
Ch 4. Bangkit nya cincin Batu Ruby.
[5 Tahun kemudian.]
Lima tahun telah berlalu sejak kejadian yang mengerikan itu, masih banyak penduduk benua Areon yang masih semangat membicarakan nya di berbagai tempat. Banyak yang berpendapat bahwa fenomena tersebut ada kaitannya dengan sebuah pusaka yang kuat telah turun dari langit, ada juga yang berpendapat bahwa fenomena tersebut sebagai pertanda akan lahir nya sebuah bakat jenius yang luar biasa.
Banyak yang meyakini bahwa pendapat ini benar adanya, pasal nya pihak kekaisaran pun dengan cepat mengumpulkan semua bayi yang baru lahir di malam yang mengerikan itu.
Flashback
Varel telah sadar dari pingsan nya setelah selama dua hari tak sadar kan diri sejak malam itu, setelah kesadaran nya pulih sepenuhnya, ia mulai memeriksa tubuh nya. "Apa yang terjadi pada diriku...? yang aku ingat saat cahaya kilat sembilan warna akan menyambar tanah tiba-tiba kepala ku pusing dan aku tak sadar kan diri. " Gumam nya yang mencoba mengingat kejadian pada malam itu sebelum dirinya tak sadar kan diri.
Saat tangan nya menyentuh perut nya, di rasakan sesuatu yang aneh yang berada di perut nya. " Apa ini ... ? kenapa tiba-tiba aku memiliki sebuah gambar di sini ... ? Bukan kah ini seperti gambar kilat sembilan warna itu ... ? " Ucap nya dengan raut wajah bingung menghiasi wajah nya yang tampan itu. Sekarang banyak pertanyaan - pertanyaan yang muncul memenuhi pikiran nya.
"Sayang Kamu sudah sadar. " Terdengar sebuah suara yang lembut saat pintu kamar Varel terbuka. Terlihat seorang wanita muda dengan senyuman yang menawan memasuki kamar Varel.
"Iya Ibu ... sekarang tubuh ku sudah terasa lebih baik. " Jawab nya saat wanita muda yang tak lain adalah Alena memeriksa tubuh nya
" Untung lah dirimu sudah sadar, Ibu sungguh khawatir saat menemukan mu sudah tak sadar kan diri di taman belakang pada malam yang mengerikan itu.
" Ibu tenang saja, aku baik - baik saja sekarang mungkin saat itu aku tak sadar kan diri karena tak bisa menahan tekanan yang kuat dari fenomena itu. " Ucap nya dengan lembut agar tak membuat ibu nya semakin khawatir.
"Kalau begitu sebaiknya kamu istirahat kembali, selamat malam..." Alena pun meninggalkan kamar Varel setelah mengecup keningnya dan mengucapkan selamat malam.
"Selamat malam juga Ibu "
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
Seminggu setelah Varel terbangun dari pingsannya setelah tak sadarkan diri akibat fenomena itu, dengan tenang dirinya duduk bersila di atas kasur nya seraya memandangi Cincin Batu Ruby yang berada di jari tengah tangan kirinya.
Meskipun banyak pertanyaan - pertanyaan yang bermunculan di benaknya tentang asal usul nya, tentang pria paruh baya yang di temui ayah nya dan di tambah dengan kejadian mengerikan dua hari lalu membuat rasa penasaran di dalam dirinya kian bertambah.
Merasa tak menemukan jawaban yang diinginkan nya, dirinya segera memperbaiki posisi duduk nya, "Huuuffff," dengan mengatur nafas nya ia mencoba berkonsentrasi. Setelah dirasa dirinya telah siap, Varel menggigit ibu jari tangan kanan nya hingga berdarah, dengan perlahan ia meneteskan darah itu ke atas permukaan Batu Ruby yang menjadi mata cincin yang di kenakan nya itu.
Saat tetesan darah jatuh di atas permukaan Batu Ruby dan terserap kedalam nya, seketika keluar cahaya yang begitu menyilaukan mata. Varel yang terkejut dengan cahaya yang keluar dari dalam cincin nya seketika memejamkan matanya, merasa dirinya tak merasakan apapun setelah terkena cahaya yang tiba- tiba keluar dari dalam cincin dengan perlahan ia mulai membuka matanya.
"I-ini di mana?" Gumam Varel terkejut, pasalnya setelah Varel membuka matanya dirinya telah berada di depan sebuah Gua dengan nuansa di sekitarnya berwarna putih.
__ADS_1
"B-bukan nya aku tadi masih berada di dalam kamar? Kenapa sekarang bisa ada di sini dan ini ada di mana?"
