
CH 6 . Bangkit Nya Kekuatan Darah.
Di malam yang indah, sinar rembulan yang malam itu begitu terang seakan ingin menunjukkan akan ke indahan nya, jutaan bintang yang bertabur di langit angkasa luas juga menunjukkan keindahan nya seolah tak mau kalah dengan sang bulan yang menunjukan akan ke indahan nya.
Varel kecil yang saat itu sedang duduk-duduk malas di halaman belakang kediaman nya, menatap dengan mata yang penuh kagum pada ke indahan di langit malam. Namun saat menikmati pemandangan yang indah pada malam itu, raut wajah Varel sedikit berubah dengan rasa terkejut, tak hanya Varel bahkan bahkan seluruh penduduk Benua Areon mungkin akan ikut terkejut.
Langit malam yang indah berubah menjadi mencekam, awan hitam mulai menyelimuti seluruh langit Benua Areon. Angin kencang mulai berhembus seakan badai besar akan segera datang, suara-suara binatang yang tadi nya terdengar kini mulai menghilang seolah bersembunyi dari sesuatu yang mengerikan.
Di atas langit malam Kota Kekaisaran, terlihat seorang pria paruh baya dengan mengenakan sebuah jubah berwarna emas nya, menatap dengan tajam fenomena yang ada di langit. Di belakang nya terdapat ribuan orang dengan patuh berlutut menunggu perintah dari pria paruh baya tersebut.
" Fenomena ini ... ? Mungkinkah akan turun tubuh ilahi ... ? " Gumam nya pelan seraya menatap tajam datang nya cahaya sembilan warna.
Di langit malam yang sudah sepenuh nya terselimuti dengan awan hitam, tiba-tiba terlihat sembilan warna cahaya dari segala penjuru menghiasi langit malam. Malam yang gelap seketika berubah menjadi terang, sembilan warna cahaya terus berputar - putar di bawah awan hitam yang menutupi seluruh langit Benua Areon lalu seketika dengan cepat cahaya sembilan warna itu menembus awan hitam dan menuju langit angka luas.
Sembilan warna cahaya yang ada di angkasa tiba - tiba berubah memadat dan menjadi sebuah kilat sembilan warna, kilat sembilan warna itu terus menari-nari di langit angkasa luas dan di antara jutaan bintang seolah-olah dengan sombong nya ingin memperlihatkan kekuatan.
Setelah puas menyombongkan kekuatannya, kilat sembilan warna kembali berputar - putar di atas langit benua Areon dan dengan perlahan kilat sembilan warna menyatu antara satu kilat dengan kilat lain nya. Sesaat setelah ke sembilan kilat menyatu dengan sempurna, sebuah tekanan yang kuat menekan benua Areon, tekanan itu semakin kuat saat kilat sembilan warna akan jatuh menyambar tanah.
*Buuuzzzz ... !!!
Tiba-tiba, kilat sembilan warna menghilang sesaat sebelum menyentuh tanah. Tekanan kuat yang seakan bisa menghancurkan benua Areon juga ikut menghilang, sekali lagi langit yang terang kembali menjadi gelap nya malam.
__ADS_1
Awan gelap yang menyelimuti seluruh langit benua Areon juga menghilang, angin kencang secara perlahan juga ikut menghilang, seakan fenomena yang mengerikan itu tak pernah terjadi.
" Kerajaan Sungai Putih ... !!! Segera pergi ke Kerajaan tersebut dan bawa semua bayi yang baru lahir malam ini ... !!! " Perintah pria paruh baya tersebut dengan keras saat melihat ke arah jatuh nya kilat sembilan warna.
" Siap ... !!! " Jawab serentak ribuan orang prajurit yang berlutut di belakang nya, dengan cepat semua prajurit yang ada langsung pergi ke arah di mana Kerajaan Sungai Putih berada.
