
Hari yang di tunggu telah tiba, pagi ini Leo dan Melody sedang bersiap untuk mengikuti turnamen pertarungan yang di adakan oleh Kota Daun Merah dan memasuki Academy Seribu Pedang.
Leo berharap dengan masuk nya dirinya ke dalam Academy dapat mendapatkan sumber daya yang dirinya mampu Melody butuhkan untuk meningkatkan kultivasi nya, jika setelah memasuki Academy namun dirinya masih belum dapat menemukan sumber daya yang dirinya butuhkan maka Leo akan segera pergi dari Academy dan mencari nya di tempat lain.
Dengan menggunakan pakaian serba putih membuat Leo terlihat semakin tampan, sedang kan di samping nya Melody terlihat cantik dengan memakai pakaian berwarna biru serta cadar yang berwarna serupa menutupi wajahnya namun masih terlihat sangat mempesona.
" Mel, kamu sudah siap? " Tanya Leo setelah mereka selesai membereskan keperluan mereka.
"Sudah Tuan Muda. " Jawab Melody pelan.
" Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang nanti keburu penuh. " Setelah itu mereka berdua mulai meninggalkan kediaman Jovan dan pergi ke alun -alun kota tempat turnamen di selenggarakan.
Tak seberapa lama mereka pun telah sampai di tempat turnamen, setelah selesai mendaftarkan diri mereka berdua memilih tempat yang nyaman untuk menunggu turnamen di mulai.
"Wah ... lihat siapa yang ada di sini?. " Ucap sebuah suara yang tiba-tiba terdengar dari kejauhan.
"Hahahaha ... benar apa yang dilakukan sampah di tempat seperti ini. " Ucap suara lain nya namun dari orang yang berada.
__ADS_1
Saat Leo mendengar suara itu pun menoleh ke arah sumber suara, saat melihat siapa yang berbicara seketika raut wajah Leo pun berubah. Dengan malas Leo pun mulai mengluh saat sekelompok orang yang terdiri dari lima pemuda tersebut, " aaaiiiss, kenapa mereka datang di saat suasana hati ku sedang baik sih? " Berbeda dengan Leo yang kesal saat melihat kelompok pemuda tersebut yang terlihat seumuran dengan mereka, raut wajah Melody berubah menjadi dingin dari balik cadar nya saat melihat kelompok pemuda tersebut.
" Kenapa kalian kesini? bukan kah tempat untuk Clan bukan di sini? " Tanya Leo malas setelah kelompok pemuda tersebut yang di pimpin oleh Vitor cucuk tetua pertama Clan Daun Perak.
"Hai ... perhatikan nada bicara mu, kau sedang berbicara dengan tuan muda Vitor. Jadi berbicaralah dengan hormat, kau hanya sampah yang tak bisa berkultivasi !!! " Bentak salah satu pemuda yang berdiri di belakang Vitor.
Vitor merupakan cucuk dari tetua pertama yang begitu di hormati oleh banyak orang setelah Patriarch, selain itu Vitor juga merupakan seorang murid junior paling berbakat yang di miliki Clan. Dengan usianya yang masih 12 tahun telah mencapai ranah Spirit Trainee gerbang ke 6 membuat Vitor menjadi yang terkuat di antara murid junior milik Clan, dengan latar belakang dan kekutan tersebut membuat Vitor menjadi sombong dan merasa tak terkalahkan.
" Katakan saja apa mau mu? " Balas Leo mengacuh kan bentakan anak buah Vitor.
Vitor yang mendengar ucapan Leo yang acuh tak acuh pun menjadi geram, siapa yang tak kenal dirinya? dirinya adalah seorang yang memiliki Spirit Root tiga unsur dan membuat bakat yang di miliki nya di akui oleh orang -orang Clan. Selain memiliki bakat, Vitor juga merupakan cucuk dari tetua pertama tetua terkuat setelah Patriarch, dengan latar belakang yang di miliki nya berani -berani nya seorang sampah yang tak di ketahui asal usul nya dan tak bisa berkultivasi tak menghormati nya.
