
CH 13. Persiapan Turnamen
Di aula pertemuan Clan Daun Merah.
Terlihat Patriarch dan para tetua sedang mendiskusikan sesuatu yang sangat penting bagi masa depan Clan Daun Merah mereka, pasal nya dalam waktu tiga bulan lagi akan di adakan nya sebuah turnamen pertarungan tahunan yang di adakan oleh kota Daun Perak.
Turnamen pertarungan ini melibatkan tiga Clan besar dan Clan kecil yang berada di kota Daun Perak, setiap Clan akan mengirimkan 10 perwakilan nya masing-masing yang masih berusia dibawah lima belas tahun yang di anggap jenius.
Selain menjadi pertarungan yang mentaruhkan harga diri Clan, sepuluh peserta teratas yang berhasil bertahan akan terpilih menjadi murid Academy Seribu Pedang. Hal itu juga menyebabkan tak hanya para clan yang mengikuti, tapi Cultivator yang tinggal di desa-desa sekitar kota Daun Perak juga mengikuti turnamen tersebut.
Saat ini suasana berat terlihat di aula pertemuan Clan, masing-masing tetua ingin murid pribadi nya lah yang akan mewakili Clan mereka. " Aiiss, bagaimana ini mereka jadi ribut sendiri -sendiri ." Batin Parles memijit pangkal hidung nya yang terasa sakit.
" Patriarch dan para tetua boleh kah aku berbicara. " Ucap salah satu tetua dengan mengangkat salah satu tangan nya seraya mengeluarkan sedikit aura nya.
Setelah tetua itu berbicara keadaan aula pertemuan yang tadi nya ramai mendadak hening, pasal nya tetua yang berbicara adalah tetua kelima yang tak lain yaitu Jovan. " Silakan tetua kelima. " Ujar Parles pelan mempersilakan Jovan berbicara.
" Terima kasih Patriarch, " Ucap Jovan memberi hormat lalu kembali metap para tetua, " begini, saran ku adalah dari pada kita meribut kan hal yang tak ada ujung nya, lebih baik kita memilih murid untuk turnamen tersebut dengan peringkat. " Jovan menghentikan ucapan nya lalu memperhatikan raut wajah para tetua.
Tak lama setelah itu seorang tetua mengangkat tangan nya, " maksudnya tetua kelima peringkat bagaimana? "
__ADS_1
Jovan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan perkataan nya, " peringkat yang saya maksud adalah tingkat kultivasi dan kekuatan dari masing-masing murid, sampai hari di mulai nya turnamen sepuluh murid dengan tingkat kultivasi dan kekutan nya yang masuk peringkat sepuluh teratas akan mewakili Clan. " Jovan menghentikan perkataan nya agar para tetua memahami apa yang di katakan nya.
Karna tak ada yang bertanya Jovan pun kembali melanjutkan perkataannya, " tentunya setiap peringkat akan berubah -ubah sesuai dengan kecepatan setiap murid kalian menaikkan tingkat kultivasi nya, sedang kan yang tak memasuki peringkat bisa mengikuti turnamen dengan jalur independen tanpa membawa nama Clan. " Ucap Jovan mengakhiri usulan nya.
Para tetua yang mendengar usulan Jovan pun terdiam memikirkan nya, suasana hening pun berlanjut beberapa saat sampai para tetua menyetujui usulan tersebut. Setelah semua para tetua setuju dan Patriarch juga setuju, masing-masing tetua mulai meninggalkan aula pertemuan untuk mempersiapkan murid mereka masing-masing.
Tak kecuali Jovan, setelah pertemuan nya selesai dirinya langsung meninggal kan aula pertemuan dan kembali ke kediaman nya, setelah sampai di kediaman nya Jovan pun berjalan kearah kamar Leo.
Saat membuka kamar Leo dan bermaksud untuk memberi tahu kan tentang hasil dari pertemuan tadi, namun di urungkan oleh Jovan setelah melihat Leo tertidur dengan nyenyak di atas kasur nya. Jovan yang melihat itu hanya tersenyum tipis di tutup nya kembali pintu kamar Leo dan berjalan kearah kamar utama yang menjadi kamar nya.
