
CH 9. Bangkitnya Cincin Batu Ruby.
Setelah selesai memulihkan dirinya Leo baru sadar bahwa dirinya berada di sebuah ruangan dalam rumah, ruangan yang cukup sederhana dengan hanya terdapat satu buah tempat tidur yang berada di pojok ruangan. Lalu sebuah rak buku yang cukup besar terletak di salah satu dinding ruangan dengan berbagai buku yang tersusun rapih di dalam nya, serta di tengah ruangan terdapat sebuah balai yang terbuat dari bambu yang biasa di gunakan untuk makan dan bersantai.
" Apakah kamu sudah puas melihat -lihat nya ? " Tanya pria paruh baya tersebut dari atas balai membuat Leo terkejut.
" Kemarilah, " ujar pria paruh baya tersebut memanggil Leo, " aku tau kau mempunyai banyak pertanyaan di benak mu, dan aku akan menjawab semua pertanyaan yang ada di benak mu itu. "
Leo yang mendengar itu langsung berjalan mendekati pria paruh baya yang telah duduk di atas balai bambu
, dengan raut wajah serius Leo mulai mengungkapkan semua pertanyaan -pertanyaan yang ada di kepala nya.
" Nama Paman siapa? dan ini dimana? " Tanya Leo tanpa basa basi.
" Dengaar kan baik-baik, nama ku Mozu dan aku di tugas kan untuk menjaga ruang yang berada di dalam cincin batu Ruby yang kamu kenakan, dan kamu sekarang berada di dalam ruang tersebut. "
Leo yang mendengar itu sedikit terkejut " Be-berarti cincin batu Ruby yang aku kenakan telah bangkit? " Tanya Leo yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Mozu
" Bisa kah paman menjelaskan nya, tentang siapa aku, siapa orang tua ku, dan kenapa aku bisa berada di sini ? "
" Baiklah akan aku jelaskan, kamu adalah anak satu-satu nya yang di miliki oleh orang tua mu yang tak lain adalah tuan ku, aku merupakan seorang pelayan yang di beri tugas untuk menjaga ruang yang berada di dalam kalung dan membimbing mu untuk menjadi kuat.
Orang tua mu merupakan orang yang kuat, aku tak bisa menjelaskan siapa mereka karena dirimu belum memenuhi syarat dan dirimu juga masih terlalu lemah, jika kamu ingin mengetahui mereka dan alasan kamu berada disini maka jadilah kuat.
__ADS_1
Mereka memberi mu pilihan, jika kamu tak ingin mencari dan menemui mereka maka tak apa mereka akan tetap menganggap mu sebagai anak, dan aku akan membantu mu sampai bisa berkultivasi dan setelah itu aku dan cincin yang kamu kenakan akan menghilang.
Namun jika kamu memutuskan untuk mencari mereka, maka kamu harus menjadi kuat aku akan tetap membantu dan membimbing mu sampai kamu bisa bertemu dengan mereka. Dan satu alasan kenapa kamu bisa di berada di dunia yang lemah ini yang seharusnya tak boleh aku beritahu kepada dirimu, karna dirimu terlalu lemah untuk bisa berdiri atau bahkan berdekatan dengan mereka. "
Leo yang mendengar itu langsung terkejut, apa lagi setelah mendengar alasan kenapa orang tua nya membuang nya ke benua ini, karna dirinya terlalu lemah bahkan untuk berada di dekat mereka dirinya tak layak. Sebuah kemarahan muncul dari dalam hati nya, memang kenapa dirinya lemah, dirinya tetaplah anak mereka.
Mozu yang melihat raut wajah Leo yang dapat rasa marah, kecewa, dan sedih itu hanya tersenyum tipis, setelah keheningan terjadi beberapa saat dan Leo masih berkecamuk dalam fikiran nya Mozu mulai berkata lagi.
" Lalu apa pilihan mu? " Tanya Mozu tersenyum tipis.
Setelah menenangkan diri nya dan meredam amarahnya, Leo mulai berfikir tenang " Jika mereka membuang ku karena aku lemah, maka akan aku buktikan bahwa aku bisa menjadi kuat dan menemui mereka. Akan aku buktikan bahwa aku layak berada di antara mereka. " Batin Leo.
