Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa
CH 11. Luna


__ADS_3

CH 11. Luna


Di sebuah kamar di kediaman Jovan, terlihat Leo sedang berbaring di tempat tidur nya. Saat dirinya telah sampai rumah, Leo pun langsung terkena marah oleh Melody yang telah menunggu nya pulang, di tambah dengan dirinya yang masih berlumuran cairan hitam yang sangat bau itu. Selepas membersihkan diri dan makan malam yang di masak oleh Melody, Leo pun langsung bergegas memasuki kamar nya dengan alasan ingin beristirahat.


Dengan menatap cincin yang dirinya kenakan, Fikiran Leo masih melayang dengan apa yang terjadi hari ini, yang niat awal nya hanya ingin berlatih di hutan dan melawan hewan buas ?.


Siapa yang akan mengira bahwa hampir saja nyawa nya melayang, untung saja di detik-detik terakhir cincin yang selama ini di tunggu nya untuk bangkit akhirnya bangkit juga dan menyelamatkan nya. Seperti apa yang di katakan oleh ayah angkat nya Jovan, bahwa semua pertanyaan nya akan terungkap saat cincin batu Ruby nya telah bangkit.


" Jika kamu punya waktu untuk melamun, sebaik nya kamu gunakan untuk berlatih. " Ucap suara yang tiba-tiba terdengar di kepala Leo.


" Apakah itu kamu paman? " Tanya Leo melihat sekeliling nya.


" Hentikan hal bodoh itu, aku masih berada di dalam cincin Ruby, aku bicara melalui fikiran mu jadi kamu hanya perlu bicara dengan fikirkan mu saja, atau kamu akan di anggap gila karena berbicara sendiri. " Ucap suara itu lagi yang tak lain adalah Mozu.


" Aahhhh, ternyata seperti itu kamu membuat ku kaget saja paman. "


" Berhenti bicara omong kosong, segera ambil buku Spiritualis dan pelajari, jika kamu bisa menjadi Spiritualis yang sesungguhnya maka semakin mudah kamu mendapatkan sumber daya. "


Leo yang tak mau mendengar omelan Mozu lagi, dengan cepat dirinya segera mengambil buku Spiritualis di dalam cincin Ruby dan mempelajari nya. Buku sampul dengan warna hitam polos, dengan sebuah tulisan Spiritualis yang tertulis di depan sampul menghiasi buku tersebut, buku yang berisi berbagi pengetahuan tentang dunia Spiritualis.

__ADS_1


Setelah mendapatkan buku yang di inginkan nya, dengan cepat ia mulai mempelajari nya, dengan serius Leo mempelajari setiap halaman nya berharap agar dirinya tak melewatkan sesuatu. Setelah selesai membaca buku lalu menutup nya, segera dirinya mengembalikan buku tersebut kedalam cincin Ruby.


Dengan menarik lalu menghembus kan nafas nya secara perlahan, Leo mulai merubah posisi duduk nya dengan posisi kaki bersila di atas kasur. Dengan perlahan Leo mulai menutup matanya, setelah itu Leo pun mulai mematikan kelima indra nya.


Dimulai dari indra penglihatan nya karena harus menutup matanya secara rapat, lalu indra penciuman nya yang membuat Leo tak mampu lagi untuk mencium apapun, setelah itu indra pendengaran nya yang membuat Leo tak mampu mendengar sekitar nya.


Leo juga mematikan indra perasanya yang membuat Leo tak dapat merasakan sesuatu yang ada di dalam mulut nya, dan yang terakhir adalah indra peraba yang membuat tubuh Leo tak dapat merasa kan sesuatu bahkan bila ada yang sengaja melukai nya walaupun itu hanya sedikit Leo takakan merasakan sakit itu.


Dengan matinya kelima indra, kesadaran Leo juga mulai menghilang seperti tertarik kesuatu tempat. " Ini dimana ? " Gumam Leo yang telah kembali sadar, namun yang membuat nya bingung dirinya tak berada di dalam kamar nya, melainkan berada di sebuah tempat yang sangat luas.