Varel yang penasaran sekaligus bingung mencoba memasuki Gua yang ada di hadapannya itu berharap menemukan sesuatu petunjuk tentang dimana dirinya sekarang berada. Sebuah Gua yang tak terlalu dalam terbukti dengan cepat nya Varel memasuki sebuah ruangan utama Gua yang tak terlalu besar, meski begitu dirinya tak pernah mengendurkan pengawasan terhadap sekitarnya.
Dengan batu - batu kristal yang tertanam di seluruh dinding Gua sebagai pencahayaan Varel mulai melihat dan mengamati seluruh sisi ruangan tersebut, "kenapa kosong tak ada apapun di sini selain batu besar itu?" Gumam nya bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Saat dirasa yakin ruangan itu kosong selain batu besar yang ada di tengah ruangan setelah dirinya memeriksa dan melihat nya sekali lagi, ia pun berjalan mendekati batu besar tersebut.
"Batu apa ini, kenapa bisa ada disini?"
"Lubang apa ini?" Setelah memeriksa batu besar itu Varel menemukan sebuah lubang aneh di salah satu sisi batu, "kenapa ukuran lubang ini sama seperti cincin yang di aku kenakan?" Karena didorong oleh rasa penasaran, Varel pun melepas cincin yang ia kenakan lalu di letakkan di lubang batu besar tersebut.
Klik!!!
Bersamaan dengan terdengar nya suara itu, sebuah getaran tiba - tiba terjadi di seluruh Gua. Dinding - dinding Gua pun bergetar hebat serta muncul retak - retakan di seluruh permukaan dinding Gua, batu besar di hadapannya pun juga ikut bergetar dan hancur menjadi serpihan - serpihan kecil.
Dengan hancurnya batu besar tersebut getaran yang terjadi di Gua itu pun juga ikut mereda, Varel yang merasa getaran mulai menghilang merasa lega di hatinya. " Huuufff, aku kira aku akan terkubur di sini."
"Selamat datang Tuan Muda."
"Eh ... Ayam - ayam !!!" Teriak Varel kaget refleks ia pun langsung berbalik arah melihat ke sumber suara itu berasal.
"Si-siapa kau?" Tanya Varel dengan sedikit takut.
Dengan tersenyum tipis dan sedikit membungkuk roh pria paruh baya tersebut memperkenal kan dirinya, "nama pria tua ini adalah Mozu Tuan Muda dan saya adalah penjaga Cincin Batu Ruby."
"Ja-jadi maksud mu kita sekarang berada di dalam Cincin Batu Ruby?" Tanya Varel memastikan, meskipun dirinya sudah memahami apa yang di ucapkan oleh roh penjaga tersebut. "Bagaimana bisa aku berada disini?" Gumam nya dalam hati.
Dengan sedikit membungkukkan badan nya dan tersenyum tipis Mozu menjawab dengan tenang, "benar Tuan Muda sekarang kita berada di dalam dunia yang ada di dalam cincin Batu Ruby."
Setelah memahami situasi nya Varel pun mulai bertanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala nya.
"Paman bisakah kau jelaskan tentang siapa aku, tentang orang tua ku dan kenapa mereka membuang ku?"
Mozu yang mendengar pertanyaan itu pun mulai menjelaskan semua tentang apa yang di tanyakan oleh Varel kepada nya, " Baiklah akan saya jelaskan yang seharusnya Tuan Muda tahu sekarang."
"Tuan Muda merupakan anak satu-satunya yang dimiliki oleh tuan yang tak lain adalah tuanku, aku merupakan pelayan tuan yang di tugas kan untuk menjaga cincin Batu Ruby yang di buat oleh nya khusus untuk Tuan Muda dan membimbing Tuan Muda untuk menjadi kuat.
__ADS_1
Jika Tuan Muda bertanya tentang siapa tuan, mohon maaf saya hanya bisa menjawab Tuan Muda belum memenuhi syarat untuk mengetahui nya. Jika Tuan Muda bertanya kenapa tuan meninggalkan Tuan Muda maka jawabannya pun sama Tuan Muda belum memenuhi syarat Tuan Muda masih terlalu lemah untuk mengetahui itu semua. Maka jadilah kuat agar Tuan Muda dapat mendapatkan jawaban nya, saya hanya bisa memberitahu bahwa tuan adalah orang yang sangat kuat."
"Paman kenapa hanya ayah ku saja yang kamu sebutkan dari tadi di mana ibu ku?" Tanya Varel heran. Pasalnya setelah mendengar kan apa yang di ucapkan oleh Mozu tak ada yang membahas mengenai ibu nya.