Melody yang mendengar itu pun sedikit terkejut namun dengan cepat wajahnya kembali dingin, meskipun hanya bagian matanya saja yang terlihat dari cadar yang menutupi wajahnya namun mata indah itu menatap tajam kepada pemuda yang berada di hadapan nya, menandakan dirinya tak suka pemuda tersebut menghina tuan muda nya.
" Untuk apa kau menemui ku? " Kata Melody dengan suara dingin.
Vitor segera menoleh ke arah Melody dan menatap nya dengan tatapan lembut merasa tak terganggu dengan suara dingin yang di keluarkan, dengan suara yang lembut Vitor berbicara dengan Melody. " Aku mau mengajak mu untuk ikut dengan ku, dan mewakili Clan dalam turnamen ini. "
__ADS_1
" Aku menolak!!! " Tolak Melody dengan tegas, " aku bukan anggota Clan, jadi aku tak wajib mewakili clan meskipun aku tinggal di dalam Clan. Aku adalah orang yang di bawa Tuan Muda, jadi hanya dia yang berhak akan diri ku. " Tambah nya bagi.
Vitor yang yang mendengar penolakan Melody masih metap nya dengan tersenyum lembut, namun berbeda dengan hati nya yang memaki Melody. " Jala*g sialan ... berani sekali kau menolak ku dan tak menghargai wajah yang aku berikan, jika bukan karena aku tertarik dengan kecantikan mu maka tak sudi aku memberi mu wajah untuk mengundang mu. Akan ku pastikan bahwa dirimu akan bertekuk lutut di bawah ranjang ku, dan bila waktu itu telah tiba maka ku pasti kan bahwa kau akan menyesal. " Batin Vitor dengan marah.
Anak buah Vitor yang mendengar penolakan Melody kini wajah nya berubah menjadi merah menahan amarah saat akan memarahi Melody tiba-tiba tangan Vitor mencegah nya, " Tuan muda ini ... ? " Tanya mereka bingung dengan tindakan tuan muda nya.
Dengan senyuman di wajah nya Vitor mulai berkata, " jangan buang waktu kalian, pertandingan akan segera di mulai sebaik nya kita segera kembali. dan untuk kalian, " menatap Leo dan Melody, " semoga kalian bisa bertahan dan memasuki sepuluh besar. "
" Itu pun jika kalian bisa. " Tambah nya dalam batin.
Setelah itu Vitor dan yang lain nya pun mulai meninggalkan Leo dan Melody, dan kembali kemana Clan mereka berkumpul. Saat tatapan Vitor bertemu dengan tatapan Leo, sebuah kilatan membunuh terlihat di kedua mata Vitor lalu dengan cepat kembali menghilang.
Leo yang melihat kilatan membunuh dari tatapan Vitor hanya acuh tak acuh menanggapi nya seolah itu bukan sesuatu yang harus di khawatir kan nya, setelah kelompok Vitor telah pergi kini Leo menatap Melody dengan serius.
" Mel saat di atas arena kamu harus berhati -hati, semua yang di atas arena adalah musuh dan jangan kamu meremehkan mereka walau mereka terlihat lemah, dan satu hal lagi dan ini yang paling penting. Jangan terlalu memperlihatkan kemampuan yang kamu miliki, paku yang menonjol akan di palu paling keras. Orang tanpa latar belakang seperti kita akan sangat berbahaya jika terlalu menonjol. "
" Saya mengerti Tuan Muda. " Ucap Melody dengan tegas seraya menundukkan kepala nya.
__ADS_1
Setelah matahari semakin tinggi menandakan hari menjelang siang, serta alun-alun kota yang di gunakan untuk turnamen semakin padat. Dan tak lupa tamu-tamu penting seperti Patriarch dari Clan besar, menengah maupun kecil, serta tamu yang paling penting dalam turnamen ini telah hadir yaitu perwakilan dari Academy Seribu Pedang.
Acara turnamen tahunan Kota Daun Merah pun resmi di mulai.