Perjanjian Dengan Iblis

Perjanjian Dengan Iblis
Bab 23


__ADS_3

Kini Erick mengajaknya untuk segera pulang ke rumah orangtuanya. Meskipun hati Nancy sangat berat dan ingin rasanya menolak , tapi tak ada pilihan lain yang begitu tepat untuk dirinya pilih saat ini.


"Pa ma ..." sapa Erick saat melihat kedua orang tuanya tengah menikmati makan malam berdua dimeja.


Dan Casandra telah menatap kedatangan Nancy dengan begitu kesal.


"Malam, duduk dan makanlah bersama kami." titah Taslim yang masih asyik menatap piring makanya tanpa mengindahkan kehadiran keduanya.


Malang nasib Nancy, karena sikap manisnya untuk menjabat tangan kedua calon mertuanya ditolak mentah-mentah.


Gadis itu hanya terlihat pasrah dengan mengikuti Erick yang segera duduk dan makan malam bersama.


"Mau kemana kamu?" tanya Taslim dengan acuh pada sang putra.


"Mau kesini, dan tinggal disini pa!" seru Erick dengan mempercepat laju makanannya.


Dari kejauhan, tiba-tiba Casandra tersedak begitu hebat hingga ia menghentikan makan malamnya dan segera mengangkat segelas air miliknya.


Taslim hanya mengerlingkan matanya pada sang istri.


"Lahap sekali makan mu, apa dia tak cukup pintar untuk memasak?" tuduh Casandra.


Sekali lagi Erick tidak ingin menghiraukan pernyataan yang nantinya akan berujung keributan disana. Dan Nancy sejak tadi hanya duduk diam sembari melihat isi piring Erick yang begitu menjijikkan baginya.


"Makanlah, apa kau mau milikku?" tanya Erick dengan menyodorkan piring makanya.


Tapi Nancy dengan cepat mendorong piring itu hingga jatuh ke lantai dan bertaburan disana.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" sambung Erick terkejut dengan sikap aneh Nancy.


"Ke-napa kau memakanya!"


"Itu menjijikan!" seru Nancy dengan nada ketakutan.


"Apa maksudmu !" Teriak Casandra yang tengah naik pitam dengan nada tinggi satu oktaf.


"Itu tumpukan belatung Erick, jangan kau makan!" Jelasnya dengan teriakan pula.


Sontak membuat seisi rumah merasa mual dengan perkataan Nancy, meski nyatanya hidangan itu terlihat baik-baik saja.


Taslim menurunkan sendok berserta garpu miliknya dan mengusap cepat mulutnya dengan sehelai tisu. Ia sudah kehilangan selera makanya malam itu akibat ulah Nancy.


Erick yang telah sadar dengan sikap sang papa , dengan cepat menarik tangan Nancy untuk segera pergi dari sana dan naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sebelum Taslim berubah pikiran dan mengusirnya sejauh mungkin dari sana .


Nancy hanya mendengus kesal karena kali ini Erick bersikap kasar pada dirinya. Dan sama sekali tak mendukungnya sedikitpun.


"Apa aku terlihat berbohong, sampai mereka serentak memusuhiku!" gerutu Nancy dengan membaringkan tubuhnya.


Sedangkan Erick kini kembali menuju meja makan untuk meminta maaf atas ulah Nancy yang tidak begitu menyenangkan.


"Maafkan Nancy pa!" mohon Erick dengan tulus.


Namun Casandra tetap pada pendiriannya dan menolak mentah-mentah kehadiran Nancy disana.


"Tapi ma , jika tidak disini mau kemana lagi kita." sangkal Erick.

__ADS_1


"Kalian bisa tinggal dirumah yang telah kami siapkan, atau bisa juga sewa apartemen di tengah kota!"


"Apa uangmu sudah habis, dan mengharuskan kalian numpang hidup bersama kami." lanjut Casandra dengan ketus.


"Apa yang dikatakan mamamu benar!" sambung Taslim.


"Dan asal kau tahu, kali ini dirimu akan menikahi dua orang wanita sekaligus dalam hidupmu!" tegas Taslim pada sang putra yang sudah sangat menggebu menikah dnegan Nancy.


"Yah, kedua adik kakak itu akan menjadi istri mu jika kau masih menginginkan pernikahan ini terjadi nantinya. Karna Felicia tengah koma , jadi kau tak bisa menggugatnya begitu saja dalam kondisi ini."


Erick begitu terkejut dalam duduknya, begitu pun Nancy yang juga berada diatas sambil terus menguping pembicaraan ketiganya dengan diam-diam.


Bagaimana mungkin ia akan menjadi istri kedua dari sang adik saat ini, dengan kata lain ia masih tidak bisa memiliki Erick sepenuhnya.


"Sialan, aku tidak bisa biarkan ini berlama-lama. " batin Nancy kesal.


*


*


*


"Tapi Erick bisa tinggalkan begitu saja Feli pa, karena dia juga sudah Erick talak!" tolak Erick dengan pernyataan Taslim.


"Sampai kapan kau keras kepala seperti ini! "


Bersambung πŸ’›

__ADS_1


__ADS_2