"Maaf Tuan Muda bukan nya saya tak mau memberi tahu tentang nyonya namun saya kurang mengetahui nya, maka jadilah kuat Tuan Muda agar anda dapat mengetahui semua nya." Varel yang mendengar itu sedikit sedih.
Tanpa memperdulikan raut wajah sedih Varel Mozu melanjutkan penjelasannya, "tuan juga memberikan sebuah pilihan untuk Tuan Muda."
"Apa itu...?" Tanya Varel penasaran.
"Tuan berkata, jika Tuan Muda tak ingin mencari dan menemui mereka tak apa mereka akan tetap menganggap Tuan Muda sebagai anak mereka dan saya akan tetap membantu Tuan Muda untuk bisa berkultivasi namun setelah itu saya dan cincin Batu Ruby ini akan menghilang. Namun jika Tuan Muda memutuskan untuk mencari dan menemui mereka maka Tuan Muda harus menjadi kuat, saya akan membantu dan membimbing Tuan Muda sampai bisa bertemu mereka. Dan salah satu alasan kenapa Tuan Muda bisa berada di dunia yang lemah ini yang seharusnya tak boleh saya beritahu adalah karena Tuan Muda terlalu lemah, terlalu lemah bahkan untuk bisa berdiri di samping mereka."
Varel yang mendengar itu hanya bisa tersenyum pahit jika di tanya terkejut tidak? Ya pastinya terkejut siapa yang tak terkejut bila mengetahui bahwa salah satu alasan dirinya di tinggalkan adalah karena dirinya lemah bahkan terlalu lemah untuk bisa berdiri di samping mereka, marah jelas karena alasan dirinya lemah mereka meninggalkan nya, memang kenapa kalau dirinya lemah, dirinya tetaplah anak mereka.
Mozu yang melihat raut wajah Varel yang berubah-ubah dari yang terlihat marah, kecewa dan sedih itu hanya tersenyum tipis, saat keheningan terjadi beberapa saat dan Varel masih berkecamuk dalam pikiran serta hatinya Mozu mulai berkata lagi. "Lalu apa pilihan Tuan Muda?"
Setelah memenangkan diri dan berdamai dengan hati nya Varel mulai bisa berpikir tenang, "jika mereka meninggalkan ku karena aku lemah maka akan aku buktikan bahwa aku bisa menjadi kuat dan menemui mereka, akan aku buktikan bahwa aku layak berada di antara mereka dan menjadi anak mereka." Ucap Varel dengan penuh tekad.
Sedangkan Mozu yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "buktikan jika kamu memang pantas menjadi anak mereka." Batinnya.
"Karena Tuan Muda telah memilih maka saya akan menjelaskan tentang hal-hal yang harus Tuan Muda ketahui, dari ruang atau dunia yang ada di dalam cincin Batu Ruby ini.
Cincin Batu Ruby ini di buat khusus oleh tuan untuk Tuan Muda, mungkin Tuan Muda sudah tau cara kerja cincin ruang." Yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Varel.
"Cara operasi cincin Batu Ruby ini sama dengan cincin ruang yang membedakan nya adalah cincin Batu Ruby selain dapat menyimpan benda mati juga dapat menyimpan benda hidup, makanya ruang di dalam cincin juga di sebut dunia di dalam cincin karena bisa membawa kehidupan kedalam nya.
Untuk luas dunia kecil ini hanya seluas sebuah kota kecil yang ada di benua ini dan untuk perbedaan waktu, dua hari di dunia kecil setara dengan satu hari di dunia luar jadi Tuan Muda dapat berlatih di dunia kecil dengan kecepatan dua kali lebih cepat.
Namun sayang aura Chakra disini sangat sedikit bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada Chakra di dunia kecil ini, jadi tak bisa membantu Tuan Muda untuk berkultivasi tapi ..."
"Tapi apa?" Tanya Varel sedikit penasaran karena Mozu tak melanjutkan ucapannya.
"Tapi Tuan Muda bisa memberikan spirit stone untuk di serap oleh dunia kecil ini agar bisa memiliki Chakra." Jelas Mozu.
"Berapa banyak spirit stone yang harus aku berikan untuk bisa dunia kecil ini memiliki chakra?" Tanya Varel mulai tertarik. Dirinya tertarik apa bila dunia kecil ini memiliki chakra, dengan adanya chakra maka dirinya bisa lebih efisien dalam pelatihan nya.
"Semakin banyak semakin baik Tuan Muda." Setelah menjelaskan tentang dunia kecil yang ada di dalam cincin Batu Ruby, Mozu melambaikan tangannya di udara Varel yang melihat itu sedikit bingung namun sedetik kemudian dirinya mulai terkejut.
__ADS_1
Bersambung...