
Ch 8. The Manual of Nine Heavenly Judgments
Dengan berhenti nya lambaian tangan Mozu sebuah getaran kembali terasa hal itu yang membuat Varel terkejut, dengan seiring getaran yang terjadi retakan-retakan di dinding Gua kembali terjadi bahkan semakin melebar.
Tiba-tiba salah satu sisi dinding Gua runtuh dan memperlihat kan sebuah lubang yang seukuran lemari besar, setelah dingin Gua runtuh getaran yang terjadi di dalam Gua pun juga ikut berhenti. Mozu yang melihat itu mulai melangkah mendekati reruntuhan dan memasuki lubang yang di akibatkan oleh getaran tadi, "Paman apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Varel bingung.
Tak menghiraukan pertanyaan Varel, Mozu terus memasuki lubang besar tersebut, dengan rasa penasaran dirinya pun mengikuti di belakang Mozu dengan perlahan. "Wah ... Paman tempat apa ini ? Kenapa banyak sekali buku-buku di sini?" Tanya Varel dengan antusias setelah mengikuti Mozu memasuki lubang besar tersebut terlihat kekaguman di wajah nya.
Mozu yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan sedikit menggelengkan kepalanya dengan tenang dirinya pun mulai menjawab pertanyaan Varel, "ini semua merupakan bekal yang di berikan oleh tuan untuk Tuan Muda. Khususnya untuk buku yang satu ini," ucap nya seraya mengambil sebuah buku dengan sampul polos berwarna emas, "ini adalah buku yang di khususkan untuk Tuan Muda." Tambahnya lagi seraya menyerahkan buku tersebut ke Varel yang berdiri di belakang nya.
"The Manual of Nine Heavenly Judgments." Gumam Varel pelan setelah membaca tulisan yang berada di sampul depan buku tersebut.
"Buku apa ini paman?" Tanya Varel bingung.
"Ini adalah manual praktik yang telah di siapkan oleh tuan untuk di gunakan oleh Tuan Muda, dengan manual praktik ini Tuan Muda dapat memulai berkultivasi."
"Benarkah itu...?" Tanya Varel senang.
"Benar Tuan Muda ... Namun perlu Tuan Muda ketahui setelah Tuan Muda menggunakan manual praktik ini jalan kultivasi Tuan Muda akan lebih sulit, kecepatan Tuan Muda dalam naik tingkat akan lebih lambat di sebabkan kebutuhan sumber daya yang di perlukan lebih banyak dari pada Cultivator biasa.
Namun terlepas dari hal itu chakra Tuan Muda akan lebih murni dari Cultivator kebanyakan dan mampu melawan Cultivator biasa yang tingkatannya lebih tinggi dari Tuan Muda, dan ini yang paling penting setiap Tuan Muda naik keranah yang lebih tinggi maka akan ada sebuah petir yang akan menguji Tuan Muda dengan cara menyambar tubuh Tuan Muda."
"Petir apa itu Paman?"
"Itu adalah petir garis keturunan milik Tuan Muda, jika Tuan Muda berhasil melewati ujian ini maka petir tersebut akan memberikan sebuah keuntungan untuk Tuan Muda."
__ADS_1
"Jika gagal?"
"Jika gagal Tubuh Tuan Muda akan meledak." Varel yang mendengar itu merasa sedikit ngeri di dalam hati nya.
"Dan untuk buku-buku yang ada di sini Tuan Muda boleh mempelajari nya namun di larang untuk menyebarkan nya, kecuali Tuan Muda memiliki seorang murid atau pelayanan yang setia kepada Tuan Muda maka Tuan Muda tidak boleh menyebarkan isi-isi dari buku yang ada di sini."
"Baik Paman aku akan selalu mengingat nya." Balas Varel dengan anggukan kepala penuh semangat.
"Masih ada hadiah yang masih belum saya berikan kepada Tuan Muda."
"Apa itu Paman?"
Tanpa menjawab pertanyaan Varel dan membuat Varel bersiap, Mozu mulai menyentuh kening Varel dengan jari telunjuk nya. Saat jari telunjuk itu menyentuh kening Varel seketika cahaya terang keluar dari jari telunjuk itu dan memasuki kening Varel, Varel yang tak siap hanya bisa memejamkan mata nya dan membiarkan cahaya terang tersebut memasuki kepala nya.