***
Di pagi yang cerah terlihat seorang pemuda sedang berlatih mengangkat batu yang begitu besar melebihi besar badan nya, dengan membawa beban yang berat pemuda itu berlari memutari Clan. Meskipun banyak yang menghina dan merendahkan nya, namun pemuda itu hanya mengabaikan nya bagi nya itu hal biasa hampir setiap hari dirinya selalu di hina.
" Ah iya, latihan ku sudah selesai sekarang perut ku minta di isi. " Ucap Leo tersenyum tipis.
Melody yang melihat senyum Leo tanpa sadar pipi nya telah berubah menjadi merah, di tambah dengan Leo yang tak memakai baju memperlihatkan dada bidang serta otot-otot perut nya.
" Ya dewa ... .Tubuh tuan muda sungguh menggoda. " Batin Melody dengan fikiran mesum, menatap tanpa berkedip pada tubuh Leo.
__ADS_1
Sedangkan yang di tatap hanya cuek tak memperhatikan, dengan santai nya dia berlenggang pergi untuk membersihkan diri. Melody yang tersadar setelah kepergian leo dengan cepat menyiapkan makanan di atas meja lalu berjalan ke arah kamar Leo untuk menyiapkan baju yang akan di kenakan tuan muda nya tersebut.
Tak lama setelah membersihkan diri dan memakai baju yang telah di siapkan oleh Melody, Leo berjalan ke arah meja makan dan duduk di samping Jovan yang telah lebih dulu berada di meja makan.
" Pagi Ayah." Sapa Leo sopan seraya menarik kursi di samping Jovan.
" Pagi juga Leo, sudah selesai latihan paginya? " Sapa balik Jovan, dan bertanya tentang latihan pagi yang selalu di lakukan Leo, yang hanya di balas oleh anggukan kepala oleh Leo. Dengan tenang mereka menyantap sarapan mereka masing-masing, itu lah salah satu hal yang di ajarkan Jovan agar tak bersuara saat sedang menyantap makanan mau di mana pun tempatnya.
Leo dan Jovan saat ini terlihat sedang duduk santai berdua di Gazebo yang berada di halaman belakang kediaman Jovan, setelah selesai sarapan Jovan mengajak Leo pergi ke Gazebo untuk membicarakan turnamen pertempuran yang akan di laksana kan tiga bulan lagi.
" Leo bagaimana perkembangan kultivasi mu apa kah sudah ada perubahan ? " Tanya Jovan saat kedua nya sudah duduk di dalam Gazebo.
" Sudah Ayah... Sekarang aku sudah bisa berkultivasi dan saat ini aku sudah berada di ranah Spirit Trainee gerbang pertama. " Jawab Leo senang seraya mengeluarkan cakra di telapak tangan nya.
Jovan sangat terkejut saat mendengar ucapan Leo dan melihat cakra yang ada di tangan nya, berdasarkan aura yang di pancarkan memang aura Spirit Trainee gerbang pertama. " B-bagaimana bisa ? "
Leo tersenyum tipis saat melihat raut wajah terkejut Jovan, saat ingin menceritakan yang sebenarnya, tiba-tiba sebuah suara terdengar dari dalam kepala nya. " Jangan kamu cerita kan yang sebenarnya tentang cincin Ruby, katakan saja bahwa cincin Ruby telah bangkit dan mengeluarkan sebuah manual.
Saat ini manual itu telah selesai kamu pelajari, dan tiba-tiba saja manual itu terbakar habis saat dirimu telah selesai mempelajari nya. " Kata suara yang terdengar di kepala Leo yang tak lain adalah Mozu. Leo pun menjelaskan seperti apa yang di katakan oleh Mozu kepada Jovan, Jovan yang mendengar penjelasan Leo hanya menganggukan -anggukan kepala nya tanda mengerti tentang penjelasan Leo.
__ADS_1
Setelah Jovan mendengar penjelasan Leo, dirinya juga menjelaskan tentang turnamen pertempuran yang sebentar lagi akan di adakan, dengan semangat Jovan menjelaskan. Selain karena senang Leo sudah dapat berkultivasi, Jovan juga senang Leo dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut meskipun tak bisa mewakili Clan.
Setelah menjelaskan dan berbincang beberapa saat, Jovan mulai meninggalkan Leo untuk mengerjakan pekerjaan nya, Leo juga mulai kembali ke kamarnya untuk berlatih kembali.