" Aku putus kan untuk mencari mereka dan menemui mereka, dan akan aku buktikan bahwa aku layak berada di samping mereka. " Ucap Leo dengan tegas.
Mozu yang mendengar itu hanya tersenyum " Kamu memang pantas menjadi anak mereka, buktikan jika kamu memang pantas menjadi anak mereka. " batin Mozu.
Jika kamu keluar, " bangun dari duduk nya dan berjalan keluar rumah, " maka ruang yang berada di luar rumah hanyalah berwarna putih. "
Leo yang melihat itu sekali lagi kembali terkejut, di lihat nya sebuah tempat yang sangat luas yang seluruh nya berwarna putih.
Setelah itu Mozu kembali masuk kedalam rumah dan duduk di atas balai bambu, Leo yang melihat Mozu kembali masuk ke dalam rumah, juga mengikuti nya dari belakang.
" Lalu kenapa aku tak bisa merasakan cakra di sini ? " Tanya Leo setelah kembali duduk di balai bambu.
__ADS_1
"Ruang dalam cincin Ruby tak memiliki cakra, jika kamu ingin maka kamu bisa menggunakan Spirit Stone untuk di serap dan membuat ruang cincin Ruby memiliki cakra namun untuk melakukan hal itu membutuhkan jumlah yang tak sedikit.
Menyerap Spirit Stone juga tak hanya bisa membuat ruang cincin Ruby memiliki cakra namun juga bisa pemperluas ruang dalam cincin Ruby itu sendiri.
Kamu bisa memasukan semua yang ingin kamu masukan mau dari benda mati hingga benda yang memiliki nyawa, namun kamu juga harus merahasiakan kegunaan dari cincin Ruby ini. Jadi jika hanya barang yang kamu gunakan sehari -hari lebih baik kamu simpan dalam cincin penyimpanan mu.
Dirimu juga bisa berlatih dalam ruang cincin Ruby, dua hari di dalam ruang setara dengan satu hari di dunia luar jadi kamu bisa berlatih lebih lama dari yang lain nya. Untuk bisa keluar maupun masuk, atau ingin mengabil dan mengeluarkan barang, kamu hanya perlu sedikit mengalirkan cakra dan berkonsentrasi dengan apa yang ingin kamu lakukan. "
Setelah menjelaskan tentang manfaat kalung batu Ruby, Mozu kembali berdiri dari balai bambu dan berjalan ke arah rak yang berisi banyak buku. Di ambil nya salah satu buku, lalu kembali berjalan kearah balai bambu dan duduk di depan Leo.
" Semua buku yang berada di rak dapat kau baca dan pelajari semua nya. "
" Apa ada yang ingin kamu tanya kan? " Ucap Mozu saat melihat raut wajah Leo yang terlihat ingin bertanya.
" Paman, apa paman yang dulu membawa ku ke benua ini, dan menyerah kan aku ke ayah Jovan? "
" Kenapa kamu menanyakan itu? " Tanya Mozu mengerut kan kening nya.
" Hanya penasaran. " Jawab Leo pelan.
" Memang dulu aku yang membawa mu ke benua ini dan menyerah kan dirimu ke seorang pemuda yang kamu sebut ayah itu, untuk bisa membawa mu kesini aku membutuhkan kekuatan yang besar dan itu menguras semua kekuatan ku dan membuat diri ku memiliki luka dalam.
Jadi aku harus segera memulihkan kekuatan ku dan memasuki cincin batu Ruby, jika kamu bertanya kenapa harus ayah angkat mu, maka jawaban nya aku kebetulan bertemu dengan nya dan dirinya juga tak memiliki aura membunuh yang kuat. "
__ADS_1
Leo yang mendengar itu hanya menganggukan -anggukan kepala nya tanda mengerti tentang penjelasan Mozu, Mozu yang melihat itu hanya tersenyum lalu di serahkan nya buku yang dirinya ambil tadi kepada Leo.
" Apa ini? "