Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa
CH 5 : The Manual of Nine Heavenly Judgments.


__ADS_3

Ch 5 : The Manual of Nine Heavenly Judgments.


Dengan berhenti nya lambaian tangan Mozu sebuah getaran kembali terasa hal itu yang membuat Varel terkejut, dengan seiring getaran yang terjadi retakan-retakan di dinding Gua kembali terjadi bahkan semakin melebar.


Tiba-tiba salah satu sisi dinding Gua runtuh dan memperlihat kan sebuah lubang yang seukuran lemari besar, setelah dingin Gua runtuh getaran yang terjadi di dalam Gua pun juga ikut berhenti. Mozu yang melihat itu mulai melangkah mendekati reruntuhan dan memasuki lubang yang di akibatkan oleh getaran tadi, "Paman apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Varel bingung.


Tak menghiraukan pertanyaan Varel Mozu terus memasuki lubang besar tersebut, dengan rasa penasaran dirinya pun mengikuti di belakang Mozu dengan perlahan. "Wah ... Paman tempat apa ini ? Kenapa banyak sekali buku-buku di sini?" Tanya Varel dengan semangat setelah mengikuti Mozu memasuki lubang besar tersebut terlihat kekaguman di wajah nya.


Mozu yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan sedikit menggelengkan kepalanya dengan tenang dirinya pun mulai menjawab pertanyaan Varel, "ini semua merupakan bekal yang di berikan oleh tuan untuk Tuan Muda. Khususnya untuk buku yang satu ini," ucap nya seraya mengambil sebuah buku dengan sampul polos berwarna hitam, "ini adalah buku yang di khususkan untuk Tuan Muda." Tambahnya lagi seraya menyerahkan buku tersebut ke Varel yang berdiri di belakang nya.


"The Manual of Nine Heavenly Judgments." Gumam Varel pelan setelah membaca tulisan yang berada di sampul depan buku tersebut.


"Buku apa ini paman?" Tanya Varel bingung.


"Ini adalah manual praktik yang telah di siapkan oleh tuan untuk di gunakan oleh Tuan Muda, dengan manual praktik ini Tuan Muda dapat memulai berkultivasi."


"Benarkah itu...?" Tanya Varel senang.


"Benar Tuan Muda ... Namun perlu Tuan Muda ketahui setelah Tuan Muda menggunakan manual praktik ini jalan kultivasi Tuan Muda akan lebih sulit, kecepatan Tuan Muda dalam naik tingkat akan lebih lambat di sebabkan kebutuhan sumber daya yang lebih banyak dari pada Cultivator biasa.


Namun terlepas dari hal itu chakra Tuan Muda akan lebih murni dari Cultivator kebanyakan dan mampu melawan Cultivator biasa yang tingkatannya lebih tinggi dari Tuan Muda, dan ini yang paling penting setiap Tuan Muda naik keranah yang lebih tinggi maka akan ada sebuah petir yang akan menguji Tuan Muda dengan cara menyambar tubuh Tuan Muda."


"Petir apa itu Paman?"


"Itu adalah petir garis keturunan milik Tuan Muda, jika Tuan Muda berhasil melewati ujian ini maka petir tersebut akan memberikan sebuah keuntungan untuk Tuan Muda."


"Jika gagal?"


"Jika gagal Tubuh Tuan Muda akan meledak." Varel yang mendengar itu merasa sedikit ngeri di dalam hati nya.


"Dan untuk buku-buku yang ada di sini Tuan Muda boleh mempelajari nya namun di larang untuk menyebarkan nya, kecuali Tuan Muda memiliki seorang murid atau pelayanan yang setia kepada Tuan Muda maka Tuan Muda tidak boleh menyebarkan isi-isi dari buku yang ada di sini."


"Baik Paman aku akan selalu mengingat nya." Balas Varel dengan anggukan kepala yang penuh semangat.


"Masih ada hadiah yang masih belum saya berikan kepada Tuan Muda."


"Apa itu Paman?"

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Varel, Mozu pun menyentuh kening Varel dengan jari telunjuk nya. Saat jari telunjuk itu menyentuh kening Varel seketika cahaya terang keluar dari jari telunjuk itu dan memasuki kening Varel, Varel yang tak siap hanya bisa memejamkan mata nya dan membiarkan cahaya terang tersebut memasuki kepala nya.


"Aaaaaaaaakkkkkhhhhh...!!!"


Sebuah teriakan keras keluar dari mulut Varel, sebuah teriakan yang penuh dengan rasa sakit yang luar biasa. Varel yang mencoba menahan rasa sakit itu bukan nya mereda, malah membuat rasa sakit itu kian menjadi.