"Aaaaaaaaakkkkkhhhhh...!!!"
"Anda harus bisa melewati rasa sakit itu Tuan Muda." Ucap Mozu yang hanya diam menyaksikan apa yang terjadi dengan Tuan Mudanya itu.
Setelah lima menit berlalu dengan menahan rasa sakit yang luar biasa yang tak mungkin bisa di tanggung oleh anak seusianya, Varel pun kehilangan kesadaran nya Mozu yang melihat Tuan Mudanya tak sadarkan diri hanya diam tersenyum tipis.
_____________________---($<>$)---___________________
"Uuuuuhhhhhhkkkk..." Lenguh Varel yang telah sadar dari pingsan nya seraya memegang kepalanya yang masih merasakan sakit dan pusing.
"Anda sudah sadar Tuan Muda?" Ucap Mozu yang melihat Varel telah sadar.
__ADS_1
Varel yang masih memegangi kepalanya tak menghiraukan ucapan Mozu setelah rasa sakit di kepalanya telah mereda ia pun mulai bertanya, " Paman sebenarnya apa yang kamu lakukan?"
"Mohon maaf bila saya menyakiti Tuan Muda, saya hanya melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan saja yaitu membuka segel yang menyegel kekuatan roh Tuan Muda. Kata tuan itu adalah hadiah yang di berikan oleh nyonya." Jelas Mozu.
"Hadiah dari ibuku apa itu?" Tanya Varel seraya mengerutkan kening nya heran jika bukan karena usia mental nya yang istimewa maka mungkin dirinya takakan sanggup untuk menahan rasa sakit tersebut.
"Saya tidak tahu Tuan Muda, saya hanya di minta untuk melepaskan segel itu saja."
Varel yang terdiam memikirkan hadiah apa yang ibu nya berikan sehingga ia harus merasa kan sakit yang luar biasa itu seketika terdiam, sebuah energi roh tiba-tiba bergejolak dari dalam tubuh nya dalam jumlah besar. Saat ini semua energi roh yang berbeda di dalam tubuh nya mulai mengalir ke satu titik yaitu di kedua bola matanya, setelah semua energi roh terkumpul di satu titik tiba-tiba kedua mata Varel mengeluarkan cahaya putih terang hingga beberapa saat dan cahaya putih terang itu pun perlahan mulai menghilang bersamaan dengan kembali normalnya kedua matanya Varel pun kembali tak sadarkan diri.
"Aaaaaahhhhkkkkk!!! Paman sebenarnya apa yang terjadi kepada ku?" Tanya Varel yang telah sadar setelah tak sadarkan diri selama beberapa jam.
"Saya juga kurang tahu Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda beristirahat sejenak agar kondisi Tuan Muda kembali normal setelah itu Tuan Muda dapat mempelajari The Manual of Nine Heavenly Judgments dan mencari tahu tentang hadiah yang di berikan oleh nyonya." Saran Mozu yang khawatir melihat kondisi Varel.
"Kamu benar Paman, sebaiknya aku istirahat terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara nya aku keluar dari cincin ini Paman?" Tanya Varel yang mengikuti saran dari Mozu agar dirinya beristirahat terlebih dahulu sebelum mempelajari manual yang di berikan oleh ayahnya dan mencari tau tentang hadiah yang ibunya berikan.
"Anda hanya perlu berkonsentrasi dan alirkan sedikit chakra dan Tuan Muda dapat keluar dari Cincin ini." Jelas Mozu.
Varel yang mendengar itu segera berkonsentrasi dan mengeluarkan sedikit chakra nya, dan seketika tubuh Varel menghilang dari dunia kecil cincin Batu Ruby dan kembali duduk di atas kasur nya dengan tenang.
Mozu yang melihat tubuh Tuan Mudanya telah menghilang dari pandangan nya itu pun hanya tersenyum tipis, dengan perlahan tubuh roh nya pun juga ikut menghilang secara perlahan.
"Semoga anda tidak mengecewakan saya Tuan Muda."
...... Kritik & Saran......
__ADS_1
...Like, Komen, beri hadiah dan favorit kan...