teriak tetua pertama yang mencoba menghentikan Varel untuk bunuh diri.
" Tetua jangan ... !!! Dia hanya seorang Penghianat. " Cegah para tetua lainnya, yang menahan tubuh tetua pertama yang mencoba untuk menghentikan Varel.
"Bodoh .... !!! Apakah kau tak melihat Buku yang ia bawa ? " Tanya Tetua pertama dengan keras, dirinya begitu kesal dengan tetua yang menahan tubuh nya.
"Sebenarnya Buku apa itu ... ? " Tanya salah satu tetua yang penasaran, karena melihat tetua pertama yang biasanya begitu tenang kini terlihat begitu kesal dan kehilangan ketenangan nya.
" Itulah kitab terlarang milik Clan Mata, aku tak percaya anak itu membawa nya " Jelas tetua pertama dengan nada penuh penyesalan.
Booooommmm...!!!
__ADS_1
Tak lama setelah itu ledakan dahsyat pun terjadi yang menghancurkan pinggiran tebing jurang kematian.
Tetua pertama yang melihat ledakan besar di hadapan nya itu sungguh menyesali " Aaaahhhh ... Kitab terlarang, dan seorang jenius ...
Varel..."
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Sesaat sebelum ledakan...
Varel yang melompat ke dalam jurang kematian hanya tersenyum tipis mengingat perjalanan hidup nya selama di Clan Mata, dirinya merupakan seorang yatim piatu dari Clan cabang kedua orang tua nya telah tewas terbunuh oleh sekumpulan perampok yang menyerang ke desa dimana mereka tinggal.
Dirinya beruntung saat para perampok ingin membunuh nya setelah membunuh kedua orang tua nya, ia di selamat kan oleh anggota Clan utama yang memberikan bantuan ke desa dirinya tinggal sebelum senjata sang perampok mencapai dirinya, setelah semua perampok di kalahkan dirinya di bawa ke Clan utama.
Saat kenangan - kenangan masa kecil nya terus berputar di dalam pikiran nya, buku emas tua yang ia genggam pun mulai bercahaya dengan terang, dan tak lama setelah itu ledakan dahsyat pun terjadi yang menghancurkan tubuh nya dan juga pinggiran tebing jurang kematian.
Sekarang Varel merasa berada di dalam kegelapan, semua rasa sakit yang dirinya rasakan di seluruh tubuh nya mulai menghilang, menandakan dirinya mulai memasuki alam baka.
Ketika Varel berusaha pasrah dengan keadaan nya tiba-tiba, muncul sebuah cahaya putih terang di hadapan nya. Dari yang awal nya kecil tiba-tiba menjadi besar, sebelum ia bisa menyadarinya cahaya putih terang tersebut semakin membesar dan menyatu dengan tubuh nya.
Seketika tubuh nya bercahaya dan memancarkan cahaya putih terang, setelah itu pandang Varel kembali menjadi gelap.
[Kehidupan Sebelumnya]
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-...
Di sebuah ruangan di salah satu kediaman Keluarga Wesley, terlihat seorang bayi kecil berambut putih sedang terlelap damai dalam tidur nya. Di samping bayi yang berjenis kelamin laki-laki tersebut seorang pria muda terlihat tersenyum manis menatap lembut bayi yang ada di hadapan nya itu, dengan gemas pria muda itu menekan-nekan pipi halus nan lembut tersebut.
Dengan tersenyum manis pria muda tersebut menatap bayi yang ada di hadapannya itu, "aaaaahhhh sungguh sangat menggemaskan dirimu, sekarang kamu akan menjadi anak ku Varel..."
"Ehhh, apa aku membangun kan mu... " Ucap pria muda tersebut dengan lembut saat melihat bayi mungil yang ada di hadapan itu membuka matanya.
Dengan bola mata berwarna biru yang dimiliki nya namun terlihat sangat indah, bayi kecil tersebut menatap dengan bingung pria muda yang ada di hadapan nya itu.
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Varel membuka matanya kembali setelah cahaya putih terang menyatu dengan dirinya dan membuat pandangan nya menjadi gelap, saat kesadaran nya telah kembali ia sangat terkejut saat menyadari dirinya telah berada di suatu tempat yang asing.
" Aku ada di mana...? " Tanya nya dalam hati setelah membuka matanya, " apa kah aku terlahir kembali ... Lalu apa kah dia ayah ku di kehidupan ini...? " Tanya nya kembali, setelah membuka matanya ia cukup terkejut menyadari dirinya telah berada dalam bentuk bayi, dan melihat pria muda yang berada di hadapan nya sedang tersenyum manis ke arah nya.
" yah setidaknya aku masih di berikan kehidupan sekali lagi, dalam kehidupan ini aku akan hidup dengan baik. " Kata Varel dalam hati nya setelah memahami keadaan nya sekarang.
