Perjalanan Zhen Xions

Perjalanan Zhen Xions
Dwarf


__ADS_3

Didalam hutan, terlihat seorang pemuda berjalan menyusuri jalan sambil menggandeng tangan seorang wanita cantik. Pemuda tersebut tak lain adalah Zhen, dan wanita yang digandengnya adalah Lyan.


Saat sedang asyik berjalan, sebuah kapak kecil melesat kearah mereka. Zhen yang menyadari itu, menarik Lyan kepelukannya lalu melompat ke samping menghindari kapak itu.


Saat Zhen baru saja mendarat di tanah, semak belukar bergoyang. Tujuh makhluk kecil keluar dari balik semak belukar sambil membawa senjata ditangannya. Mereka lalu mengelilingi Zhen dan Lyan sambil menghunuskan senjatanya.


Zhen yang melihat itu melebarkan matanya karena terkejut. Dia lalu menggosok matanya beberapa kali sebelum berteriak kegirangan.


"Wah..., aku tidak menyangka dapat melihat dwarf yang ada di cerita dongeng itu. Ini menakjubkan hahaha...." Zhen berteriak kegirangan sambil melompat-lompat.


Lyan yang melihat tingkah Zhen merasa terkejut, dia lalu menatap Zhen dengan ekspresi heran.


"Apa yang dia lakukan?." tanya Lyan pada dirinya sendiri.


Zhen lalu berlari menghampiri salah satu dwarf lalu mengulurkan tangannya.


"Hai kenalkan, namaku Zhen Xions. Kau boleh memanggilku Zhen, siapa namamu?." tanya Zhen sambil tersenyum.


Dwarf itu tampak ragu-ragu melihat uluran tangan Zhen, dia melihat teman-temannya sebelum akhirnya menyambut uluran tangan Zhen.


"Aku Stopper Drugbons, panggil aku Stopper." ucap dwarf itu.


"Wah, dia menjawab ucapanku...., wah..." ucap Zhen berteriak sehingga membuat dwarf itu melompat karena terkejut lalu berlari menjauh.


Lyan menatap Zhen dengan tatapan aneh, sebelum bertanya tentang kondisinya.


"Zhen apa kau baik-baik saja?." tanya Lyan dengan cemas.


"Tentu saja, aku begitu senang bisa berkenalan dengan para dwarf." jawab Zhen sambil tersenyum.


"Kupikir kau akan menjadikan kami budak." ucap Stopper.


"Hah, mengapa kau berpikir seperti itu?." Zhen balik bertanya.


"Karena manusia sering melakukan itu." ucap seorang dwarf dengan janggut panjang berwarna putih.


"Aku tidak akan melakukan hal itu, aku bisa berjanji dengan menjadikan kalian sebagai temanku." ucap Zhen sambil mengulurkan tangan pada dwarf itu.


Dwarf itu menyambut uluran tangan Zhen dengan tangan kecilnya lalu tersenyum.


"Oh ya, siapa namamu?." tanya Zhen.


"Hermon Drugbons." jawab dwarf itu.


"Lalu siapa mereka?." tanya Lyan yang sudah berada di dekat mereka sambil menatap dwarf lainnya.

__ADS_1


Zhen terkejut saat menyadari Lyan berada di dekat mereka. Begitu juga dengan dwarf bernama Hermon itu, dia bahkan sampai melompat kebelakang.


"Kau mengagetkanku saja." ucap Zhen dengan kesal.


"Jantungku hampir copot kau tau." ucap Hermon dengan kesal sambil memegang dadanya.


Lyan lalu tertawa kecil, dwarf lainnya yang melihat kejadian itu ikut tertawa. Setelah puas tertawa, mereka mulai memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Aku Flord Drugbons." ucap dwarf bertubuh kekar.


"Aku Trisper Drugbons." ucap dwarf yang memegang kapak kecil.


"Gribe Drugbons." ucap dwarf bertubuh gemuk.


"Aku Onery Drugbons." ucap dwarf yang memakai kacamata.


"Dan aku Plorind Drugbons." ucap dwarf yang paling muda dengan bersemangat.


"Oh ya, aku Lyan Astron." ucap Lyan memperkenalkan dirinya.


Setelah perkenalan itu, para dwarf mengajak Zhen dan Lyan menuju kediaman mereka. Selama perjalanan para dwarf itu bercerita tentang kehidupan sehari-harinya.


Tak lama kemudian, mereka telah tiba di kediaman para dwarf. Para dwarf yang ada di kediaman segera keluar, mereka berniat menyambut tujuh dwarf yang kembali ke kediaman mereka.


