
CH 10. The Nine Judgments Manual
Mozu menyerah kan sebuah buku yang telah di ambil nya dari rak buku, buku dengan sampul polos berwarna hitap serta hanya memiliki sebuah tulisan yang bertuliskan The Nine Judgments Manual.
" Buku apa ini Paman ? " Tanya Leo menerima buku yang di berikan Mozu.
" Ini manual praktik yang khusus di berikan oleh ayah mu untuk dirimu sebagai hadiah. " Jelas Mozu.
" Waaaahhhh ... .Benarkah Paman, wah hebat berarti ayah tak meninggalkan ku ... . " Ucap Leo dengan wajah yang terlihat senang.
" Hanya manual praktik ini yang cocok untuk mu sebagai keturunannya, dan ayah berkata setelah kamu mempelajari manual ini, maka kamu bisa berkultivasi dan menjadi Cultivator yang sesungguhnya. Setiap kamu menerobos tingkatan yang baru, maka setiap segel yang berada di Spirit Root mu juga akan terlepas.
Selama kamu dapat menemukan sumber daya, kamu juga dapat langsung menaikkan tingkat kultivasi mu tanpa harus menunggu selama beberapa hari, minggu atau bahkan tahun hanya untuk menyetabilkan kekuatan mu.
Sedang kan kelemahan dari manual ini adalah semakin tinggi tingkatan kultivasi mu maka semakin banyak sumber daya yang di butuhkan untuk mu untuk naik ketingkat selanjutnya, sedang kan keuntungan lain nya, selain dapat menaikkan tingkat kultivasi dengan cepat cakra yang di hasil kan juga sangat murni, membuat dirimu dapat bertarung dengan Cultivator yang satu dua tingkat lebih tinggi dari dirimu. " Jelas Mozu.
Leo yang mendengar itu sangat gembira, ayah nya ternyata memberikan nya sebuah manual praktik yang sangat kuat. Saat Leo sedang fokus dengan kegembiraan nya,tiba-tiba Mozu menyentuh kening Leo dengan telunjuk nya, dan seketika cahaya keluar dari telunjuk Mozu dan masuk kedalam kepala Leo.
Bersamaan dengan cahaya yang masuk kedalam kepala nya, rasa sakit yang teramat sakit mulai dirasakan Leo, rasa sakit yang dirinya rasakan seperti ribuan jarum menusuk-nusuk kedalam kepala nya.
" Aaaahhhkkkkk!!! " Teriak Leo memegangi kepala nya.
Setelah beberapa saat menahan sakit, teriakan Leo pun mulai mereda hingga akhir nya menghilang, Mozu yang melihat Leo tak sadar kan diri langsung mengangkat tubuhnya dan memindahkan nya ke tempat tidur.
" Berusahalah dan buktikan bahwa kamu layak untuk menjadi anak mereka. " Batin Mozu.
__ADS_1
" Uuuuhhhhkkk ... . " Lenguh Leo saat telah sadar dari pingsan nya.
" Kamu sudah sadar. " Ucap Mozu yang tiba-tiba datang.
Leo tak menanggapi ucapan Mozu yang tiba-tiba datang, dengan memegang kepala nya yang masih terasa sakit Leo mencoba merubah posisi nya menjadi duduk.
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan Paman? apa yang kamu lakukan padaku tadi? " Tanya Leo dengan suara lemah.
" Tak ada, aku hanya memberikan hadiah yang di berikan oleh ibu mu. " Jawab Mozu tenang.
Lagi-lagi Leo kembali di buat terkejut, hadiah? hadiah apa yang di berikan ibu nya yang mengharuskan dirinya untuk merasakan rasa sakit itu. " Hadiah apa yang ibu berikan hingga aku harus merasakan rasa sakit ini ? "
" Ntah aku pun tak tahu, aku hanya di suruh membuka segel roh yang di berikan oleh ibumu, agar dirimu bisa menggunakan kekutan roh. "
" Ja-jadi aku sekarang bisa menggunakan kekutan roh, dan menjadi Spiritualis ? " Ucap Leo senang melupakan rasa sakit yang ada di kepala nya.
Selain yang ada di sini kamu harus mencari nya sendiri termasuk sumber daya yang kamu butuhkan, jika kamu bertanya apakah aku bisa keluar dari sini maka jawaban nya tidak. Aku akan tetap berada di sini sampai dirimu bertemu dengan orang tua mu, jadi segera lah keluar dari ruang kalung Ruby ini dan cari sumber daya yang kamu butuhkan kan. "
Setelah mendengar ucapan Mozu, Leo segera mengerti bahwa dirinya harus segera menjadi kuat, segera dirinya berkosentrasi untuk keluar dari ruang cincin batu Ruby.