Dengan langit yang berwarna hitam, serta terdapat sebuah istana yang begitu megah yang berada tepat di depan nya. Istana yang megah dan mewah, taman istana yang terlihat sangat cantik di padu dengan berbagai macam bunga serta tanaman yang menghiasi nya. Ditambah dengan bola-bola cahaya yang menghiasi seluruh taman, semakin membuat taman tersebut kian mempesona.


" Hai ... !!! Apa yang kamu lakukan di sana!!! mau sampai kapan kau berdiri di sana dengan tampang bod*h seperti itu !!! " Teriak sebuah suara yang menyadarkan Leo dari lamunan nya.


Leo yang mendengar suara itu sedikit terkejut, " bukan kah ini ruang roh ku, kenapa bisa ada orang lain di sini ? " Gumam Leo bingung. Pasal nya saat ini dirinya berada di ruang roh nya yang memungkinkan takakan ada orang lain selain dirinya disini.


" Cepat masuk !!! " Teriak suara itu lagi dengan lebih keras dan tegas.


Leo yang kembali mendengar suara itu pun sedikit yakin bahwa ada orang selain dirinya yang berada di ruang roh nya, setelah mengetahui bahwa suara itu berasal dari dalam istana, dengan rasa penasaran Leo mulai berjalan mendekati istana.

__ADS_1


Tak ada pintu maupun jendela yang terpasang di istana tersebut, dengan sedikit bingung Leo menyentuh tembok istana bermaksud ingin memeriksa nya. Saat tangan Leo bersentuhan dengan tembok sesuatu yang mengejutkan terjadi, tangan Leo menembus kedalaman dinding istana yang terlihat kokoh itu.


Leo yang melihat tangan nya dapat menembus tembok, akhirnya mencoba berjalan melewati tembok tersebut dan dugaan nya ternyata Tepat bahwa tubuh nya juga mampu melewati tembok istana.


Setelah melewati tembok Leo kembali di buat terkejut, pasalnya tampilan di dalam dan di luar tembok sungguh berbeda. jika tampilan luar tembok yang berupa istana yang megah, maka tampilan dalam tembok seperti di dalam menara.


Tak ada tampilan mewah yang seperti di dalam fikiran nya, yang ada hanya sebuah ruangan yang terlihat kosong dengan hanya di terangi oleh beberapa bola cahaya yang berupa untaian gas seperti bola-bola cahaya yang ada di luar istana, serata sebuah batu besar yang berada di tengah ruangan.


Di atas batu besar tersebut, terlihat sebuah batu Giok memiliki warna hijau terang dengan ukuran sebesar telur angsa, batu Giok itu juga mengeluarkan sebuah aura berwarna merah yang terasa mencekam bila mendekati nya.


" Akhirnya kamu di sini juga !!! Berani sekali kau membuat putri ini menunggu lama !!! " Teriak suara itu kembali namun saat ini terdengar jelas di telinga Leo.


Suara yang di dengar Leo saat masih berada di luar kini terdengar kembali dan semakin


jelas, meskipun suara itu terdengar keras dan penuh dendam, namun masih terdengar sangat manis saat suara itu masuki keindra pendengaran nya.


Dilihat nya batu Giok yang berada di tengah ruangan dengan teliti, " apa kah suara itu berasal dari batu Giok itu? " Gumam Leo pelan saat telah berdiri tak terlalu jauh dari batu giok itu.


" Hai !!! Apa yang kamu lakukan berdiam diri di sana !!! Dasar Leo bod*h. " Suara makian itu kembali terdengar, meskipun suara itu terdengar manis namun Leo yang mendengar nya pun sedikit kesal. Apa lagi mengatai nya bod*h, tunggu? suara tadi menyebut kan namanya.

__ADS_1


__ADS_2