
CH 3. Malam yang merubah segalanya.
Tok... Tok... Tok...!!!
" Varel apakah kamu ada di dalam...? " Tanya Jovan yang mengetuk pintu kamar Varel. Setelah acara pengetesan bakat selesai Jovan dan Alena segera bergegas ingin menemui anak kesayangan nya itu, meskipun selama pertemuan tak ada yang membahas masalah anak nya yang tak mempunyai Spirit Root, namun Jovan tahu hal itu karena mereka masih menghormati nya sebagai kepala Keluarga Wesley, namun berbeda jika sudah tak ada dirinya pasti mereka akan membicarakan masalah Varel di belakang nya.
Merasa tak ada jawaban Jovan mencoba untuk membuka pintu kamar Varel. " Tak di kunci... " Ucap nya menatap Alena.
Karena tak di kunci Jovan dan Alena segera membuka pintu kamar Varel dan memasuki nya. Di lihat nya seorang anak yang selama lima tahun ini telah di rawat nya itu, tengah berbaring di atas kasur nya.
" Kamu sudah tidur sayang ...? " Tanya Alena seraya mengelus rambut putih Varel dengan lembut.
"Oh Ayah Ibu ... ada apa kalian kesini malam-malam...? " Tanya Varel yang terbangun dengan sentuhan lembut tangan Alena pada rambutnya.
" Tidak ada apa -apa... Ayah dan Ibu hanya ingin melihat mu saja, kata pelayan kamu langsung masuk ke kamar setelah pulang dari alun-alun kota."
"Apa Ayah kecewa dengan ku... ?" Tanya Varel dengan menundukkan kepala saat mengingat hasil tes yang dirinya lakukan tadi siang.
Jovan dan Alena yang mendengar itu hanya tersenyum tipis lalu mengatakan sesuatu yang membuat Varel terkejut. " Tidak, Ayah Ibu sudah mengetahui bahwa kamu tak mempunyai Spirit Root, lebih tepatnya Spirit Root milikmu telah di segel. Jadi tak mungkin bola kaca tadi dapat mendeteksi Spirit Root milik mu." Varel yang mendengar itu cukup terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Jovan, dengan raut wajah tak percaya dirinya menatap sang ayah dan sang ibu secara bergantian.
" Kamu pasti sudah tau dan mendengar dari orang bahwa kamu bukan anak kandung kami... ? " Varel yang mendengar pertanyaan Jovan hanya menganggukkan kepala nya pelan. Sebenarnya sudah lama ia ingin bertanya tentang asal usul dirinya, namun semua itu ia urungkan karena tak mau membuat sang ayah dan ibu yang telah merawat nya itu merasa sedih dan membuat hubungan nya dengan mereka jadi merenggang, toh pasti suatu saat ayah dan ibunya nya itu pasti akan jujur padanya begitu pikir nya.
" Ayah akan menceritakan semua nya, Ayah harap kamu mendengar kan cerita Ayah sampai selesai." Yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Varel yang saat itu sudah berada dalam pelukan Alena.
" Dulu saat kakak mu berusia 5 tahun Ayah pergi meninggalkan kota Sungai Putih untuk memenuhi kebutuhan kami bertiga dengan cara berburu hewan di hutan, mungkin kamu juga tau bahwa dulu kami bukan lah keluarga Bangsawan seperti saat ini. Saat itu di suatu tempat yang di sebut hutan larangan di dekat ibukota kerajaan Sungai Putih. Ayah sedang bertarung dengan beberapa Demonic Beast yang telah berusia 100 tahun, kamu tau Demonic Beast yang sudah berusia 100 tahun sudah memiliki kekuatan setara dengan Origin Realm gerbang ke 5.
Ayah yang saat itu masih di ranah Origin Realm gerbang ke 3 begitu kewalahan menghadapi Demonic Beast tersebut, saat Ayah terdesak dan mengira saat itu Ayah akan mati, tiba-tiba seseorang menyerang Demonic Beast tersebut dan membuat nya terbunuh seketika.
Setelah Ayah sadar dari keterkejutan, Ayah segera menghampiri orang tersebut yang merupakan seorang pria paruh baya, dengan memakai topi jerami Ayah tak mengetahui seperti apa wajah pria paruh baya tersebut.
Pria paruh baya tersebut memakai pakaian hitam dan menggendong seorang bayi yang tak lain adalah dirimu, pria paruh baya itu mengatakan jika ayah ingin berterimakasih Ayah harus merawat dirimu yang saat itu masih bayi.
Tak menghiraukan keadaan Ayah yang masih terkejut, pria paruh baya itu langsung menyerah kan diri mu kepada ayah dan setelah itu pria paruh baya tersebut mengucapkan beberapa pesan yang harus ayah tau, setelah mengucapkan pesan yang harus Ayah ingat pria paruh baya tersebut lalu menghilang entah kemana."
