
CH 14. Bakat Melody
" Melody ! " Panggil Leo saat melihat Melody keluar dari dalam kamar nya. Melody yang merasa dirinya di panggil pun menoleh ke sumber suara, dilihat nya Leo yang sedang berdiri di depan kamar nya sambil tersenyum melihat kearah nya.
" Tuan muda, ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Melody sopan dan sedikit menundukan kepala nya.
" Ikuti aku ada yang ingin aku tanyakan ? " Setelah itu mereka berdua memasuki kamar Leo, setelah mereka memasuki kamar dan Leo menutup kembali pintu kamar nya, lalu berjalan kearah kasur nya dan duduk dengan tenang menatap Melody yang masih diam berdiri di hadapan nya.
" Apakah kamu ingin berkultivasi ? " Tanya Leo tiba-tiba setelah mereka terdiam beberapa saat.
" Maksud tuan ? " Tanya Melody tak mengerti.
" Maksudnya begini, jika kamu ingin menjadi Cultivator dan menemani ku berpetualang maka akan aku ajarkan kamu caranya berkultivasi, jika kamu mau menjadi Cultivator dan berpetualang sendiri juga tidak apa -apa tetap akan aku ajarkan cara berkultivasi.
Namun jika kamu memilih tak mau berkultivasi dan menjadi manusia biasa juga tak apa -apa, namun satu hal yang harus kamu tahu jika kamu memilih menjadi Cultivator kamu harus tau risiko nya. " Ucap Leo menjelaskan.
" Risikonya apa tuan muda ? " Tanya Melody memastikan sebelum membuat keputusan.
__ADS_1
" Jalan Cultivator adalah jalan yang penuh darah, kamu harus siap membunuh atau terbunuh kapan pun itu. Perebutan sumber daya yang biasa sering terjadi pertumpahan darah namun ada juga faktor lainnya, dunia Cultivator merupakan di mana yang kuat yang berkuasa dan yang lemah akan tertindas. Jadi kamu fikir kan kembali keputusan mu. "
" Aku akan menjadi Cultivator dan menemani tuan muda berpetualang, jadi mohon bantuannya. " Ucap Melody dengan tegas setelah memikirkan nya beberapa saat dan menguatkan hati nya.
Baginya hidup nya adalah milik tuan muda nya karena telah menyelamatkan hidup nya, selama dirinya tetap bisa mengikuti kemana tuan muda nya pergi, pasti akan dirinya lakukan walau pun taruhan nya nyawa nya sendiri. Toh menjadi seorang Cultivator juga tak membuat nya rugi, lebih baik menjadi Cultivator sekarang agar terus bisa mengikuti tuan muda nya dari pada nantinya menyesal.
Leo yang mendengar itu tersenyum manis dirinya sangat senang bahwa Melody mau ikut bersama nya, lalu dengan cepat Leo mengeluarkan bola kaca yang dapat mendeteksi Spirit Root seperti yang ada di aula pengetesan bakat.
Di mintanya Melody untuk mengulurkan tangan nya dan menyentuh bola kaca tersebut, Setelah Melody menyentuh bola kaca tersebut dengan perlahan bola kaca tersebut mulai bercahaya. Cahaya warna merah muncul dengan cepat lalu muncul juga cahaya warna hijau, namun setelah menunggu beberapa saat bola kaca tersebut sudah tak mengeluarkan cahaya nya lagi melainkan dua cahaya sebelumnya mulai redup dan menghilang.
" Sungguh gadis yang berbakat. " Ucap Luna dan Mozu bersamaan namun di tempat yang berbeda saat melihat kejadian tersebut.
" Apakah kamu yakin ingin mengikuti ku, jika Clan atau bahkan Academy tau tentang bakat mu pasti mereka dengan senang hati menerima mu. Masa depan mu akan semakin cerah, kamu juga bisa menjadi Cultivator yang kuat dan pergi ke benua tengah. " Ucap Leo setelah mengendalikan keterkejutan nya.
" Kamu tahu, Cultivator dengan bakat Spirit Root dua unsur sangat jarang di temui itu sih yang ayah katakan. Jadi menurut ku bakat mu sangat hebat sangat di sayang kan jika kamu mengikuti aku. " Imbuh nya lagi.
Melody yang mendengar ucapan Leo pun akhirnya mengerti mengapa tuan muda nya itu begitu terkejut dengan bakat nya, " jangan beri tahu mereka tuan muda, aku tetap ingin mengikuti tuan muda, dan pergi kemana pun tuan muda pergi. " Ujar Melody seraya menundukkan kepala nya, tanpa sadar air mata nya mulai menggenang siap jatuh kapan saja.
__ADS_1
Leo yang mendengar dan melihat Melody yang hendak menangis tersenyum dengan manis, di tarik nya tangan Melody hingga jatuh ke pelukan nya. Di cium nya dengan cepat pipi lembut Melody dan menghapus air mata yang sudah metes di kedua matanya dengan jari nya, " aku takakan meninggalkan mu atau membuat pergi dari ku, jadi jangan menangis aku senang kamu mau ikut dengan ku. " Ucap Leo dalam pelukan nya.
Melody hanya bisa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Leo kepadanya, tanpa sadar pipi nya yang menggemas kan itu sudah berubah menjadi merah merona. Tanpa sadar Melody membalas pelukan Leo dan membenamkan wajah nya di dada bidang Leo, Leo tersenyum semakin manis dirinya senang karena pelukan nya di balas oleh Melody.
" Cih, dasar mesum mencari kesempatan dalam kesempitan MODUS. " Ucap Luna ketus dari ruang roh.
Leo yang mendengar itu tak menghiraukan apa yang di ucapkan oleh Luna, " apa tuan putri juga ingin aku peluk. " Goda Leo.
" Cis... " Luna yang mendengar godaan Leo hanya mendengus kesal.
Suasana sedikit canggung antara Leo dan Melody setelah lepas dari saling peluk, " ini gunakan lah manual praktik ini untuk berkultivasi, " seraya menyerah kan sebuah buku manual praktik yang telah dirinya ambil dari cincin Ruby, " ikuti petunjuk yang ada dalam nya dan ini sebagai sumber daya untuk dirimu. " Ujar Leo menyerahkan sebuah cincin penyimpanan yang berisi berbagai sumber daya.
" Terima kasih tuan muda, saya takakan mengecewakan tuan muda. " Ucap nya senang seraya mengambil cincin penyimpanan yang di berikan Leo.
Leo hanya tersenyum manis melihat tingkah menggemas kan Melody, dengan mengacak rambut Melody Leo menyuruh Melody meninggalkan nya. " Sekarang aku ingin berlatih, sebaiknya kamu juga berlatih. "
"Iya tuan muda. " Dengan segera Melody meninggalkan kamar Leo dengan senyuman yang terukir manis di bibir nya.
__ADS_1