Namun saat mereka telah berada diluar kediaman, mereka terkejut melihat tujuh dwarf tersebut membawa dua orang manusia bersamanya.


"Bisa kau jelaskan semua ini Hermon?." tanya pemimpin dwarf dengan tatapan tajam.


"Ya, mengapa kau membawa mereka kemari?." tanya seorang dwarf berwajah sangar sambil menunjuk Zhen dengan anak panah.


Hermon menganggukkan kepalanya, dia lalu mulai menjelaskan mengapa dia membawa Zhen dan Lyan ikut kembali kekediaman mereka.


Hermon menceritakan kejadian saat mereka bertemu dengan Zhen dan Lyan.


"Dan sekarang kami telah menjadi teman, jadi aku membawanya kemari. Lagipula, aku tidak merasakan niat jahat dari mereka." ucap Hermon dengan tenang.


"Ya, itu benar." ucap keenam dwarf bersamaan.


"Aku bisa menjamin, mereka tidak seperti makhluk hijau sialan itu." ucap Stopper.


"Ya, itu benar, kami bisa menjamin itu." ucap keenam dwarf lagi bersamaan.


"Apa yang kalian maksud dengan makhluk hijau?." tanya Zhen penasaran.


"Mereka adalah para goblin, mereka selalu menyerang kediaman kami." jawab pemimpin dwarf sedikit ragu.

__ADS_1


"Ya itu benar, untung saja kami masih memiliki kemampuan untuk melawan mereka, meskipun banyak teman kami yang terbunuh." ucap dwarf berwajah sangar dengan ekspresi sedih.


"Kami bisa membantu kalian menghadapi mereka, benarkan Lyan." ucap Zhen sambil tersenyum lalu menatap Lyan.


"Hmm itu benar." Lyan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Terima kasih tuan." ucap pemimpin dwarf lalu berlutut dihadapan Zhen.


Para dwarf yang melihat pemimpin mereka berlutut dihadapan Zhen, ikut berlutut termasuk dwarf berwajah sangar dan tujuh dwarf yang bersama Zhen.


"Hei hei hei bangunlah, jangan berlutut padaku, bukankah kita ini teman." ucap Zhen sambil membantu pemimpin dwarf untuk berdiri.


Lyan yang melihat itu semua, menatap Zhen dengan kagum. Senyuman manis tersungging diwajahnya.


'Inilah priaku, hihihi.' ucap Lyan dalam hati.


Para dwarf lalu bangkit berdiri, terlihat senyuman cerah menghiasi wajah mereka.


"Tuan, para goblin akan datang dalam beberapa hari. Jika tuan berkenan, kami bisa membangun kediaman untuk tuan di sebelah kediaman kami." ucap dwarf berwajah sangar dengan antusias.


"Hmm boleh juga." ucap Zhen sambil menganggukkan kepalanya.


Dwarf berwajah sangar lalu memerintahkan dwarf lainnya untuk membangun kediaman untuk Zhen. Para dwarf yang mendengar perintah itu segera melaksanakan apa yang diperintahkan.


Selama pembangunan itu berlangsung, Zhen dan Lyan berbincang-bincang dengan pemimpin dwarf. Dari perbincangan itulah Zhen mengetahui nama pemimpin dwarf dan juga dwarf berwajah sangar yang kini sedang mengatur jalannya pembangunan.


Pemimpin dwarf bernama Cloris Drugbons, sedangkan dwarf berwajah sangar bernama Daren Drugbons.


Beberapa jam kemudian, saat hari telah menjelang sore.


Para dwarf telah selesai membangun kediaman untuk Zhen dan Lyan. Daren lalu berjalan menghampiri Zhen.


"Tuan, kediamannya sudah selesai dibangun, tuan bisa melihatnya." ucap Daren sambil menunduk.


"Ayo kita lihat, dan berhentilah memanggilku tuan, bukankah kita teman." ucap Zhen sambil tersenyum.


"Ba... baik tuan." ucap Daren yang membuat Zhen tersenyum kecut.


Daren lalu membawa Zhen menuju kediaman yang telah selesai dibangun. Zhen menatap kediaman itu dengan kagum, dia lalu mengucapkan terima kasih kepada para dwarf.


"Terima kasih semuanya." ucap Zhen sambil tersenyum.


"Tidak masalah tuan." ucap para dwarf bersamaan.


Mereka mengobrol selama beberapa saat, sebelum berpencar kembali menuju kediaman mereka masing-masing menyisakan Zhen dan Lyan di depan kediaman itu.

__ADS_1


Zhen lalu melingkarkan tangannya di pinggang Lyan, kemudian memasuki kediaman itu sambil tersenyum.


__ADS_2