" Semoga kamu berhasil tuan muda , tuan aku akan menjaga tuan muda seperti janji ku kepadamu. " Gumam Mozu setelah melihat tubuh Leo menghilang.
***
Di dalam Gua yang gelap dan tenang, terlihat sebuah tubuh tiba-tiba muncul. " Hhmmm aku sudah kembali berada di dalam Gua." Gumam tubuh tersebut yang tak lain adalah Leo.
__ADS_1
Di lihat nya sekeliling dalam Gua, tembok yang retak di mana -mana akibat pertarungan nya dengan hewan buas Singa bersayap, serta beberapa Spirit Stone yang berceceran di tanah akibat terlepas dari dinding Gua.
Setelah melihat sekitar nya, Leo berdiri lalu berjalan mendekati tubuh Singa bersayap yang telah tergeletak tak bernyawa. " Sepertinya Singa bersayap ini telah tewas akibat sinar yang tadi, untung cincin Ruby ini bangkit di waktu yang tepat jadi nyawa ku masih terselamatkan.
Akan aku simpan tubuh Singa bersayap ini untuk di masak oleh Melody, " gumam Leo menyimpan tubuh Singa bersayap itu kedalam cincin penyimpanan nya, " Spirit Stone di sini cukup banyak, sebaiknya aku berkultivasi disini saja. "
Leo berjalan mengumpulkan Spirit Stone yang berceceran di tanah, setelah mengumpulkan semua nya ia berjalan kearah sudut Gua yang di rasa cukup nyaman, di keluarkan nya semua Spirit Stone yang telah di kumpulkan nya tadi dan sejumlah sumber daya yang selama ini di berikan oleh Jovan untuk dirinya berkultivasi.
Setelah semua persiapan nya di rasa cukup, Leo mulai mengeluarkan The Nine Judgments Manual dan mempelajari nya. Beberapa saat setelah mempelajari nya, Leo mulai mempraktikan The Nine Judgments Manual yang telah di pelajari nya.
Leo mulai duduk dengan posisi kaki bersila di atas batu, dengan menutup matanya ia mulai berkosentrasi untuk mempraktikan The Nine Judgments Manual dan menyerap semua sumber daya yang ada di depan nya.
Satu jam, dua jam, hingga waktu berjalan sampai sepuluh jam Leo terus menyerap semua sumber daya yang ada di hadapan nya, dengan sesekali dirinya meringis kesakitan akibat energi cakra yang mengalir di dalam tubuh nya.
Aliran cakra yang terdapat di Spirit Stone dan sumber daya yang lain nya terus terserap kedalam tubuh Leo melalui pori-pori kulitnya, saat cakra memasuki pori-pori kulit dan berjalan melalui pembuluh darah nya, sebuah cairan berwarna hitam mulai keluar dari pori-pori tersebut.
Cakra terus melewati pembuluh darah dan menuju kesebuah tempat yang di sebut dantian, Leo terus mengalir kan semua cakra yang dia serap nya menuju dantian, namun mau sebanyak apapun cakra yang dirinya alirkan, dantian nya seperti sebuah lubang yang tak berdasar tak pernah penuh walaupun terus di isi oleh cakra yang dirinya serap.
Boooommm!!!
Saat waktu telah melewati dua belas jam, sebuah suara ledakan terdengar dari tubuh Leo, tak lama setelah itu Leo membuka matanya. " Hahahaha!!! akhirnya aku telah menerobos Spirit Trainee gerbang pertama dan menjadi Cultivator yang sesungguhnya!!! " Tawa Leo dengan senang.
Meskipun The Nine Judgments Manual dapat menaikkan kultivasi dengan cepat, namun untuk memurnikan nya masih membutuhkan waktu.
" Sebaik nya aku harus segera pulang, pasti ayah dan Melody akan khawatir kepada ku jika pulang terlalu telat. " Gumam Leo setelah selesai berkultivasi.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan tubuhnya yang masih bermandikan cairan hitam dan bau menyengat yang tak lain adalah racun yang telah keluar dari dalam tubuh nya, Leo dengan cepat berjalan keluar dari Gua. " Jalan di gua ini sangat gelap, meskipun aku sudah bisa berkultivasi tapi ini masih saja menyulitkan aku. "
" Akan aku coba pemberian ibu di sini, " Setelah itu Leo pun mulai mengeluarkan kekuatan roh nya, " Bagus berhasil dengan kekuatan roh ini aku bisa melihat jalan Gua walaupun tak ada cahaya yang menerangi nya. " Setelah Leo mengeluarkan kekuatan roh nya dan mampu melihat gelap nya gua, dengan cepat dirinya segera meninggalkan gua tersebut.