"Anda harus bisa melewati rasa sakit itu Tuan Muda." Ucap Mozu yang hanya diam menyaksikan apa yang terjadi dengan Tuan Mudanya itu.


Setelah lima menit berlalu dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, Varel pun kehilangan kesadaran nya Mozu yang melihat Tuan Mudanya tak sadarkan diri hanya diam tersenyum tipis.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


"Uuuuuhhhhhhkkkk..." Lenguh Varel yang telah sadar dari pingsan nya seraya memegang kepalanya yang masih merasakan sakit.


"Anda sudah sadar Tuan Muda?" Ucap Mozu yang melihat Varel telah sadar.


Varel yang masih memegangi kepalanya tak menghiraukan ucapan Mozu setelah rasa sakit di kepalanya telah mereda ia pun mulai bertanya, " Paman sebenarnya apa yang kamu lakukan?"


"Mohon maaf bila saya menyakiti Tuan Muda, saya hanya melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan saja yaitu membuka segel yang menyegel kekuatan roh Tuan Muda. Kata tuan itu adalah hadiah yang di berikan oleh nyonya." Jelas Mozu.


"Saya tidak tahu Tuan Muda, saya hanya di minta untuk melepaskan segel itu saja."


Varel yang terdiam memikirkan hadiah apa yang ibu nya berikan sehingga ia harus merasa kan sakit yang luar biasa itu seketika terdiam, sebuah energi roh tiba-tiba bergejolak dari dalam tubuh nya dalam jumlah besar. Saat ini semua energi roh yang berbeda di dalam tubuh nya mulai mengalir ke satu titik yaitu di kedua bola matanya, setelah semua energi roh terkumpul di satu titik tiba-tiba kedua mata Varel mengeluarkan cahaya putih terang hingga beberapa saat dan cahaya putih terang itu pun perlahan mulai menghilang bersamaan dengan kembali normalnya kedua matanya Varel pun kembali tak sadarkan diri.


"Aaaaaahhhhkkkkk!!! Paman sebenarnya apa yang terjadi kepada ku?" Tanya Varel yang telah sadar setelah tak sadarkan diri selama beberapa jam.


"Saya juga kurang tahu Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda beristirahat sejenak agar kondisi Tuan Muda kembali normal setelah itu Tuan Muda dapat mempelajari The Manual Of Nine Heavenly Judgments dan mencari tahu tentang hadiah yang di berikan oleh nyonya." Saran Mozu yang khawatir melihat kondisi Varel.


"Kamu benar Paman, sebaiknya aku istirahat terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara nya aku keluar dari cincin ini Paman?" Tanya Varel yang mengikuti saran dari Mozu agar dirinya beristirahat terlebih dahulu sebelum mempelajari manual yang di berikan oleh ayahnya dan mencari tau tentang hadiah yang ibunya berikan.


"Anda hanya perlu berkonsentrasi dan alirkan sedikit chakra dan Tuan Muda dapat keluar dari Cincin ini." Jelas Mozu.


Varel yang mendengar itu segera berkonsentrasi dan mengeluarkan sedikit chakra nya, dan seketika tubuh Varel menghilang dari dunia kecil cincin Batu Ruby dan kembali duduk di atas kasur nya dengan tenang.


Mozu yang melihat tubuh Tuan Mudanya telah menghilang dari pandangan nya itu pun hanya tersenyum tipis, dengan perlahan tubuh roh nya pun juga ikut menghilang secara perlahan.


"Semoga anda tidak mengecewakan saya Tuan Muda."

__ADS_1


"Yes ... Akhirnya pulih juga..." Gumam Varel senang setelah semalaman dirinya memulihkan kondisi tubuh nya kembali ke puncak nya.


"Sekarang aku bisa memeriksa hadiah apa yang di berikan oleh ibu hingga membuat aku harus merasakan sakit seperti itu." Dengan mengatur nafasnya Varel mencoba untuk berkonsentrasi dan mengatur kekuatan jiwanya untuk mengarah ke kedua matanya.


Secara perlahan kedua mata Varel mulai bercahaya terang, setelah itu sebuah pola aneh muncul di kedua bola mata Varel lebih tepatnya pupil serta iris Varel telah berubah. Kini kedua pupil Varel membentuk sebuah pola segitiga kecil di bagian atas iris dengan seluruh iris nya berwarna biru, tak lama setelah itu cahaya terang yang keluar dari kedua mata nya secara perlahan mulai menghilang. "I-ini bukankah mata ini...?" Ucap Varel terkejut sehingga tak bisa melanjutkan kata-katanya.


