Perjanjian Dengan Iblis

Perjanjian Dengan Iblis
Bab 28


__ADS_3

Saat langkahnya tengah terhenti tepat dibelakang Nancy, Erick mendapati jika sang istri tengah mengambil sesuatu benda dari sosok mayat yang mungkin baru beberapa jam dikebumikan tersebut.


Wajahnya penuh dengan percikan darah, bahkan mulutnya penuh dengan kunyahan benda padat namun juga terlihat kenyal.


Susah payah Erick telah mengatur keberaniannya disana , namun kini wajahnya pucat pasih dan tak bisa bergerak ketika mendapati hal mengerikan disana . Bagaimana mungkin istri kesayangannya tersebut mampu berbuat aneh sejauh itu bahkan diluar nalar manusia pada umumnya.


"Sa-yang ..." Sapa Erick dengan hati bergetar.


"Mari kita pulang." sambungnya cepat dengan mengulurkan tangan yang terbuka.


Namun Nancy hanya meliriknya dengan tajam dan di iringi deru nafas begitu menggebu dan beringas.


Tanpa berkata namun ia juga menuruti apa perintah Erick, jalannya tak lagi lazim karena Nancy berjalan dengan posisi lutut yang dijadikan sebagai tempat tumpuan berjalan.


Meski aneh namun tetap saja Erick mengikutinya karena telah dibutakan oleh rasa cintanya . Bahkan pemuda tersebut hanya menganggap bahwa Nancy tengah mengalami ngidam ekstream.


Selama perjalan pulang keduanya terlihat diam satu sama lain, tapi tidak dengan mulut berisik Nancy yang sejak tadi asyik mengunyah ke kanan dan ke kiri. Meski terasa mual dan ingin muntah, Erick tetap menahan segala ke anehan itu sebaik mungkin.


*


*


*

__ADS_1


"SETAN!" teriak Casandra dengan histeris kala melihat wajah Nancy kacau balau dengan beberapa darah.


Taslim yang tadinya menyeruput kopi panas miliknya dengan santai juga ikut menyemburkan ke udara seluruh cairan bewarna hitam pekat tersebut. Matanya terbuka begitu lebar dan tentunya kedua lututnya mendadak lemas tak berdaya.


Rasanya ingin bangkit dan juga menghindari anak serta menantunya tapi kali ini ia tak sanggup karena lebih dulu ketakutan.


"Si-apa dia Erick!" Bentak Casandra dengan mimik wajah kebingungan.


"Dia istriku ma!" Pemuda itu dengan santainya menunjuk ke arah Nancy.


"Tolong segera bawa pergi dia dari sini cepat!" Perintahnya dengan kasar namun juga teramat ketakutan. Ia lebih memilih untuk berlindung dibalik tubuh bidang Taslim saat anak dan menantunya tengah berjalan melewati keduanya.


"Sayang..."


Taslim hanya diam dengan mengandalkan sisa tenaga dalam dirinya untuk segera berjalan masuk kedalam kamar dan menguncinya rapat-rapat.


Setibanya didalam, keduanya hanya menatap langit-langit kamar dengan berpegangan satu sama lain. Mereka tak menyangka jika sang anak dapat menikahi wanita semengerikan itu saat ini, terlebih lagi dengan ingatan Erick yang kian melemah tentang sang istri.


"Hal buruk telah dikirim masuk kedalam rumah kita sayang!" imbuh Casandra dengan satu tetes air mata di pipinya.


"Yah aku rasa begitu." Sambung Taslim.


"Jujur aku begitu takut dibuatnya, apa kita usir saja wanita itu pergi jauh dari rumah ini." Ujar Casandra memberikan ide brilian.

__ADS_1


"Apa kau lupa , Erick denganya begitu erat apa semudah itu kau bisa mengusir dirinya dari rumah ini. Coba perhatikan keadaan keluarga gadis itu, kacau berantakan tak bersisa. Jika kita juga ikut berulah apa tidak habis pula diri ini." tutur Taslim panjang lebar dengan segala pembenaran dirinya.


Kedua bola mata Casandra hanya bisa berputar untuk mencari sebuah ide gila lainnya lagi.


"Tapi tentu aku tidak ingin jika harus meregang nyawa dengan tragis ditangan gadis itu!" batin Casandra.


*


*


*


Sementara situasi dikamar Erick masih tetap tidak kondusif, dengan kaki yang terbuka lebar namun kedua tangan dilipat naik ke atas Nancy masih sibuk dengan diamnya. Bahkan kali ini mulutnya tak nampak terbuka sedikitpun, tapi suaminya tahu jika istrinya telah menyembunyikan sesuatu didalam sana.


"Cepat keluarkan isi dari dalam mulutmu Feli sayang!" Pinta Erick polos dengan segala kelemahan pikirannya.


Sontak hal tersebut begitu memancing kekesalan pada diri Nancy , dan benar saja ia bukan hanya memuntahkan satu bagian organ tubuh yang masih utuh. Namun kini dengan teganya menjerat leher Erick dengan seutas tali pada ujung ranjang nya.


Bersambung💛


...****************...


...💛...

__ADS_1



__ADS_2