
3 bulan setelah pernikahan.
Di pagi hari buta Nancy terlihat begitu mual dengan wajah setengah pucat didalam kamar mandi. Mungkin sudah satu jam lebih ia berada disana untuk mengeluarkan semua isi perutnya dengan cepat.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" tegur Erick dari luar kamar mandi yang juga begitu panik setelah mendapati suara sang istri tak baik-baik saja didalam.
Semenjak pernikahan keduanya terjadi hingga saat ini Nancy masih tetap menjadi sosok Felicia, mau tidak mau ia hanya menjalankan perannya dengan baik. Terlebih lagi dirinya harus abaikan semua panggilan Erick dengan menyebutnya Felicia.
Nancy bangkit dari duduknya dan mengusap bersih bibirnya. Tapi satu yang tak bisa disembunyikan oleh dirinya, wajah lelah dan begitu pucat masih jelas tersirat disana.
"Ayo kita pergi ke dokter!" ajak Erick dengan menggandeng tangan Nancy tak sabar.
"Tidak, apa jadinya kalau kita ke dokter nanti. Mereka kira kau adalah orang gila!" protes Nancy.
Yah, tentu dirinya tidak mau jika sang suami memanggil nama wanita lain didepan orang banyak.
"Aku akan segera membaik, pergilah dan tinggalkan aku!" maki Nancy yang kini tengah tenggelam dibalik selimut bewarna putih tebal.
Hari demi hari terasa memuakkan bagi dirinya, bagaimana tidak ia dibuat begitu tertekan dengan kondisi Erick saat ini. Terlebih lagi kedua mertuanya , mereka memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah apapun yang melibatkan sang putra.
Ditengah kesendiriannya, kini Nancy tengah merasakan hal aneh dan ganjil. Perut yang tadinya masih terlihat begitu datar tiba-tiba mengembang dengan cepat hingga membuat ia panik dan ketakutan.
Satu lagi, dibalik permukaan kulit perutnya ada sebuah tendangan kecil disana berulang kali.
__ADS_1
"Astaga apa ini?" imbuhnya gelisah tapi tak dapat lagi menyembunyikan perut buncitnya .
Bukan sepeti orang hamil pada umumnya, kehamilan Nancy benar-benar jarang terjadi pada manusia normal. Tidak ada kehamilan instan yang terjadi jika itu mengandung ilmu hitam .
Nancy berlari ke arah cermin untuk memperhatikan posisi perutnya yang sudah diperkirakan mungkin 6 bulan kehamilan , tapi sekali lagi wanita itu begitu resah bagaimana hal aneh ini bisa terjadi pada dirinya.
Dengan mengenakan sweater berukuran besar, ia memutuskan untuk segera pergi ke dokter dan memeriksakan keadaan perutnya yang janggal.
*
*
*
"Tidak mungkin saya hamil karena..." tepis Nancy dengan segala keraguan.
Dia mengurungkan segala niatnya untuk bercerita disana , mana mungkin jika seorang dokter akan mendengarkan kejadian mistis yang ia alami hanya selama hitungan jam. Bisa jadi ia akan ditertawakan oleh semua orang disana.
Dengan membawa hasil usg ditanganya, sekali lagi Nancy tak percaya jika dia tengah mengandung buah cintanya bersama dengan Erick.
"Jika aku bercerita dengan papamu, aku pasti akan di anggap gila olehnya nanti! " gerutu Nancy dengan terus bersusah payah menutupi perutnya selama berada dikawasan perumahan elite tersebut.
Ia tak ingin jika kabar kehamilannya ini akan menjadi berita panas dan mengancam nama baik mertuanya.
__ADS_1
"Dari mana saja dirimu sayang?"
Nancy terkejut setengah mati kala mendapati Erick tengah berada didalam kamar dengan mengganti pakaiannya.
"Aku da-ri tadi ." imbuhnya dengan asal namun Nancy sadar jika perkataannya melantur.
Pernyataan sang istri membuat geli perut Erick hingga ia kini berhasil menarik tubuh Nancy sepenuhnya dalam dekapanya.
"Apa ini ?" Ucap Erick sambil terus meraba bagian perut Nancy yang mengembang.
"Jauhi aku..." Pekik Nancy dengan kesal sembari terus mendorong tubuh Erick.
"Kau hamil?"
"Ta-pi kapan itu terjadi." sambungnya dengan curiga namun kembali percaya sepenuhnya.
"Ah sudahlah, aku tidak perduli. Kemarilah dan duduk di dekat ku." titahnya dengan menggiring tubuh Nancy.
Erick kembali meraih tangan Nancy yang sejak tadi berusaha menyembunyikan hasil usgnya.
"Dia akan kita beri nama siapa sayang , Cia atau Erick junior." Celetuk Erick dengan mengingat kembali nama yang dahulu ia pilih dengan Felicia.
Sementara Nancy hanya bisa kesal karena ternyata ingatan Erick bukanya membaik setiap harinya , makin bertambah parah dan pikun akan siapa dirinya.
__ADS_1
Bersambungš