Varel tak menyangka bahwa dirinya bisa mengalami kejadian seperti ini, pasalnya dengan perubahan pada pupil nya mengingatkan dirinya dengan sebuah tekni yang tak asing baginya. Heaven's Eyes sebutan untuk kedua bola mata Varel yang sekarang, namun bukan karena perubahan pada pupil nya yang membuat dirinya terkejut namun Heaven's Eyes merupakan teknik yang terkenal di kehidupan nya yang sebelumnya yaitu teknik yang menjadi ciri khas Clan Mata.


"B-bagaimana mata ini bisa ada disini, bukan kah untuk membangkitkan nya membutuhkan kekuatan garis keturunan. Dengan kata lain hanya keturunan Clan mata yang bisa membangkitkan mata ini, apakah ini hadiah yang ibu berikan kenapa bisa? Aaaaaaagggghhhrrr ... Bikin pusing saja." Teriak Varel frustrasi seraya mengacak-acak rambutnya.


Karena tak mendapatkan jawaban yang diinginkan nya Varel mulai merubah kembali matanya menjadi normal, setelah itu di keluarkan nya sebuah buku dari cincin ruang nya yang tak lain adalah The Manual of Nine Heavenly Judgments. "Daripada memikirkan hal yang belum tau jawabannya lebih baik aku segera berlatih kitab manual ini, agar segera bisa berkultivasi."


Dengan cermat Varel mulai membaca halaman pertama pada Manual of Nine Heavenly Judgments, setiap kata ia baca dengan teliti dan memahami nya. Setelah lebih dari sejam membacanya Varel meletakkan buku tersebut di depan nya dan mulai memperbaiki duduk nya, dengan duduk bersila dan mengatur nafasnya dirinya mulai menutup mata dan berkonsentrasi untuk berkultivasi.


Aliran Cakra yang terdapat di ruangan itu pun mulai mendekat ketempat di mana Varel berada dengan cepat dan langsung terserap kedalam tubuh nya dengan cepat pula, jika ada yang melihat itu maka orang itu pasti akan terkejut. Pasalnya tubuh seorang Cultivator takkan sanggup menerima dan menyerap energi dengan jumlah sebesar itu sekaligus, jika Cultivator tersebut memaksakan diri maka Cakra yang telah terserap kedalam tubuh akan menjadi liar dan dapat merusak organ penting hingga membuat tubuh meledak.


Hal itu menyebabkan seseorang Cultivator hanya mampu menyerap energi Cakra secara perlahan tergantung dari kemampuan Cultivator tersebut dalam menyerap Cakra, hal itu jugalah yang menyebabkan lambat nya seorang Cultivator dalam menaikkan ranah kultivasi.


Waktu terus berlalu dengan cepat tak terasa siang telah berganti malam, namun Varel belum juga selesai dengan kultivasi nya. Jovan yang mengetahui anaknya itu sedang berkultivasi sungguh sangat senang dengan cepat dirinya mulai mengeluarkan berbagai jenis sumber daya yang mampu untuk meningkatkan kepadatan Cakra di dalam kamar Varel itu hingga dapat membantu Varel dalam berkultivasi, setelah di rasa cukup Jovan pun meninggalkan kamar anak kesayangan itu agar tak mengganggu konsentrasi Varel dalam berkultivasi.


Saat waktu menunjukkan tengah malam, tiba-tiba terdengar suara dentuman dari dalam tubuh Varel serta cahaya ke emasan yang menyelimuti seluruh tubuh nya. Semua Cakra yang berada di dalam ruangan itu juga bergerak semakin cepat ke arah Varel dan menyatu dengan tubuh nya, tak lama setelah kejadian itu dengan hilangnya cahaya ke emasan yang menyelimuti seluruh tubuh Varel serta aliran Cakra yang kembali normal Varel membuka matanya.


"Akhirnya berhasil juga, sekarang aku telah resmi menjadi seorang Cultivator." Seru Varel dengan senang.


"Selamat Tuan Muda, sekarang anda telah resmi menjadi seorang Cultivator. Mulai sekarang perjalanan anda yang sebenarnya baru saja di mulai." Kata sebuah suara yang tiba-tiba terdengar di dalam pikiran Varel.


"Kau kah itu Paman, hahaha terimakasih Paman. Dan benar juga kata mu Paman jalan ku baru saja di mulai."


"Sebaiknya Tuan Muda segera membersihkan diri lalu setelah itu anda bisa segera beristirahat.


"Baiklah Paman, aku juga sudah tak tahan dengan bau kotoran ini."


Varel pun segera membersihkan diri dari cairan berwarna hitam serta berbau busuk yang keluar dari dalam tubuh nya itu, setelah membersihkan diri segera Varel beristirahat mengistirahatkan tubuh serta mental nya yang kelelahan setelah sekian lama berkultivasi.


Flashback selesai...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2