
"Di-a setan kecil pah..." Seru Casandra lirih namun cukup membuat Taslim tercengang beberapa saat.
"Kita buang saja dia pah, lagi pula aku tidak sudi memiliki cucu seperti itu. Apa kata kolega kita nanti jika mereka mengetahui keturunan seorang keluarga Taslim begini bentuknya." lanjut Casandra dengan wajah yang tak sudi memandang kembali bayi tersebut.
Namun ketika hati Taslim mengisyaratkan setuju pada perbuatan yang di hendaki oleh sang istri, begitu tak disangka satu bayang hitam tak kasat mata tiba-tiba saja menyeret tubuh Casandra hingga terpelanting ke dasar lantai.
Wanita itu tak dapat lagi tertolong nyawanya, bahkan tubuhnya telah bersimbah darah dan lenyap seketika.
"Sayang ...!" teriak Taslim panik dengan mengusap kasar kedua matanya.
Bahkan Erick hanya mampu terperangah melihat keadaan genting tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar menggendong sang anak.
Belum sempat ia berkata ataupun apalagi menengok keadaan sang mama didasar lantai , sudah kembali terdengar jeritan suara sang papa yang begitu ketakutan dengan sesekali meminta pertolongan pada dirinya.
"Papa ..." ucap Erick bergetar, namun bukanya ia maju dan segera memeberikan pertolongan. Ia hanya mampu berdiri dan mundur teratur karena juga teramat takut.
Sedangkan di lantai bawah, Taslim sudah sangat amat ketakutan dengan sosok hitam yang menjelma seperti kepulan asap namun menjulang tinggi bagaikan raksasa. Bahkan besarnya melebihi tubuh Taslim disana.
"Tidak, berhentilah dan jangan mendekat!" serunya dengan tubuh yang telah tersungkur dan merayap ke belakang.
Tanganya kini telah terlepas dari jenazah sang istri karena makhluk tersebut sepertinya tidak akan pernah suka dengan keduanya jika bersatu.
Bagaikan suara ngauman yang berdengung namun begitu keras terdengar jelas di setiap sudut rumah tersebut. Membuat siapapun pasti akan mati kutu dibuatnya jika berhadapan dengan makhluk sepertinya.
Semua ini memang salah Nancy, karena kecerobohan dirinya lah yang menjebak semua orang dalam situasi genting ini terjadi. Bahkan ia terkesan egois, harus membawa semua orang terlibat di lingkaran pusara masalah ini .
Namun apa boleh buat , nasi telah menjadi bubur karena semua sudah terjadi begitu saja terlebih di luar kendali akal pikir sebagai manusia biasa. Tentu tidak akan ada seorang pun yang dapat menahan segalanya dengan baik.
Setelah keluarganya dirundung kemalangan satu persatu dan berakhir tragis. Kini ia juga harus menelan pil pahit jika keluarga sang suami harus rela di gilir untuk mendapatkan kesakitan itu dengan nyata.
*
__ADS_1
*
*
Kini nasib Taslim juga berakhir pilu seperti istrinya Casandra, kepulan asap hitam pekat tadi telah menggulung dirinya dengan begitu cepat hingga membentuk sebuah angin kencang. Suaranya tak lagi terdengar bahkan ia pun lenyap begitu saja digulung benda misterius tersebut.
Berbeda dengan kondisi Erick yang berada didalam kamar , kini ia nampak begitu terkejut dengan sosok Nancy yang tiba-tiba saja secara mengejutkan telah duduk diatas sebuah kursi dan menyisir lembut setiap bagian helai rambutnya.
"Sayang, sejak kapan kau disana?" sapa Erick dengan penuh kebingungan sembari menatap dimana asal tempat Nancy yang tadi masih terbujur lemah tak berdaya.
Wanita yang teramat ia cintai tersebut hanya sibuk bersenandung tanpa memperdulikan ucapannya. Sembari sesekali mengayunkan tubuhnya dengan berkawan arah.
Tak patah arang, Erick kembali mendekati dengan hati cemas dan gelisah sambil membawa sang anak disana. Ia harap jika Nancy dapat melihat anak itu akan berubah bersikap manis padanya.
"Lihatlah dia anak ki-ta." ujarnya dengan nada lirih sembari mengitari sisi tubuh Nancy yang dianggapnya adalah Felicia.
Tapi semua kepikunan Erick tersebut benar adanya , ia dapat merasakan sosok arwah yang tengah bersemayam didalam jiwa Nancy. Dia adalah Felicia, istri pertama Erick. Setelah lama koma berada dirumah sakit, gadis tersebut menghembuskan nafas terakhirnya tanpa didampingi kerabat satupun. Jenazahnya pun disemayamkan tak jauh dari rumah sakit yang telah merawatnya dengan baik.
Suaranya mulai menggelegar dengan tawa teebahak-bahak karena telah mendapati wajah bayi tersebut. Ada rasa puas dan juga marah pada diri arwah tersebut.
Bagaimana tidak , tentu ia akan merasa puas jika melihat kehancuran itu menimpa keduanya mengingat ia dan semua anggota lainnya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh Nancy.
Raga Nancy dengan cepat mengangkat bayi tersebut dengan satu jari telunjuknya mengudara, dan tanpa berlama-lama ia kemudian membanting keras tubuh mungil tersebut ke luar jendela dan terjun bebas begitu cepat membentur aspal jalan.
"Tidak ..." teriak Erick menangisi sikap Nancy yang tak dapat terkendali.
Erick yang murka , beralih mendekat pada Nancy untuk mencekik leher wanitanya begitu erat. Tapi sayangnya raga Nancy saat itu begitu kuat hingga Erick pun tak dapat menandingi kekuatannya. Merasa tak terima dengan sikap kasar sang suami, Nancy mencekik balik pria tersebut hingga dirinya melayang di atas lantai.
Tanpa ampun ia mengeratkan ke lima jarinya dengan cepat hingga membuat Erick kesulitan bernafas .
Hanya dalam hitungan detik, seluruh kekuatan Nancy mampu melenyapkan nyawa Erick pula.
__ADS_1
*
*
*
Setelah kejadian maraton tersebut terjadi, Nancy kini berangsur lemas dengan kondisi yang baru saja sadar dari tidurnya . Ia terkejut ketika mendapati tubuh kaku dan dingin sang suami. Tak berhenti disana, karena ia terlihat ketakutan segera berlari meminta pertolongan namun malang nasibnya ia malah menemui jenazah kedua mertuanya dalam langkah berikutnya .
Tak kalah kerasnya Nancy menjerit ketakutan dan seorang diri disana, hingga ia hanya mampu diam dan terduduk meratapi nasib buruk yang ia ciptakan sendiri.
Lambat hari, gadis itu terlihat semakin kacau dan kewarasanya tak dapat lagi terselamatkan. Sepanjang hari dan setiap menit ia hanya mampu meracau dengan menghitung jari jemarinya sendiri.
*
*
*
...Ke egoisan tidak akan pernah ada titik puasnya , terlebih jika kita paksakan dengan penuh kesadaran. Perlahan semua itu akan pudar dan menghilang begitu saja seiring waktu....
...Tamat ...
......................
Mampir yuk ke kisah selanjutnya, maaf jika terdapat kesalahan selama penulisan yah. Terimakasih atas dukungannya semua πππβ€.
...----------------...
Dan berikutnya adalah cerita sequel dari kisah Butir Cintaku Di atas Sajadah Biru β€
__ADS_1