__ADS_1
"Lalu pesan apa yang di ucapkan oleh pria paruh baya tersebut Ayah...?" Tanya Varel dengan raut wajah yang penasaran namun masih menikmati belaian tangan Alena di rambutnya.
" Jaga dan rawat baik-baik anak itu, namanya adalah varel jangan pernah kau ubah nama itu. Jangan kau apa-apa kan cincin Batu Ruby yang di buat menjadi mata kalung yang terpasang di leher anak itu, jika Keluarga mu tak ingin menanggung akibatnya.
Dan satu hal lagi, Spirit Root anak itu berbeda dengan anak yang lainnya, aku tak bisa menjelaskan lebih jauh tentang hal itu. Namun satu hal yang harus kamu tahu, Spirit Root anak itu telah tersegel dan takan ada yang bisa mendeteksi nya dan membuka segel nya.
Jika kau bertanya bagaimana cara anak itu akan berkultivasi maka tunggu sampai anak itu berusia lima tahun dan akan memulai untuk berkultivasi, kau tetes kan darah milik nya di atas cincin batu Ruby tersebut, setelah cincin itu bangkit maka semua pertanyaan yang ada di benak anak itu akan terjawab. Sebagai imbalan karena kau mau merawat anak itu, ambil cincin ini di dalam terdapat sumber daya yang kau butuh kan.
Ingat jaga baik-baik anak itu, atau sebuah bencana akan terjadi pada Keluarga mu atau bahkan benua ini. " Ucap Jovan menirukan semua perkataan yang di ucapkan oleh pria paruh baya yang membawa Varel dulu, seraya menyerah kan sebuah cincin batu Ruby yang pernah di berikan oleh pria paruh baya tersebut kepada Varel.
" Setelah merasa pria paruh baya tersebut benar-benar menghilang, Ayah segera memasukkan tubuh Demonic Beast yang telah terbunuh itu kedalam cincin ruang setelah itu Ayah bergegas pergi meninggalkan hutan itu dan kembali kerumah."
"Saat itu Ibu yang melihat Ayah pulang dengan membawa bayi begitu penasaran, namun setelah mendapat kan penjelasan dari Ayah mu ibu sungguh senang karena Ibu mendapatkan putra yang menggemaskan seperti dirimu." Ucap Alena seraya mencium kening Varel. "Kakak mu juga senang saat itu karena mendapat adik baru."
"Setelah beberapa bulan berkultivasi akhirnya ayah mendapatkan kekuatan yang Ayah miliki saat ini, dengan kekuatan yang Ayah punya Ayah membangun keluarga kita sampai sekarang ini dan menjadi salah satu keluarga Bangsawan besar di kerajaan. Hal itu juga yang membuat keluarga kita berbeda dari Bangsawan lain nya yang memiliki banyak anggota keluarga sedangkan kita hanya memiliki 4 anggota keluarga."
Varel yang mendengar cerita Jovan, menatap dengan lekat cincin Batu Ruby yang ada di tangan nya itu, lalu di pakai nya cincin tersebut di jari tengah tangan kirinya. meskipun pertanyaan yang selama ini ingin dirinya tanya kan telah terjawab. Namun sekarang muncul pertanyaan -pertanyaan baru yang entah kapan akan terjawab nya.
Jovan dan Alena paham dengan apa yang sekarang tengah di pikirkan oleh anak nya tersebut setelah melihat raut wajah nya. " Jika kamu ingin bertanya apa kah pria paruh baya tersebut adalah ayah kandung mu atau bukan, maka jawaban nya Ayah tak tahu. Sesuai apa yang di ucapkan oleh pria paruh baya tersebut, kamu akan tahu jawaban dari semua pertanyaan - pertanyaan yang ada di kepala mu setelah cincin Batu Ruby yang kamu kenakan telah bangkit.
Setelah menemani anak kesayangan itu hingga tertidur, Jovan dan Alena segera berdiri dari duduk nya, di tarik nya selimut untuk menutupi tubuh mungil Varel agar tak kedinginan dengan udara malam yang masuk melalui ventilasi.
" Meskipun kamu bukan anak kandung kami, tapi Ayah dan Ibu akan selalu menyayangi mu seperti anak kandung kami sendiri. " Di belai nya dengan lembut rambut Varel, lalu di kecup nya juga kening anaknya itu. Karena tak ingin mengganggu tidur anak kesayangan nya, Jovan dan Alena segera pergi meninggalkan kamar Varel.
Tanpa membuka matanya Varel mengucapkan sesuatu yang tak di dengar oleh Jovan dan Alena " Aku juga menyayangi kalian Ayah Ibu... "
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Di malam yang indah sinar rembulan yang malam itu begitu terang seakan ingin menunjukkan akan ke indahan nya, jutaan bintang yang bertabur di langit juga menunjukkan keindahan nya seolah tak mau kalah dengan sang rembulan yang memperlihatkan ke indahan nya.