_____________________---($<>$)---_____________________
Varel kecil menatap dengan kagum semua fenomena yang terjadi di langit, tak ada rasa takut sedikitpun di wajah nya seperti orang-orang kebanyakan saat melihat fenomena tersebut. Saat kilat sembilan warna akan jatuh menyambar tanpa sadar seluruh darah yang berada di dalam tubuh nya mulai bergejolak penuh kegembiraan seakan menantikan sesuatu yang sudah lama di inginkan.
* Buuuzzzz ... !!!
_____________________---($<>$)---___________________
Di kamar salah satu kediaman Keluarga Wesley, Varel kecil sedang terbaring tak sadar kan diri. Jovan yang menemukan tubuh kecil yang sudah tak sadar kan diri itu begitu khawatir, Jovan mengira Varel tak sadar kan diri karena tak kuat menahan tekanan besar yang di hasil kan oleh fenomena mengerikan yang baru saja terjadi.
Setelah memberikan sedikit perawatan, Jovan pun meninggal kan kamar tersebut, tanpa di sadari nya sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh bocah berambut putih tersebut. Terlihat gambar kilat sembilan warna terbentuk di perut nya, lebih tepatnya di sekitar pusar Varel terbentuk sebuah gambar kilat dengan sembilan warna.
_____________________---($<>$)---___________________
Seminggu telah berlalu sejak kejadian yang mengerikan itu, masih banyak penduduk benua Areon yang masih semangat membicarakan nya di berbagai tempat. Banyak yang berpendapat bahwa fenomena tersebut ada kaitannya dengan sebuah pusaka yang kuat telah turun dari langit, ada juga yang berpendapat bahwa fenomena tersebut sebagai pertanda akan lahir nya sebuah bakat jenius yang luar biasa.
__ADS_1
Banyak yang meyakini bahwa pendapat ini benar, pasal nya pihak kekaisaran pun dengan cepat mengumpulkan semua bayi yang baru lahir di malam yang mengerikan itu.
Varel sendiri telah sadar dari pingsan nya setelah selama dua hari tak sadar kan diri sejak malam itu, setelah kesadaran nya pulih sepenuhnya, ia mulai memeriksa tubuh nya. "Apa yang terjadi pada diriku...? yang aku ingat saat cahaya kilat sembilan warna akan menyambar tanah tiba-tiba kepala ku pusing dan aku tak sadar kan diri. " Gumam nya yang mencoba mengingat kejadian pada malam itu sebelum dirinya tak sadar kan diri.
Saat tangan nya menyentuh perut nya, di rasakan sesuatu yang aneh yang berada di perut nya. " Apa ini ... ? kenapa tiba-tiba aku memiliki sebuah gambar di sini ... ? Bukan kah ini seperti gambar kilat sembilan warna itu ... ? " Ucap nya dengan raut wajah bingung menghiasi wajah nya yang tampan itu. Sekarang banyak pertanyaan - pertanyaan yang muncul memenuhi pikiran nya.
"Rel Kamu sudah sadar. " Terdengar sebuah suara yang lembut saat pintu kamar Varel terbuka. Terlihat seorang pria muda dengan senyuman yang menawan memasuki kamar Varel.
"Iya Ayah... sekarang tubuh ku sudah terasa lebih baik. " Jawab nya saat pria muda yang tak lain adalah Jovan memeriksa tubuh nya
" Untung lah dirimu sudah sadar, Ayah sungguh khawatir saat menemukan mu sudah tak sadar kan diri di taman belakang pada malam yang mengerikan itu.
" Ayah tenang saja, aku baik - baik saja sekarang mungkin saat itu aku tak sadar kan karena tak bisa menahan tekanan yang kuat dari fenomena itu. " Ucap nya dengan lembut agar tak membuat ayah nya semakin khawatir.
"Kalau begitu sebaiknya kamu istirahat kembali, selamat malam..." Jovan pun meninggalkan kamar Varel setelah mengecup keningnya dan mengucapkan selamat malam.
"Selamat malam juga Ayah "
......Kritik & Saran nya......
... Komentar, Like, dan favorit kan...
__ADS_1