
pagi ini sangat indah, semua tampak bergembira, daun² dan rumput bergoyang karna hembusan angin pagi, suara burung di musim semi sungguh merdu, bunga yg bermekaran menarik perhatian para lebah untuk datang.
hari ini benar² indah😊
aku sedang berjalan melewati taman, pagi ini aku memiliki kelas biologi jadi aku sudah harus berangkat sekarang jika tak ingin tertinggal bus.
di taman yg ku lewati ini ada yg sedang berolahraga, berkumpul dngn teman, dan ada yg seperti ku, menikmati indah nya pagi hari😊.
hidup ku cukup bahagia, pagi aku kuliah dan setelah jam kuliah selesai aku langsung bekerja paruh waktu, gaji ku cukup untuk kehidupan sehari² dan juga untuk membiayai adik² ku.
aku tinggal sendiri di salah satu kontrakan di sini, aku di besarkan di panti asuhan kasih ibu, di sana aku memiliki keluarga, ibu, adik² yg manis dan kkk² yg kusayangi😊.
beberapa dari mereka ada yg cacat dan ada yg sehat, kkk ku yg sehat dia juga sudah keluar dari panti asuhan itu sebelum aku, dia juga bekerja dan memberikan sedikit uang nya untuk kami, dia juga yg sudah membantu ku mendapatkan pekerjaan dan membantu ku masuk ke universitas favorit ku😊.
skip
aku sudah berada di lingkungan kampus, di sini aku mendapatkan beasiswa berkat kecerdasan ku.
"hai Bianca😄👋" sapa salah 1 teman ku, dia adalah Sindi, teman terbaik yg aku miliki di sini.
"ahh Sindi, selamat pagi😊😊" sapa ku balik.
"kau jalan kaki lagi kah?" tanya teman ku yg manis ini.
"tidak, aku sempat naik bus tadi" jawab ku sambil berjalan ke kelas.
"owhh"
"emang kenapa?"
__ADS_1
"tidak, tidak ada apa²"
di pertengahan pembicaraan kami, ada seorang pria yg mencoba menggoda ku.
"hai Bianca😉, kau cantik sekali hari ini, apa kau mau jalan bersama ku?"
kenalin dia Roy, cowok yg cukup populer di sini, cukup yaa, tolong di garis bawahi kalimat cukup nya, ya mau gimana lagi sebab di kampus ini ada yg lebih populer, kaya dan tampan dari Roy, yg sudah pasti banyak juga yg menyukai nya.
oke kembali ke Roy, dia memang sering seperti itu pada ku, setiap hari, entah lah, aku selalu saja berharap dan meminta agar dia bosan atau menghilang dari dunia ini, benar² geram rasa nya jika harus setiap hari melihat wajah nya yg borokan itu.
"Roy kenapa kau harus menggoda wanita itu, bukan kah aku ada di sini" nada kesal dari Lusi terdengar, dia adalah wanita yg tergila² pada Roy, sangking suka nya, Lusi sampai rela di jadikan babu/pesuruh oleh Roy.
"diam saja kau, dasar wanita ja*ang" kalimat kasar dari mulut Roy pun keluar.
aku dan teman ku tak memperdulikan hal itu, kami hanya berjalan lurus saja, toh itu udah tiap hari terjadi, udah kayak rutinitas tiap hari gitu lah guys.
skip
"kalian ini yaa, ini udah jam berapa coba😠?, kalian abis ngapain sih?, kalo jalan² tuh ngajak² napa?" dia juga teman terbaik ku, nama nya Nisa, dia gadis tomboy yg jago main basket, dia masuk kampus ini karna beasiswa olahraga, dia juga jadi kapten basket di universitas kami, beberapa kali dia membawa kemenangan bagi kampus kami, bukan hanya basket dia juga pelari yg cepat dan peranang yg handal.
"jangan marah² napa sih?, orang kali dateng itu suruh duduk dulu, kasih minum dulu, dan kalo bisa di suguhin sarapan juga ya kan Bi?" goda Sindi.
"macam enak betuk idup kau yaa" balas kesal Nisa.
aku yg melihat dan mendengar pertengkaran mereka itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, karna mustahil bagi mereka tidak ribut 1 hari pun, dan jika mereka tak bertengkar maka itu akan menjadi aneh, bisa² kelas kami yg ada di lantai 3 ini banjir lagi🤣🤣.
oke kelas sudah di mulai karna dosen sudah datang.
skip
__ADS_1
jam kampus pun berakhir dan aku langsung berangkat menuju restoran tempat ku bekerja, aku bekerja dari jam 1 sampai jam 9 malam, aku bekerja sebagai seorang pelayan di sana.
skip selesai bekerja
hari ini cukup banyak pelanggan dan aku pulang lewat dari jam 9, mungkin udah jam setengah 9, malam ini jalan sedikit lebih sepi dari biasa nya, dan entah mengapa aku merasa sedikit takut untuk melewati jalanan malam ini, aku tak biasa merasa seperti ini, ini adalah kali pertama aku merasa takut.
"sampai jumpa lagi Bi😄, hati² di jalan" ucap Sindi, dia juga bekerja bersama ku di sini, dan rumah nya cukup dekat dari restoran.
"iyaa😄, daaa👋👋"
"daaa👋"
sekarang tinggal aku sendiri yg berjalan di jalanan malam ini.
"huh, perasaan apa ini?, kenapa malam ini akh merasa lebih takut dari biasa nya?" tanya ku pada diri sendiri.
aku terus berjalan sampai aku merasa ada segerombol orang yg mengikuti ku, aku mempercepat jalan ku, dan segerombolan orang itu juga mempercepat jalan nya, jantung ku mulai berdegub kencang, keringat keluar deras dari kening ku.
"ta tuhan tolong aku😫" jerit kecil ku sambil masih berjalan dngn cepat.
dannnnnn
vote
like
Comment
and
__ADS_1
rate
thank all😄