Perjanjian Dengan Iblis

Perjanjian Dengan Iblis
Bab 29


__ADS_3

"Turunkan aku sa-yang ..." Rintihnya dengan memegang sisi tali lainya agar tidak terjerat lebih erat.


Namun Nancy tak memperdulikan lagi apa yang tengah diminta oleh Erick, matanya begitu tajam menghujam mata Erick bahkan degup jantungnya terus berdetak lebih cepat.


"Jangan panggil aku dengan sebutan nama itu, kau tau!" Teriak Nancy dengan suara begitu berat namun juga besar menggelegar.


Semakin kencang dan erat tali itu melingkar di leher sang suami, hingga akhirnya Nancy berteriak kencang bahkan lebih kencang dari pada sebelumnya. Kali ini bukan ia terlihat marah , melainkan dirinya tengah mengejan sekuat tenaga untuk mengeluarkan sang anak yang sudah tidak sabar untuk hadir ke dunia.


Perutnya dua kali lipat lebih besar saat ia tengah marah dan membabi buta pada Erick.


Guratan wajahnya begitu payah saat ia sekuat tenaga ia kerahkan hanya untuk mengejan panjang. Disaat yang bersamaan pula tali yang digunakan Nancy untuk melilit Erick perlahan mengendur dan terlepas dari tempatnya.


Meski dengan kesakitan, ia masih tak tega untuk melihat istrinya berjuang seorang diri untuk mengeluarkan buah hati mereka.


"Tarik nafas panjang-panjang dan tiup kan perlahan sayang..." Sambung Erick yang telah mendekati Nancy dengan tangan yang sudah melingkar pada tubuh istrinya.


Hatinya semakin pilu kala melihat kesakitan itu berlangsung begitu lama hingga gurat wajah Nancy berubah menjadi hitam disela aliran darahnya.


"Aaaaaaaaaargh!"

__ADS_1


"Oeeeekkkkkk"


Suara erangan sekaligus juga tangis bayi pecah membela kesunyian kamar pada malam tersebut. Bayi itu terlihat begitu sehat dengan ke dua pipi yang chuby.


Erick yang sudah berjaga sejak tadi, kini beralih pada tubuh sang istri bagian bawah untuk melihat sang anak yang baru saja terlahir.


Betapa terkejutnya Erick saat bayi itu ternyata memiliki dua taring cukup panjang dan juga daun telinga menjulang panjang ke atas. Meski seperti itu, layaknya seoeng bayi lainnya dia masih terlihat menggemaskan dengan wajah yang tak berdaya menatap sang ayah.


"Kau, kenapa wajahmu seperti ini nak?" sambung Erick dengan menitihkan air mata tapi mengalahkan rasa sayang dan cinta yang begitu besar untuk buah hatinya tersebut. Mungkin jika hal itu terjadi pada orang lain, bisa saja lari terbirit birit karena melihat kenyataan tersebut.


Sedangkan dikamar bawah, baik Casandra dan juga Taslim yang mendengar suara tangisan bayi berlari sekencang mungkin untuk memeriksa keadaan diatas.


"Apakah dia telah lahir?" lanjut Taslim .


Keduanya begitu berharap jika sang cucu dapat meneruskan nama keluarga baik Taslim dikemudian hari, namun tidak dengan Erick yang menatap kedua orang tuanya dengan sendu dan perlahan berbalik. Ia begitu takut jika anaknya akan melukai hati sang mama dan papa.


"Kemarikan biar mama menggendongnya." pinta Casandra dengan suara lembut penuh keibuan.


"Iya nak, berikan pada mama mu." pinta Taslim pula sambil melihat keadaan Nancy yang belum pulih dengan baik.

__ADS_1


Hatinya begitu berat saat beranjak bangkit dari duduknya sambil menggendong sang anak, dan perlahan berbalik pada Casandra dan Taslim untuk menunjukan wajah sang cucu pertama.


"Haaaah !" Begitu shock kedua orang tuanya dengan menutup mulutnya masing-masing , agar tidak terdengar jelas oleh Nancy. Meski begitu keduanya tak ingin jika wanita yang baru saja melahirkan tersebut terluka dengan wajah kaku mereka disana.


"Ma-afkan mama, mama tidak bisa menggendongnya." tolak Caaandra setelah mendapati wajah sang cucu , jangankan menyentuh untuk memandangnya saja wajah Casandra sudah bergidik takut.


Sedangkan Taslim sejak tadi tak ada hentinya melihat sekujur tubuh bayi yang terlihat begitu besar dari usianya tersebut.


Bayi itu nampak terlihat tenang dengan wajah menggemaskan namun juga mengerikan . Sejak tadi tak terdengar suara tangisnya kembali dan hanya memandangi wajah orang yang berada disekitarnya.


"Perhatikan dia, mengikuti kemanapun wajah kita bergerak. Apa dia sudah bisa melihat?" tanya Taslim penuh dengan keheranan.


Bersambung πŸ’›


...----------------...


...Mampir πŸ’›...


__ADS_1


__ADS_2