
Semenjak kejadian aneh itu terjadi, Nancy harus berhadapan dengan segala macam hal mistis setiap harinya. Bahkan banyak hal mengerikan ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri tanpa orang lain tahu meski mereka tengah bersama.
*
*
*
Hari itu bertepatan dengan tanggal 1 agustus, hari jadi pernikahan kedua mertua Nancy. Keduanya memutuskan untuk mengajak anak serta menantunya pergi ke sebuah restoran untuk merayakan hal tersebut.
Setibanya disana , makanan telah berderet rapi diatas meja memanjang dengan beraneka macam menu. Terlihat begitu menggugah selera, namun tidak bagi Nancy yang sudah terlebih dulu mencengkeram perutnya dengan erat karena merasa begitu mual.
Seketika semua berubah saat ia sudah duduk di atas kursi menghadap meja. Semua hidangan yang terlihat lezat berubah menjadi makanan yang menjijikkan beserta dengan banyaknya lendir di atas makanan tersebut.
Pikirannya mendadak penuh dengan segala kerumitan yang ada dalam hatinya , bahkan terkesan menyudutkan dirinya disana.
"Ada apa denganmu, mari kita makan." pinta Erick yang sudah lebih dulu mengisi mangkuk sup nya dengan penuh.
Ia telah melihat bahwa hal janggal mulai terjadi pada diri Nancy, dan Erick tengah berusaha untuk mengontrol keadaan tersebut dengan baik.
"Tarik nafasmu sedalam mungkin sayang , kau pasti bisa melawannya. " pinta Erick .
Dirinya tengah melihat kedua netra Nancy telah berubah menjadi gelap seluruhnya. Dan seperti biasa , setelah itu pasti akan terjadi hal buruk dengan cepat.
__ADS_1
"Ada apa dengan istri mu! " Sahut Casandra yang masih sibuk mengunyah makanan miliknya.
"Tidak ma, Nancy baik-baik saja." imbuh Erick dengan menutupi rasa gelisahnya namun ia telah bersiap untuk mengajak pergi Nancy dari meja makan kedua orang tuanya.
Casandra hendak bersiap memanggil keduanya namun kembali dihentikan Taslim dengan cepat ." Biarkan mereka pergi."
"Tapi Erick belum selesaikan makanannya sayang!" protes Casandra.
Tapi Taslim tetap menggelengkan kepalanya dengan tegas.
"Ingatlah, hormon wanita hamil akan selalu berubah dengan drastis kan. Kau sudah pernah alami itu dulu jadi mengertilah." pinta Taslim dengan menyudutkan posisi sang istri.
*
*
*
"Bersabarlah, kita akan segera pulang." tuturnya dengan membantu Nancy mengenakan seat belt sang istri.
Tapi tubuh wanita kesayangannya tersebut mendadak kejang dan menggeliat sepanjang jalan tanpa henti. Hingga akhirnya berujung dengan satu teriakan histeris Nancy dan satu tendangan cukup keras mengarah pada kaca depan bagian mobil.
Hal itu cukup membuat shock Erick hingga kedua bola matanya hanya mampu terperangah tanpa henti.
__ADS_1
"Ya ampun, apakah itu tadi dia?" batin Erick setengah ketakutan berada di ujung kursinya.
Dan kini hanya mampu menatap kepergian Nancy yang tengah berlari kencang ke arah pemakaman umum jalan setempat. Meskipun tak wajar dan aneh, Erick masih terlihat mengikuti sang istri meski jauh dilubuk hatinya teramat ketakutan.
Dengan gerak mobil yang begitu lamban namun masih menerangi jalan Nancy ia berharap semua akan tetap baik-baik saja.
Wanita itu berhenti pada satu makam yang begitu jelas terlihat jika tanahnya masih basah, tentu itu adalah makam yang baru saja dibuat.
Wajahnya bergidik melihat tingkah aneh sang istri namun ia masih berusaha keras menepis ketakutannya seorang diri didalam mobil .
"Mungkin semua ini permintaan anaknya, bisa jadi ngidam!" ucap Erick tanpa logika.
Nancy mulai mengeruk tanah pemakaman tersebut dengan cepat tanpa memperdulikan lagi sekelilingnya gelap gulita.
"Sebenarnya apa yang telah ia cari disana, apa aku turun saja untuk memastikan segalanya. " imbuh Erick dengan rasa curiga, namun tak bisa ia tepis jika batinya teramat takut dengan kondisi disana.
"Ayo lah Erick, apa dirimu sangat pengecut!" sambungnya dengan terus menampar kedua pipinya berulang.
Pemuda itu terlihat membangkitkan seluruh keberaniannya dengan susah payah meski tak sejalan dengan keinginan hatinya.
Dengan mengatur nafas yang sesekali terpacu cepat. Kedua kakinya terlihat begitu gemetar hingga tak bisa menghentikan seluruh tulang yang rasanya melemah seketika hanya dalam hitungan menit.
Bersambung π
__ADS_1