Varel kecil yang saat itu sedang duduk-duduk malas di halaman belakang kediaman nya menatap dengan mata yang penuh kagum pada ke indahan di langit malam, namun saat menikmati pemandangan yang indah pada malam itu raut wajah Varel sedikit berubah dengan rasa terkejut, tak hanya Varel bahkan mungkin seluruh penduduk Benua Areon mungkin akan ikut terkejut.
Langit malam yang indah berubah menjadi mencekam, awan hitam mulai menyelimuti seluruh langit Benua Areon. Angin kencang mulai berhembus seakan badai besar akan segera datang, suara-suara binatang yang tadi nya terdengar kini mulai menghilang seolah bersembunyi dari sesuatu yang mengerikan.
__ADS_1
Di atas langit malam Kota Kekaisaran Benua tengah, terlihat seorang pria paruh baya dengan menggunakan sebuah jubah berwarna emas, menatap dengan tajam fenomena yang ada di langit. Di belakang nya terdapat ribuan orang dengan patuh berlutut menunggu perintah dari pria paruh baya tersebut.
" Fenomena ini ... ? Mungkinkah akan turun tubuh ilahi ... ? " Gumam nya pelan seraya menatap tajam datang nya cahaya sembilan warna.
Di langit malam yang sudah sepenuh nya terselimuti dengan awan hitam, tiba-tiba terlihat sembilan warna cahaya dari segala penjuru menghiasi langit malam. Malam yang gelap seketika berubah menjadi terang, sembilan warna cahaya terus berputar - putar di langit lalu dengan cepat menembus awan hitam yang menutupi langit.
Sembilan warna cahaya berubah memadat dan menjadi sebuah kilat sembilan warna, kilat-kilat itu terus menari-nari di langit angkasa luas dan di antara jutaan bintang seolah-olah dengan sombong nya ingin memperlihatkan kekuatan.
Setelah puas menyombongkan kekuatannya, kilat sembilan warna kembali berputar - putar di atas langit benua Areon dan dengan perlahan kilat sembilan warna menyatu antara satu kilat dengan kilat lain nya. Sesaat setelah ke sembilan kilat menyatu dengan sempurna, sebuah tekanan yang kuat menekan benua Areon, tekanan itu semakin kuat saat kilat sembilan warna akan jatuh menyambar tanah.
*Buuuzzzz ... !!!
Tiba-tiba, kilat sembilan warna menghilang sesaat sebelum menyentuh tanah. Tekanan kuat yang seakan bisa menghancurkan benua Areon juga ikut menghilang, sekali lagi langit yang terang kembali menjadi gelap nya malam.
Awan gelap yang menyelimuti seluruh langit benua Areon juga menghilang, angin kencang secara perlahan juga ikut menghilang, seakan fenomena yang mengerikan itu tak pernah terjadi.
" Kerajaan Sungai Putih ... !!! Segera pergi ke Kerajaan tersebut dan bawa semua bayi yang baru lahir malam ini ... !!! " Perintah pria paruh baya tersebut dengan keras saat melihat ke arah jatuh nya kilat sembilan warna.
" Siap ... !!! " Jawab serentak ribuan orang prajurit yang berlutut di belakang nya, dengan cepat semua prajurit yang ada langsung pergi ke arah di mana Kerajaan Sungai Putih berada.
...-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Varel kecil menatap dengan kagum semua fenomena yang terjadi di langit, tak ada rasa takut seperti orang-orang kebanyakan saat melihat fenomena tersebut. Saat kilat sembilan warna akan jatuh menyambar tanpa sadar seluruh darah yang berada di dalam tubuh nya mulai bergejolak penuh kegembiraan seakan menantikan sesuatu yang sudah lama di inginkan.
* Buuuzzzz ... !!!
Setelah suara itu terdengar kesadaran Varel pun perlahan mulai menghilang, bersamaan dengan fenomena yang ada di langit juga ikut menghilang. Langit kembali menjadi malam dan benua Areon pun kembali menjadi tenang, namun, semua orang tak menyadari bahwa malam itu, akan menjadi malam bersejarah di mana akan menjadi awal di mulai nya takdir seorang anak laki -laki dalam perjalanan nya mengukir nama nya dalam kata Legenda.
...-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Di kamar salah satu kediaman Keluarga Wesley, Varel kecil sedang terbaring tak sadar kan diri. Alena yang menemukan tubuh kecil yang sudah tak sadar kan diri itu begitu khawatir, Alena mengira Varel tak sadar kan diri karena tak kuat menahan tekanan besar yang di hasil kan oleh fenomena mengerikan yang baru saja terjadi itu dengan panik dirinya segera memanggil sang suami.
Setelah memberikan sedikit perawatan, Jovan dan Alena pun meninggal kan kamar tersebut, tanpa di sadari nya sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh bocah berambut putih tersebut. Terlihat gambar kilat sembilan warna terbentuk di perut nya, lebih tepatnya di sekitar pusar Varel terbentuk sebuah gambar kilat dengan sembilan warna.
__ADS_1
Bersambung...