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
[5 Tahun Kemudian]
Waktu berjalan dengan cepat tak terasa lima tahun telah berlalu, kini Varel telah menginjak usia lima tahun. Di sebuah bukit kecil yang berada tak terlalu jauh dari kediaman Keluarga Wesley, terlihat Varel kecil sedang melakukan meditasi untuk menyerap energi yang berada di alam untuk masuk kedalaman tubuh nya.
"Huuufff... " Varel menghembus kan nafas nya, terlihat gas berwarna putih keluar dari dalam mulut nya, " Sudah lima tahun sejak aku terlahir kembali di dunia ini, dan kekuatan ku masih belum bisa menembus tahap Spirit Realm gerbang pertama menurut tingkatan yang aku ketahui di dunia ini, apakah aku harus menunggu pengetesan bakat di mulai, dan menggunakan praktik manual yang akan di berikan oleh ayah...? " Pikir nya bingung. Pasal nya, saat dirinya ingin memulai untuk berkultivasi ia menggunakan cara kultivasi dari kehidupan sebelum nya, namun sayang cara tersebut tak berhasil di gunakan nya dalam kehidupan yang sekarang.
Saat ia bertanya tentang masalah itu dengan ayah nya, tentunya dengan alasan yang sudah ia buat agar ayah nya tak curiga akhirnya ia mengetahui untuk bisa berkultivasi seseorang harus mengetahui Spirit Root yang ada di dalam tubuh nya dan belajar menggunakan manual praktik yang cocok dengan Spirit Root tersebut.
Setelah itu, Varel berdiri dari duduk nya dan mulai meninggalkan bukit kecil itu. " Baiklah karena aku masih di beri kesempatan untuk hidup kembali maka aku akan menjalankan kehidupan ini dengan baik."
"Untung aku membawa sesuatu yang berharga dari kehidupan ku yang sebelumnya, yaitu...
__ADS_1
Ingatan ku..."
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
"Ayah...!!! Ibu...!!! Aku pulang...!!!" Teriak seorang anak kecil berambut putih saat memasuki sebuah kediaman.
" Nak jangan teriak-teriak begitu..." Tegur suara lembut yang datang dari dalam sebuah ruangan. Anak kecil berambut putih yang mendengar itu hanya terkekeh pelan, lalu dirinya berlari kedalam pelukan Wanita muda yang keluar dari dalam kamarnya di ikuti oleh seorang pria muda yang berjalan di belakang nya.
Dalam gendongan nya wanita muda tersebut membawa anak berambut putih yang tak lain adalah Varel kesebuah Gazebo yang berada di taman belakang kediaman bambu, sedangkan wanita muda yang menggendong Varel adalah sang Ibu Alena dan pria muda yang mengikuti mereka adalah sang Ayah Jovan.
"Kamu sudah selesai latihan pagi Sayang ?" Tanya Jovan yang melihat istrinya itu menurunkan Varel dari gendongan nya saat telah sampai di Gazebo.
"Sudah Ayah."
"Karena kamu sudah selesai maka sekarang ayah akan menjelaskan pengetahuan umum tentang Benua ini dan dunia Cultivator." Varel yang mendengar itu sangat gembira, pasalnya informasi tentang tempat dirinya tinggal dan dunia Cultivator sudah sangat lama di nantikan nya. Dengan semangat dirinya mulai mendengar kan Jovan berbicara.
"Kamu tahu, salah satu hal yang paling penting bagi Cultivator selain kekuatan itu apa?" Tanya Jovan yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Varel yang sedang duduk di pangkuan Alena menatap Jovan dengan serius.
"Pengetahuan, tanpa pengetahuan seorang Cultivator di ibaratkan seperti seorang yang menyebrangi sungai dengan cara berenang padahal di samping nya terdapat sebuah jembatan. Dengan pengetahuan juga dapat menyelamatkan seorang Cultivator dari sebuah masalah atau bahkan dapat menghindari dari sebuah masalah." Varel yang mendengar itu pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda memahami apa yang di bicarakan oleh ayahnya. Kekuatan tanpa pengetahuan akan membawa petaka, sedangkan pengetahuan tanpa kekuatan hanya akan membuat hidup mu susah, jadi keduanya harus seimbang antara kekuatan dan pengetahuan.
Setelah itu Jovan pun mulai menjelaskan, di mulai dari daratan yang mereka tinggali bernama Benua Areon. Benua Areon sendiri merupakan sebuah daratan yang sangat luas dan di keliling oleh lautan yang tak kalah luas juga, daratan Benua Areon di bagi menjadi lima wilayah yaitu, Timur, Barat, Selatan, Utara, dan tengah.
Di setiap wilayah di kuasai oleh sebuah Kerajaan, kecuali wilayah tengah yang dimana sebagai jantung Benua Areon dan penguasa Benua Areon, yang di mana di kuasai oleh sebuah Kekaisaran.
Ruvia Empire merupakan penguasa tunggal jantung Benua, sekaligus penguasa tunggal Benua Areon. Sedang kan Keluarga yang mereka tinggali yaitu Keluarga Wesley, Keluarga Wesley merupakan salah satu dari tiga Keluarga Bangsawan besar yang berada Kota Sungai Putih Kerajaan Sungai Putih. Kota Sungai Putih merupakan ibukota kerajaan dan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Sungai Putih.
Dari penjelasan yang di jelaskan oleh Jovan, selain Keluarga Wesley yang menjadi salah satu dari tiga Keluarga Bangsawan Besar yang ada di Kota Sungai Putih, ada juga Keluarga besar Addison dan Keluarga Janice yang menjadi bagian dari tiga keluarga Bangsawan besar.
Jika di tanya siapa yang terkuat? Maka jawabannya adalah Keluarga Addison, lalu Keluarga Wesley, dan yang terlemah adalah Keluarga Janice.
Selain menjadi keluarga terkuat, Keluarga Addison juga merupakan Keluarga Kerajaan yang di mana kepala Keluarga Addison yang telah mencapai ranah Profound Realm gerbang kesembilan yang membuat dirinya menjadi orang terkuat di Kerajaan Sungai Putih.
"Lalu Ayah berada di ranah apa?" Tanya Varel tiba-tiba.
Jovan yang mendapat kan pertanyaan tiba-tiba oleh Varel hanya tersenyum tipis, dengan lembut di dirinya menjawab pertanyaan tersebut. " Sekarang Ayah berada di ranah Profound Realm gerbang ke delapan dan membuat keluarga kita berada di urutan kedua setelah keluarga Kerajaan.
Sedangkan untuk keluarga Janice kepala keluarga mereka masih berada di ranah Profound Realm gerbang ke tujuh sehingga membuat dirinya menjadi yang terlemah dari ketiga keluarga Bangsawan besar Kerajaan Sungai Putih."
Setelah menjelaskan tentang kekuatan yang ada di Kota Sungai Putih, Jovan juga menjelaskan tentang nilai tukar dan mata uang yang di gunakan oleh manusia biasa dan para Cultivator.
Jovan menjelaskan bahwa mata uang yang di gunakan oleh manusia biasa dan Cultivator berbeda, mata uang yang di gunakan manusia biasa adalah berupa koin. Koin di bedakan menjadi 3 bagian sesuai dengan nilai tukar nya, dari yang terendah adalah koin perunggu, lalu koin perak, dan terakhir koin Emas.
100 koin perunggu setara dengan 1 koin perak, sedangkan 100 koin perak setara dengan 1koin emas. Berbeda dengan manusia biasa, para Cultivator tak menggunakan koin sebagai mata uang untuk berdagang dengan sesama Cultivator, melainkan menggunakan sebuah energi dari alam yang telah memadat menjadi batu yang biasa di sebut Spirit Stone.
Selain berguna sebagai mata uang, energi yang terkandung di dalam Spirit Stone juga mampu berguna sebagai sumber daya untuk meningkatkan kultivasi bagi Cultivator.
Spirit Stone merupakan sebuah energi alam yang sangat murni lalu memadat dalam waktu ratusan bahkan ribuan tahun di kedalaman tanah, tak semua tempat terdapat Spirit Stone, tempat yang mengandung energi alam yang padat, dan terdapat sebuah urat bijih yang dapat menghasilkan sebuah Spirit Stone.
Spirit Stone juga di bedakan menjadi beberapa tingkatan tergantung dari energi yang terkandung, semakin padat energi yang terkandung dalam Spirit Stone, semakin tinggi pula tingkatan Spirit Stone tersebut.
Namun, yang beredar di kalangan Cultivator pada umumnya hanya Spirit Stone tingkat rendah yang memiliki warna berwarna kuning. Sedang kan untuk Spirit Stone tingkat tengah yang memiliki warna berwarna ungu, lalu spirit stone dengan kualitas tinggi memiliki warna berwarna hitam.
Untuk nilai tukar sendiri, para Cultivator menyepakati bahwa 100 Spirit Stone tingkat rendah setara dengan 1 Spirit Stone tingkat tengah. Dan 100 Spirit Stone tingkat tengah setara dengan 1 Spirit Stone tingkat tinggi. Namun hanya orang yang bodoh yang mau menukarkan spirit stone tingkat tinggi mereka ketingkat yang lebih rendah.
Bersambung...
__ADS_1